Hari ini, Rabo, 8 Juli 2009, Bangsa Indonesia memperingati hari demokrasi, Pemilihan Presiden RI untuk periode 2009-2014 mendatang. Hanya butuh waktu 5 menit untuk menyontreng tapi dampaknya bisa mencapai 5 tahun mendatang. Itulah hari ini, 8 Juli menjadi hari yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia

8 Juli secara pribadi juga aku peringati sebagai Miladku, alias hari lahir, alias hari dimana 23 tahun yang lalu aku dilahirkan di dunia ini. Tak ada persiapan khusus buat hari ini karena memang seminggu sebelumnya aku jatuh sakit dan kondisi badan baru benar-benar fit hari ini.

Terima kasih buat sahabat-sahabat yang menyempatkan waktu dan menyisakan pulsanya buat mengucapkan selamat dan doa.  Terima kasih, maaf atas salah dan khilaf yang aku perbuat selama ini, semoga doa kalian menjadi motivasi bagi aku untuk menjalani kehidupan mendatang.

viktor krum ; lambangku

viktor krum ; lambangku

Inilah beberapa sms dari ponsel, tidak termasuk ucapan yang di wall facebook. Beberapa sengaja aku abadikan di blogku ini seperti Milad-Miladku sebelumnya..

15:34 WIB :: Halley Galilea

Hasan, Met ultah yaaa?

15:24 WIB :: Okki Ardianto

Bah, ulang tahun arek’e hehe… wis dungane melu konco2 ae ah, hehe..

11:50 :: Ocha Fardani

Happy Birthday kak hasan! Moga cepet dapat jodoh. Wish u all the best

10:49 WIB :: Indra Permana

Selamat ultah Mas Has. Semoga selalu diberi yang terbaik oleh Allah SWT. Makin tambah dewasa dan makin sukses karirnya. Amien.

10:16 WIB :: Lucky Agung

Happy Birthday to Kak Hasan. Sehat dan sukses selalu ya Kak. Bertambahnya umur bisa jadi lebih baik lagi kedepannya, lebih dewasa lagi.

09:37 WIB :: Danu Subhakti

Bang Hasan, Met Ultah. Wish U all the Best

09:28 WIB :: Nadira Quamila

Mas Hasaan. Hepi Bday yaa. Mudah2an sehat2. Trus rencana S2 di Luarnya bisa kesampaian. Wish U all The Best deh. J

08:30 WIB :: Ricky Alhusary

Happy Birthday. Moga tambah setia sama Gabriel FC

07:47 WIB :: Yulianti E.S

San, met milaad ya! Sehat, Sukses, Surga! Met nyontreng juga.

07:03 WIB :: Nurlaily

…Happy Birthday ya. Wish u all the best. GBU

06:30 WIB :: Widha Saputri

Met hari lahir ya.. moga tambah sukses dan diberkahi Allah. Moga panjang umur, tambah sayang sama keluarga dan sahabat. Amien.

05:33 WIB :: Tazki Agung Fuadi

Happy Birthday Kak Hasaaan. Moga lancar rejekinya, moga cepat dapat “lunamayanya” kak hasan dan dimudahkan dalam segala urusan. Sukses selalu. Pokoknya wish u get the best deh.

05:21 WIB :: Ya’ Asurandi

Takdir adalah ujung dari usaha. Oleh karena itu sudahkah engkau berusaha untuk mewujudkan impian2mu? Met ultah saudara. Semoga tercapai impian2nya.

03:15 WIB :: Anggia Ramadhani

Hapy Birthday kak. Hope you can be the better than before having long live and be a person who can make us proud. Wish u all the best. Cepet nikah yah *amieen

01:15 WIB :: Niken Adyaningsih

Mas Hasaaaaannnnn! Met ulang tahun…!!! May you be a better person with better attitude too. Sukses dunia akhirat yam as, and wish u a great bday today!

