Video Animasi Marry Your Daughter

14 05 2013

marry-your-daughterSeperti biasa aktivitas pagi hari saya, setelah bangun tidur, bersih diri, shalat, baca buku sebentar, dan entah kenapa pengen ngeYouTube. Nah tiba-tiba ada lagu ini nih, sebenarnya juga lagu ini sudah pernah saya dengar sebelumnya saya dengar, saya juga sudah pernah lihat klip nya, tapi kali ini beda lho, klipnya sih bikinan orang, tapi kayak lagi menceritakan alur isi lagu tersebut.

Maksud saya di sini adalah tentang tembang Marry Your Daughter milik BRKN RBTZ (Brian McKnight Jr. and Niko McKnight), pasti semua sudah pernah mendengar lagu ini bukan?

Gambarnya gak bagus, khas gambaran anak-anak, bundar, garis yang dibentuk orang-orangan , diwarnain, dan ada gerak-gerak animasi gitu, malah membuat klip video ini terlihat apik. Nggak percaya? silakan lihat sendiri di sini

Klip tersebut makin lengkap ketika dicantumkan lirik, jadi yang lihat dan kurang hafal lagunya bisa ikutan nyanyi, saya yakin pasti orang yang sedang mengalami seperti apa yang diceritakan lagu ini senyum-senyum sendiri :) ya kaaannnn?





Sebuah Pagi yang Pernah Hilang

13 05 2013

morningAda banyak orang yang silih berganti berada di sekitar kita, bagi kita setiap orang pun mempunyai kesan tersendiri, ada yang bisa dekat dengan kita, dan ada pula yang biasa saja.

Jangan salah, kadang kita baru merasakan betapa berharganya orang tersebut ketika sudah menjauh atau bahkan tidak lagi bersama kita. Jadi manfaatkan benar setiap relation yang ada, kepada orang tua, keluarga, teman atau siapapun yang berada di sekitar kita dengan cara selalu berbuat baik kepada mereka, karena dengan itulah paling gak kita akan menjadi pribadi yang bisa saja tidak akan terlupa bagi mereka.

Saya bersyukur dengan orang-orang yang berada di sekitar saya, mengenal saya dengan saya yang apa adanya. Konflik atau permasalahan memang kerap timbul, namun jika nggak begitu, kita nggak akan belajar dan saling mengenal. Nah, dari sana saya membuat sajak, entah ini dinamakan puisi atau sajak, saya sendiri juga bingung, tiba-tiba tercetus dan yang ada dalam pikiran saja saya tulis, saya menemakannya Sebuah Pagi yang Pernah Hilang, seperti judul postingan saya ini:

Terjerat bulu matamu yang menerawang
Kutemukan sebuah pagi yang pernah hilang
Aku segera bergegas mandi di genangannya
Menyilet kabut, mengoyak nuansa

Oh bidang kosong yang begitu lapang
Hanya sebuah pagi yang pernah hilang
Tanpa bisa menjanjikan apa-apa
Ketika aku kehilangan kedua kalinya

Kudapati aku di atas batu
Menggenggam anyaman di kala itu
Yang susah untuk diterjemahkan
Dan siang begitu cepat datang





My Simple Ways to Get Happy

12 05 2013

Sabtu pagi (04/13) saya pulang ke Gresik. Kepulangan kali ini bukan dalam rangka long weekend atau satu hal tertentu, mendadak sih iya! mendadak banget malah. Pikiran saya lagi kacau, otak penuh dengan kerjaan yang belum kelar serta terus dikejar target, saya butuh hiburan, dan satu-satunya hiburan yang cukup ampuh adalah dengan melihat wajah ibu dan bisa memeluk ibu.

Anak manja? ya saya sendiri nggak tau, toh ibu saya juga senang dengan kehadiran saya di rumah dengan disiapkannya segala makanan kesukaan saya. Ketika ditanya ibu, kenapa pulang, Nak? dan saya menjawab “mau datang ada acara kampus”

Dengan sempitnya waktu di rumah, saya memanfaatkan benar dengan merefresh otak saya, main sama ponakan saya, nganter kakak ke sana kemari, ngajak jalan keponakan satu per satu dan semuanya. Dan yang paling wah adalah dengan lihat performnya Raisa di acara kampus, Teknik Kimia ITS, Chernival Orange Day.

