POSTINGAN LAMA
Novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta karya Kang Abik kabarnya akan difilmkan. Novel ini sangat baik dari segala aspek, saya sendiri butuh waktu 1 ½ Hari buat membaca novel tersebut, sungguh luar biasa. Yang bikin penasaran adalah novel ini kabarnya akan difilmkan, seperti yang tertulis di Jawapos beberapa waktu yang lalu, berikut ini kutipan berita tersebut.
Jawapos.com JAKARTA – Sutradara Hanung Bramantyo tengah menyiapkan film terbaru. Film yang kini dalam tahap praproduksi itu mengangkat cerita dari novel sukses Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy.
Beberapa bintang muda sudah dipersiapkan Hanung. Mereka, antara lain, Fedi Nuril yang mengisi tokoh sentral Fahri, Rianti Chartwrite sebagai Maria, Zaskia Adya Mecca sebagai Noura, dan Melanie Putria sebagai Nurul.
Latar belakang cerita di film itu adalah Mesir. Sebagian besar dialog menggunakan bahasa Arab. “Sekarang para pemain mengikuti kursus bahasa Arab,” kata Hanung saat dihubungi Jawa Pos kemarin.
Karena diadopsi dari sebuah novel, tentu tokoh-tokoh yang ada sudah tergambar lewat narasi. Hal itulah yang diperhatikan Hanung. Dia mengatakan amat memperhitungkan bentuk wajah masing-masing pemain sebelum memilih.
“Tokoh Fahri adalah orang Indonesia asli. Cocok dengan wajah Fedi yang sangat Indonesia. Maria cocok diperankan Rianti karena di situ diceritakan dia adalah orang asli Mesir. Rianti berkulit putih dan agak terlihat seperti Arab,” papar sutradara film Jomblo itu.
Ayat-Ayat Cinta bercerita tentang seorang pemuda Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Mesir. Fahri merupakan pribadi yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan. Nilai itulah yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu terus diterapkan Fahri hingga berkeluarga. Saat itulah, keimanan Fahri diuji.
Menurut Hanung, apa yang ada di filmnya nanti tidak persis dengan yang diceritakan di novel. Ada beberapa bagian yang dipotong, ada juga yang ditambahkan untuk memperkaya emosi penonton. “Ada perbedaan antara novel dan film. Jadi, beberapa plot yang tidak perlu akan dihilangkan,” tutur pria kelahiran Jogjakarta, 1 Oktober 1975, itu.
Februari lalu Hanung beserta para pemain mengunjungi Mesir untuk melakukan observasi. Awal April nanti mereka kembali ke sana. “Para pemain mempelajari peran masing-masing. Fedi mencari tahu kebiasaan-kebiasaan mahasiswa Indonesia di sana, juga cara berbicaranya,” katanya.
Jika tidak ada halangan, April atau Mei mendatang proses syuting sudah bisa dimulai. Menurut Hanung, saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari Kedutaan Besar Mesir. Sebab, menurut Hanung, film itu merupakan kerja sama Indonesia-Mesir. Dana yang diperlukan tentu sangat besar. “Kami membutuhkan dukungan dan lokasi dari pihak sana (Mesir). Di film itu kami juga mengangkat keindahan Mesir,” jelas Hanung. (rie)
Kira-kira siapa ya yang cocok mendapat peran Fahri, Aisha, Maria, Nurul, Noura, dan ehm… Si Hitam Bahadur ?!?!
POSTINGAN BARU, UPDATE…!!!
Memang ada pergantian disini, silih berganti, dari info yang aku dapatkan dari majalah Nyata, Carissa awalnya ditawari jadi Aisha, atas pertimbangan tertentu dari Mas Hanung, jadi Rianti jadi Aisha dan Carissa jadi Maria
Masalah pemain memang penuh kontroversi, bagi aku pribadi kalau melihat Trailernya, sangat cocok sekali mereka, Fedi Nuril terlihat begitu bersahaja dan alim, Rianti cocok jadi Aisha (her eyes so beautiful), Carissa juga cocok yang menyimpan Cidaha (cinta dalam hati) padaFahri, kalau Zaskia memang secarawajah gak cocok jadi Noura, tapi dari segi karakter Zaskia menjiwai sekali, wajah minta tolong ketika bertemu Fahri sungguh sempurna, Sayang Melanie Putria kurang terekspos di Trailer.
Bahadur kayaknya diperankan Rudi Wowor, lha ya gak cocok banget, Bahadur kan orang Sudan yang berkulit hitam kan? Rudi Wowor bule banget… Ada Paman Eqbal, Ustadz Jamal, Saiful, Alicia, dan lainnya masih tanda tanya siapa yang memerankan.
Dari Trailer-nya sekilas memang ada ketidakcocokan antara film dengan novel, sekian ratus halaman novel asli tentu tidak semuanya bisa divisualisaikan dalam film. Ada beberapa adegan yang dirasa gak penting tidak ditayangkan, tapi jangan salah, penggemar novel AAC tentulah tau mana adegan yang dipotong nantinya, penggemar AAC tau setiap adegan maupun cerita dari lembar ke lembar… Di sisi lain, seklai lagi aku melihat dari Trailer, ada ketidakcocokan dengan Novel, misalnya di Film, Noura memberikan surat ke Fahri secara langsung, padahal di novel suratdari Noura dititipkan ke Ustadz Jamal kemudian sampai ke tangan Fahri.. contoh lain ketika Maria menghadiri persidangan Fahri untuk jadi saksi, dalam novel diceritakan kalau Maria naik kursi roda dan didorong oleh adik Maria, tapi di Film yang mendorong kursi adalah sesosok wanita, Hmmm…
Ada yang menyebutkan kalau saat ini film tersebut masih dibawa Kang Abik ke MUI untuk dilakukan sensor sana-sini, kemudian diedit lagi,. Syuting memang sudah selesai, tapi prosedur yang emang sangat ruwet.
Akhirnya film ini tayang tanggal 28 Februari 2008. kita lihat saja apakah ntar ditunda lagi…
Info penayangan memang belum jelas, sumber ShowBiz metroTV edisi Rabo 8-01-08 kemarin menyebutkan kalau rencananya AAC tayang Februari, itu baru rencana… sementara hari senin di Inbox SCTV saat Rossa menyanyikan OST AAC menyebutkan kalau AAC tayang Januari… udah gak sabar banget, sumpah…!!! inilah sebagai pelampiasanku, aku tampilkan gambar hasil editanku, gak sempurna sih, tai namanya juga usaha…
too download, klik kanan and save target as…
Poster terbaru : film-pertamaku.jpg
_____________________________________________________________
Langsung aku copy paste dari Milis, info paling baru nih…
AYAT-AYAT CINTA MENAKLUKKAN ASIA TENGGARA (Disiapkan versi Extended-nya) Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) kini sudah diputar di bioskop-bioskop Asia Tenggara. Hari Senin, 24 Maret 2008, film ini mulai tayang serentak di sejumlah negara Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan lain-lain). Antusiasme penonton benar-benar luar biasa. Bahkan di Malaysia, tiga hari pemutaran film AAC ini sudah menyedot sebanyak 1,5 juta penonton. Tampaknya tidak berlebihan, jika mengatakan, AAC kemungkinan besar akan menaklukan bioskop-bioskop di Asia Tenggara, khususnya di negara yang memiliki komunitas Muslim atau Melayu. Banyak warga dari luar negeri yang menyukainya. Contohnya, di bioskop Batam (yang berbatasan dengan Singapura). Di sana ratusan warga Singapura rela antri buat nonton film AAC. Bahkan ada puluhan warga Singapura yang –karena kehabisan tiket—besoknya rela menginep di hotel Batam, sekadar supaya tidak kehabisan tiket lagi. Lain lagi dengan warga Malaysia, yang memilih berdatangan ke Jakarta untuk nonton. Beberapa dari mereka ada yang menginap di Indonesia (karena ada yang punya sanak saudara di sini). Sejumlah warga Malaysia ada yang sempat protes dan marah besar, karena Fedi Nuril dipilih menjadi pemeran Fahri. Pasalnya Fedi dituding pernah berciuman dengan lawan mainnya, di film terdahulunya, sebelum bermain di AAC. Banyak warga Malaysia belum bisa menerima hal itu. Dalam perkembangan lain, banyak kalangan perfilman luar negeri (dari Singapura, Malaysia, Inggris, Belanda, Kanada, Jerman, India, Thailand, Brunai Darussalam, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Korea, dan banyak lagi; pokoknya mayoritas dari Asia) yang datang ke Indonesia. Mereka ingin membeli hak siar AAC di negara mereka. Pihak MD Entertainment yang membuat AAC sampai kewalahan. Untuk di Indonesia saja, MD Entertainment sudah nekad habis-habisan membikin pita film sebanyak 100 copy. Padahal untuk film lain, MD rata-rata hanya membuat 24 copy. Bahkan untuk film terlaris sebelum munculnya AAC, hanya dibuatkan 28 copy. Maka, ini menjadi sejadi sejarah baru buat perfilman Indonesia. Selain membeli hak siar film, para utusan dari Asia, Inggris, Belanda, Kanada, dan Jerman, juga membeli hak versi terjemahan atas novel AAC, untuk dialih bahasakan ke dalam bahasa mereka (AAC versi Malaysia sudah ada). Sampai saat ini, Habiburrahman El-Shirazy atau Kang Abik, pengarang novel AAC, kabarnya sudah mendapatkan royalti sebanyak Rp 1,9 miliar. Tapi dia tetap hidup sederhana dan tidak membeli mobil baru. Malah uangnya dipakai buat membangun pesantren. Dikabarkan, pihak MD Entertainment juga sudah membeli hak cipta novel ini buat dibikin versi layar lebar. Proses produksi film AAC menelan dana sekitar Rp 8 miliar. Dan setelah filmnya disiarkan, bukan hanya modal itu kembali, tapi MD Entertainment sudah meraih untung Rp 24 miliar. Sebuah rekor besar! Manooj Punjabi rencananya bakal membikin AAC versi extended (yang diperpanjang). Katanya, dia bakal menghapus kekecewaan para pembaca novel AAC terhadap filmnya. Banyak yang bakal diubah dan ditambah di AAC versi extended nanti. Kemungkinan, isi cerita bakal disamakan dengan versi novelnya dan lebih mendalam. Film AAC jelas bukan film sempurna dan punya banyak kelemahan. Kalau AAC mau disebut film dakwah, sejumlah kalangan Islam beranggapan, ada gambaran tentang ajaran Islam yang tidak akurat dan tidak pas di film tersebut. Maka mereka mengritik keras film AAC ini, yang dianggap jauh dari versi novelnya. Namun, bagi sejumlah kalangan Islam lain, demam film AAC juga ada manfaat konkretnya. Misalnya, peningkatan budaya membaca, karena para penonton AAC yang belum sempat membaca novelnya jadi penasaran untuk membaca. Banyak siswa sekolah yang kini pergi ke mana-mana menenteng novel AAC. Selain itu, banyak gadis Muslimah, yang semula tidak memakai jilbab, kemudian terinspirasi dan memilih berjilbab, setelah membaca novelnya dan menonton film AAC. Film memang termasuk media yang memberi pengaruh kuat. *** (Notes: berbagai data, khususnya tentang peredaran film AAC di Asia Tenggara, saya kutip dari Sdr. Dhafy di: http://ruangfilm.com/?q=image/ayat_ayat_cinta. Bisa dibilang, tulisan ini merupakan rangkuman selektif dari berbagai pernyataan, yang muncul dalam ruang diskusi bebas tertulis di situ. Tetapi, bahasanya saya rapikan dan saya edit ulang. Juga, item-item yang terlalu bersifat personal dan tidak relevan, saya sisihkan. Maka, jadilah tulisan seperti di atas). Satrio Arismunandar Producer "SISI LAIN" (tayang Senin-Jumat, pukul 13.30-14.00 WIB) - News Division, Trans TV, Lantai 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627
Ada kabar baru nih…
fedi nuril =>fahri
saskia adya mecca =>noura
riyanti cartwright =>maria
melanie putria =>nurul
Aishanya artis asli dari kairo…. dirilis InsyaAlla lebaran tahun ini, ntar deh saya ikuti terus beritanya….
mas aku penggemar berat novel ayat-ayat cinta lho, ceritanya unik, menarik dan mendidik. Kalo dibikin film entar pake bahasa apa ya?? Apa seperti dalam novelnya, Indonesia, Arab, Inggris dan Jerman? kira-kira film nya seseru novelnya ngga ya? Duh… jadi ga sabar, pengen liat peran Aisha nya…
kecuali lakonnya dibikin lebih membumi, aku bakal nonton filmnya. yang di novel terlalu sempurna
malah kayak bukan manusia, hehehehe
Bang Hasan. Aye mo nitip usul neh. Menurut aye seh pemeran2nya kagak cocok. Terutama pemerannya Noura. Gini neh yang cocok:
Maria = Rianti
Noura = Nabila Syakieb (soale cantik bgt tuh none. apalagi idungnya!Arab banget)
Nurul = ni baru cocok diperanin ame Zaskia Mecca. Alim getoh!
Yup, stju bgt sm mbak intan… peran Noura gak cocok sm imej&wajah saskia,indonesia bgt.. pdhl Noura bkn Indonesia, tp apa boleh buat, syuting akan dimulai, MBAK iNtan protes saja ke Mas Hanung
Alhamdulillah kalau seandainya ayat-ayat cinta bisa di filmkan. Pasti seru banget dan menarik untuk disimak. Tapi kalau harus menggunakan bahasa arab apa tidak membuat para penonton bingung??Jangan-jangan nanti bukannya nonton filmnya tapi malah sibuk lihat teks terjemahannya!!! Tapi bagus juga sich menggunakan bahasa arab. Kebetulan saat ini saya sedang belajar di UIN malang dan saya mendapat kursus wajib bahasa arab dari kampus, jadi bisa diamalkan nich…
Moga sukses dan diberi kemudahan oleh Allah swt.
Aku setuju jg deh sm usulnya intan. Kalo Zaskia sbg noura g cocok deh. Harusnya dia sbg nurul. Yah kita tunggu aja rilis filmnya. Moga2 sesuai dg khayalan kita, seringnya penonoton agak kecewa krn g sesuai dg khayalan masing2
Dengarkan ulasannya dalam Kabar Buku BBC dan juga perbincangan saya dengan Kang Abik soal novel terbarunya.
aku tunggu loh filmnya tp yg jd noura jgn saskia,knp bkn dia saja yang jadi Asyia krn dia cantik n’kelihatan lembut bgt
drpd nggak cocok, tokohnya nambah satu lagi aja kalo gitu. duh… pengen liat romantika mahasiswa dengan suasana piramide nih
gw blom pernah baca novel ini, tapi kata temen kos gw ceritanya haru biru gituh, islami bgt. hm, jd pengen baca novel ini. tapi ini cerita islami ya? gw kan kagak islami, huehhehe.. oh iya, smoga nanti ditayangkan di malaysia juga ya, supaya keluarga gw bisa ikutan nonton cerita ini. filem beginian bisa laris manis di malaysia
luv,
~dio~
kalo yg jadi aisha artis kairo asli, mmgnya mau ya nanti klo ada adegan stlah jd istrinya fahri???…kan yg di novel ada tuh…
Queen of keterlambatan, gua banget deh … di kala orang2 dah berganti buku berkali-kali … gua baru bener2 baca buku … biasanya gua scheeming doang en jarang diabsyin (termasuk d devil wears prada yang keputus di tengah jalan) … dis time, i do really read it: Ayat-Ayat Cinta … sekarang gua ngerti deh kenapa buku ini begitu dipuji … d best gift i ever get … thank u =) …
sekarang baru mau bab 19, judulnya ‘cobaan’ … baru segini ajah gua dah salut ama kekonsistenan penulis menulis secara detail … apalagi pas bliau bilang kalo ngirim surat ke desa tuh lewat balai desa dulu jadi suka lama banget nyampenya … pengalaman gua banget deh … walaupun tetep, ada yang gua lingkarin or stabilo-in karna salah ketik … cuma dikit yang salah ketik, itu juga hasil editan berkali-kali kayanya mah … pokonya semangat deh!
seneng punya kesibukan baru yang menyenangkan. apalagi beres2 beberapa diary di rumah, replay lagi hidup gua … en … ‘perbaikan diri’ … sesuatu yang emang menyenangkan kalo dijadikan kesibukan. tentu saja, dengan keikhlasan, sesuatu yang tidak ternilai harganya. kalo kesombongan atau keangkuhan diiringi dengan keikhlasan, pasti jatohnya jadi ‘percaya diri’ … baca Ayat-Ayat Cinta dengan diiringi suara en lagu2 gita gutawa, maliq en d essentials, warna, craig david (esp. unbelieveble) di rumah merupakan kesibukan baru yang luar biasa menyenangkan.
’bout pemeran yang di bawah ini tertera, mmm … cucok lah … yang penting dijalankan dengan keikhlasan, sesuatu yang tidak ternilai harganya …
aq lagi suka liat gita gutawa … tapi klo untuk maen Ayat-Ayat Cinta … mmm … well, keep d spirit alive though, wish all d best 4 d movie en kru, also for d big fans of ‘Ayat-Ayat Cinta’.
fedi nuril =>fahri
saskia adya mecca =>noura
riyanti cartwright =>maria
melanie putria =>nurul
Aishanya artis asli dari kairo
(http://hasanjunaidi.wordpress.com/2007/03/07/film-ayat-ayat-cinta/)
=),
dini harmita
diniharmita.blogspot.com
wah…nimbrung dong klo masalah ayat2 cinta..ceritanya keren bgt yah luar biasa kang abik..setelah baca novel itu insyaallah deh pada merenung meratapi nasib..
btw masalah A2C di filmkan kyanya seru bgt deh g tunggu banget filmnya tapi yg jadi fahri…harus bener2 mengagumkan tuh…
oh..ya g juga setuju tuh sama intan masa saskia jadi noura sih? diakan indonesia bgt kali…..mending dia jadi nurul aza kali…truz yg jadi noura nabila syakieb dwong kan agak kearab2an tuh…
mabruk yach kang abik,wah….wah……ni novel emang amat bagoeeessss banget.
kalo ane punya 10 jempol pasti ane kasih semuanya dech.
novel inilah yang telah memotivasiku tuk melanjutkan studyku ke universutas al-azhar cairo.
ane baca novel ini waktu ane masih nyantri di GONTOR kelas 6 KMI.
benar-benar menggugah jiwa dan ragaku,tuk tetap semangat dan bengkit berusaha agar aku bisa belajar di negri kinanah itu,di negri seribu menara,di negri para nabi itu…..
sekali lagi mabruk 4 kang abik…..
kalo boleh usul ane juga mau tuch ikutan maen film ini…..
heeee….heeee…..faqot mizahhh kok kang…..!!!!!