12:53 WIB :: Alikha Novira

Happy B’day Mas Has. Wish U all The Best

12:18 WIB  :: Reiner Muhammad

Happy Birthday. Happy Birthday. Happy Birthday to you.. semoga menjadi lebih baik dari segala apa2 yang bersifat positif dan semoga berkah umurnya ya kak

12:14 WIB :: Monica 757

Mas Hasan. Happy Birthday! Wish U all the best, GBU. Love yaa

12:04 WIB :: Maya Putri

Met hari lahir ya San.  Semoga selamat dunia akhirat. Amin

12:01 WIB :: Umi Kultsum

Usia bukanlah sekedar bilangan waktu, akan tetapi sebuah kesadaran untuk menjadi berarti dari waktu ke waktu. Berkahnya umur adalah bertambahnya kesempatan untuk berbuat lebih baik dan memenangkan kontes demi kontes keimanan. Met ultah buat Hasan Junaidi. Moga tambah lebih baik dan tetap istiqamah ya, amienn, Sukses selalu

12:00 WIB :: Iman Firman

HAPPY BIRTHDAY maz hasan. Semoga panjang umur, sehat selalu dan banyak rezeki, dll. Pokoknya wish u all the best.

Pagi2 buta dering telepon membangunkanku, oh ternyata dari sang bidadari, tak percaya secepat itu dia mengucapkan selamat hari lahir buatku, I thought of you today, and it made me smile, Thank you for being you. Thank you for coming into my life.


25 Juni 2009 sore kemarin kuputuskan diriku untuk berangkat ke Jakarta, ada acara reuni kecil-kecilan dengan angkatan di Bandung, dan aku sendiri ada acara pribadi jadi terpaksa berangkat duluan ke Jakarta. Walau kehabisan tiket, tapi bagaimanapun caranya kudu nyampe di Jakarta jumat pagi, jadi kamis sore itu juga aku berangkat, estimasi sampai di Jakarta Jumat paginya maksimal jam 10.00 pagi, gitu kata travelnya.

Sialnya si Bus pake mampir kemana-mana, ngukur jalur pantura nih ceritanya, sampai-sampai sangat molor, tidak sesuai kesepakatan kalau nyampe di Pulogadung jam 10.00 pagi, lha gimana enggak, mampir ke Subang dulu segala hanya buat sholat Dhuhur (Sholat Jumat aslinya, hehee) dan makan siang, huh! So molor… aku tak tau apa-apa, hanya ngikuti busnya saja diriku, padahal diriku sudah ditunggu temanku. dia uring-uringan nunggu aku di Pulogadung sejak jam 10.00 WIB tadi, hehee.. sorry yo Ki, salahe dhewe digesusuni,

Jumat siang mendekati pukul 2 siang, aku nyampe di Pulogadung. Dan disitupun aku masih mencari-cari makhluk yang bernama Okki, muter-muter kesono kemari, everything will be ok, nemu juga tuh makhluk dengan vario putihnya, nancap dah kita ke tempat brother kita, heheee…

Fiuhh, nyampe juga di tempat Brother Gabriel Stevent Damanik. Tiba di tempat lansgung diantarkan di cafe Tanti Nita (ibunya Gabriel), kebetulan waktu itu lagi launching cafe, hehee… disambut dah dengan minuman hangat yang lumayan melepas hausku yang kutahan sejak di Pulogadung, sementara itu Brother Gabriel masih dipanggilkan karena sedang ke warnet.

Tak lama, Gabriel datang dengan baju merahnya, ”kak Hasan, kok tambah putih, Kak?” itu kalimat pertama yang diucapkan Gabriel. Hah? Gak salah tuh anak? Heheee…