Rencana ini mendadak, sabtu itu di kost luntang-luntung gak jelas, saya sebenarnya tau kalau Raisa manggung di Surabaya, jadi entah pikiran apa tiba-tiba yang membuat saya membulatkan tekad untuk pulang, dan pulang lah saya, sampai keesokan harinya via bus. yang hampir memakan waktu 12 jam.

Pas Minggu pagi (05/13) sampai rumah, saya dihubungi si mas adit, temen koplak yang sama-sama juga yourRaisa, dia dari Surabaya. Saya diajak ke Graha Pena sama temen-temen yR Surabaya lainnya untuklihat Raisa interview di Gen FM. Tapi kondisi saya capek bangeeet, jadi saya nggak ikut karena istirahat. Sorenya pun saya cabut dari rumah ke Sutos, saya pamit ke Ibu buat nonton acara kampus yang ada Raisa nya, “jangan malam-malam pulangnya” kata ibu :) Ya itulah ibu saya, walau saya segedhe sekarang perhatiannya gak berkurang,

Jujur, Sutos itu asing bagi saya. Selama 6 tahun hidup di Surabaya saya hanya mengenal Delta Plaza, Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, dan Sakinah Super Mall, Mallnya arek ITS. Itu pun ke sana bukan buat ngeceng, tapi untuk nonton. Jadi, karena masih asing, saya hanya meraba-raba jalan dari rumah ke Sutos, bekalnya cuma Google Maps dan perkataan teman, “jika sudah sampai Taman Bungkul, putar balik, terus belok kiri terus”

Jalan gak semulus yang diharapkan, sampai di jalan Blauran, harus belok kiri lagi karena jalan Praban ditutup, terpaksa muter lagi ke arah Tugu Pahlawan kemudian ke jalan Pahlawan terus menuju arah Grahadi, sialnya lagi pas sampai di Hotel Majapahit, macet parah! jalan hanya sedikit demi sedikit, saya menerobos dan berhasil sampai di depan, rupanya macet disebabkan oleh satuan kebersihan yang sedang membersihkan jalanan, payah!

Saya melaju terus mengikuti instruksi teman saya, pas sampai di Taman Bungkul, rupanya saya muternya terlalu jauh, hahaaa.. tapi alhamdulillah gak nyasar, karena saya juga sempet nanya ke orang waktu di lampu merah, “arah Sutos itu sebelah mana ya, Bu?” si ibunya malah nanya balik, “lho koen iku arek endhi sih kok gak eruh Sutos” (kamu itu anak mana kok gak tau Sutos?) Akhirnya ibu itu  baik hati dan menggiring saya ke Sutos tepat pas Adzan Maghrib.

Singkat cerita saya ketemu si mas adit, pemilik akun @thomasaquionoo. Seneng sih, senangnya tuh bisa ketemu teman yang awalnya kita kenal di dunia maya koplak-koplakan, terus di dunia nyata ketemu, hahaha aslinya sama edannya kayak di Twitter. Mas Adit juga mengenalkanku dengan teman-teman yR Surabaya yang lain, dan kita semua memilih di paling depan panggung untuk menyaksikan Raisa.

Saya yakin pasti ada yang beda di setiap perform Raisa. Saya sendiri selama ini hanya merasakan aura penonton yang menyaksikan Raisa di Bandung dan event-event Java Jazz atau Soulnation. Saat menyaksikan di Surabaya, bedanya ya kanan kiri orang jawa, ngobrol dengan kanan kiri ya pakai bahasa jawa, selama ini saya pakai bahasa Indonesia, hahaha.. Aura kehebohan pun gak kalah heboh dengan Bandung. Hampir semua rekaman di video saya, suara Raisa tidak terdengar karena riuh suara penonton yang turut mengiringi Raisa nyanyi, luar biasa! Dan pada live perform di acara yang bernama Orange Day Chernival itu, Raisa melakukan aksi lucu ngomong bahasa jawa. Saya pun tidak mau melewatkan moment-moment ini

Dan berikut ini adalah dokumentasi saat Raisa manggung di Chernival Orange Day Teknik Kimia ITS, foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

Jam 10an acara kelar, dan saya serta beberapa teman yang lain langsung menuju warung kopi dekat parkitan motor Sutos, karena sudah malam dan besok hari Senin beraktivitas kembali, kami berpisah :( saya sendiri besok pagi juga ke harus balik ke Bandung lagi.