Filmnya pasti srru neeh!!!.Ditungu ya.
Ass.
Filmnya pasti menegangkan. Kalo boleh kasih komentar. Kalo bisa pemerannya tu bisa mempertanggungjawabkan pesan moral yang ada dalam film. Jangan sampe hanya pengen terkenal aja. Cos pesan dalam film ini amat berharga dan mulia. Setidaknya setelah menjadi icon dalam film ini hendaknya mereka bisa mengambil manfaat yang disampaikan. Biar mengena kepada para penonton. Yakin penonton akan bercermin pada kehidupan pemerannya setelah film ini keluar. BARU BISA DIACUNGIN JEMPOL.
Zaskia jangan Noura dong. Lebih pas kalo jadi Nurul Aza.Pliz.Oke
Assalamua’aikum.
Aye mo tanya nih!!
Adegan Maria baca beberapa surat AlQur’an Gimana yak?.
Harus Hafal ding, klu gak cari pemeran yang hafal…
ass…
kalo bisa para pemain yang bener2 pinter baca Al-Quran.Kayaknya para pemainnya kurang cocok semua..afwan ya…
Yang saya tau, sekarang para pemainnya lagi mendalami peran masing2.. Fedi Nuril lagi belajar kebiasaan dan tingkah laku mahasiswa INdonesia yg blajar di Mesir.. Rianti sendiri belajar bahasa Arab.. begitu pula juga pemain lainnya.. yg pasti kita harapkan moga2 film ini sesuai harapan kita, benar2 mpembangun jiwa…
Assalamu’alaikum wr wb
ayat ayat cinta akan difilmkan?kabar ini bisa menjadi berita menggembirakan tapi bisa juga menjadi kabar sedih
kabar gembiranya kita bersyukur akan ada film yang isinya “berbobot”
kabar sedihnya bisa jadi film ini akan menjadi film biasa saja jika tidak dilandasi semangat yang kang abik bangun dalam menulis novel ini
yang menjadi pertanyaan saya
1. apakah sudah meminta izin dari kang abik selaku penulis novel ini, klo jk rowling aja bisa menentukan para pemain dalam film harry potter maka apakah kang abik juga ikut?
2.tokoh fahri ini adalah seorang pemuda indonesia yang dilihat dari tampang biasa saja, tapi dia adalah seorang yang berkualitas tinggi. mengapa saya maengatakan berkualitas tinggi?karena disamping seorang mahasiswa al azhar yang sudah tentu hafal alqur`an dia juga seorang yang belajar qiro`at sab’ah,bisa berbagai bahasa (inggris, jerman, arab, indonesia),paham tentang agama (faqihuddin),seorang berakhlakul karimah
jadi harusnya yang jadi fahri seharusnya bisa mencerminkan seperti itu
terima kasih
wassalamu’alaikum wr wb
Assalamualaikum Wr Wb,
Wah…Akhirnya rencana untuk membuat film layar lebarnya akan terealisasi jg, tapi yang jd pertanyaan sekarang tuh apakah film ini akan membuat hati penontonnya gerimis juga seperti membaca novelnya ato gak?Apa setelah nonton filmnya akan membangun jiwa penontonnya ato gak?Semua tergantung sama pemerannya.
Cuma saya koq masih ngeganjal yah sama pemeran si Maria, apakah dia bisa menghafal surat Mariam seperti yg ada di novel,truz apa dia mau ngucapin syahadat pas mau meninggalnya?Soalnya setahu saya (punten pisan) dia itu kan non muslim.Yah udah-mudahan aja film ini bakalan menjadi best indonesian movie of the year.
Wassalamualaikum Wr Wb.
assalamu’alaikum…
wah gak sabaran aku segera pingin liat filmnya.. tapi jadi catatan khusus nich musti sama dengan yang di novel ya.. pasalnya sering gak match ama novelnya..
tapi pokokke tak tunggu… pasti bakal top banget tuch filmnya…
salam..
Ass, aku adalah salah satu penggemar ayat-ayat cinta. aku nggak setuju kalau Fedi yang jadi Fahri kayaknya tommy kurniawan lebih cocok,soalnya dia alim,pintar ngaji pula so menurutku tommy cocok bgt jd Fahri.
wah mas,,,, jadi pengen minjem bukunya neh,,, Q penasaran buanget neh,,,
ass,
menurutq noura mm gak cocok diperankan oleh zaskia,apalagi klo zaskia jadi aisha gak cocok.Klo pemeran aisha harus bnr2 sesuai tuh ntarkan bagus..keren.
adegan setelah nikahnya gimana tuh?????
apa pemerannya mau klo bnr2 dr mesir?
pokoknya sukses bwat ayat-ayat cinta
wass
Ass, menurutku buku ayat-ayat cinta bener2 bagus. Dalam sejarah hidup baru ayat-ayat cinta yang pas liat bukunya dibaca langsung abis padahal cukup tebel…Alhamdulilah juga banyak hikmah yang bisa di ambil. Jadi kalo sampe di film kan. Alhamdulilah banget…
Ass,
Novel “Ayat-ayat Cinta” Bagus banget deh, pokoknya keren abissss..aku setuju tuh ma pendapatnya Intan, pemeran Nouranya kenapa Saskia, ga cucok banget, bukannya Noura itu asli Mesir??dan bener Saskia emang cocoknya jadi Nurul, kayanya pas banget tuh, kalo Melanie Putria yang jadi Nurul, ga cocok deh…
————————————————————————————————————————
Hasan Menjawab:
Yang pasti siapapun tokohnya saya harapkan filmnya sebagus novelnya, dan saya kira Sang Sutradara mempunyai pertimbangan sendiri dalam menentukan tokoh-tokohnya, ya kita lihat sja nanti…
cerita nya terlalu rumit dimengerti
iya, jangan dong si noura nya diperanin ama Zaskia,,
G cocok banget…
tapi gimana ya…
tetep G boleh!!!
Hehe…
eh yu jeles ya ama zaskia,
gimana klo yu aja yang meranin.
hehehe
menurut gw jadi fahri gak pantes kalo diperan sama fedi nuril. Cari muka2 yang kalem banget. mungkin Dimas seto. Truz kalo aishanya siapa yah?. kalo orang mesir asli bagus banget tuh
???? sebenernya aku ga terlalu suka baca novel, tapi waktu ada novel ayat-ayat cinta aku dipaksa temen suruh membacanya. Terpaksa deh gue baca, kesimpulannya…emeng cocok buanget nie cerita kalo di buat film pa lagi yang jadi fahrinya kang fedi, pokoknya lovvvvvvvee deh!.Semoga Sukses y????
Ass. Wr. Wb.
Kayaknya Zaskia gak cocok dech jadi pemeran Noura. Kan di bukunya Noura itu asli mesir terus gimana gitu lach. Trus lebih baik yang jadi Nurul orang Indonesia asli yang alim dan sopan. Aku setuju kalo pemeran Aisha nya langsung dari Cairo, Mesir. Oh iya kayaknya Fedi Nurul gak cocok deh jadi Fahri. Kalo boleh nyaranin mendingan yang alim banget. Di Novelnya aj alim banget kan. Rianti dah cocok banget deh jadi Maria, sesuai karakter maria di novelnya.
S’moga sukses.
Cepet-cepet diliris ke Bioskop ya!
Udah gak sabar nih mau nonton filmnya.
gw g setuju! Seharusnya Fahri=Sahrul
Kan alim
n gw harap walau pake bahasa arab, gampang ngerti deh kita org awam!
kok semua orang pada ribut masalah aktornya sih,alim nggak alim yang penting si aktor bisa memerankan sosok fahri,itu aja,namanya juga aktor,justru seninya disitu,apalagi kalo aslinya nggak keliatan alim tapi pas di filmnya berbeda sekali dan seakan akan dia seperti itu, berarti aktingnya bagus
tapi kalo untuk pemeran noura kayaknya nggak cocok deh diperanin ama saskia, soalnya inikan udah menyangkut fisik,kalau fisik nggak bisa di akting aktingkan,kalo hidungnya pesek ya keliatan pesek,nggak bisa akting mancung
kalau menurut gw secara fisik sih udah cocok banget yang meranin fedi nuril,soalnya wajahnya klasik indonesia(wajahnya jaman dahulu banget),tinggal aktingnya aja sesuai harapan nggak nih
mau diskusi?
hubungi forum diskusi di http://www.gemapembebasan.co.id
selamat mencoba.
Slmualikum,,,
ikut nimbrung yach
Alhamdulillah akhirnya ada film indonesia
yang mulai memunculkan warna baru
dg nuansa islami yg berusaha menghadirkan
& menyadarkan segenap umat bahwa
tida cinta yang lebih indah tanpa keridhaan-Nya
tidak seperti kebanyakan film indonesia skrg
yang gak jauh2 dr unsur cinta & mistik
cp’d nontonnya
basiiiii….
Ayoooo dunks
wake’Up!!!!!
pemuda-pemudi indonesia
lakukan sesuatu yg bermanfaat
tidak hanya sekedar menghibur!!!!
yg sama sekali belum terjamah
oleh insan perfilman
‘Sejarah Indonesia’
Good luck untuk mas hanung & rekan-rekan
kita tunggu hasilnya…
apakah lebih greget dr novelnya
we’ll Seee….
AllahUAkbar!!!
Wedew,,,kapan neeh film maennya,,,???
Settingnya di Mesir yah,,,???
Asyik banged,,, pastinya booming banged yah,,
Habiz pemaennya terkenal smuah,,,
Huff,,,,seanadaynya cepet slesay,,,
Akuw dah gha sabarasn,,,
Wah sy seneng banget pas novel ayat-ayat cinta mau difilmin.
Tapi sy kurang setuju dengan pemerannya. Menurut sy yang cocok pemeran Noura=Nabila Syaqieb aja dan pemeran Nurul=Zaskia. Kan pemeran Nurul itu harus yang lembut dan solehah,kayaknya pas banget kalo diperanin sama Zaskia..saya harap sih yang jadi pemeran fahrinya jg orang yang bener2 pas banget karena fahri kan digambarkan sbg orang yang alim dan tawadhu.
_________________________________________________________________________________________________________
Hasan Menjawab:
Smua pada setuju kalo Noura tidka diperankan Saskia Mecca, aku setuju banget tuh…
saya berharap banyak dari film ini. tapi yang lebih saya harapkan karakter pemainnya juga harus baik, bukan hanya di film doank…sayang kan kalo dah main AAC tapi pas main film lain masih berani cium-ciuman..kayaknya jusrtu melecehakn bukunya…
idealnya sih begitu,tapi namanya juga akting,misalnya gw aktor terus dapet tawaran akting sebagai sukarno,apa musti sehari hari saya juga musti kudu kayak sukarno,terus misalnya gw akting jadi sumanto ,masak sehari hari gw juga harus kayak sumanto makanin orang.
kitapun harus membedakan pribadi aktor dengan tokoh cerita di film
karna seorang aktor harus bisa memerankan apa saja dari yang jahat sampai yang alim sekalipun
contohnya nicholas saputra banyak diprotes karena dia memerankan tokoh soe hok gie,karena dia bukan turunan cina.
setelah ditanyakan ke mira lesmana,dia bilang adalah yang saya cari adalah seorang aktor yang bisa berakting seperti soe hok gie.
dan akhirnya si nicholas saputra dapet piala citra dari perannya di film tersebut,meskipun dia bukan cina tapi berhasil memerankan soe hok gie
Asalamualaikum,
Menurut ane pemaen filemnye kurang cocok ntu,
Bener dia kate,mendingan ya Zaskia jadi Nurulnye aje,
And ane jadi Fahrinye (becande denk)
Nyang penting filmnya harusa lebih spektakuler nyok…………
wasalam
Asslkm…
Afwan,,,menurut ana pemainnya krg cocok….
knp ga kang abik aja yg langsung milih…
assalamu’alaikum
mnurut ana novelnya baguss, smoga aja filmnya juga mendukung. . .
tapi kog pmainnya kynya kurang cocok. . .
yah smoga aj bisa memuaskan pecinta novel ini
assalamu’alaikum wr wb..
cmn mw ks komentar tentang layar lebarnya ayat2 cinta..
koq yg jd Fahri, Fedi NuriL!!
g co2k bgT deH kyNya…
MenDing SuTradaRanya Cari Artis BaRu aJa,,,
kLw aRtis2 yG udH d kEnaL g SeRu bGt..
KeBanYakaN kiTa udH tw KeseHarian Mreka
g bGt sm PeRan yg mrekA mainkan…
TeRuTaMa TokoH faHri!!!
sekedar usulan aja nih. yang jadi fahri lebih baik orang yang belum kita kenal di dunia film. sepertinya aneh, kalau tokoh fahri yg nyaris sempurna itu “dilatarbelakangi” oleh tokoh yang sudah terbentuk imagenya. buka aja casting, panggil orang2 teater bikin casting untuk tokoh fahri. membaca ayat-ayat cinta seperti membaca kisah nyata, jadi buatlah sosok fahri itu nyata dengan tokoh yang benar2 baru. yang secara fisik benar2 tipikal orang indonesia.
hmm… kira2 ada ga ya..?
utk tokoh maria saya setuju jika diperankan oleh rianti.
nurul sebaiknya diperankan zaskia
noura = ga cocok banget kalo yang meranin noura itu melanie. melanie itu facenya indonesia banget…. sedangkan noura kan gadis mesir….
aisha = have no idea…. mungkin bisa dibuka casting juga untuk tokoh yang satu ini. bayangan saya sih face-nya campuran antara sophia latjuba dengan nadia hutagalung
TAPIII… kalau emang itu udah keputusan sutradara.. ya mau apa lagi… mudah2an hasilnya bagus .. sebagus novelnya
yg lakinya ali coboy ajaaaaa…….
Assalamualaikum Wr Wb,
After being sick and tired to find some rubbish stuffs at theaters, glad to hear some “wind of change” finally happened in our movie industry. Two thumbs up !!!
Yet, from all the casted player… I think only Rianty meets the qualification. I read this book just right after its movie news published (so I pre-alert the players). And during my time enjoying the chapter by chapter, my mind can hardly get rianti out of Maria Character. Perfect cast !!! (can’t wait to see her spelling ‘Surat Maryam’). Hopefully the other players can defeat my hesitation in proving themselves play these roles. Good Luck and be the 1st Islamic Movie Box Office.
Aslm smuanya,,
kok semua pada comment pemain2nya? yang saya tahu Rianti Muslimah kok, masalah Maria Syahadat atau membaca surat Maryam insya Allah Rianti bisa mengatasinya…
cuman ya itu, Noura gak cocok bgt sama Zaskia
AssWrWb
saya pribadi berharap jika AAC difilmkan, menghilangakan esensi Islam sesungguhnya.. tidak bersentuhan dengan bkn muhrim, yg akhwat ttp menutup aurat. ya.. meski film itu berceritakan ttg “cinta”
WssWrWb
ralat…
comment sebelumnya.
yg bner, TIDAK MENGHILANGKAN ESENSI ISLAM SESUNGGUHNYA…
trims
ass.
Gw tunggu deh filmnya,Ok!
Koq saya amatin kalo orang2 berikut ini ga cocok sama sekali deh.
fedi nuril? tampangnya keliatan bengal dan playboy..tidak tersirat cahaya seorang mahasiswa s2 yang alim
Rianti?? ngapain sih koq nyari yg sok2 bule2 gini,,ngomong aja belepotan sok inggris bikin mo muntah dengernya tiap dia ngomong di MTV. hoek!
pls deh,,tokoh sentral bener2 sangat berpengaruh dalam flm ini
saya yakin banyak yang kecewa kalo film ini jadi.
Ya………..aku setuju banget harus ada perubahan pemeran seperti fahri harusnya Ali Coboy yang sekarang gabung di F1 nasyid…..Maria = rianti, Sazkia = Nurul…Noura = Nabila…and Aisha Inneke…..TOP khan
gw berdoa semoga ini film gak jadi bahan protesan buat agama lainnya soalnnyakan endingnya kyk gt n gw harap pas event disurga nanti mukanya maryam jgn dikasih liat biar gak tambah diprotes ma orang2 hehehe
WAWAWAWAWAWAWAWAWAW MAU NONTON !!!!!!
Ditunggu niy filmnya,harus sesuai dengan karakter yang ada dibuku ya,,,
Jangan ikut-ikutan film cintanya indonesia yang lain…
POKOKNYA HARUS FENOMENAL !!!
ass……kapan nich kelur filmx ayat2 cinta..???aku tunggu bgt lho…klw bisa cerita yg d film jgn terlalu beda dgn yang d novel donk…
aku ngak pikir, filemnya akan lebih islamik berbanding novelnya…
cuba pikir..mesti ada adengan pegang tangan antara bukan muhrim dlm novel ini.. ngak best sih..
melani putria kurang cocok deh… bisa gak di ganti sama dian sastro. pasti filmnya akan lebih menarik untuk ditonton selain dian jago akting dan berkarakter wajahnya juga cantik indonesia. gimana pas kann mas hanung?????. semoga filmnya sukses seperti novelnya. amiiiiin
Assalamu’alaikum wr.wb
Bwt kang Abik n semua kru2 yg mau mengangkat cerita AAC ke layar lebar, nie aku kasih masukan untuk pemerannya ;
Fedi Nuril as Fahri
yg jadi Aisyah harus Org Mesir Asli,klo bisa yg bener2 seperti tokohnya di dalam novel AAC
Rianti Chartwrite as Maria
Zaskia Adya Mecca as Nurul
Nabila Syakieb as Noura
sepertinya tokoh2 di atas untuk memerankan the movie AAC udah pas & uda cocok,klo menurut verisiku sih.. heeheehe
setiap orang kan beda2 versi.
ok..!!!