Ya sudahlah, ngobrol ngalor ngidul, ngomong masalah sekolah, kelulusan kan dia, NEMnya terbaik ke-2 dari kelasnya, NEMnya mencapai 27,25, smua nilai mata pelajaran dia 9. Ngobrol juga masalah show, padahal lho, esok harinya Gabriel show ke Surabaya, aku yang dari dari Surabaya justru ngunjungi dia, heheee… Ngobrol juga masalah fans yang kadang aneh, trus Mbah Surip, Michael Jackson, pilpres, trus apa lagi ya? Banyak dah, maen game Counter Strike juga yang dibawa di flashdisk Okki dan tak lupa Foto-foto juga tuh, Banyak dah yang diobrolkan dengan Gabriel, Tante Nita, Tante Eta, dan satu lagi lupa namanya tante itu dan tak lupa juga Tania. Perlu dipancing2 biar bisa akrab dengan Tania, Tania pemalu banget, ngobrol masalah kacang kemarin sama Tania, hehee… katanya takut sakit kalau makan kacang karena kacangnya kurang matang, hehee…. Gabriel masih asyik dengan Counter Strike, Aku ngupasin kacang dan ngobrol-ngborol dengan Tania yang berumur 3tahun (gak tau pastinya) itu, Okki ngupas singkong dengan Tante Nita, hehee… sangat-sangat mengesankan!

Gabriel bergaya The Master

Gabriel bergaya The Master

Ada juga sesi nonton video ulang tahun dari Gabriel-FC yang tertunda, video review penampilan Gabriel waktu Idola Cilik 1 berlangsung, Gabriel menceritakan tentang kesan-kesan saat menyanyikan lagu2 yang ada di video itu!

Ohya, waktu itu ada juga Yoseph (panggilan akrabnya Oseph), baru kelas 1 naik ke kelas 2, main2 juga sama dia. Oseph ternyata lagi menggandrungi Tak Gendong kemana-mananya Mbah Surip. Yang paling aneh waktu Gabriel tanya aku tentang orang yang lagi dekat denganku, aku pura-pura tak mendengar, tapi dia ngotot tanya, ya dah kujawab, toh Gabriel juga gak tau orangnya, kusebut namanya, eh Gabrielnya langsung nyanyi lagu Tak Lekang Oleh Waktunya Kerispatih, kebetulan nama itu ada dipenggalan lirik itu tuh, dasar nih anak aneh2 saja, he!

Trus-trus-trus… pertemuan diakhiri dengan makan malam nasi goreng pasir, dibuka dengan komitment Gabriel kalau tuuttttt (off the records) yang diutarakan kepadaku dan juga Okki. Pertemuan sangat mengesankan, dari Juni ke Juni, lebih akrab terasa, sangaaaaaat akrab dan hangat suasana kekeluargaan, mengharukan! Mengesankan! Pertemuan berakhir, sekali lagi sangat mengesankan, aku dan Okki pun pamit ke keluarga Gabriel menuju Bandung.. Sip dah! Naik Vario dari Jakarta ke Bandung, berrock n Rol….!!! (to be continued).


Anna Althafunnisa

Anna Althafunnisa saat Bedah Buku Menari Bersama Ombak

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.

Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.

Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.

Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang

Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya.

Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta.

Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya.

Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur,

Cita sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan.

———————————————————————————————

*Petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabriz diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M

Sumber : Novel Ketika Cinta Bertasbih 2 halaman 69, cetakan ke-1, Nopember 2007


Hari ini (17-06-09), memang ada rencana ke Bursa Kerja di Balai Pemuda. Di sana sudah janjian dengan beberapa teman angkatan, salah satunya Fitri yang akrab dipanggil Emak. Jam 12.00 Siang dirasa cukupah berkeliling-keliling, aku sejenak sholat di Masjid sebelah Balai Pemuda Surabaya. Karena menunggu sore hari dirasa masih berjam-jam, akhirnya aku dan Fitri memutuskan untuk nonton KCB di Galaxy Mall.

Jam 12.55 WIB tiket KCB yang jam tayangnya pukul 14.10 WIB sudah ditangan. Dan kita pun memutuskan makan siang, tapi dimana?? Jujur saat itu aku membawa uang sanagt pas-pasan, uang ditangan tinggal Rp 27.000, Sementara diketahui bahwa Fitri juga hanya membawa uang Rp 55.000, aku tak tau musti gimana, uang sungguh ngepass, aku sih bisa nahan, paing ntar pesen minum saja, tapi kenyataannya beda, beginilah cerita selanjutnya….