***

Sabtu (11/13) tentu saya sudah di Bandung dong, beraktivitas kembali. Nah pas hari Sabtunya ini Raisa manggung lagi di Bandung, dalam rangka ulang tahun Radio B yang ke-10 di Ciwalk. Saya pun nonton lagi, walau teman seperjuangan si Dini gak ikut kali ini. Jadi nontonnya sama-sama temen sebelumnya, si Shandy, si kembar Rena-Reni dan Neng Ine. Lucunya walau berkali-kali ketemu saya tidak bisa membedakan mana Rena dan mana Reni, dan panggilan ‘kesayangan’ buat Ine dari kita adalah Neng Ine, mungkin ini didasarkan atas nama Twitter Ine itu sendiri.

Datang pas jam 6.15 WIB, langsung ada penampilan Soul Sister. Saya berpikir kalau tiap perform ada 8 lagu, wah mau jam berapa si Raisa on stage nya? Namun, Soul Sister, Adera dan Duo Maia masing-masing 4 lagu. Cukup panik sih saat Adera manggung, hujan cukup deras, namun hebatnya penonton gak menyingkir dan tetap di depan panggung walau hujan-hujanan.

foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

Jam 7.40 WIB, Raisa tampil hebat menggalaukan Ciwalk. Semua single-nya dibawakan di atas panggung dengan apik, Pergilah, Melangkah, Serba Salah, Terjebak Nostalgia, Firasat, Apalah Arti Menunggu dan Could it Be dibawakan Raisa dan disambut dengan riuh suara penonton yang nyanyi bareng-bareng. Lalu apa yang membedakan stage Raisa kali ini? salah satu istimewanya adalah di atas panggung ini Raisa menyanyikan lagu Happy Birthday kepada Radio B secara live, nyanyi! beda dengan performer sebelumnya yang hanya sepatah dua kata saja. Ohya, seperti biasa saya hanya merekamnya dan berikut salah satu perform Raisa yang berhasil menggalaukan Ciwalk

Saya cukup senang dengan melihat perform Raisa, bagi saya ini sebuah Mood Boosters untuk aktivitas saya mendatang. Bagi orang lain cari hiburan mungkin dengan ngegame, jalan-jalan, nonton bioskop atau yang lain, nah saya cari hiburan ya gini, ngelive Raisa, menulis atau ngeblog, bikin video, atau kumpul-kumpul dengan sahabat. I learn how to appreciate my life the way it is.





Searching Happiness: I’m Flying Without Wings

8 05 2013

Flying Without ingsBermula dari lantunan lagu ini yang dinyanyikan secara live di radio, si penyanyi dengan sura lembut mengatakan, “coba deh resapi lirik lagu ini?” katanya sebelum menyanyikan lagu tersebut,beberapa detik kemudian, penyanyi tersebut melagukan Flying Without Wings. Saya yang kebetulan lagi streaming radio di internet, langsung search lirik lagu tersebut, mengeja kata demi kata, dan tentu menikmati suara merdu di penyanyi tersebut.

Sebenarnya lagu ini pernah saya dengarkan, waktu jaman-jamannya Westlife, seingat saya waktu itu masih SD kelas 6, saya juga beli albumnya dan VCDnya waktu itu. Saya hafal lirik lagunya, tapi tanpa ingin tau maknanya, saya begitu hafal karena lagu ini familiar. Ohya, seingat saya lagu ini juga pernah dinyanyikan ulang sama Ruben Studdard, pemenang American Idol.

Di sini saya mencoba mengartikan dari sudut pandang saya sendiri, bukan berarti postingan pendapat saya tentang lagu ini salah atau juga benar, saya mencoba menggabungkan lirik part demi part hingga menimbulkan satu makna yang utuh.