Wassalam
-Nofi-
aq mau donnk ikut castingny……. kapan yah??
Assalamu’alaikum wr.wb
iKUTAN YACH…..!
mENURUTKU, Fahri itu mending orang yg blom tkenal d dunia film, tp hrs bener2 seorang ikhwan yg sjatee…..
Zaskia pantesnya jadi nurul deh, nabila syakeb blh tuh jd si Noura.
Ceritanya jgn berbau syara, ya……ttp junjung tinggi nlai2 islam. Meskpun FILM CINTA, tp jgn kayak film cinta ‘pada umumnya’ ya….
Kang Abik ttp hrs terlibat dlm pembuatan film, donX !!
Pokoknya, sukses y!!!
Assalamu’alaikum wr.wb
alhamdulillah AAC akan difilmkan. Kalau soal pemain sih siapa pun tak apa. Yang penting aktingnya bagus.
Yang penting, bagaimana dengan soundtrack nya. Pendapat saya yang paling pantas membawakan OST AYAT-AYA CINTA adalah hanya SITI NURHALIZA.Lagunya buatan OPICK.Aransemennya ERWIN GUTAWA. Ada yang mau comment???????
Saya baru dapat kabar dari koran di malaysia bahwa CTNURHALIZA akan mmbawakan sebuah OST FILM. Tapi ga tau film apa?????mudah2an AAC.
Kalo boleh khayal. Lagu-lagu lama CT sebaiknya dimasukkan juga ke album OST AAC.
LAGU LAMA:
1. Bukan Cinta Biasa (BCB)
2. Betapa Ku Cinta Padamu (BKCP)
3. Cinta Tak Berganti
4. Biarlah Rahasia (Lagu Terbaik APM 2007)
5. Oda Bumi Anbiya (Tentang Palestin)
6. Nirmala (Tentang Siti Aisyah RA.)
Gimana????Best, gak?????
Assalamualaikum akhi,ukhti
semuanya pasti dah ga sabar mao nntn layar lebarnya AAC.seorang fahri seolah2 mnjd sosok manusia paling sempurna!aku jd cemburu nich,shahadat cinta jg keren karya2 kang abik emang keren2,peran azam memang lebih seperti manusia bkn malaikat,he……………
Assalamualaikum akhi, ukhti
Sangat menyenangkan membaca novel AAC, dan kabarnya sekarang mau di-film-kan. Ada satu pertanyaan yang menggelitik di benak saya. Bagaimana segi hukum syar’i-nya terhadap si pengarang dan para pemain film tsb nantinya? Maksud saya begini, di novel AAC itu kan digambarkan Fahri dan Aisha menjadi suami istri. Nah, jika difilmkan siapa yang akan memerankan kedua tokoh tersebut? Apakah suami istri beneran atau bukan? Pastinya bukan ya… Nah, bagaimana tanggung jawab pengarang AAC terhadap adegan tsb nantinya jika dilihat dari sisi syar’i? Bukankah dalam islam pria dan wanita yang bukan muhrimnya tidak boleh saling bersentuhan? Apakah pengarang novel AAC juga bertanggung jawab atas adegan tsb nantinya karena idenya kan datang dari si pengarang… Apakah tidak sebaiknya kita membiarkan novel AAC menjadi novel saja, jangan dijadikan film. Karena saya fikir jika dijadikan film, akan membawa mudharat kepada pengarang. Pengarang punya tanggung jawab yang besar terhadap adegan-adegan yang menyalahi aturan syar’i tersebut. Karena ide-ide tsb datang dari pemikiran pengarang, dan saya menyayangkan jika pengarang akhirnya malah berdosa karena menyetujui adegan-2 yang menyalahi hukum islam… Semoga pengarang sudah mempertimbangkan matang-matang tentang hal ini. Sekian dari saya, semoga bisa membuka wawasan kita semua. Wallahu a’lam bishowaab.
aku sih setuju2 sj coz secara sutradaranya ms Hanung gt, siapapun pemerannya pasti sdh diperhitungkan dg mataaang banget…..tapi aku mo usul ma mas Hanung nih untuk memainkan Juga DEDY MIZWAR, INNEKE K, GITO ROLLIS sebagai apa aja ke…Cameo jg ga apa….
saya malah penasaran siapa yang akan mengisi soundtrack nya….
klo boleh usul lg sih saya setuju sama Hafiz saya mengusulkan OPICK “tombo ati” utk mengisi soundtracknya…pasti hasilnya akan lebih dahsyat
aku mo usul ma mas Hanung nih untuk memainkan Juga DEDY MIZWAR, INNEKE K, GITO ROLLIS sebagai apa aja ke…Cameo jg ga apa….
saya malah penasaran siapa yang akan mengisi soundtrack nya….
klo boleh usul lg sih saya setuju sama Hafiz saya mengusulkan OPICK “tombo ati” utk mengisi soundtracknya…pasti hasilnya akan lebih dahsyat
Assalamualaikum….
Alhamdulillah akhirnya ada juga film bernilaikan islam..
InsyaAllah setelah film ni keluar banyak yang terinspirasi akan nilai nilai juang nan islami…
sukses…
buat para tokoh semoga bs menyampaikan pesan moral dengan baik…serta betul betul menyaty dalam film.amin
kita sama sam doakan…
buat kang hanung cayo…jangan lupa ma pengarangnya…amin
Assal
AsS,,
kLo mEnuruT cEm2 syH mEnDinGan pEmAinnyA jGn dR arTis yG TerkenaL,,LebiH bAik di AdakAn cAsTinG dLu.Thx.
assalamualaikum
kalo aku se siapa aj boleh jadi fahri…
tapi yang aneh zaskia koq jadi noura..
ga pantes aja..
image zaskia tu dah baik jd aneh kalo suruh meranin noura…
tapi yang penting film ini harus BAGUS…
g lucu kalo novelnya laris tapi filmnya g booming…
yang paling penting NILAI ISLAM NYA G ad yg ilang…
assalamu’alaikum…
akhi wa ukhti…
AAC difilm-in??
it’s OK! tapi ga’sah melencong dari novel aslinya ya…
berdakwah melalui film… why not??
islam,ALLAHU AKBAR!!
Keren si, tapi….. Iik ada bener juga. Gimana tu Kang Hasan?
Assalamu’alaikum,
Sekedar saran klo bisa pemeran FAHRI dan AISYAH adalah seorang artis ataupun bukan artis yang pernah ada, tapi yang penting meraka PASANGAN SUAMI-ISTRI muda sungguhan, sebab sangat TIDAK ETIS jika memerankan kemesraan SUAMI-ISTRI dilakukan oleh orang yang BUKAN MUHRIMNYA.
Wassalamu’alaikum.
saya setuju sama intan,ga cocok zaskia jd noura.. cocoknya jd nurul.. top bgt tuh kalau nabilla syakieb yang jd nouranya.. trus melanie ga cocok jd siapa2… kalo rianti da cucok bgt.. plis dong mas hanung.. d ganti tu pemeran2nya.. kami sbg penggemar berat novel AAc pasti kecewa berat kalau filmnya ga sekeren novelnya..
Kalo bisa yang jadi Fahri harus yang bener bener tartil dlm baca Al Quran, kan aneh kalo Fahri yang dinovel bagus bacaan Al Quran-nya malah jelek bacaan Al Quran_nya. yah minimal harus sama baiknya dengan juara MTQ gitu loh
assalamu’alaikum….
di negeri ini perlu ada bacaan seperti ayat-ayat cinta, apalagi kalau difilmkan, akan lebi memberi makna bgi negeri ini, karena AAC hadir dengan keluruhan budi & siapapun bisa, kalaupun jadi di filmkan semoga nilai keutuhannya tidk berkurang, sukses buat mas hanung&kru, usul, zaskia jadi nurul aja, fachri (henky kurniawan),
STOP PEMBUATAN FILM AYAT-AYAT CINTA SEKARANG JUGA !!
Pembuatan film hanya akan menodai kesucian Novelnya. Saya tidak yakin bahwa Sutradara dan pemain2nya bisa menginterprestasikan Novelnya secara baik.
Kalau saya boleh khayal. Saya ingin album OST AAC sangat istimewa
Penyanyi-penyanyi pendukung:
1. SITI NURHALIZA
2. KRISDAYANTI
3. WAHEEDA
4. SHAFFIX
5. UNGU
6. OPICK
7. YASSIN
8. HADDAD ALWI
9. GITA GUTAWA
10.Trio SUPERDIVA (CTNURHALIZA-KD-WAHEEDA)
11. Instrumental by ERWIN GUTAWA
Semua lagu di aransemen by ERWIN GUTAWA
Mas Didik…
gak setuju dengan pembuatan film ayat-ayat cinta bukan berarti harus melarang pembuatan film ini donkz, saya juga sebenernya khawatir dengan difilmkannya novel ini akan menggeser makna dari novel ini untuk orang awam. kalau para pemain tidak bisa menginterpretasikan dengan baik segala keindahan akhlak dan perilaku yang ada di novel ini tentu kita yang sudah baca novelnya mungkin hanya akan kecewa saja. tapi untuk yang belum pernah membaca novelnya pasti akan punya makna lain tentang isi novel ayat-ayat cinta ini. sangat disayangkan bukan,,,???
kita sebagai fans berat AAC banyak-banyak berdoa saja, semoga film ini dapat lebih memberi makna akan keindahan islam….
amien…>;
Aduhhhh…kayaknya udah ga bisa diganti ya pemerannya klo boleh usul
Fahri : Atalarik syah (kan fahri pria dewasa…lagian kl fedi ga kemudaan dipasangin ma rianti?)
Aisha : Mesir asli
Noura : Nabila syakieb or nia ramadani (klo ga salah noura itu masih muda)
Nurul : Sazkia adya meca
Maria : Rianti…
alnya klo pemain ga sesuai ma yg diharapkan pada saat nonton bawaannya geruuuutuuuu mulu…..he3
gak setuju banget kalo’ AAC di film kan.itu akan merusak nilai keindahan novel sendiri. selain itu juga merusak nilai-nilai keislaman novel tersebut. para artis tak bakalan mampu jadi tokoh fahri yang memiliki akhlak yang begitu baik. selin itu klu seandainya wajah aisha nantinya juga diperlihatkan.pokoke gak setuju dech….
bismillah
film ayat cinta gue harap keren dah. pelakonnya pake kerudung dong. kalau bisa dilihatin latar mesir dan tempat bersejarahnya ya?. buat pemerannya semangat ya. gua pengen tahu cara nikah yang sar’i
wah….pasti kren banget nih…n memang ada bagian2 yg nggak bs divisualkan.tp yg jd aisyah siapa nih?…klw menurut sy dian sastro aja mengingat dian sangat cerdas n klw nggak tamara aja,saya nunggu bangeeet nih film.ok mas hanung pasti keren filmx mengingat film2 terdahulux yg krn n nggak biasa.karakter yg lain uadah cocok moga lancar dech possx n nggak dipersulit o/ para birokrat amiiiiiiiiiiiiin
menurut gw …
ga mesti semuanya aktor-aktris terkenal.. boleh juga tuh cari pemeran yg baru yg penting di audisi/casting dan cocok sesuai dengan persetujuan kang abik. (ga mesti jago ngaji yg penting bisa melafazkan ayat2 alquran dengan benar)..
yg pasti ditunggu banget movie nya…
mudah2an gw udah punya cwe pas movienya kluar nanti..
ga sabar pengen liat filmnya.. klo bisa sih ikutan terlibat dalam produksinya, biarin deh walo cuman nentengin kursi doangan :d
bang kira2 kapan yah mulai nonggol??
dah ga sabar nunggu.
kira2 bagus ga yah..!!
mudah2an para pemainnya bisa mendalami karakternya masing2!!
yuk kita doainnya ntar hasilnya biar bagus, trus kita kut terhayut, n pasti membekas d hati.
ass’
aku ini kagum banget ma nvel ayat2 cinta ini
sampe2 aku bolak balik baca g bosen tu
mungkin film ni bisa dapet rating tinggi
tapi tu klo pemerannya cocok sih
mmmm…. yah lumayan
tapi fahrinya tu harus yg berwibawa bgt tapi kelihatan bersahaja. trus juga kelihatan pinternya
yah… moga aja sukses
wass’
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah saya sudah membaca aac tersebut. novelnya sangat baguuuuuuuuus sekali, pokonya is the best dech. cerita aac itu sangat membangun jiwa semua orang yang pernah membacanya, saya saja sampai mengeluarkan air mata membacanya n hati saya luluh membacanya, apalagi aac ini akan diangkat ke layar lebar. saya sangat setuju apabila difilmkan, biar semua orang tahu gimana menjalankan hidup pada zaman sekarang, khususnya buat ABG untuk mencontohi si Fahri yg sholeh. menurut saya, film aac itu harus di perankan oleh orang yg belum pernah tampil diTV n terpilih. saya setuju kalau pemeran Aisya asli dari Cairo. kalau bisa pemeran Noura n Maria asli dari Cairo juga,n filmnya juga harus dibuat di Mesir biar suasananya semakin hidup seperti cerita di novel aac tersebut. buat yg memerankan Fahri harus bener2 orang Indonesia asli n wataknya kalau bisa sama seperti si Fahri.buatnya Nurul juga harus dari Indonesia n pemeran maryam wajahnya jgn di perlihatkan.pokoknya filmnya harus sama persis seperti cerita di novel aac tersebut walaupun ada yg di kurangi n jangan sampai mengurangi nilai2 islamnya. semoga filmnya cepat siap n buat semua kru film yg ikut serta dalm pembuatan film tersebut semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada mereka terutama kang Abik, saya salut dengan beliau yg membut cerita ini.buat kang Abik thanks semoga sukses di dunia maupun di akhirat,amin.
Wassalamu’alakum Wr.Wb.
ALLAHU AKBAR!!!3x
Gw yakin banget, film ini akan jadi film terbaik tahun 2008. dan mungkin bisa masuk nominasi di festival2 film internasional dan akan menang, amin. Gw yakin karena dari segi cerita novel itu sudah gak usah dipertanyakan lagi. apalagi sutradaranya mas hanung, pemenang sutradara terbaik piala citra tahun 2004 ini pasti tahu apa yang harus dilakukannya agar film ini menjadi film yang berkualitas. Sekali lagi, gw mo ngucapin selamat buat kang abik yang telah membuat novel yang sangat bagus ini.moga2 kang abik selalu dirahmati Allah swt, sehingga dapat menghasilkan karya2 lain yang lebih baik atau mungkin sekualitas ayat-ayat cinta. Bravo buat sineas-sineas muslim, dimanapun kalian berada. jadilah kalian pendakwah yang baik dengan film2 kalian. jangan mau kalah dengan sineas2 yahudi macam steven spielberg, stanley kubrick, robert zemeckis, dll. film islami harus lebih baik dari film2 mereka. Gw doain deh, amin!
aku setuju semua pemerannya..fedi cucok bgt..kecuali yang jadi noura emank pantesnya sih nabila yah..ato orang sana aj sekalian..
waduh ga sabar de pengen liat filmnya cepat2,
waaah,,,, A2C dibikin pelem.. seru bgt,,,
pemerannya??? kok, kayanya,,, ga nonjok ya??
fahri kan ga cakep… fedi kan cakep…
zaskia ga cuco ah…
knp ga rianty aja yg jadi aisha ya??
trus si melani putria juga,,, kayanya,,,,
aduuh,,, siapa sii yang milih pemerannya???
tapi kalo dah mo jadi sih,,, mo gmn lagi…
Salam semua
Saya dari Malaysia
Dari Universiti Malaya Kuala Lumpur
Singgah sekejap di sini
Alhamdulillah…sudah ingin difilemkan
Di Malaysia novel ini turut meletup habis
Khususnya di kalangan mahasiswa universiti
Saya jadi nggak sabar neh
jangan khuatir, tentu pelakon2 itu akan dirias dengan cukup baik
untuk melakonkan watak2 tersebut
pasti bakal jadi sangat berkesan
pengarah itu kan tahu ilmunya
ok, ada apa2 berita, kirimkan pada saya
mawar_mujaheedah@yahoo.com
tahniah kang abik & semua yang terlibat
tahniah jua buat indonesia
Insya Allah, doakan Malaysia juga berhasil membuat novel dan filem sebegini.
ass,
aduh ngga sabar deh nunggu filmnya,
baca Ayat Ayat cinta membuat hatiku mengharu biru, ingin baca dan baca lagi. berandai andai betapa cantik dan berbudinya Aisha
karena bagusnya aku ngga sabar untuk berbagi novel ini dengan temanku sebagai hadiah persahabatan.
wassalamualikum
halo….mr. hanung buruan dong calling gue, dah ga sabaran bt syuting nih gue
asalamualaikum??????????????????????.kenapa yg jd fachri ngak kang hasan sendiri he he he he……………………………………………………………………………………………………….
assalamualaikum wr.wb
untuk kang abik
film ayat2 cintanya cepet d putarin dong…
udah g sabar nih nunggu filmnya keluar!!!!!!!!1
oy,,ketika cinta bertasbih yang kedua
dah keluar belum????
wassalamualaikum wr.wb
penggemar novel2
kang abik
ass, kenapa si aac di perankan artis indonesia??????????????kan g seru aja, udah bosan itu2 terus,kenapa ngak diganti orang dg orang baru,biar penonton penasaran.trus juga,tempat pembuatannya dimana?apa dr mesir aja biar keliataaya nyata seperti yang ada di novel.
terusin ja pembuatan filmnya tp kalau bisa di pikir lg tentang pemerannya.
good luck
asalamualaikummm???????????????kok pada komentar mengenai tokoh2nya si????????????munkin menurut kita tokoh2nya ga pantes tapi yang memilih mereka pastinya sudah melalui pertimbanangan yang matang,kita lihat aja filmnya klo bener2 mereka g pantas dalam memeranken baru kita komentar.ok!!!!!!!salam kenel ya dr aku.
assalamualaikum……!!!!!!
salam kenal…., senang rasanya klo akan dibuat film ayat-ayat cinta…coz bukunya benar-benar bagus.mudah-mudahan filmnya nanti sebagus novelnya.amiieen.Semoga film ini bisa membuat remaja muslim indonesia bisa merubah akhlak sesuai dengan ajaran Islam…amienn…
Klo pemerannya sihh ga masalah asal..karakternya sesuai dengan novelll……kita tunggu ya filmnya…
aq bc di majalah kok ganti ya
rianti = aisha
maria = carisa putri..