Fitri kemudian masuk ke sebuah tempat makan siang yang spesial menyediakan Pizza (taulah…) Jujur, ini kali pertama aku berkunjung ke tempat ini, sebelumnya memang pernah tapi posisi aku waktu itu lagi ditraktir atau bersama teman yang sudah berpengalaman sebelumnya. Dan disini aku tak yakin Fitri juga belum pernah kesini sebelumnya, heheee….

Dengan pelayanan yang amat sangat ramah dan bersahabat dari seorang waiter yang diketahui bernama Mbak Rahma (bukan nama sebenanya, red), Fitri pun dengan pedenya memesan Menu Sosisole kuran Personal 1-2 orang, Softdrink 2 gelas, serta Salad & Sup.

Pizza Sosisole

Pizza Sosisole (sumber : http://sigitsusinggih.net )

Aku makan tak tenang, karena 1 hal, takut uangnya kurang, itu saja! Sementara Fitri masih bisa santai melahap makanan itu, aku mendesak ke Fitri, “Fit, ini kalau uangny kurang bagaimana?

Wis ta, San, koen kok sing parno, biasa ae po’o, ojo’ ngeto’-ngeto’i nek kene dak duwe dhuwit…” kata Fitri (Sudahlah San, kamu jangan parno kayak gitu, biasa saja, jangan memperlihatkan kalau kita gak punya uang)

Singkat cerita, makanan pun habis, aku bingung, seluruh uang yang ada di aku sudah aku serahkan semuanya ke Fitri. “Engkok nek duwit’e kurang koen tak tinggal nang kene yo? kita pesen maneh, engkok aku methu tak nyilih duwit nang arek2…” begitulah Kata Fitri kepadaku. Dan aku mengangguk penuh cemas… (ntar kalau uangnya kurang, kamu aku tingal disini dulu, kita pura2 pesen lagi, sementara kamu makan, aku tak keluar buat pinjam uang ke teman2).

Dan, setelah minta bill ke Waiters yang amat sangat ramah tadi, dan jreng… jreng.. jreng….. “Mbak, totalnya Rp 84.000, ini bisa dilihat bill nya…

Rp 84.000?? aku menghitung dalam hati, uangku 27 ribu ditambah uang Fitri 55 ribu, totalnya 82 ribu?? kurang 2ribu???? Ya Allah….. aku panik, keringat dingin keluar, padahal diruangan itu berAc, hufh…. berharap-harap cemas

Fitri akhirnya mengeluarkan uang dengan pas, dia nampak tenang sekali, dan dengan ramah pula memberikan uang Rp 84.000 ke Waiters tadi

Kami keluar, lega, masalah sudah terlewati, masalah baru muncul, “bagaimana aku pulang ntar?”. Dan tentu aku bertanya-tanya, darimana ada tambahan uang 2 ribu?

Onok nyelip duit 3 ribu tadi, alhamdulillah… Untung mau gak tak ke’no duit icrik’an Crut, ngisin-ngisini ae, Hahahaa….” Fitri tertawa lepas (Tadi ada uang yang nyelip di tas 3 ribu rupiah Alhamdulilllah… Untung tadi gak aku kasih uang loga, malu-maluin ntar, Crut…. *Crut = sapaan suroboyoan tanda keakraban*)

Dan selamat lah kami, uang di tangan kai tinggal seribu doang, sejenak kita bisa tenang dengan lihat Film sambil memikirkan pinjam uang ke siapa ntar…

Cerita belum selese, saat aku memposting tulisan ini dan sms ke Fitri menanyakan siapa nama Waiters tadi, Fitri malah kirim sms gini : “San, alhamdulillah, aku dapat rejeki mungkin sebagai ganti Pizza tadi, hehe. Aku ngelesi seharusnya dapat 225ribu, sama Ibunya igenapin jadi 300ribu. Alhamduliilah. Mangkanya jangan khawatir, say! Sama fitri yang penting enjoy”