Dari awal lagu, Everybody’s looking for that something, one thing that makes it all complete, saya bisa cukup menangkap bahwa tiap orang akan mencari sesuatu yang bisa menyempurnakan hidupnya. Part-oart berikutnya, bahwa kita tak akan pernah tau di mana, kapan atau dengan siapa kita akan menemukan kebahagiaan tersebut, bersama anak-anak kita, pada pasangan kita, saat berada di kesunyian malam, atau dari perkataan orang yang membuat kita tertawa atau menangis. Ya, semua orang pasti akan mencarinya.

Saya menyimpulkan apa yang dicari orang adalah kebahagiaan.Kebahagiaan karena cinta, atau kebahagiaan karena kita bisa mewujudkan mimpi yang membuat kita lebih sempurna. Apa yang membuatmu bahagia? Dengan siapa kamu bisa bahagia? atau pada kondisi apa yang bisa membahagiakan kamu?

Bahagia adalah saat bisa menjadi pribadi yang dicintai dan mencintai orang. Bahagia adalah saat di mana kita bisa berkumpul dengan keluarga atau sahabat kita. Bahagia adalah saat kita bisa mewujudkan mimpi kita. Bahagia adalah menjadi pribadi yang juga bisa berharga keberadaannya dan pastinya bisa membahagiakan orang lain.

Lalu apa arti bahagia bagi kamu? Silakan share di sini, sambil menikmati lagu dari Westlife Flying Without Wings versi Akustik.





Sejuta Pesona Tempat dan Obyek Wisata Bandung

7 05 2013

Kota Kembang kini menjadi daftar objek kota wisata favorit, baik wisata alam, kuliner, belanja, semua ada di Wisata Bandung, dari Utara hingga Selatan. Mau ke Bandung? Baca dulu postingan saya ini.

Bicara mengenai Bandung, saya mau cerita dulu awal bagaimana hingga saya bisa menginjakkan dan tinggal di Bandung. Juli 2011 saya mendapat kesempatan untuk kerja di Bandung, tidak perlu pikir panjang untuk mengiyakan tawaran tersebut, karena bidang pekerjaannya adalah pekerjaan saya saat itu, dan Bandung sendiri menjadi daya tarik sendiri bagi saya, di saat orang lain berpikiran untuk bekerja di Jakarta, tapi saya yakin Bandung bisa jadi kampung halaman saya yang kedua. Wisata Bandung menjadi salah satu alasan kenapa saya tak ragu memilih Bandung tempat mengais rejeki dan mewujudkan cita saya.

Seperti yang kita tahu, bulan Juli 2011 waktu itu bertepatan dengan sebulan sebelum bulan Ramadhan,  jadi saya tak banyak tau mengenai wisata di Bandung, kecuali yang dekat dengan tempat saya tinggal (saya tinggal di Buah Batu, Bandung), yakni kawasan Trans Studio Bandung itu sendiri. Saat itu saya hanya bisa memandang tempat ini dari Bandung Super Mall (saya saat itu mau ke XXI atau Gramedia), hanya bisa memandang dan mendengar teriakan orang yang naik wahan Racing Coaster. Keinginan berkunjung sih pasti ada, namun  masih belum pengen banget.

kawasan wisata terpadu Trans Studio, Bandung

kawasan wisata terpadu Trans Studio, Bandung

Setelah rentang waktu itu, petualangan saya mengunjungi obyek wisata di Bandung dimulai. Wisata di sini bukan hanya berwisata sekedar rekreasi liburan beberapa hari gitu, namun lebih diartikan bagaimana cara menghilangkan penat setelah seharian bekerja. Salah seorang rekan saya mengajak saya ke Braga Festival 2011 waktu itu, dari event tersebut saya jadi tau gambaran kota Bandung secara keseluruhan, dalam arti gambaran Bandung ketika jaman dulu hingga modern saat ini.

Dari event Braga Festival 2011, berlanjut ke ajang Kick Festival 2011. Saat KickFest ini saya pertama kali melihat Gedung Sate secara langsung. Sejak saat itu saya menyimpulkan kalau saya yang tinggal di Bandung ini tidak akan kehilangan cara bagaimana sekedar refreshing, karena hampir tiap bulan, ada gelaran event menarik di Bandung, jika tidak ada kita pun bisa mengunjungi wisata Bandung yang lain, secara sederhana, sesederhana kita mengunjungi ke Car Free Day di Dago berlanjut ke Gasibu minggu pagi.