seandainya yg jd aisha itu aq,,, hehehe
waDuH,,,kLo daH cRita Ttg aYat-aYat ciNta maNg g da habisNya,,,kaRena noVelNya terlalu mengaGgumKan,,dan paRA toKohnya peRfeCt baNget,,,
aKu seTuju aJa Lha mau siapa aJA peMainNya,,,kalO bisa puN aq jaDi saLah saTu peMeran Nya,,aTo jaDi KRew nYa aja jG g pApa,,he,,,he,,,he,,,
poKoknYa
ma”annaJjah deCh,,,
seMoga berHasil ya fiLmnYa,,,,,
plzzzzzzzz……duongg…..yg jd fahri jgn feri nuril dong..kayanya kurang pantes…aturannya cari pemeran yg bnr2 bs dijadikan idola yg baik.. cari yg imagenya beriman…yg alim…
plz deh jg feri nurilll….
ya semuanya pada kasih komen buat pemilihan pemainnya padahal film nya aja udah proses syuting yang asli tuh pemainnya ini
aisa:rianti cartwright
maria:carissa putri
noura:zaskia a mecca
nurul:melani putria
fahri:fedi nuril
munkin gw telat baca ayat2 cinta2nya br kelar kmrn,tapi dari pd ga baca sama sekali malah parahiya kan,bisnya ceritanya bagus bgt trus gw mpe merinding2,gila keren bgt,aishanya di perankan rianty kyna ga mesir2 amat deh wajahnya,trus ko nouranya zaskia seeh kan noura asli mesir,zaskiakan wajah indonesia bgt,..trus ceritanya jgn terlalu jauh dari bukunya ya,..ntar malah ga seru lagi..tengkyu sorry klo salah2 kate..hehe
amazing
kalo bisa pemerannya jangan Fedi Nuril. kayknya g cocok deh sama karakter fahri, dari mukanya aja udah g kliatan. trus jangan sampai ada adegan yang diluar sar’i seperti pegang2an tangn. coz bisa ngerusak nilai2 islam dan novelnya apa nanti tidak tercemar nama baik pengarangnya atau novel itu sendiri. udah gitu orang Indonesia kalo bikin film suka gak menarik. Terkadang malah ngerusak. banyak yang ngejiplak plus ditambah2in n dimodifikasi. kita punya usul, gimana kalo pemainnya jangan artis yang udah terkenal, kalo bisa yang bener-bener orang2 baru di dunia perfilman, misalnya tokoh fahri diperankan oleh mahasiswa yang benar2 hafal al_Qur’an. dan para pemainnya dicasting.
Ass,
Zaskia ga cocok bgt jd peran Noura…
Noura kan orang mesir….,jd klo mnurut saya lebih baik yang memerankan Noura benar2 wajah mesir.
Zaskia kan mukanya indonesia bgt tuh…ga ada mesir2nya…
thank’s
Wass
ass
mending yg jadie fachriny indrabekti
yg jadi marianya addies adelia
yank jadi nouranya siti nurhaliza
yang jadi aishanya kiki amalia
hehehe
boonk denk bcanda…
udah cocok ah…
suksess bwt filmnya
doain biar bisa nonton
wassalam
yank ga stuju fahriny fedi nuril..
“Oleh sebab itu pemilihan Fedy Nuril menjadi Fahri adalah hal yang menurut saya tepat. Dalam diri Fedy ada keraguan dan kepolosan. Fedy bahkan tidak mengerti bagaimana meletakkan kakinya pada saat tahiyat akhir. Tapi justru dengan begitu, Fedy terlihat berusaha. Fedy yang tidak sempurna mencoba belajar menjadi sempurna. Kebanyakan yang casting menjadi Fahri, salah menafsirkan Fahri sebagai sosok religius. Mereka menampilkan diri mereka sangat suci. bahkan ketika melantunkan satu ayat, terlalu over dramatic sebagaimana ustadz-ustadz yang ada di TV dan Radio. Padahal tanpa mereka berbuat begitupun, sesungguhnya ayat Quran sangat Indah dan menyentuh hati.”
dikutip dr blog pribadi hanung bramantyo
ass.
Novel ayat-ayat cinta mau d filmkan?? wooowww
tapi kyknya gak sesukses novelnya ya, abiz pemainnya gak mendukung sich bnyk yang ketuker.
Zaskia as Nurul
Rianti as maria
trus aishanya asli mesir gtu lho
fahrinya juga, katanya imege pemeran fahri gak sebaik tokoh yang dimainkan yach!!!
tapi semoga aza filmnya juga sukses!!! amien
CamLekom…
Kapaaan Sech…..Pelemnya???????????
Pas BaNgeetzzzz…Peran2 nya Piiiii….
Peran Aisyah ntuch…Hrus BneL-Bnel miLip ma Ais Yg di bukunya…
Fachrinya pas banget si Fedi NuriL
Yg Laen juga Mantaaaap…!!!
Nyang Pasti di Tunggu Movienya….
KumcaLam
harus bagus yeeee pilemnya… aku setuju banged kalo peran nurul di ganti zaskia a mecca pas banged sama di novelnya.. kalo jadi noura kayaknya tampangnya ketuaan, Noura pantesnya Nia Ramadhani seep lahh
ya ampun, ternyata banyak juga ya yang ga suka pemeran fahri itu fedi.
termasuk g juga c.
g membayangkan sosok fahri itu yg perfect banget sebagai seorang ikwan. tapi napa fedi??? waaaa….. buyar sudah lamunan….
g pikir yg jadi aisha c rianti, ko di konferensi persnya c rianti pake cadar c???
maria kan ga berjilbab, palagi cadar.
bingung ni
tp scr keseluruhan c, g suka banget ma novel ini. g harap filmnya ga ngecewain yah….
ayat-ayat cinta novel yg BAGOOOOOZH…..
hehehehe…..
denger2 mo diputer ramadhan ini, tp mungkin terlalu kejar tayang, jadinya diunru. ga ngerti c ap alesan sbenernya. tp katanya bakal di launch sekitar idul adha
sperti harapan qt bersama, mudah2an tu pelem sesukses novelnya.
amin
Q mo NanYAa…,, nTi fILM na pake bahasa pa ya?? Bahasa arab pa Indo?????>>>> sapa ja yanG tAU tol0NG jawAb yupz…!!!
ga da yng co2k tuk peranin ayat2 cinta
cz sangat sempurna tokoh di ayat2 cinta
dri akhlak smpek sfatnya
tokoh yng memerankan tu harus/minimal sama seprti di kehidupan nyata nya
cz nnti kan d buat contah yng melihat film tu
Semoga Kang Abik benar-benar terlibat dalam pembuatan film AAC sehingga tidak mementahkan makna dan pesan yang ingin disampaikan-’Islami’- Harapanku adalah film AAC mampu menjadi contoh film cinta yang tidak ‘murahan’.
semoga sukses.
muw nnya dunks carissa putri(yg jadi maria) tuw yang mana yah??? orang indonesia bukan???,,tuz jadina kapan tuw film pengen buru2 nnton neyh!!!!!!!!!!
“Yah… dari AA mah, novel yg dijadiin film mah udah biasa, tapi aa secara pribadi berharap moga-moga film inih jadi tontonan segar sekaligus tuntunan yg islami, aa berpesan kepada semua pemeran/artis ACC supaya film ini jadi sarana tarbiyah/pembinaan pribadi supaya hidup jadi “orang seleb” tidak menjadi “materialitis/orientasi dunia sajah”, tetapi bervisi kepada kebahagian hidup di akhirat. ”
Subhanalloh,
Kapan atuh film AAC ini bisa AA tonton?!?
Assalamualaikum,,,
Aku nih salah satu penggemar berat Ayat Ayat Cinta…
Alhamdulillah,aku ikut seneng Ayat2 cinta mw difilmkan. tapi aku kurang setuju sama pemainnya. terutama Fahri. mending yg jadi Fahri Tommy Kurniawan aja. Soalnya tommy itu aktingnya bagus, tampan,pinter ngaji, baik, alim, ga neko2 dan insya Allah sholeh… cocok jadi Fahri. .
oya, kok aku belum pernah denger komentarnya Kang Abik soal pem-film-an a2c ini?? apa Kang Abik dah setuju sama pemain2nya??
generally,,,
semoga sukses!!
Good Luck deh!!!
Syukron.
Wassalam
assalamualaikum…
du…du…du…
banyak bnget pro dan kontra buat A2C yang mo dibikin film…..
padahal filmnya blon jadi,pa lagi klo filmnya dah ditayangin dibioskop?!
klo kang abik dah setuju dibikin film,pasti mikirin tentang hal-hal kaya gitu(adegan suami-istri),jadi tenang aza…..
trus masalah pemaennya,bang hanung pasti tau yang terbaik…….
buktinya dia bisa bikin film sekocak “jomblo”,dan ngangkat orng biasa kaya ringgo jadi orang seterkenal sekarang……
klo masalah rata-rata banyak orang kecewa karena novelnya lebih bagus daripada filmnya(kaya hrry potter,dealova dll) yah… wajar aja,kan susah nyari orang yang bener-bener sama kaya apa yang dikhayalin,trus g semua hal bisa divisualisasiin…..
pokoknya,KEEP FIGHTING buat bang hanung,btw bang hanung masih muda banget yuA,tapi dah punya istri ya??hiks..hiks…
huehue….kidding.
wassalamualaikum
mas aku dah ga sabar ni pengen bgt mau lihat film ayat2 cinta..
karna sangat ingin mempunya cewek seperti aisah,,,
mas klo bs cepat ya buat filim yaa..
pasti aku org pertam yg nonton film itu,,,
heeeee,,ee
good luck ayat2 cinta..
Syukur ke hadirat Allah SWT kiranya klo layar lebar Ayat – Ayat Cinta selesai dirampung…………InsyAllah. Saya hanyalah salah satu dari sekian banyak peminat/penggemar Novel Ayat -Ayat Cinta.
Cuma klo saya boleh saran, pembuatan film Ayat-Ayat Cinta hendaknya memiliki pemrosesan yang panjang dan matang, yang dihsilkan dalam film tersebut bukan penampilan, ataupun penampilan artis-artisnya, yang palng pentng adalah hakikat dari novel Ayat-Ayat Cinta yang mampu membersihkan dan menyirami hati dan jiwa yang kusam menjadi suci kembali.
Terus terang, jangan karena nila setitik makna pada novel ayat-ayat cinta tidak bisa tangkap pada layar lebarnya…penokohan dari setiap tokohnya seharusnya benar – benar melalui proses audisi yang sangat sulit, karena menurut saya nggak ada salahnya pihak manajemen meliat format – format baru yang mngkin lebih bagus daripada artis yang ada.
Sebelumnya klo ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan.
woooow,,,
byk bnerr yakk pnggemar na ‘ayat-ayat cinta’….
saluut”..!!
oiy, skadar saran ne…
pmeran fachri na gagh asik ahh.. masa fedi c,,?? gagh naq bwt dpandang!!(haha,, para bgd yakk??) yang layn gtu,, spa ke(tdi da yg ngusulin c tommy k jja,,, bih cck tuhh!),,,,
gwe stujju bgd klu zaskia jdi nurul!!!! hidup nurul!!! hwahaha…=D
trudz yg jdi maria na rianti(npa gagh gwe??!),, lmayan laHh….
nD dtgu yakk film na..
jgn mpe gagal yoo….
hrz bguss,, kyk novel na…….
(oiyy, c melani putria singkirin jja tuhh, gagh cck jdi spa”!!)
_niz_
wow nice bgt tuh ayat2 cinta
aq da usul neh
fahri > dude harlino (coz orgx religius )
maria>rianti
aisha> egypt actress
noura>nabilla aza(coz dy kayak org arab)
nurul>zaskia(co2k deh dy kan alim)
jangan fedi nuril coz dy kan islam ktp
klo zaskia jd noura ga co2k soalx hrs lepas jilbab n zaskia tuh rambutnya ga pirang jd nurul ja deh co2k bgt
q tunggu neh good luck
wah….asyik, seru banget neh da filemnya.
mudah-mudahan imej pemain sama yang di novel sama ya…kan klo beda jadi hilang keindahannya…
mas aku tunggu ya karya lain-lainya.
takbir buat mas…ALLAHUAKBAR…
setuju..mudah2an set filmnya ngga keluar dari jalur. zazkia ngga cocok jadi noura, ntar diperkosa bahadur lho?!
sekalian nampang…..!!!hehehehe……..
buat aq sapa aja yang meranin tokoh di ayat-ayat cinta harus bisa menjiwai karakternya.
apalagi kalo yang jadi fachri emang bener2 fedi nuril…..
wah….. I LOVE HIM!!!!!!!!!
meski dy ga dapet peran di film ini aq tetep suka ma dy.hahaha…….
ikUtAn YaWH
pElem’nyA kapaN siy?
bUrU aTuCh
wat pmeran’y nieh….mending yg meranin nOuRa iTu NaBiLa SyAkIeB
….
mungkin Gak ada orang seperti mereka-mereka seperti A2c
menurut g, pemeran2 tu kurang cocok. di ceritanya itu kan semua karakter wanitanya benar2 tubuhnya ditutup rapat, tidak setengah2. jadi, kita terlanjur men-judge mereka yang telah berjilbab seadanya sehingga akan mengurangi nilai ceritanya. saran saya, cari aja pemain baru yang benar2 berkarakter seperti itu atau paling tidak penonton tidak tahu latar belakang penampilannya sebelumnya sehingga para penggemar novel ayat-ayat cinta tidak kecewa…wasalam, sukses!
Subhanallah deh…
sejak baca ni novel, aku jadi ga anti novel lg ne. biarpun telat bacanya, tapi kalo telat nrima ilmu yang ada di Ayat ayat Cinta kayanya ngga deh.. coz ga ada istilah telat nrima elmu kan bro!
thx 4 Kang Abik, bravo!!
buruan donk film na …………….
udah ga sabaran mau nonton nich……….
Emang klo pemainya diganti masih bisa? Syuting mah udah jalan. Doa aja deh biar filmnya gak mengecewakan alias jadi pencerahan.
Fahri+Aisha= cocoknya Tengku Firmansyah-Cindi fatikasari coz suam-istri and biasa main film islam,cocok kan klo agak mirip ikhwan)
Maria = Rianti C (cocok hampir mirip dg ciri2ny)
Noura = Nabila Syakieb (soale cantik bgt tuh none. apalagi idungnya!Arab banget)
Nurul = ni baru cocok diperanin ame Zaskia Mecca. Alim getoh!
Jzk!
Kpn mulai tyang??
Saya nggak ngomentarin para pemainny, tapi filmny harus sesuai dengan Novelnya ya……saya yakin pemain yang di tunjuk adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan yang lebih…….di tunggu……………cepatan ya………
ass……………………film nya kapan……………..tayang…………..?????????
kapan donk tayang? ko lama bgt seh,ga sabar neh pengen nonton, gw yakin pasti filmnya bagus banget,mas hanung gitu loch!
yang jadi Aisyahnya sape donks, menurut gw Rianty Cartwright cocok banget jadi aisyah, coz dalam novel digambarkan klo Aisyah itu blasteran Jerman, Mesir, dll. yang pastinya cantik banget donk, setuju ga?
Lho? Gak salah nih ya… si Rianti meranin Maria? Gue pernah liat liputan syuting nya di infotainment, si Rianti acting nya pake cadar gitu… lah yang pake cadar kan si Aisha?
Menurut gue Rianti justru pas banget meranin Aisha, secara digambarkan di buku kalo Aisha kan cantiknya Arab rada2 bule gitu.
Tentang Noura yang diperankan Zaskia, gue setuju sama yang laen, gak cucok. Noura kan asli Mesir berkulit putih & berambut pirang (bayangan gue jadi ra da bule).. sdgkan Zaskia kan Melayu bangets…………
Kalo peran lain2nya no problem deh… moga2 film nya sebgaus bukunya. Hanuuung, jangan kecewain pecinta novel AAC ya….
Semula saya berharap, yang bermain bener-bener orang baru, sehingga karakter dalam novel terbebas dari image kehidupan nyata pemain-pemain ini.
Saya ngga rela .. kalo pemeran Fahri, di film ini begitu hanif .. namun ketika kemudian ia bermain di film lain, ia memerankan tokoh yang jauh dari Fahri .. pokoknya Gak Rela .. Gak Rela ..
Seperti novelnya, bukan novel biasa .. Saya pun berharap kalo difilmkan, filmnya pun, bukan film biasa …
Tapi mudah-mudahan kang Abik dan sutradara dapat menjadikan film ini menuju jalan kebaikan ..
Ass… Alhamdulillah… ternyata Ayat-ayat cinta di Film kan juga, saya optimis Insya Allah Film ini merupakan Film yang mendidik hendaknya… karena melalui film ini tersurat, maupun tersurat pesan yang membangun ke imanan pembaca Insya Allah..
Wass…
Ikut koment dunk!
di filmkannya ayat-ayat cinta adalah berita yang paling menyenangkan ditahun ini. ga sabar nunggu penayangannya. semoga aja para pemainnya minimal dapat berperan sesuai dengan gambaran kang abik di novelnya. tapi syukur2 lagi kalau dapat lebih hidup. bwt fedi pasti gak gampang jadi fahri yang perfect.tapi ka yakin fedi bisa.
untuk pemeran Nurul memang cocok saskia, dan bwt aisha setuju banget kalau dari luar. tentunya sesuai dengan latar belakang negara tokoh aisha.
sukses bwt ayat-ayat cinta!
Kalo zaskia jd n0ura,masa mesti buka jilbab??!!
noura kan ga buka jilbab??