Nama pena kadang masih digunakan di banyak penulis atau bloger. Tapi ada beberapa pengarang, penulis atau bloger yang menggunakan nama mereka sendiri dan menungkap data diri di buku/karya/blog mereka. Menurut catatan di wikipedia, Nama pena merujuk kepada nama gelaran yang digunakan oleh seseorang pengarang. Nama pena digunakan apabila pengarang tidak mahu menggunakan nama asal mereka dalam karya mereka disebabkan oleh sebab-sebab yang tertentu. Nama pena sering digunakan pengarang yang tidak ingin dikenali, atau takut terancam sekiranya mereka dikenali. Ancaman ini boleh disebabkan ancaman pengganas, atau ancaman undang-undang seperti dipenjara atau ditahan (wikipedia.org)

Nah, dari situlah saya mulai berpikir untuk menggunakan nama pena atau enggak kedepannya, disamping memang ada alasan sendiri kenapa  saya menggunakan nama pena tersebut. Tadi sore, saya sms beberapa teman saya yang saya anggap ‘mumpnui’ untuk persoalan ini, dan inilah nama diusulkan beberapa teman saya….


Mungkin bagi yang sudah menonton Film Ketika Cinta Bertasbih 1 (bisa dilihat resensinya disini dan disini), bakal penasaran bagaimana kisah Azzam dan Anna berikutnya, ya walaupun di novel sudah dipaparkan dengan jelas bagaimana ending cerita, namun daya pikat visualisasinya yang begitu apik (seperti yang dibuktikan di Film Ketika Cinta Bertasbih 1) tentu saja membuat penasaran penontonnya.

Scene akhir Film Ketika Cinta Bertasbih 1 dikahiri dengan kepulangan Azzam dan Eliana di bandara yang disambut dengan wartawan Indonesia, padahal waktu itu Husna sudha meambai-lambai ke arah Azzam, dramatis, adegan lambaian tangan ini mungin untuk menggantikan adegan pelukan layakanya kakak-adik yang sudah lama tak bertemu (gak mungkin seklai lah di Film Ketika Cinta Bertasbih ada adegan pelukan yang bukan muhrim).

novel KCB 2

novel KCB 2

Sebagian isi novel Ketika Cinta Bertasbih 2 sudah ada di Film Ketika Cinta Bertasbih 1, seperti saat bedah buku Menari Bersama Ombak (baba Definisi Cinta) dan beberapa adegan lainnya. Saat film Ketika Cita Bertasbih 1 berakhir, diberi cuplikan sedikit beberapa scene yang akan hadir di Film Ketika Cinta Bertasbih 2

Seperti saat Azzam bertemu dengan sang Ibu, Azzam bersujud dipangkuan Ibu yang sudah 9 tahun tak bertemu… Ada juga saat Azzam dipertemukan dengan Anna di rumahnya (Anna saat itu menyerahkan undangan pernikahan di kelaurga Azzam), dan yang Anna tau Azzam it Abdullah yang menolongnya saat di Mesir dulu… Dan paling dramatis saat pernikahan Anna dan Furqan seraya Azzam berkata pada Anna, “Anna nitip Furqan yah? Dia sahabatku

Keseluruhan cerita bersetting di Indonesia dan ada tokoh baru di Fim Ketika Cinta Bertasbih 2 ini, seperti Ilyas (yang konon diperankan Dude Herlino) yang nantinya berjodoh dengan Husna, serat tokoh Hafez, Fadhil, Nasir, Nanang bakal tak ditemui disini..

Aku menunggu Film Ketika Cinta Bertasbih 2.. Agustus ya? katanya sih gitu… dan katanya mau juga dibuat sinetronnya, aku denger berita di Go Spot memang film ini sudah menembus angka 1 juta penonton dan katanya mau di bikin sinetron, kata kang abik ga masalh di buat sinetron, asal tidak melenceng dari novel dan syariat islam (sumber Go spot)


Pagi jam 9 pagi tanggal 11 Juni 2009, berangkatlah saya menuju 21 Plaza Surabaya alias Delta Plaza. Busyeet…. sewaktu itu yang antri lumayan banyak, aku yakin orang yang berjubel disini cuma ada satu tujuan, melihat perdana Ketika Cinta Bertasbih… Beberapa menit kemudian makin banyak orang yang datang hingga antri di tangga…

Aku menonton KCB jam 7 malam, karena hanya kebagian jam segitu.. Ya sudah, tak apa, yang penting menonton,.. dan inilah resensinya…..

tiket KCB

Tiket KCB akhirnya di tanganku...