Sejak saat itu, berbagai tempat wisata di Bandung satu persatu saya kunjungi. Lembang, yang dulu saya melihat di film Petualangan Sherina, kemudian kawasan wisata alam lainnya yakni Gunung Tangkuban Perahu, juga mall-mallnya seperti Bandung Super Mall (sekarang Trans Studio Mall), Paris Van Java (PVJ), Bandung Indah Plaza (BIP), Braga City Mall, Ciwalk, dan wisata belanja super murah di Pasar Baru atau jalan Dewi Sartika.

Jelang awal Juli 2012, tepat saya setahun di Bandung, saya berkesempatan mengunjungi tempat  yang pernah saya impikan pertama kalinya saat mengunjungi Bandung, yakni Trans Studio Bandung. Cerita bagaimana saya sampai di tempat ini  pernah saya ceritakan dalam postingan yang lalu, singkatnya sih provider yang saya pakai mengajak saya berkunjung ke Trans Studio secara gratis.

Seru sih pas mau berkunjung ke Trans Studio ini, karena waktu itu bertepatan dengan kunjungan Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Trans Studio Mall dan katanya juga berkunjung ke wisata indoor paling spektakuler ini. Bayangkan saja, dari kost yang mungkin 5 menit saja ke Gatot Subroto, kini macet dari kawasan Turangga, saya lebih milih jalan akhirnya, namun Alhamdulillah tidak telat.

Saat masuk pertama kali di Trans Studio Bandung yang berada di lantai 2 Trans Studio Mall itu, saya takjub saja dengan sambutan pihak Trans Studio kepada Pak Presiden.

Sambutan Trans Studio kepada Presiden RI

Sambutan Trans Studio kepada Presiden RI

Tak perlu lama menunggu sih, saya bersama teman saya, si Panji dan rekan lainnya langsung masuk ke tempat ini setelah dapat tiket, waktu itu jam 2 siang. Wahana yang pertama saya coba adalah Vertigo, karena memancing adrenalin dan antri tidak begitu panjang. Saya bukan tipe orang yang takut ketinggian, bukan pula orang yang tipe ekspresif, jadi sebenarnya jika naik Vertigo, saat badan diombang-ambingkan, sebenarnya saya diam saja bisa, tapi entah kenapa kok pengen teriak-teriak biar lega.

Wahana Vertigo Trans Studio Bandung

Wahana Vertigo Trans Studio Bandung

Wahana Giant Swing Trans Studio Bandung

Wahana Giant Swing Trans Studio Bandung

Setelah Vertigo, lanjut ke wahan sejenis, yakni Giant Swing. Cukup lama antrinya, namun puassss banget  setelah badan remuk diputarbalikkan, diombangambingkan, memutar ke atas bawah, teriak puas, keren! Lanjut lagi ke Dunia Lain, di sini seram-seram gimana gitu, sejak masuk ke dalam gua saja suasana sudah dibuat mencekam, dengan penerangan seadanya, penjaga yang berjubah, pigura foto yang menyeramkan, dan kadang ada pengunjung lain yang lebay berteriak heboh sendiri tentu membuat kaget.

Nah, pas naik kereta Dunia Lain, saya cuma bisa menatap sekeliling saya, tidak bergeming ataupun tidak mengajak bicara orang yang di samping saya. Hingga pada akhirnya, saat ada pohon besar dan rumah, saya begitu merinding, walaupun di sekeliling tidak ada apa-apa yang saya lihat. Wisata Bandung ini begitu luar biasa dahsyat menakutkan!