Aku setuju tuh yang jadi noura : nabila Syakieb or Nia Ramadhani aja. Zaskia as Nurul aja dech…
aduh syg bgt,Q bnr2 nyesael coz Q br bc novel ayat2 cinta itu mNgu ini pdahl crta na bgs bgt..
mnyentuh hati pdhl Q pLg bNci bc novel tp stlah bc novel ini Q bnr2 sdih bgt,Q trharu dg perjuangan fahri,fahri brintung bgt dapatin aisha..
skarang umur fahri tu brp th sie?!
kpn film na kluar??!
smga succes ya,,
Q doakn biar cpt kelar…
amiiin,,,,,
Novel ini memang menggugah, semoga filmnya mampu mengekspresikan imajinasi penonton yang pasti perbeda saat membaca novel. Sementara di film semua orang dihadapkan pada satu imajinasi, karya sang sutradara. Nah…Om Sutradara, pesan saya, si awam film, tolong jangan dirangkai ceritanya seperti sinetron kebanyakan yang bergaya india-indiaan.Ayat-ayat cinta bukan sembarang cerita, tapi tuntunan akhlaq umat manusia. Sang penulis gak pernah melukiskan hubungan lawan jenis dengan vulgar seperti sonetron kita yang lebih berani dari bangsa Barat. Tolong itu dijaga. Walaupun itu adegan antara Fachri dengan Aisyah sebagai suami istri. Penulis hanya mengilustrasikan saja dengan bahasa yang indah………
Soundtrack yang ngerjain Melly Goeslow & Anto Hoed, dinyanyiin oleh Rossa
Klo mau liat trailernya berikut linknya
yaah… filmnya sudah jadi gt… minggu dpn kluar kan…
zaskia emang tmpangnya kurang cocok… tp, dia sbenrnya ada kturunan arabnya jg lho… siapa tau dia meranin dgn baik kan… apalg tentunya dia dah bkerja dgn keras…
kita sama2 tunggu aja yah filmnya kluar…
oia, yg sharusnya syuting di Mesir gak jd… yg aku tau, mereka justru syuting di INDIA!! krn dana kurang.. haha… n gak smua pemerannya ikut.. beberapa cast doank… yg lain syuting disini n akhirnya di edit deh jd seolah2 di 1 tmpt..
sekian …met nonton smua nya
makasih bwt link youtubenya.
trailernya bikin merinding, karena saya jadi teringat dengan adegan dari novelnya yang bikin hati saya gerimis.
tapi sepertinya shootingnya di indoor dengan lokasi set buatan yah? padahal saya sudah berharap bisa berwisata mata di mesir lewat film ini.
terus dialognya jadinya pakai bahasa indonesia? padahal klo pakai bahasa arab (seperti di bukunya) kayaknya romansa nya bisa lebih dalem yah.
pemakaian zaskianya juga kayaknya jadi mengurangi?
tapi fedi nuril nya pas,yang meranin aisha nya meskipun bercadar tetep cuantik.
dan saya tetep bakal nonton film ini, dan promosi abis-abisan, demi kang abik.
demi fahri!!
ass……
btw,,,kpn nich ayat-ayat cinta nya kluar….!!!!
coz,,,ana um boscho dah nda sabaran…..
slam yach buat semuanya……….
ass……………..
wahhhhhhh ga sabaran deh nonton dijamin tiketx bakalan abis.
insya allah film ini bakalan mendidik remaja dan buat nambah smangat baca al qur’an
ass………
film ayat2 cinta!!!!!aq udah g sbr nich mau lihat si guanteng(fedi )!!!!!n que jmn pasti nanti tiketx laris muannnnniis!!!! btw filmx kpn keluar????
aLLoooooooooowwwwwwwwwwww…….
wuaaaaaaaaaaaaahhhhh……senneng banGGet akhirnya film ayat2 cinta kLuar juGa!!!!!!!!!!
apalagi yang jadi FAHRIx fedy NuriL!!!!!
jd g sabaran nuG9u filmX masuk di Te0!!!
Fedyyyyy I LoVinG u Sooooooo mucHhhh!!!!
mmmuuuuaaaaccchhh!!!!!!!!!., (>_<)
assalamualaikum yaaaa…akhiii yaaa ukhtiii
nonton bareng ayat 2 cinta pasti seru bgt tuh apa lg ma pemain nya yang cute n sweeeet
aslm,siapapun pemainnya ga masalah.yang penting filmnya bermutu dan tetap menjujung nilai islami.jangan sampai di filmnya ada adegan yang tidak islami.cos nih film kan dinanti orang banyak.jangan sampai filmnya justru mengandung hal2 yg ga bagus dan ngerusak tokoh2 yg ada pada novelnya.
waslm
gw ga sabar mau nonton film ayat – ayat cinta…
mudah”an filmnya bisa sukses besar…
aduh gw telat tau klo AAC mo di bikin film….
klo ga kan gw bisa ngelamar…
kali ajah bisa ikut casting jadi satpam apartemen…
kan kyaknya bangga banget bisa ngelindungin aisha dari polisi mesum….
sukses kak abik.. and sukses aa’ sutradara…
SUBHANALLOH WAL HAMDULILLAH WALAAILAAHAILLALLOH WALLOHUAKBAR
salam. i would like to know what is the name of the AAC’s songs. yg dibawa oleh melly tu. =]
Yang nyanyi Rossa, tapi yang ciptain tuh Melly, judulnya Ayat-Ayat Cinta….
udah bisa didownload kok
wis ra sabar nunggu filme di puter neng bioskop…
kang Hasan tau ga artinya?…..
cukup skali ni nginjak lante bioskop just 4 AAC, tp kalau da yang bagus lg n sedasyat AAC bolehlah
@ siti dj
yo aku ngertilah opo sing ditulis, aku yo jowo, mbak
emg kl k bioskop knp?
ya mudah2an cepat ter realisasi tuh pembuatan FilmnyA
Penasaran Pengen Lihat Versi Filmnya…!
ass…………kapan nech film A2C mw diputer nggak sabar ney mw nonton………
katanya seh desember mau deket idul adha dan tahun baru
premiernya…..
kenapa saskia jadi naura wew gak cucok
mudah2an kita tidak kecewa dengan filmnya terkadang sedikit berbeda dengan novelnya….
setuju gak stuju yah ntar lagi mau di puter…..
yah nikmati
assalamualaikum………..
ade dpt info, kata’y sih film ayat2 cinta bakal dirilis 19 des ntar
dah ga sabar pengen nonton
Lia Tungguuuuuuuuuuuuuuu FilmNya!!!!!!
CePet2 KeLuar Dunk,,
di Bioskop cuma ada Gambarnya teruS Cooming soon ComiNg SooN Aja
Cepetan udah gak tahAAAAn
SoalNya NoVeLnya KHan Keren bgt,
Jadi Pnasaran FilmNya decH!!!!!
tanggal 19 entar filmnya dah tayang…..,
tapi sayangnya pas 1 hari sebelum idhul adha…, jd
pada pulang kmpung smua……,
untuk tokoh Fahrinya ma aku ga bgitu cocok…,
dalam novel si Fahri khan lg menempuh S2, jadi
terkesan aneh kalo yang meranin si Fedi, mnurut aku
dia masih terlalu muda !!
lagian dalam novel si Fahri di gambarkan sangat
sederhana, n ga cakep2 amat…
si Aisyah, Maria, Nurul, serta Noura tertarik pada
Fahri karena Iman dan Akhlaknya yang Buuaaiikk…
kalo si Fedi sich terlalu cakep, tiap cew juga mudah
suka ma cow ky gt….
skian trima kasih…!!!!
Asslamu’alaikum wr..wb..
Nimbrung ah..!
Emang ini film yang ditunggu-tunggu, fenomenal bget, sampe2 gw mewek2 bacanya.. hehehe..
Mungkin sekedar usul aja..yah boleh diterima boleh ngga.. buat yang akan nonton film ini, bagaimana kalo kita memakai baju Islami, yang co pake baju koko or kemeja dan yang ce pake jilbab ato bahkan gamis. Agak aneh memang kalo nonton dengan dresscode sperti itu, tapi ini adalah tontonan yang berbeda, tontonan yang Islami. Gak ada salahnya pula kalo kita memakai pakaian yang Islami. Malah menurut gw justru kelihatan keserasian, kekompakan dan kekuatan Islam disana. Kita harus bangga kalo Islam juga punya sesuatu yang bagus untuk diceritakan dan ditonton, gak kalah dengan film2 hollywood sana.
Malu ke mall pake baju koko or gamis?… ngapain malu?
yang bajunya sobek2 or kurang bahan aja (auratnya kmana2) nyantai aja tuh!! hehehehe….
Ditunggu tanggapannya dari tmen2 yg laen!
Assalaum’alaikum.wr.wb? waaaah klo memang bener kapan nih? pembuatannya. Ayat2 cinta merupakan cerita yang alur ceritanya kg rincu. pokoknya aku suka banget nie? kapan di filmkan…………………………………..????????????????????
Alhamdullillah………………
wah…..akhirnya film A2C kluar juga
Seneng…………………….BGT
moga’-moga cepat di putar di padang
pengen BGT ngeliat sosok Fahri
Dan moga-moga Filmnya ga’ ngecewain
Amin………………..
Salut BGT bwt kang Abik
Ass…
hemh..gmn y?
berharap sih film nya sefenomenal novelnya…
Tp…kLo lht pemainnya…jadi ragu…
Ya…mdah2an ga ngecewain lah…
salam ya buat fachri nya
hehe fachri q masih di angan nehhhh
assalamualaikum wr wb
Siapapun yang maen film na..
Moga2 aja tidak melunturkan nilai-nilai yang ada dalam novelnya yang fenomenal
tp gw jg mau tuh jd fahri
top banget ceritanya…
sekali baca g’ cukup…
dua kali baca pengen nambah…
tiga kali baca ketagihan…
asyik banget….
Ass…..
WacH kayaknya seru nich akn dibikin filmNya…………
Dibuat dLaM bUkU aj ResponNya Udah RaMe bGt……
Aplgi fIlmnya y…………
Pokoknya mau film atau buku ………….
Gw tetep stia am Ayat-ayat cinta
AYAT-AYAT CINTA the best dch…………
klo menrut qt critx topppp buaanget
pengen bggt dech qt pux suami kyk fahri…
ada pa g ya orang di indonesia yg kyk dia…???
dari ank2 pnghuni x-g smansa pamex
ana bikhibbik fahri
pokoknya yang cocok banget tu….:
fachri : attalarick syah
aisah : carissa putri
maria : rianti catwright
noura : nabila syakieb
nurul : sazkia mecca
liat trailernya aja udah greget,,,tapi timbul tanya juga sich, sama gak ya dengan yang di novelnya…?….kayaknya bakal kejawab kalo udah nonton filmnya nech……….
hidup ayat-ayat cinta ,,,,,,!!! hehe,,,
oya ada yang lupa…kayaknya sosok fisik fahri yang difilmnya cukup menggambarkan yang di novelnya….black sweet, tampang jawa dan indonesia bangetttttt….
tau dah siapa namanya…kenalnya yang di iklan rokok……..
Aww.
WOW!!!!
asli,,baca novel2 kang abik bs bner2 nambah kadar iman,,,, setidak2nya aq bisa sadar akan keagungan cinta milik ALLAH untuk qt rasakan….. subHanaALLAH… aq cwe yang baru ngerasain indahnya dunia islam dalam cinta,,,
buat Kang Abik,,, sukses terus,,, kalau bisa promo or buka forum diskusi di PANGKALAN BUN-KALTENG dunk,,,jan terlalu MESIR trus yg dibahas…..
jazakallah….
guYs,,, aQ dAh dA tUUuuuuh Lagux Teh Melly,, yg d nyAnYiiN Ma OcHa,,azLiii,,, TOP pisannn…..
….merci…..
mau nanya,yang adegan maria mimpi
ada pintu surga sama ketemu maria itu
difilmin ga?keren banget klo iya gmana cranya?
trus yg apartement di pinggir sungai nil
juga ada?wah kalo iya berapa budgetnya?
ass,
aq mo usul nie…
gmn klo peran aisyah aq j
aq mahasiswi Al Azhar
asli loh,hub 085649913661
MOHON DIPERTIMBANGKAN
ass…
ana sangat kagum dengan novel yang diterbitkan
oleh anta (ustadz abib)
ass….
ustadz habiburrahman, ana ingin sekali anta
datang ke smp ana di smp al-izzah-batu…
kalau anta ingin tahu e-mail ana:
lia_manisx@plasa.com
dan kapan film ayat-ayat cinta di terbitkan?
syukron
wassalamuaikum wr. wb.
Alhamdulillah,,,
AAC di film in juga!!!
Kan tmn2 yg pd g bs bli bukunya jd bs tau
jln crita AAC..,,
aq suweneng bgt AAC di filmin
Aisyah nya asli dr kairo ya?
boleh tw g namany sp?
khikhikhi…
Akhirnya AAC jd jg tayang dBioskop…. btw, Aisyah na sapa ya?
asLi penasAraN buAngeT neH..
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah Film Ayat-Ayat Cinta Akhirnya selesai juga proses syutingnya.
Saya YAKIN sudah banyak yang menunggu film AAC ditayangkan!!!
Dan jangan heran klo nantinya pasti jadi film terlaris (INSYA ALLAH, AMIN…).
Biarpun banyak banget yg ga setuju dengan pemeran-pemeran di film AAC yang katanya salah artis.
“Aisyah itu harusnya di peranin Zaskia”
“yg jd Maria cocoknya Rianti”
dan bla bla bla….lainnya,
Tapi…..
Semoga dari film AAC ini Kita semua bisa mengambil ilmu yang ada.
AMIN AMIN….
Sukses terus… untuk Kang Abik
terus berkarya
ditunggu novel-novel baru lainnya
Wassalam
assalammu’alaikum wr.wb
gileeeeeeee ane tlatz bgt tau AAC dfilmin maklum dr derah geto…
hiks……hiks…..hiks….sedih ya??????
tapi gak papa yg pnting dah tau.
BUT….yang jd aisyahna capa???????
denger2 originil from KAIRO yach??
saluuutttt!!!!!!!!!! wat kang abik bner2 dah te o pe be ge te
moga aja film AAC bisa bikin Qta nangis bombay n terharu banggetzzz.amieeennnnn!!!!!!!!!!!!!
assalamualikum wr wb
sungguh indah prosesi cerita nya,sungguh indah kata katanya,sungguh indah contoh perikaku yang di tunjukkan, sungguh indah kedewasaan yang diberikan, sungguh sungguh cerita yang dapat di jadikan suatu refrensi kehidupan.
Salutlah… semoga semuanya berjalan lancar saya berharap Mas Hanung dapat mendiskripsikannya dengan baik walaupun ada pengurangan dan penambahan cerita.
Dan saya berharap semoga sipengarang “kang abik” bisa diikutkan sebagai pemain meskipun sebagi figuran. saya ingin sekali melihat profil beliau. Ko bisa yah membuat novel se indah itu??…
Kalau diberi kesehatan kami (istri & teman kerjaannya akan berduyun-duyun menonton filmnya… karena jarak kantor ke 21 kelapa gading relative dekat).
cocok banget tuh kapan ya in the cinema
siapapun yg jd fahri, aisha, maria, nurul, noura…ane kaga’ peduli,
yang penting yang jadi Si Hitam Bahadur harus TUKUL ARWANA…puas…puas…puas!!!
EEH ktanya tgl 19 des skg film AAC premirenya…
tp ko ga ada??????
di comingsoon ja gda…
uuuh jd aja nntn film laen!!!!!
uuuh..
kpn dunk???
aqu udh ngu2 nec!!!!
alhmdlh akhirnya da juga fil layar lebar yg islami..
tapi jangan sampai melenceng dari novelnya dan kaidah ISLAM sendiri.
tapi saya merasa film AAC ini terlalu di paksakan untuk ada. yang saya takutkan bagaimana ntar proses syutingnya?kan ada adegan2 yg gmn gtu….
bukankah kan melanggar syariat islam sendiri?
tapi jujur saya sendiri PENGEN BGT nontonnya?
kira2 ntar sefenomenal novelnya gak ya?
Aslm…
wa….h.. karya yang bnr2 Ruarrrrr biasa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
KEREEEEEEEEN ABIIIIIIEZZZZ….
(dah, itu aja.hehehe…, abieznya sampai gk bs ngomong lagi ci…)
beneeeerrr….
ko di bioskop blum ada c?????
ktnya tgl 19…
klo kta gw..
sazkia gag cocok jadi Nour lebih pantes jd nurul. .
truz riyanti dah pas jadi aisha. .
alo d plg belum ada loh film nya………
kpn dong……
ana sudah ga’ sabar
Jangan terlalu maksa dengan pemainnya…! NG ada yang perfect dalam hal apapun di dunia ini…
Coba pikir, siapa artis co indonesia yang alim banget?
…… ng ada khan? jadi terima aja lah
Coba pikir lagi, sapa artis indonesia yang pake jilbab trus berwajah indo?
…… ng ada kan? jadi terima ajalah
Coba pikir, kalo masang artis baru yang belom terkenal apa bisa ngejamin bagus filmnya?
…… akting aja mungkin masih gugup, trus kita penonton ng akan dapat chemistry nya karena buta terhadap si aktris..
iya ni katanya tgl 19 des serentak ko g ada si……?sebel dechhhhhhhhhhhhhhh
alooo semua .. gw jg lagi nungguin neh film nya katanya lagi dicekal bener ga seh…???
promosi dah gencar katanya tanggal 19 tapi kok ga tayang2 yah…!!!!!
Ikut komen ah, 208 orang yang komen itu menunjukkan tren positif keinginan umat akan perbaikan perfilman indonesia. Kita udah bosan ama film2 murahan yang ga bermoral.
Mari kita kembali kepada jati diri bangsa indonesia yang penuh harga diri, bermoral tinggi, dan dengan kekayaan alam yang segini banyak, saya yakin indonesia bisa jadi bangsa besar!
Ayo berkarya.
asw…
trailernya udah ad bnyk d youtube…
keyen bgd…
Ass.
Kayaknya filmnya chico abiez deh!
Good luck ya buat Ayat – Ayat Cinta.
Kalo bisa Ketika Cnt Bertasbih difilmkan juga yah!