Film dibuka dengan kemegahan Mesir, serta kesibukan Azzam yang sibuk saat belanja buat usaha jual tempe dan bakso. Azzam membeli bahan tempe dan baksonya di pasar, sesekali dia memanggul bahan di bahunya dan meletakkanya ketika dia kelelahan, kemudian dipanggilkan taksi dan meluncurlah Azzam ke flat, tentu saja taksi melewati pyramid, megah….! 10-15 menit kemudian terfokus di perayaan KBRI dengan Azzam dan Eliana,  Dien Syamsudin juga nongol disini lhooo (walau hanya sebagai cameo, tapi lumayan Pak, nampang!), yang paling berkesan sih saat Azzam membayangkan Eliana memakai jilbab, memang saat itu beberapa detik diperlihatkan Alice Nourin (pemeran Eliana) memekai jilbab, tak lama, mungkin hanya 4 detik.

Adegan demi adegan bergulir seperti isi novelnya, dari Azzam dan Pak Ali berjalan-jalan membicarakan pantai Cleopatra agak terganggu dengan cameo turis yang isng foto-foto dengan pose super narsis, jadi dialog antara Azzam dan Pak Ali agak terganggu, lha gimana, seisi penonton bioskop pada cekikikan smua…  Adegan pengejaran bus oleh Azzam, Anna dan Erna juga seru, trus pingsannya Fadhil saat penggeledahan tamu tak diundang buat mencari Wail Kafuri, juga ada… Inilah point-point unek-unekku