Wahana Racing Coaster Trans Studio Bandung

Wahana Racing Coaster Trans Studio Bandung

Tepat jam 6 sore sebenarnya mau ke Special Effect, namun overload. Ini membuat saya dan teman-teman langsung menuju Racing Coaster yang sebentar lagi buka wahananya. Ini sih yang sebenarnya menurut saya menjadi khas dan tak boleh dilewatkan ketika kamu berkunjung ke Trans Studio. Antrinya memang lama, namun suasana deg-deg dimulai ketika saya duduk di keretanya, saya kebetulan kebagian paling depan waktu itu. “Tiga.. Dua.. Satu…” Valentino Rossi memberikan aba-aba, kereta melaju secara perlahan, bertambah kecepatan, dan makin cepat melewati rel yang berkelok-kelok. Puncaknya ketika kereta seperti menjangkau langit, mata saya pas di depan, saya bisa melihat bulan dengan jelas, saya seperti mau ke bulan, namun tiba-tiba kereta seperti tak kehabisan bahan bakar, dan turun drastis dari atas ke bawah, mundur ke belakang dengan kecepatan super berbalik kembali ke awal mula di mana saya naik tadi, saya berteriak lepas, tertawa dan bertepuk tangan, begitu juga dengan pengunjung lain, pertanda puas.

Setelah puas, saya pun pulang…

Tapi ini bukan yang pertama dan terakhir saya berkunjung ke tempat paling cetar membahana itu, bulan Desember-nya, saya diundang dengan keperluan yang sama oleh provider yang sama juga, hahaa… Nah, pada kunjungan ini saya lebih rileks dan tidak seantusias kunjungan sebelumnya. Saya mengunjungi beberapa wahana yang terbilang santai-santai saja, seperti Si Bolang the Rides, Trans Broadcast Museum, Science Center, dan Jelajah. Berikut beberapa dokumentasi kunjungan saya ke Trans Studio Bandung untuk yang kedua kalinya tersebut:

Wahana Bolang Trans Studio Bandung

Wahana Bolang Trans Studio Bandung

Wahana Trans Broadcast MuseumTrans Studio Bandung

Wahana Trans Broadcast MuseumTrans Studio Bandung

Sebenarnya masih banyak  yang ingin saya ceritakan, seperti kawasan wisata Alam di Ciwidey, Kawah Putih yang sangat eksotis. InsyaAllah di lain kesempatan saya cerita tentang wisata di Kota Bandung  yang lain. Ohya, jika kamu ingin mengunjungi kawasan terpadu Trans Studio, siapkan stamina, saya sarankan lebih baik dari pagi hari.  Tempat ini buka setiap hari lho, untuk tiketnya: Weekdays – 150K IDR dan untuk Weekend & Holiday – 250K IDR. Anda juga bisa membeli VIP Access, sehingga tidak perlu mengantri di wahana-wahana menarik Trans Studio Bandung.

<a href="https://plus.google.com/u/0/105709482233119031937?rel=author">Google</a>




Firasat: Jamaah Superindo

25 04 2013

Judul di atas bukan bermaksud yang agak gimana gitu, nggak ada maksud apa-apa, cuma yang ada di kepala saya saja yang langsung saya tulis dan mumpung ada inspirasi buat mengisi kekosongan blog saya ini. Judul di atas ada makna tersendiri, Firasat memang berasal dari lagu yang tengah saya putar ketika menulis postingan ini, sedangkan makna Jamaah Superindo ini akan saya ceritakan di bagian bawah paragraf setelah ini. Kalau tulisan judul “Jamaah Superindo”-nya sendiri saya kurang enak terdengar hanya 2 kata saja, mangkanya saya tambahin Firasat :) Ingat, Jamaah Superindo bukan bagian dari aliran eyang subur atau ajaran aliran-aliran lainnya.

Alkisah di kantor saya hidup berbagai karakter orang-orang yang ada, ada yang pendiam, ada yang rame, ada yang alim, ada yang frontal, ada yang gaul, ada pula yang omes (otak mesum) ada juga yang cantik lho! Saya sendiri termasuk orang yang pendiam, baik hati, dan gak macem-macem. Nah, tentu menjadi hal yang wajar jika hidup dalam sebuah habitat (kalau ingat jaman Biologi dulu) ada koloni, kelompok atau geng lah bahasa kerennya, tapi geng di sini bukan dalam arti bermusuhan, kita sekantor hidup berkeluarga, hanya saja dalam saat-saat tertentu memang lebih sering ngobrol bareng. Berikut adalah 4 kelompok besar yang ada di kantor saya:

1. Jamaah Masjid: Berisi orang-orang yang tiap Dhuhur dan Ashar selalu sholat berjamaah di masjid

2. Best Four: Berisi orang-orang yang kalau jam istirahat merokok dan berkumpul di kamar atas atau warung si ibu sebelah kantor

3. Jamaah Superindo: Berisi orang-orang yang tiap jam istirahat suka keluar makan ke Superindo Piset Square, entah beli yang ada di dalam Superindo, atau di sekitar Superindonya.