Kang Abik always good luck yah buat karya – karyanya!
ass.mana nih film AAC.td ana ke BSM mau nonton beli tiket ehhh ga ada.jadi pulang lagi deh.kapan sih ditayangin di bandung
afwn sebelumnya…
Kalo menurut saia semua pemeran dari film ini harusnya seseorang yang mampu memahami isi dari apa yang ingin disampiakan oleh Mas Abik, baik itu dilihat dari segi keislamannya atau pun dari kultur budaya yang ingin disampaikan. jangan asal memilih peran yang dilihat dari bagaimana ia dimata masyarakat, tetapi sejauh mana ajaran islam telah mereka fahami dan amalkan.
mungkin Mas Abik sendiri mempunyai calon pemeran yang cocok untuk masing-masing tokoh, walaupun itu bukan dari kalangan artis, tetapi lebih baik begitu daripada publik figur yang pemahaman keislamannya minim….
afwan jiddan, saia tidak bermaksud merendahkan, mungkin ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan….
ass
kutUnggu dg sEgera ayT2 cInta
cpT tRbit e bIoskopnye
wass
katanya tgl. 19 dah tayang, tapi ko sampe sekarang belum ada si. padahal dah ngerencanain nonton bareng keluarga jadi gagal deh. kalo kaya gini penonton bisa KECOA nih! eh salah KECEWA maksudnya!!!!
tapi film AAC ini harus jadi tayang ya!
aku pribadi dah seneng sama pilihan pemainnya, ga penting si siapa yang main asal dia bisa membawakan peran ini sebagus novelnya itu aja sudah ok!!!
segera tayangin ya!!! dah banyak banget yang nungguin!!!
lho kata temen2 kmaren launching tanggal 20 desember tapi kok ga ada ya……………………
ia pokoknya harus tayang ya
nova tungguin pokonya.
moga moga yang meranin bisa pas banget.
n bisa menjadikan inspirasi buat saudara muslim kita lainnya.
amin.
Saya tidak yakin jika Novel AAC ini difilmkan akan sebagus Novelnya,tp jika digarap dg serius dan diperhatikan dari hal2 yg sangat detail mudah2an akan melebihi novelnya. Apalagi jika pengarangnya yg tak lain adalah mas Abik dilibatkan dalam pembuatan film AAC ini,termasuk pemilihan tokoh2nya. Saran saya setiap tokoh harus benar2 mewakili apa yg tergambar dalam novel,ebelum syuting sebaiknya setiap tokoh benar2 harus digembleng agar sungguh2 menghayati perannya masing2. Terimakasih,mohon maaf jika ada salah kata.
huaowwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww
kmrn niat banget nonton ayat2 cinta alnya denger2 premiernya tgl 19 eh g taunya di tunda
padahal kmrn da keluar masuk 3 bioskop
jd deh gm dapt capeknya doang
tp g pa2 jg ditunda kan masih bisa nontn lain waktu asal g terlalu lama nundanya
……………………………………………………..
buat kang abik
salut bngt deh ma karya2 nya
btw kapan neh novel ketika cinta bertasbih 2 keluar
da g sabar pengin tau endingnya
ass,,,,,,
novelnya keren bgd,,,,,,,,saya aja yang dulu ga pernah suka sama novel karang malah tergilagila,,,,,,itu smua krna novel AYAT AYAT CINTA
ga bisa diungkapin sama kata2 dech
kreeeeen abizzzzzzzzz
ditunggu bgd filmnya
kalo novelnya seh bagus ampe bikin nangis.walau itu cerita bohong dan dusta.tapi ada nilai-nilai yg terkandung di dalamnya.ampe ngerasa bersalah selama ini maksiat mulu,he….heh…eh koq ketawa.kalo diliat dari sisi dakwah koq ajaran yg ada di novel ayat-ayat cinta mirip kayak yg diajarin ma LDII, tapi bedanya LDII itu dicap sesat ma menyesatkan dan novel ayat-ayat cinta diterimaa ma masyarakat umum.bukti bahwa kulit pembungkus itu juga penting.misal qiro’ath sab’ah di LDII itu diajarin sejak dulu tapi mungkin masyarakat lebih mengenalnya saat dibawa di novel ayat-ayat cinta.kalo filmna wa akan banyak terjadi pelanggaran nih
memang novelnya keren abis .
tetapi yang palng keren lagi kalau sampai filem nya yang bakalan muncul di layar kaca saya pasti tunguuin (kata orang ternate “kita tara akang kase lewat itu felem”).
Assalamualaikum Wr wb,
Kpan tanggal yang pastinya ya… film AAC….
sudah nggk sabar nungguin……
Wassalam
ass. ikut nimbrung jg ach..
emh bener bgt novelny keren abis,walau cm pinjem,hehehe
sblm baca mls bgt krn dr fisiknya aja tebel bgt. tp bgt bc bab 1 pgn lanjut lg..
pokoke krn bgt aplg kl di filmkan…
eh yg aye dgr dr ttga sebelah tgl 20 des kmrn premiernya, bnr ga yaa..?? jd pgn cpt2 nonton pst rame bgt..
wassalam
assalammualaikum,
ad info terbaru nih, diambil dr web cineplex 21.
AYAT-AYAT CINTA msh comming soon.
AYAT-AYAT CINTA
” Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah. Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya. Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah
Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja. Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak. Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya
Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini?
Jenis Film
DRAMA
Pemain
FEDI NURIL, RIANTO CARTWRIGHT, CARISSA PUTRI, ZASKIA ADYA MECCA, MELANIE PUTRIA, HJ. MIEKE WIJAYA
Sutradara
HANUNG BRAMANTYO
Penulis
SALMAN ARISTO/GINATRI NOER/HABIBURRACHMAN EL SHIRA
Produser
DHAMOO PUNJABI, MANOJ PUNJABI
Produksi
MD PICTURES
Ass.
ad tmbhn info lg
http://www.ayatayatcintathemovie.com/
stlh klik web ini pst ga sbr pgn cpt2 nonton..
kpn ya…
wassalam
assalamu’alaikum
ana dach nggak sabra gimana yach filmnya dari ayat-ayat cinta……………..dach baca juga ana udah terharu banget giimana lagi kalo dach lihat film nya………………
ana doakan semoga sukses
Amin
filmnya kok diundur ya?semoga tidak mengecewakan
Inovasi baru yang Revolusioner dalam Bisnis Advertising. Cara paling Dahsyat dan Paling Cepat menghasilkan uang Milyaran Dalam Waktu Singkat!!
http://my-advertiser.com/?ref=303
ass…
wah,,,,,,,,
kok filmny d undur ya?????
pdhl kan lbh bagusan ayat2 cinta drpd beranak dlm kubur
tp kok film it c yg dluan d tayangin????
pdhl aq ma tmn2 udh janjian mo nntn
tp g pp dee..
mg aj filmny
laris, selaris bukunya
amiiin!!!
oia, OST.Ayat2 cinta nya bagus
mana yg nyanyiin Rossa
sukses ayat2 cinta
was
wua…kapan sih pelemnya beneran ada??
dinantinanti gak ada-ada…
kok jadinya Aisha-nya Rianti ya? Padahal niatnya kan orang asli Mesir….
Bukannya gimana-gimana sih, image Rianti di Jomblo bikin rada gak respect ama Aisha…
Tadinya sebelum orang2 mikir mau nge-filmin Ayat-ayat Cinta, aku ngebayangin yang jadi :
Fachri – Gunawan
Aisha – Tamara Bleszinsky
Maria – Luna Maya
Noura – Alya Rohali
Nurul – Inneke K
Wua… angkatan tua ya? Hehe…
Seru……………!!!!
( ^ _ ^ )
Jd G’ Sabar nungguy…………………!!!
wuaaa…..kapan nie launching filmnya???
aquw penggemar bgd smua karyanya kang abik. ga cuma ayat2 cinta az low!!
hehe,,,
tapi bleh ne kasih kritikan dkit:-)
jujur ne….aquw kurang suka ma tokoh utama aisyah yg diperankan ma Rianti. Dari deskripsi ceritanya az uda beda bgd ma keadaan Rianti kyk gmn?
tapi nie cuma masukan az low!
kira-kira film sama novelnya seruan yg mana yea????
penasaran uyzzz
Alhamdulillah ternyata saya pernah membaca karya yang begitu indah, begitu menyentuh, begitu membangkitkan jiwa, dan begitu merasuk di kalbu….
Benar-benar karya yang sempurna, belum pernah ada karya yang sesempurna ayat-ayat cinta yang dikemas sangat apik oleh kang Abik…I Love U kang…
Tidak salah kalau setelah membaca karya ini, banyak dari pembaca yang dibuat nangis, dibuat terharu, dibuai rasa cinta yang mendalam pada tokoh fahri…
saya yakin banyak sekali yang jatuh cinta olehnya….termasuk saya…
saya jd khawatir, bisa ga ya cerita yang begitu indah ini diperankan oleh para artis2 indonesia???ya semoga saja bisa seindah dan sesejuk novelnya, AMIEN…
semuanya wajib nonton ya!!!!
WaDuH bUkUx SeRu ABiiiZzZ!!!
MoGa z FiLmx Ga NgEcEwAiN
jD gA sAbAr nEeEeH PgEn CePeT2 nOnToN……………
ass, wah..udah ga sabar nech pgn liat filmnya…
mudah2an,, jd karya yang indah seindah novelnya… menyentuh kalbu, n… duch! speachless lah pokoknya! yang pasti T.O.P BGT SKL… yang belum baca kudu baca,…
Alhamdulillah…ane yaqin bgt nih film bakal nge-booming abis kayak novelnya, moga film ini dpt memuaskan dahaga kita akan film berkualitas. eh…btw ane udah khatam novelnya sampai 3 x lho…..
kapan donk…??
Film nya di puterin???
dah ga sabar bgt nee..
salut dweh buta hanung bramantyo,,,
di tengah2 maraknya film yang ga banyak mistis dan percintaan..
film ayat2 cinta datang,,membawa kesejukan bagi para penggemar film, islami bgt lagi,
semoga ga mengecewakan,, dan jangan jauh2 dari novelnya ya,,,
karena semua orang jatuh cinta denagn isi novel dari kang Abik..
go!! film islmi…
Ass.
Sungguh gue ngedenger bahwa filmnya akn di tayangin gue seneng banget, karna pada saat baca novelnya itu penuh dengan Gerimis air mata.hiks…n.n
Semoga Film yang di tayangin semakin bagus dan harus rame. Awas klau g rame!!!.semua penonton akn kecewa bgt.he…
Ayo Semangat!!!
wass.
udah yg pnting qt liat aj aksi
para pemainnya…
tp klo aisha orang mesir asli (g cocok donk)
di novelkan tertulis bahwa ayahnya aisha orang jerman….
ditunggulah jehadiran filmny…
kmaren agak sedikit kecewa karena pemutaraany di tunda….insyaAllah tgl 4 ga di tunda lagi y…….
amiiiiieeennnnnn
ayat-ayat cinta,kalaupun tokoh aisha benar-benar ada semoga Allah menjadikanku sepertinya.karena aku begitu sifatnya.
insya Allah………………………………………..!!
asslamualkum
klo blh gbung, aku sempet marah dan tersinggung waktu ada yang ngomong klo fedi itu gk co2k jd fahri tp lebih cocok jadi bahadur, dan katanya fahri albar yang lebih cocok , menurut aku itu smw bullshit
klo sepengamatan aku, fedi sangat cocok untuk jadi fahri, selain karena wajah gantengnya itu indonesia banget, dan dy bisa memerankan fahri yang cool tapi ramah kpd setiap orang,(termasuk sama aku waktu meet&greet AAC dipalembang) dan imagenya pun gk pernah buruk dy gk pernah terdengar sbg playboy atau sering gnti cewek, klo menurut orang2 fedi gk pantes jadi fahri di AAC biar dy jd Fahri Didalam hatiku hehehe
Untuk yang memerankan maria itu klo secara mukanya Clarissa putrri emang cocok tapi bisa gk bc al-quran, dan image clarissa putri jg lebih sering meranin tokoh antagonis ketimbang protagonis
klo untuk rianti lumayan cocoklah walaupin aku berharap aku yang jadi Aisha (kan aku keturunan arab bo; beneran lo)
klo untuk yang meranin Noura dan Nurul kayaknya kebalik dech, mendingan zaskia aja yang jadi nurul kan orangnya bener2 feminin lembut ketimbang melanie, tapi itu menurut aku lho.
mudah2an sukses buat ayat cinta dan pesan yg dsampaikan dari novel gk berubah setelah jadi film
Assalamualaikum buat sahabat sekalian,
Saya daripada Malaysia dan berminat sekali ingin menonton filem ayat-ayat cinta yang diadaptasi daripada Karya Novel Kang Abik iaitu Ayat-Ayat Cinta.
Adakah filem ini akan ditayangkan di Malaysia?
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
indahnya perbedaan tidak akan mengurangi penasaran kita untuk segera nonton film AAC Ya kan.
buat mas Hanung semakin banyak yang memberikan masukan berarti semakin bagus jadi semangat aja ya.Semua itu dilakukan demi suksesnya film ini.Sebaiknya kita tanya kang Abik saja sesuai nggak tu kang baik dari pemainnya maupun jalan ceritanya.
Kalau aku berpendapat sih gimana kalau fahrinya asli anak indonesia yang belajar di mesir/setidaknya anak pondoanlah&aishanya asli gadis mesir trus asli nikah disitu jadi kan pasti dapat restu dari seluruh penonton AAC sekalian “Di jalan dakwah kita menikah”NURUL (ZASCIA dong)?????????????Oh ya yang besok jadi suaminya nurul kang TOMMY KURNIAWAN ya.Nouranya boleh tuh nabila pasti tambah cantik kalau jilbaban.Marianya dicari yang agak kurusan dong
WOOOOOOOW Memangnya kapan c diputarnya to film abiz’a Q dah kaga sabar nunggu Film to diputar dibioskop??? kalo menurut Q c yang pantas memerankan Film “A2C” to bukan fedi atau tommi kurniawan yang diutarakan saudara ANA diatas, tapi yang pantas adalah AKU…… BOOOOOO?????
diiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhh
kPn sew film na bklan di PuT3r
dah ga saabbbaaaaaaRRRRRRRRRRRRRR n3w fedi nurrrrillll s0 sW33t………………………………………
tapi nantinya di film-nya kan
aisha —> rianti c.
cocok nggak sih???
tau gak, pertama kali aku ngerti karakter fahri,
pikiranku langsung melayang ke fedi nuril (entah mengapa begitu)
eee, ternyata beneran dia yang jadi fahri…
hehehe
kayaknya filemnya bentar lagi keluar deh
coba cek aja ke sini:
http://www.ayatayatcintathemovie.com/
bukannya dah rilis tgl 19Desember kemaren, bener ga sih?
ass wr. wb….
buruannnnn donkkkk tayang
jgn ditunda – tunda lg ya
Ass,/
Q tuNggu filmNya.,.,
assalamualaikum
sebenarnya saya menunggu film aac, mudah2an bisa menjadi media memperbaiki diri setiap orang yg menontonnya. cuman dari trlailernya, kayaknya melenceng dari yg diinginkan penulisnya. saya menginginkan poster dan lagu2nya, jika ada yg bisa bantu, mohon hubungi saya. 081348296793 ato email a_kurnia84@yahoo.com.
makasih
saya setuju dengan terluncurnya film ayat-ayat cinta yang dapat memebirikan motifasi kepada umat muslim agar dapat menghindari dari pergaulan bebas yang sudah semakin menjadi-jadi terutama di kalangan mahasisiwa.dan semoga allah SWT mengiri hidayah kepada penonton film tersebut
Kisah di Balik Pembuatan Film AAC:
^^^^
Kawan bisa melihat artikel mas Hanung, sang sutradara film Ayat ayat cinta ini, di:
http://kawanbaikanda.multiply.com/journal/item/6/KISAH_DIBALIK_FILM_AYAT-AYAT_CINTA….._
assalamualaikum….
kok aku rada ragu ya sama ni film….
Bukan masalah bagus ato enggaknya (secara, yang megang kang Hanung), ato kualitas isinya(dijamin InsyaAllah buagus)..
Tapi tentang para pemainnya. Apa mending dicari orang2 baru aja, yang namanya belum terlalu dikenal. Soalnya ini menyangkut “reputasi ” tokoh ayat2 cinya versi Novel. Disana digambarin gimana alimnya fahri, pemalunya nurul, dan tokoh2 laen yang punya karakter kuentel dngan keislaman.
Takutnya, ntar karena image dari para pemain jadi rusak deh “karakter” tokoh2 novelnya.
kLO pake orang2 baru, seenggaknya kan bisa bersihin pikiran kita2 dari image pemain2nya, baru kemudian kita masuk ”dunia” mereka.
Assalamu’alaikum…
Subhanallah..animo untuk AAC sangat besar ya!
saya sendiri baru selesai baca novel nya kemaren, sekalian ngabisin cuti akhir taun…Alhamdulillah banyak manfaat yg bisa saya ambil dari novelnya…
mengenai filem-nya, sudah pasti akan beda dengan novelnya…sama seperti semua novel yg di filem-kan lainnya…tinggal kitanya nih, bisa apa enggak meng-appresiasi perbedaan…kalo dari mas Hanung nya sendiri…dari apa yg saya baca, Insya Allah niatnya baik kok…dan kita juga (terutama yg udah baca novelnya nih)…nontonnya harus dengan positive thinking dong
mengenai pemeran2nya..saya nggak tau deh soal kualitas aktingnya…tapi saya sih berdoa…dengan menjadi pemeran di filem AAC, Fedi, Rianti, Zaskia de el el…Insya Allah tersentuh hatinya untuk belajar banyak mengenai islam lewat eksplorasi peran2 mereka…amiiiin…
Allahu Akbar! Hidup Islam!
Semoga aja apa yang menjadi pesan dalam film ini dapat tersampaikan dengan baik buat penikmat film n bakal diteruskan ke seluruh masyarakat untuk lebih bijak menyikapi cinta sesuai dengan ajaran Islam yang indah.
Semoga Allah SWT Memberikan RidlaNya
The last, buat pecinta novel Ayat-ayat cinta ada sekeping ungkapan yang mungkin cocok untuk filmnya:
Benderang cahaya hidayah dan embun cinta suci illahi menghapus air mata lara menuju hidup damai penuh cinta.
wah seru banget ayat2 cinta bakal ada filmnya oke deh aku pasti the first penontonya
duh…..g sbr nih kpn ni munculnya
kpn sih premier filmnya?
aLhamDuLilah kLo mO d bQn Layar LeBar !!!!