  • Khoirul Azzam : Kholidi Asadil Alam. Kholidi bagus banget memainkan tokoh Azzam, fisiknya memang sesuai bayanganku sebelumnya, kebapakan, karakter “kakak” dan “imam” sangat melekat. Saat Azzam marah kesannnya gimana gitu, bagus sih, tapi tak apalah.. selebihnya dapet banget lah.
  • Ayatul Husna : Meyda Sefira. Aku gak ngerti, kenapa iklan film kok dibebankan pada dia, dari mulai Bank Syariah hingga Motor, heheee.. medoknya okeh, lucu dan lugunya juga okeh, Kemana-mana dia pake motor Mio, iklaaan euy!
  • Furqon Andi Hasan : Andi Arsyil Rahman. Terlalu glamour.. glamour banget, spellingnya juga agak kaku, terutama saat mengucap “s”. Saat scene dimana dia divonis  kena AIDS kurang dramatis.
  • Eliana Pramesti Alam : Alice Sofie Nourin. Dalam bayanganku Eliana itu seperti Luna Maya, tinggi semampai, cantik berambut panjang, sopan, aku pikir Luna Maya juga bisa memerankan sama bagusnya dengan Alice Nourin. Gimana ya? Wajah Alice Nourin terkesan ketus alias tak ramah, hehee.. tak apalah, Alice Nourin bagus kok dengan karakter Eliananya, apalagi saat dia malu2 mengucap “French kiss” ke Azzam, kocak, hehee…
  • Anna Althafunnisa: Oki Setiana Dewi. Wah, mbak Okki Setiana Top. Anggun, tak berlebihan, dan pass banget! Senyumnya manis, wajahnya jawa asli, jadi aku rasa pas dengan Anna, cantik-cantiknya orang jawa lah…
  • Tiara : Tika Putri. Hmm… Tika Putri cuaaaaanntiiiik banget kalau pake jilbab, caaaantik, hampir saja aku tak mengenalinya. TiPut maennya bagus lah, terutama perhatiannya ke Fadhil saat di rumah sakit menunjukkan kalau dia sangat sayang pada Fadhil.
  • Fadhil : Lucky Perdana. Lebih garang dikit knapa, Lucky? Lucky terlalu manis buat tokoh Fadhil, gak taulah
  • Hafez : Kekocakan terletak pada tokoh ini, gara-gara sikap dan tingkah laku dia yang mengesankan suka dengan Cut Mala, kuooocaak! Mungkin tanpa ada tokoh Hafez, film KCB bakalan kayak film Dark Knight / Da Vinci Code yang musti serius banget  nontonnya. Berkat tokoh Hafez inilah kekocakan dan tertawa terjadi
  • Cut Mala : Palmaera Galda Pratiwi. ”Kulkasnya dibawa sekalian saja, Hahahahaa” saat dia mengucap dialog itu, tertawanya sangat lepas tak dibuat-buat. Sampai saat ini, aku masih terbayang-bayang dia,  dia menari-nari dalam pikiranku…..
  • Wan Aina : Silmi (nama panggilan). Kuliah di UI yang juga seorang putri dari psikolog terkenal Elly Risman. Silmi logat malaysianya kental banget.
  • Scene pernikahan Tiara dengan Zulkifli sangat dramatis, Lagi dari Aceh berjudul “Saleum” yang dinyanyikan Fadhil sangat menyentuh, sayang scene tersebut terlalu cepatan, padahal aku mengharapkan lebih. Kan menurutku salah satu kekuatan   KCB 1 ada pada kisah cinta Fadhil dan Tiara (seperti yang Kang Abik tuturkan saat seminar yang pernah aku ikuti).
  • Scene saat bedah buku Menari Bersama Ombak karya Husnah, Anna begitu menghayati saat dia mendeskripsikan tentang Cinta (yang sebenarnya petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamei Tabriz), kurang lebih demikian : “Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri…….
  • Kan di Indonesia Eliana dikenal sebagai artis sinteron, coba deh perhatikan saat Eliana di layar TV, Pasti slalu adegan Eliana di kejar-kejar di hutan, kayak salah satu adegan Tarzan Cilik, heheee…..
  • Film ditutup dengan kedatangan Azzam dan Eliana di bandara, kemudian diserbu wartawan mengkonfirmasi hubungan antara Eliana dan Azzam. Dan saat itu juga terlihat Husna melambaikan tangan ke Azzam, dan Azzampun tersenyum membalas lambaian tangan sang adik, trus bersambung dah….
  • Ada cuplikan buat Ketika Cinta Bertasbih 2 kok… saat Azzam bertemu dengan sang Ibu… saat Azzam dipertemukan dengan Anna di rumahnya (Anna saat itu menyerahkan undangan pernikahan di kelaurga Azzam)… saat pernikahan Anna dan Furqan seraya Azzam berkata pada Anna, “Anna nitip Furqan yah? Dia sahabatku” …. saat Malam pertama Anna dan Furqan… dan saat Anna mau kabur dari rumah tapi ditegur bapaknya…. Hmmm….
  • Adegan dalam novel yang dihilangkan : Secara keseluruhan film ini hampir sesuai dengan novel, ada beberapa adegan yang dihilangkan, seperti awal dalam novel saat Azzam, Eliana dan pak Ali dalam taksi yang mau berbelanja, padahal adegan itu aku rasa kalau dalam novel juga menggambarkan keindahan kota mesir… Sara Sa’duddin Zilzaf tak ikut pulang bersama satu pesawat dgn Azzam, hanya diceritakan Azzam pulan dengan Eliana. Sara Sa’duddin Zilzaf hanya muncul 2 scene saat menelpon Furqan… Tak ada mimpi Azzam yang bermimpi dia di Indonesia dan di rumahnya sudah ada gadis2 yang ada dalam novel, termasuk Anna Althafunnisa yang konon bercadar…
  • Tak ada adegan sentuhan lawan jenis, apalagi peluk dan cium, tak ada sama sekali.. top dah! bener2 menggambarkan apa yang ada dalam novel…
  • 4 setengah bintang dari 5 bintang buat Film ini….