Berhubung saya tidak merokok dan belum sering ke masjid, jadi saya ngikut Jamaah Superindo. Istilah Jamaah Superindo sendiri muncul gitu saja secara spontan. Namun bukan berarti kita ke Superindo terus nggak Sholat, itu merupakan kebutuhan, Fardhu Ain lah, jadi kita ke Superindo tapi sebelumnya Shalat berjamaah dulu di kantor. Jamaah Superindo sendiri berisi saya, Irfan, Kang Agien, Adod, Kang Harry dan Teh Rica. Kita berenam dan entah kenapa ketika berjalan dari kantor menuju Superindo, saya seolah membayangkan kami adalah jeng jeng……Power Rangers.

ninja

Kenapa Ninja Storm? karena jumlah mereka ya 6 orang, ceweknya satu orang.

Sebenarnya, dari 6 orang ini, saya adalah satu-satunya team content, sedangkan mereka berlima adalah team programmer. Jadi ketika mereka bicara API, markdon, source code, HTML code, coding, saya nggak ngeh. Nah, si Kang Agien adalah leader, karena beliau lebih berpengalaman dari kami semua, beliau sering kasih sharing pengalamannya baik kerjaan atau masalah kehidupan. Si Irfan adalah imam, dia menjadi Imam ketika Shalat berjamaah. Adod adalah inventaris kantor, dia tak lepas dari gadget game-nya, Kang Harry bapak Manager paling jangkung dan paling sering ngebully saya, terus ada yang paling cantik Teh Rica, ibu hamil yang punya selera humor yang tinggi di setiap commentnya.

Ritual kami setiap selesai Shalat Dhuhur pada jam istirahat adalah mencari makan. Kalau nggak ada duit mungkin beli Podomoro di dekat kantor yang dikenal porsi yang banyak banget, jadi beli satu buat berdua, hahaaa. Atau kita beli Nasi Padang 9000, Mie Yamin Superindo, atau warung si Ibu sebelah beli Lotek. Tapi sesekali yang seru adalah ketika ada duit awqal bulan, beli di Gokana, BMK, Mie Akung atau Mie Kocok Mang Daeng di Jalan Banteng. Kebetulan kantor tempat strategis, jadi gampang buat cari kuliner makanan enak.

Hmmm, tapi sampai saat ini kita belum sempat foto bareng, …..





Cara Mengganti SIM Card yang Rusak dengan Nomor yang Sama (Indosat)

11 04 2013

Hari Rabu (10/04) kemarin menyisakan satu kesialan pada saya, seharian saya fokus di meja kerja, gak megang handphone sama sekali. Baru pas sore jam 4an, saya berniat ngecharge handphone sony warna putih kesayangan itu, namun saya kaget bergitu ada notifikasi “SIM Card not Allowed,”. Berarti ada yang salah pada SIM Card atau handphone saya itu. Saya was-was, ada dua kemungkinan, handphone yang rusak, atau SIM Card yang rusak, kalau boleh milih lebih baik SIM Card yang rusak daripada handphone yang rusak.

Saya periksa mencoba memasukkan kembali SIM Card, namun tetep Not Allowed, saya ganti kartu SIM lain di handphone saya, ternyata kedetect. Untuk meyakinkan lagi, saya pun memasukkan SIM Card saya yang rusak itu ke handphone lain, dan ternyata gak bisa. Kesimpulannya SIM Card saya rusak. Saya sebenarnya tidak bingung karena pernah mengalami hal serupa beberapa tahun lalu yang bisa kamu baca di sini.

Semua orang yang mengalami seperti saya ini, pasti ingin nomornya kembali, apalagi nomor handphone tersebut sudah lama dan teman-teman kamu taunya kamu dengan nomor itu, pokoknya gakpernah ganti nomor dan sudah cinta mati sama nomor itu, terlebih juga bagi yang memiliki toko online buat nomor jual beli, t5entu ini hal yang urgent. Pokoknya mah bagaimana walaupun SIM Card rusak, namun bisa diganti dengan nomor yang sama, nah di sini saya punya solusinya.