Muy dRi sBg 1 oF sJuta PngGmar ayat-ayat cinTa uDah gx Sbar pNgn Cpat nNton…..
rHido aLLah mnYrtai mu !!!!!!!!
mA’at TauFik !!!!
kapan sih ayat-ayat cinta di tayangin?katanya tgl 4 januari , tp kok g ada heboh2 ya ceritanya d tv atau di internet?
Lma banget nunggu..
Filmnya nggak nongol” juga..
Gmana ne..??
Nggak sabar lagi…
Pemerannya co”k si.. tpi aq mau liat aktingnya zazkia jdi noura.. hhe..(cucok g ya..??)
Fahri=>Fedi Nuril
Aisha=>Rianti
Maria=>Carissa
Noura=>Zazkia
Nurul=>Melanie
Hhe…
Ayo cepatlah keluar hai film…
Taksabar..taksabar.. lagi..
Hhaaaa….
Smoga filmnya bagus…
Good Luck d..
wah…. gak sabaar lagi nie… Filmnya kok diundur sih?? Padahal aQ dah semangat mo nonton fiolm ayat-ayat cintanya.
Pasti filmnya bagus bangetttttttttttttttttttttttt.
Mudah2_an filmnya bisa beredar sampai ke seluruh dunia. Wah……..pasti keren tu……..
ayo donk filmnya cepet dikeluarin……..
dah gak sabar nie……..
wiuh…nih film bikin gw begadang sehari demalem……bagus banget ceritanya dalem banget deh………kasian pernikahan aisha sama fahri banyak banget rintangannya, tapi gw salut sama aisha yang mau berhati besar!!!!!
DUH GAK SABAR NIH NUNGGU FILMNYA……kira2 pake bahasa apa yah???
Ass.
cptn donk keluar film nya..soalnya aku uda g sbar ni pgn nonton filmnya,,,ku tunggu filmnyahhhhh………..
wass.
ada yang tau ga kira2 kapan ya ayat2 cinta tayang?? waktu itu rencananya desember? koq mundur2 terus sih?
kpn ci flm ayt2 cnta kluar???????
koq d jktudh tapu dbkasi lbm………..
sanie bru bca bkunya doank
Hu…hu…hu… filmnya sdih bnget……
keren…………..
bagus……………
jadi pnen dapet cowok kya fahri
he..he..he…
mg filmx g mengurangi keindahan novel ayat-ayat cinta
Assalamu’alaikum
Ane ga sabar beneran nih..
tapi kayaknya bener juga kata beberapa teman2 barusan
kok ga ada heboh2 nya ya????
padahal kan ceritanya berbobot banget..!!!
ada tentang fiqh, budaya, akhlaq,
apalagi cinta…
wuih, ane sampe ngeluarin mutiara hangat lho dari pelupuk mata…
Moga2 nggak ngecewain penonton lah..
Wassalam…
Fath_
duh…gag sabar ni pengen cped2 keluar filmnya…
hmppp….menurut aku yg cocok meranin itu :
Fahri : Fedi Nuril
Aisha : Rianti
Maria : Carisa
Noura : Nabila Syakieb
Nurul : Saskia macca
nah..baru T.O.P B.G.T tuh…..
KaPaN NIH TaYaNgnYa???????????????????
Ga SaBaR PeNgEn cEpEt2 noNtOn…..!!!!
IyA,,, ZazKia GA cOcOk JaDi NoUrA.
Oy mAsa PeMeRan si Hitam BaHaDuR
oRaNgnyA KoQ PutiH ceeH???
kLo MEnUrUt Aq NiH yA:
fAhRi: fEdi NuRiL/
AiShA: LuNa MaYa
MaRiA: RiaNti
nOuRa: NaBiLa SyAkiEb
NuRuL: zAsKiA
uh……….. g sabar ni kapan tayanganya tu film……….
ayat – ayat cinta adalah noveL yang sangat membuat pembaca betanya tanya karena bgitu terkesan dengan kehebatan sang penulis untuk membuat sebuah novel yang mampu mengalahkan harry potter
menurut aq yang cocok berperan sebagai
noura: luna maya
maria: riyanti
nurul; zaskia
fahri; herjunot ali
sebernernya q suka bgt ma ayat2 cinta dan dah ga sabar bagt nunggu filmnya kapan
q mau jelasnya dung kapan sebenernya filmnya kelur sehhh?
ma ke bioskop tag 4 januari 2008 belum ada jg sehhh!!!
Apa jangan2 blm selese shootingnya lg!!!!
Assalamu’alaikum
Gua dengar Film Ayat-ayat cinta ga bakal ditayangin
coz mas Habiburrahman nya ga puas ama pilem yang udah dibikin ama mas hanung, katanya sih ga sesuai gt dgn novelnya..
pemerannya juga ada yg diubah,rianti yang tadinya jadi maria trus diganti jd aisya…klo gua bilang sih cocoknya rianti jd maria coz matanya bening yaa cewe mesir bgt gt..
gua punya saran bukannya gua ga percaya ama film indonesia tapi pengennya gua sih eni pilem diolah ama hollywood, itu aje sih,, biar guanya puas Mas Habiburrahman jg puas kita semua juga puas..gua yakin seluruh dunia juga puas.. en filem eni bakal fenomenal di hollywood skalian memperkenalkan ISLAM pada dunia..
yahhh kita tunggua aja deh kelanjutanya gmn..
kok aq kurang suka ya novel ini dibuat filmnya…
novel ini bener2 indah dan udah tercetak dipikiranku seperti itu. aq yakin pembaca lain juga punya imajinasinya sendiri.
klo dibuat filmnya, walaupun pasti juga ga dibuat asal-asalan, tapi kayaknya bakal ngerusak byangan indah yang udah terekam di pikiran masing-masing pembaca
Waah,,,Klo Aq seneeeng bangeet deh..Klo Novel nya ‘Ayat-ayat Cinta’ di jadiin film..
Aq pasti tgu deh..
Tapi, Btw, Sapa yang jadi Aisyah nya???
N Gmn dengan Temen2 Fakhri?? Apa ada juga tuh nantinya??
Btw, kapan seh film nya akan Di putar di bioskop??
Ikha_periaang87@yahoo.com
http://www.geocities.com\ikha_periaang87
Ohy, tuk tmen2 laen sharing dong Klo ada Soft Copy Novel ‘Ayat-Ayat Cinta’…
Aq seh dah baca, tp, pgn aja dpt novel berbentuk file nya,,,
Btw, Saluut bangeet deh buat Melly Goeslaw yang dah ciptain lagu yang akan mjd sountrack dari film ayat-ayat cinta nanti..
http://www.friendster.com/mhyckha87
http://www.geocities.com/ikha_periaang87
aq seneng bnget sama novel karya kang abik yang satu ni,,
selain cerita nya latar dari novel juga bener seperti kita dpt melihat secara lngsung,,
ini barusan aku nemuin situs yang berisikan novel ayat-ayat cinta. ini linknya
http://www.isnan-nur.web.ugm.ac.id/ayat_cinta.htm#j26
tp kayaknya belum lengkap deh
soalnya total babnya cuma sampai 24, padahal aslinya total babnya ada 29. Masih kurang 5 bab….
Well, mendinganlah daripada gak sama sekali.. =)
kenapa yaw ni film ni ga keluar2 padahal jadwal awalnya tgl 19 des lho……
sebenarnya saya sangat antusias dengan ditayangkannya film ayat-ayat cinta, tapi yang perlu digaris barui adalah apakah film ini akan sama mempunyai nilai spiritual yang kuat seperti cerita aslinya? atau sebatas komersial yang sama halnya film2 lain? aktris yang memperankan menurut saya tidk mencerminkan apa yang ada di teks aslinya!!.
MAU trailernya ayat-ayat cinta? buka nih……….
http://www.ayatayatcintathemovie.com
Wah kang Abik semakin sukses ajah nih, Smoga saja niat ikhlasnya untuk berkarya dalam dakwah tetap terjaga.
Alahu akbar!
Assalamu’alaikum
Gua dengar Film Ayat-ayat cinta ga bakal ditayangin
coz mas Habiburrahman nya ga puas ama pilem yang udah dibikin ama mas hanung, katanya sih ga sesuai gt dgn novelnya..
pemerannya juga ada yg diubah,rianti yang tadinya jadi maria trus diganti jd aisya…klo gua bilang sih cocoknya rianti jd maria coz matanya bening yaa cewe mesir bgt gt..
gua punya saran bukannya gua ga percaya ama film indonesia tapi pengennya gua sih eni pilem diolah ama hollywood, itu aje sih,, biar guanya puas Mas Habiburrahman jg puas kita semua juga puas..gua yakin seluruh dunia juga puas.. en filem eni bakal fenomenal di hollywood skalian memperkenalkan ISLAM pada dunia..
yahhh kita tunggua aja deh kelanjutanya gmn..
sebenernya kecewa setelah tau siapa yg meranin tokoh aisyah krn menurut gw imej si orang itu bertolak belakang banget sama tokoh aisyah….mudah – mudahan film nya bagus yakh, ngga kaya film2 lain yang buku / novel nya bagus tapi filmnya hanya bagus gembar gembornya doank
Assalamu’alaikum
Ya Allah,nGa’nYangka Banget Ya…..,Tapi ya Qta NoNton Aja Dulu @”",,Allahuakbar!
ANtY
Ass….
Aq da nyangka klo ne novel bagus banget..apa lagi da lagunya,lagunya so sweeeeet banget,ngibarati perassan yang lagi tersakiti…
ya ampuuuun keren banget nie novel ceritanya menyentuh banget
gw salut ma yang nulis ^ _ ^
fiLm ayat2 cintA kPn sEgH…keLuarnYa????
JanJinyA pAs iDuL adHa…
tw ga dR t9L 21 Des 2007 gUe mOndAr MandiR k bIosKop.Tapi kOq mSh cOmiNg soOn jd gUe ga Nonton biOskop.coZ,gue hanyA mw nOnton Ayat2 ciNta.
kAk abiK kEren…eUy….
gUe aMpe Nangis pas di endningNYa…
kLo da kLuar kSh tw.
bg emaiL n fs kAng Abik dOnk.
ayat ayat cinta oh my god……….
buaguz pake buangettt
filmnya juga dibuat ftv or sinetron donk…..
aduh pengen banget jadi seorang fahri, tapi kayaknya sulit banget, gua penget banget nonton filmnya kira-kira kapan ya ditayanginnya, buat kang abik gua salut banget, kang doain gua ya biar jadi kaya fahri
mas Hanung….
kapan dong tuh filmnya jadi d tayangin????
udah ribuan orang neh yang penasaran,
pengen tau hasil film AAC garapan mas?????
Thanks…
-Malik
terima kasih untuk kang Abik……….
telah memberikan sebuah novel terindah yang pernah saya baca.
setiap kaliamatnya membuat hati ini gerimis membacanya
dan alhamdulilah novel ini besar banget artinya bagi diriku ini yang penuh dosa. ku telah salah dan melenceng jauh dalam mengartikan arti cinta sesungguhnya dan telah salah memberikan CINTA SEUTUHNYA kepada sesama mahluk ciptaan Allah
KARENA cinta seutuhnya hanya untuk Allah dan RasulNya
sekali lagi terima kasi buat kang abik…
terimakasih buat mama&papa ku tercinta
Aku blm prnah baca langsung sih novelnya tp dicritain ma tmen2. bakalan oke nih,,,apalagi katanya bwt syuting ngabisin duit ampe 9 M ya??!!! Film indonesia PERTAMA yg nuansa Islamnya kental bgt. Sebenernya naga bonar juga ada bau2 Islamnya tp cuma dikit. Ya mg2 AAC bisa jd pembuka buat sutradara2 Indonesia utk bikin film yg brnuansa Islami jg. tp ga se7 tu, masak ada adegan bersentuhan yg bukan muhrim. Meskipun sama2 muslim ttp ga boleh kan?? he3
assalamualaikum…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
q suka bngt ma novelnya kang abik, seruuuuuuuuuuuu bngt. Pertamanya q gk suka klo ayat2 cinta di filmkan, coz biasanya film ma novelnya beda jauuuuhhhh. Tapi yachhhh q berharap filmynya keren bngt. terus q berharap pemain filmnya tuh suami istri beneran dari turki. biar tambah seru……… lagian ferdi nuril ma riyanti bukan suami, istri di dlam hukum islam tuh gk boleh. coz bukan muhrim. he3
aku ga’ sabar pengen cepet2 nonton nich..!!
kapan main filmnya??
tiap hari aku liat list bioskop yang ditayangkan hari ini.
gue belum nonton . . .
duh mas hanung….
kapan ni diputer filmnya????
udah ga sabar baget ni….
ampe2 aku baca2novelnya berulang kali
Aduhhhhhhh sudah ga sabar nie dengan film nya…
kita dikantor akan ada nonton bareng lho…
Mas Hanung, Cepetan ya…. aku bantu dengan doa untuk kelancaran film
” SEMOGA SUKSES”
aduuuuuuuuh katanya msknya bln feb ya lama bgt
gk sbr nich
padahal bntr lg gw semesteran
gw dah liat thrilernya sdkit di web-nya ma di showbiz keren bgt
ternyata zaskia cocok jg jd noura yg agak jutek wktu persdngan fahri
ya ampuuuuun fedi disitu cuakepz bgt
pas adegan aisha ngasih cincin ma fahri bwt dijadiin mahar pernikahan dy ma maria gw terharu bgt nangis bercucuran air mata
smoga makin bgt byk tuhan nyiptain co kyk fahri biar kita prempuan gk pernha sakit hatiii
soundtracknya gk klh bgs
bikin mrinding
cayoo ayat2 cinta
sukses bwt pra oemainnya dan buat mas hanung yag udah bikin film skeren ini
love: ayat-ayat cinta lover (heidy Nuril)
duh ga sabaran nh nunggu tanggal 19 januari buat nonton nh fiLm, sampe aFal w ma soNgnya,,,,
iYyaPhhhh,,,
tUl bGd!
mPe g sBar nihhhhh!!!
suKses yaPh buaT maZ hanUng…!^^
Klo aQ siE pGn cPt2 n0nTn fiLmnya…
mdH2an sBaGus n0VelNya!
aQ bnTu d0a ya biaR cPt slSe
ass.
ikut nimbrung donk………
sebelumnya selamat yah buat kang abik yang dah mau novely di buat untuk film.
saya seneng bgt a2c mau dijadiin film coz film ini juga membuat hati dan pikiran menjadi terbuka agar lebih memahami 2 hal yaitu memahami arti islam dan arti hidup yang akan dijalani di hari esok dengan melakukan ajaran islam.seandainya dunia ini benar2 ber jalan sesuai kaidah islam pasti dunia ini bagaikan disurga.
film a2c yang isi dari ceritanya yang sederhana dapat mengalahkan rating film khayalan yang banyak orang terhipnotis akan kemajuan teknologi seperti film harry potter ini sangat-sangat luar biasa menurut saya.
dan ini juga pesan buat pemerintah agar rakyat indonesia yang berada di luar indonesia agar benar2 diperhatikan karena mereka lah yang akan meneruskan bangsa ini yang akan datang.
semoga dunia ini banyak orang-orang yg bersifat seperti fahri amin.
sekali lagi selamat buat kang abik semoga sukses dan terus lah berkarya.
dan ingat lah wahai manusia karena cinta seutuhnya hanya untuk Allah dan Rasulnya.
selamat untuk kang abik.
wassalam
persepsi gw sih hampir selalu “novel lebih menarik dibanding filmnya”.
tapi lihat aja dulu lah filmnya….
ga sabar nunggu filmnya…trailernya keren bo..
yang bener kpn si? tgl 19 jan ato desember?
kasih tau ya……
kirim email aja. pleease.
ass.wr.wb
mg film AAC dpt berikan hidayah bagi setiap org..
smg filny ga menyimpang dari pesan yg akan disampaikan dan dari novel itu sendiri..
mlht dari trailernya ko klhtnny ga sama dg novel??
wiiihh….. sneng bgt rasanya ayat – ayat cinta akhirnya difilmkan, in jd g’sbar banget bwt nontonnya…!! good luck buat kang abik… ayat – ayat cinta bner2 sbuah novel yg bgus bgt, dlu..sjak smp bwt in g’da satu pun novel yang bisa tandingin harry potter, tp.. ketika bca ayat2 cinta, in langsung mnempatkan the luvely novel ini di posisi teratas!!.. nie g’ cm skedar muji,, but, it’s real!! buruan dunk… film’y.. di putar cpet ya di padang…. byk yang nungguin nech..
duWh…..
LamA bgT siH….keLuarnYA,,,
g biSa dipercePAt yuGh,,,daH g sabaR banget,,,
cuPlikan sekiLAsnya ajah daH keren banget palagi sefilm gtu ,,,
salut tuK yag bWAt film nyaH,,
la ba’sa bihi
ayat ayat cinta mo keluar kapan ja ga papa
nahnu nantadzirukum
assalamualaikum….
hai semua, sebenarnya dari cerita novel nya aja dah buat gempar apalagi kl difilm kan…pasti na bakal heboh dan booming bgt deh kayanya…..
ya udah ditunggu aja deh ya hasil karya ayat-ayat cinta ini semoga semua berjalan lancar dan sukses dan hasil nya sesuai dengan keinginan masyarakat sehingga penanti film na jadi ga kecewa deh…
tuk pemain good luck n semangat ya
wassalam….
hai semua…bagi yg mo kenalan ma aku call n sms me aza in 085280038087…see ya……
mungkin nanti kl film ini dah keluar kita bisa janjian nonton bareng kan seru tuh ….