Nomor saya yang belakangnya 2040 sudah sejak tahun 2005, saya pelanggan Indosat sudah sejak lama, karena Indosat murah dan belum pernah mengalami hal-hal buruk dengan operator pernah menggaet Raisa sebagai brand Ambassador ini. Kadang ada yang bilang gini pada saya, “kamu pake Indosat gara-gara Raisa ya?” Oh sorry, saya pelanggan Indosat sejak lama. Kalau itu, saya minum Nescafe mem ang karena Raisa, awalnya kopi saya merk lain heheee.

Kembali ke persoalan tadi, pusingnya saya waktu itu adalah jam setengah 5, sementara jam kantor biasanya sampai jam 5. Kalaupun saya harus mengurusi SIM Card saya yang rusak, saya harus menunggu besok dong? Saya pun ngetwit ke @IndosatJabar dan @IndosatCare, mereka cepet sekali merespon twit saya, mereka mengatakan datang saja ke gerai Indosat yang di Dukomsel, Bandung yang buka hingga jam 7 malam, weekend pun tetap buka.

Tak perlu pikir panjang lagi, saya pun pergi ke Gerai Indosat di Dukomsel lantai 2, Pak Satpam menyambut dan memberi saya nomor antrian. Tak perlu menunggu lama, waktu itu saya nomor 133, sementara yang sedang dilayani nomor 125, berarti ada 7 antrian lagi dari 4 meja Customer Service yang ada. Selama antri di Dukomsel saya cukup nyaman, karena tempatnya cukup memadai, selain itu juga ada backgruound musik lagunya Raisa, sumpah ini demi Allah bukan lebay atau mengada-ada, tapi benar adanya.

Tiba giliran saya, saya ke meja Customer Service nomor 5 dengan Teh Bella (saya tau namanya karena melihat name tag yang ada di mejanya). Saya cerita kalau SIM Card saya rusak, saya diminta kartu identitas dan diminta menyebutkan nomor saya yang SIM Cardnya rusak, Teh Bella memandangi monitor, mungkin mencocokkan data saya yangsata daftarkan ke nomor 4444 dengan KTP saya. Dia memberikan saya formulir dan diminta mengisi data, nama, alamat, nomor yang rusak, nomor KTP dan tanda tangan.

“Ini tadi saya gak ngapa-ngapain handphone saya, tiba-tiba saja nomor SIM card saya gak kebaca, itu kenapa, Teh? tanya saya.

“Oh itu karena memang kartunya sudah rusak, a’.. Kebetulan yang saya lihat di data kami, nomor aa’ ini sudah 5 tahun gak diganti, jadi memang sekarang sudah waktunya ganti,” jelasnya.

SIM Card ternyata tak hanya bisa rusak karena sering diganti dan dicopot dari handphone, kebaret, masuk ke air, pecah, patah, tapi bisa juga karena expired, seperti makanan yang sudah kadaluarsa. Tapi kita bisa klaim nomor Indosat kita yang lama yang SIM Card-nya rusak dengan nomor yang lama dengan membawa KTP identitas atau kemasan nomor perdana nomor kita dulu, dan tidak boleh diwakilkan!

Tak lebih dari 15 menit pelayanannya, saya sudah mendapatkan nomor lama saya dengan SIM Card yang baru, cepeat sekali, nomornya pun langsung aktif, pulsa juga utuh, paketan Internet atau paketan tetap aktif, iring juga aktif, satu lagi GRATIS, pokoknya gak ada yang berubah dengan nomor kita, yang berubah hanya SIM Cardnya baru. Lalu, bagaimana data-data yang ada di SIM Card saya? Alhamdulillah saya sebelumnya sudah mem-back up nya ke Telepon, jadi tidak perlu khawatir. Customer Service Indosat pun akan melakukan back up terlebih dahulu kartu SIM Card lama kamu ke yang baru, bisa tidaknya tergantung tingkat kerusakan kartumu, kadang bisa diselamatkan, kadang juga tidak bisa.

Terima kasih kepada Indosat, pelayanannya memuaskan dan sangat cepat sekali. Indosat memang operator kesayangan saya, I love you, Indosat :*








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.233 pengikut lainnya.