Assalamualaikum!
kapan lagi ada film Islami yg berbobot sprti ini..
ass…Yup bnr bgt pa yg dikatankan ma mba intan pemeran Noura klo bisa zangan zaskia,,, emndingan nabila syakib..coz wajahnya yang oriental gitu dan kaya ornag yang tertindas gtu !!!! he,,he,,, Mas tolong salamin ma bang Abi ya !! Q penggemar beratnya karya2 beliau,, hampir semua bukunya ku punya… pa lagi yang baru muncul “KETIKA CINTA BERTASBIH 2″ wah seru bgt,,,ga kalh menariknya dengn AAC…
Wass
………………………………………………………………………………………
kalau aku baca (kisa di balik ayat-ayat cinta) bisa menjawab kenapa tayangnya ayat-ayat cinta masih tidak bisa ditebak!….karna produksi dan lokasi suting yang ditentukan di kairo dan biyayapun (tidak mencukupinya) makanya cari tempat alternatif lain …….kalu kamu semua mau baca KISA DIBALIK LAYAR AYAT-AYAT CINTA kamu pasti makin penasaran dengan filemnya, karna apa?karna pembuatanya enuh dengan armata,tenaga perjuangan,toleransi, dan kesabaran. baca aja deh atau bisa di download di…(http://maarroz.multiply.com/)gratis kok dijamin bagus…….ok
Wah, sudah nggak sabar nih pengen nonton film A2C, kapan diputernya ya???? Kang Abik, saya pengemar berat karya-karya anda, noven yang pertama kali saya beli adalah A2C, setelah baca itu novel saya jadi ketagihan, jadinya hampir semua novel karangan Kang Abik saya punya dari A2C, Ketika Cinta Berbuah Surga, Pudarnya Kecantikan Cleopatra, Di Atas Sajadah Cinta, Dalam Mighrab Cinta, dan yang terakhir yang tak kalah serunya dengan novel-novel sebelumnya: Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2. Wah kalau bisa usul nih “Ketika Cinta Bertasbih” juga difilm-kan ya……. pasti deh aku nonton plus beli VCD-nya (yang asli lho….) please ya MD Entertainment……..
Buat Kang Abik (semoga beliau membaca) semoga sukses selalu, terus berkarya dan insya 4JJ1 saya akan beli karangan-karangan anda…..
Buat yang belum baca A2C dan KCB, buruan deh baca……. rugi kalau sampai gak baca…….
kalu pengen baca ni aja deh :……………………………
……………..(maarro_z@yahoo.com)…………………….
KISAH DI BALIK LAYAR Ayat-ayat cinta (AAC) ke I
Nov 29, ‘07 2:39 PM
for everyone
Aku mulai sadar bahwa tidak mudah membuat film agama. Itulah kenapa ibuku dulu berpesan kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu: Islam. Awalnya aku cuma tersenyum mendengar kata-kata ibuku. Senyum yang menyangsikan. Sebab pada waktu itu buatku film agama tidak lebih dari sekedar petuah-petuah yang membosankan. Lelaki berpeci dengan baju koko, bertasbih, kadang berewokan, mulutnya nerocos soal ayat dengan cara menghadap kamera. Membuat dirinya tampak suci dengan mengumbar ayat-ayat Quran. Ah, tidak terbayang olehku sebuah film agama. Tapi aku tidak begitu saja lantas menyerah. Aku coba berangkat dari apa yang aku kenal: Muhammadiyah. Lalu merentet ke sebuah nama: Ahmad Dahlan. Hmm, aku memang menyukai film yang mengangkat satu tokoh: Gandhi, Erin Brokovich, Henry V, Shakespeare, Baghad Sigh, Malcom X, dan mungkin juga nanti Sukarno (kalau memang jadi difilmkan oleh Hollywood). Film yang mengangkat tokoh bisa membuat penonton bercermin. Dan Agama adalah cermin bagi manusia untuk senantiasa melihat kembali dirinya: Kotor atau bersih?
Lalu aku membuat proposal Ahmad Dahlan untuk aku tawarkan ke PP Muhammadiyah. Ditolak! Muhammadiyah tidak ada uang, katanya . Aku cuma bengong saja. Tidak ada uang? Kataku dalam hati. Ah, sudahlah. Mungkin waktu itu aku belom dipercaya. maklum masih kuliah di IKJ semester Akhir.
Lalu kutinggalkan itikadku membuat film Agama. Aku terjun membuat film Cinta: Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, dsb … dsb … Tapi aku tetap yakin bahwa suatu saat akan datang masa aku membuat film tentang agama.
Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC).
‘Kenapa anda membuat film ini?’ Tanyaku
‘Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.’
1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar.
Aku jadi berfikir, kenapa Muhammadiyah tidak berfikiran begitu ya? Kalau cuma mengumpulkan 2 juta penonton, masa Muhammadiyah tidak sanggup? Bukankah dari 80% tersebut 40% adalah warga Muhammadiyah? Ah, dasar stupid pikirku. Banyak orang Islam tidfak berfikir luas seperti orang-orang Yahudi. Oleh sebab itu Islam selalu dimarjinalkan, mudah diadu domba, dibohongi … diakali.
Lalu aku mulai memasuki tahap persiapan dan riset.
Wallohu … Aku melihat islam dari dekat sekali. Sangat dekat. Di Kairo, aku menatap Menara Azhar, aku menyentuh dinding dan lantai Azhar university, aku mencium bau apek baju-baju dan karpet mahasiswa Alzhar tetapi memiliki roman muka bersih dan santun. Aku melihat keikhlasan mereka saat bersujud diatas sajadah buluk. Bibir mereka pecah-pecah oleh panas sekaligus dingin hawa Kairo, tetapi dibalik bibir pecah itu terlantun dzikir panjang menyebut: Alloh … Alloh …
Lalu aku melihat seorang syaih duduk bersila dihadapan murid-muridnya. ‘Tallaqi’ mereka menyebutnya. Aku mendengar seorang melantunkan ayat-ayat Al quran di sudut masjid. Dan juga di pinggiran jalan. Seolah quran bagaikan bacaan novel. Allohu Akbar … Allohu Akbar. Inikah caramu membuatku dekat dengan agamaku, Ibu?
Darahku menggelora membuat mataku terbelalak. Islam sangat indah. Islam sangat eksotis. Tapi orang-orang islam seperti tidak mengerti semua itu. Orang-orang Islam di Jakarta lebih memilih jalan-jalan ke eropa daripada ke Kairo.
‘Saya akan membuat film ini eksotis, pak’ begitu kata saya ke producer.
Dan mulailah persiapan dimulai. Semangatku menggelora. Aku baca buku-buku tentang Fiqih dan sunnah. Aku libatkan mahasiswa Al Azhar untuk mendampingiku. Aku sangat hati-hati sekali melakukan ini agar apa yang tertulis dalam novel dengan indah pula tersampaikan lewat gambar. Sebuah film yang lembut, yang indah, yang suci tergambar di depan mataku dan aku yakin sekali bisa mewujudkannya.
Namun semua impianku itu tidak begitu saja mudah diwujudkan.
Pertama kali berita tentang pembuatan film AAC tersebar, halangan pertama datang justru dari pembaca. Diantara banyak yang berharap, mereka juga menyangsikan, sinis, dan mencemooh. Bahkan ada yang bilang : ‘Wah, sayang sekali novel sebagus ini akan difilmkan. Jadi ill Feel, deh’. ada juga yang bilang ‘Tidak pernah aku lihat Novel yang di filmkan hasilnya bagus, sekalipun Harry Potter. Apalagi ini.’
Pada suatu hari ada sekelompok orang datang ke kantor MD, mereka bilang dari organisasi Islam. Mereka datang dengan membawa seorang lelaki berwajah putih dan seorang gadis berjilbab. Mereka bilang …
‘Ini calon pemain Fahri dan ini calon pemain Aisha’ sambil menunjuk ke lelaki berwajah putih dan gadis berjilbab itu.
‘Kami dari organisasi Islam’ lanjutnya ‘Kami sangat concern terhadap dakwah islamiah. Kami tidak ingin film Ayat-Ayat Cinta melenceng dari novel dan ajaran Islam. Kang Abik (Nama panggilan Habiburrahman El Shirasy) sudah tahu tentang ini.’
Kami hanya saling pandang dan tersenyum. Aku … malu sekali.
Tentu saja kami menolaknya. Kami tahu bahwa film ini harus dibuat dengan hati-hati sekali. Kami juga tidak begitu saja memilih pemain hanya semata-mata ganteng dan ‘menjual’. Karena itu kami menggandeng ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai penasehat kami.
Sebelum aku melakukan casting, aku berdiskusi dulu dengan kang Abik. Kang abik sangat concern dengan sosok Fahri. Dia harus turut serta memilih tokoh Fahri. Semula kami membuka casting di pesantren-pesantren. Tetapi hasilnya Nol. Bukan berarti para santri tidak ada yang ganteng dan pintar seperti fahri. Tetapi banyak diantara mereka sudah menganggap ‘Film’ adalah produk sekuler. Oleh sebab itu banyak diantara mereka tidak mau ikut casting. Saya pernah membaca satu hadist, jangankan membuat film, menggambar manusia saja hukumnya Haram. Nanti di Neraka hasil gambar yang kita buat harus kita hidupkan. Kalau tidak bisa, Malaikat Jibril akan mencambuk kita dengan cambuk api.
Kami melakukan casting lebih dari 5 bulan. Semua yang ikut casting adalah pemain-pemain terkenal. Tapi diantara mereka banyak terjebak pada tuntutan atas ‘Kesucian Fahri’. Banyak diantara mereka beracting ’sok suci’ dengan melantunkan ayat-ayat dan menyebut asma Alloh dengan berlebihan, mirip seperti ustadz-ustadz di TV-TV. Pernah aku menemukan seorang yang menurutku pas bermain sebagai Fahri. Tetapi lelaki itu tidak beragama Islam. Kang Abik tidak setuju. Lalu ditengah keputusasaan kami datang seorang lelaki. Ganteng, tetapi tidak sombong (tidak merasa dirinya ganteng). Sering kita lihat di Mal-Mal, banyak lelaki pesolek, sadar sekali bahwa dirinya ganteng. Tetapi lelaki ini tidak . Dia sangat santun. Bahasanya pun santun. Ketika berucap Alloh, dia agak-agak canggung. Bahkan tidak fasih seperti ustadz. Pada saat dia sholat aku melihat gerakannya jauh dari sempurna. Tetapi lelaki itu punya mata yang didalamnya mengandung semangat belajar. Dia adalah Fedi Nuril. Aku berdiskusi dengan kang Abik. Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang. Akhirnya kita sepakat memutuskan dia yang main sebagai Fahri. Alasanku adalah, Fahri bukan lelaki sempurna. Tapi yang membuat Fahri tampak sempurna karena dia sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Keputusan Fedi Nuril sebagai Fahripun mengundang banyak kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC, terutama di Malaysia. Karena film Fedi Nuril sebelumnya menampilkan Fedi ciuman dengan perempuan bukan muhrim. Fedi pun mengakui itu. Yang membuat aku terharu, Fedi menganggap film AAC sebagai media dia buat dekat dengan Islam. Belajar kembali tentang Islam. Karena film ini, Fedi jadi rajin membuka-buka lagi buku tentang Islam. Bahkan Fedi menyadari segala tingkah lakunya yang tidak Islami selama ini setelah memerankan Fahri. Sungguh, baru kali ini aku rasakan dampak film yang begitu besar mempengaruhi keimanan seseorang. Terima kasih kang abik. terima kasih Ibu.
Pada saat kami mencari sosok Aisha dan Maria, semula kami bersepakat untuk mencari pemain Mesir. Tetapi setelah kami melakukan riset disana, sangat mengagetkan. Perempuan-perempuan Mesir lebih tua dari umurnya. Aku mengcasting seorang perempuan mesir bernama Roughda untuk berperan sebagai Aisha. Tidak hanya cantik, tetapi mainnya luar biasa. Tetapi setelah di sejajarkan dengan Fahri, terlihat Roughda lebih pas sebagai kakaknya daripada isteri Fahri. Padahal umurnya lebih muda 3 tahun dari Fedi Nuril. Lalu kami mencari pemain dengan umur 8 tahun lebih muda dari Fedi. Pada saat kami sejajarkan, sangat pas. Tetapi disaat dia berdialog tentang perkawinan, tidak bisa dipungkiri ‘kedewasaannya’ tidak tampak. Alias belum matang. Kami bingung dan akhirnya kami sepakat untuk mencari pemain indonesia saja.
Tidak gampang mencari pemain indonesia yang cantik sekaligus solihah. Pak Din Syamsudin berpesan kalau bisa pemain Aisha kesehariannya ber jilbab. Lihatlah siapa artis kita yang bertampang Bule yang seperti itu. Hanya Zaskia Meca saja yang berjilbab dan cantik. Selebihnya tidak ada. Sementara itu Zascia tidak bertampang bule. Dia sangat sunda. Pernah kita meng casting Nadine Candrawinata. Dia sangat cantik dan bermain bagus. Dangat cocok pula berdampingan dengan Fedi Nuril. Tapi Nadine bukan Muslim. Padahal Nadine sudah mau bermain sebagai perempuan Muslim. Aku pernah berdiskusi panjang dengan kang abik soal itu. Aku bilang padanya …
‘Suatu hal yang unik, ketika tokoh Maria yang kristen dimainkan oleh seorang muslim, sementara tokoh Aisha yang Islam dimainkan seorang kristen. Ini akan memperlihatkan sikap toleransi dan demokratisasi dalam Islam seperti di India.’
Tetapi kang abik dan pak Din Syamsudin menyarankan untuk jangan bertaruh terlalu besar di film ini. Masyarakat Islam di Indonesia berbeda dengan India. Di India, masyarakat moslem dan Non Moslem sudah terdidik tingkat kedewasaan dalam toleransi, sementara di Indonesia belum. Akhirnya dipilihlah Ryanti sebagai Aisha dan Carrisa Putri sebagai Maria.
Ketiga pemain itu dikursuskan bahasa arab secara privat untuk mendalami kehidupan Muslim di kairo. Mereka sangat antusias. Namun antusiasme itu harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka juga punya kesibukan lainnya. Ryanti sebagai VJ di MTV dan Carrisa bermain sinetron. Ryanti yang bagiku sangat keteter ketika berperan sebagai Aisha. Asiha adalah sosok yang memiliki beban berat. Sementara Ryanti sebagai VJ MTV harus selalu tampak riang dan ringan. Sering sekali benturan itu membuat proses pendalaman karakter tidak sempurna. Aku frustasi sendiri. Tetapi aku ingat, bahwa di Film ini kesabaranku benar-benar di uji. Impianku mewujudkan keindahan dan kedalaman Islam terbentur oleh kenyataan sebaliknya: Ringan, Riang, Hedonistik dan Pop. Apalagi ketika producer tiba-tiba berubah pikiran melihat kenyataan penonton Film Indonesia banyak di dominasi anak-anak muda yang pop, ringan dan tidak menyukai hal-hal bersifat perenungan. Dia lantas ingin mengubah karakterr film AAC menjadi sangat pop seperti Kuch Kuch Hotahai … Tuhanku! Tuhanku! selamatkan film ini …
Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai …
Sabar … Sabar … Ikhlas … ikhlas!!!
begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan … cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan. Berkali-kali aku berucap terima kasih kepada Kang Abik yang sudah secara tak langsung mempercayaiku menyutradarai film ini, dimana telah membuatku kembali merasa dekat dengan Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Dan terakhir, berkali-kali aku berucap syukur kepada Ibuku yang telah berpesan untuk membuat film tentang agama. Sekarang aku mengerti, kenapa Kau berpesan begitu Ibu. Tidak lain hanyalah untuk membuatku selalu dekat dengan Islam …
La haula wa kuwwata illa billahi …
KISAH DI BALIK LAYAR AAC II
Nov 29, ‘07 2:46 PM
for everyone
Kairo adalah kota dimana manusia-manusia Fahri, Aisha, Maria, Noura, Nurul, dan segudang manusia-manusia ciptaan Kang Abik bertebaran, hidup, saling bicara dan saling mencinta. Kairo sangat indah kata kang Abik. Sudut-sudut pasar El Khalili, jalanan di Down Town, Menara-menara masjid termasuk didalamnya Masjid Al Azhar dan University of Azhar Cairo. Sangat detil kang Abik menggambarkan itu dalam novelnya, yang membuat aku tertantang untuk mewujudkan dalam gambar: Bangunan-bangunan tua peninggalan 3 Dinasti (Firaun, kesultanan dan Penjajah Perancis), Kios-kios berdempetan berhadapan dengan trotoar-trotoar sempit yang penuh dengan pejalan kaki, terkadang diisi kursi-kursi rotan café pinggir jalan yang meletakkan seorang tua sedang menyedot shisa. Lalu 5 jam dari tempat itu, menuju matahari terbit, kita melihat kampung tua El Giza dengan aroma kotoran unta yang … hmmm, sekilas menjijikkan, tetapi … tertutup oleh eksotisnya lingkungan khas kairo. Bangunan itu berdiri dari tumpukan bata-bata merah yang dipoles campuran semen dan pasir. Menjadikan warna coklat muda dominan, berpadu selaras dengan warna tanah, warna kain-kain yang dipakai membalut tubuh gadis-gadis kairo, dan warna kulit unta. Bangunan itu ada banyak. Bertebaran. Saling berdiri begitu saja. Tidak begitu rapi seperti bangunan-bangunan kuno di Itali atau paris, tapi sangat menarik bagiku. Apalagi dengan latar belakang sepasang pyramid yang gagah menjulang menyentuh langit.
Kairo … ah, Kairo. Di kota ini aku akan meletakkan kamera, melukis dengan cahaya, membangun set dan meletakkan pemain-pemain didalamnya. Pemain Indonesia yang bergaya selayaknya orang kairo asli.
Aku datang bersama tim kecil, menjalin kerjasama dengan local production house, Egypt Production. Mereka sangat senang menyambut kedatangan kami. Kata mereka, tidak mudah membuat film di kairo. Skenario film harus dapat ijin dari sensor film. Tidak seperti di Indonesia. Bisa dengan gampang membuat film apa aja. Karena waktu yang kita punya sangat sempit, ijin yang seharusnya 3 bulan, bisa diurus dalam 2 minggu oleh seorang local producer bernama Tammer Abbas; seorang muslim kairo, cerdas, berpengalaman di bidang film dan kharismatis. Tammer mem-provide apa yang kita butuhkan: Hunting Lokasi, akomodasi dan transportasi hingga penyewaan alat. Di benankku, sedemikian jelas tergambar film ini akan sedetil seperti yang kang abik tuliskan di novel.
Setelah riset selesai dan scenario jadi, 20 tim dari Jakarta datang untuk melakukan hunting lokasi sekaligus test kamera. Kami melakukan shooting di sebuah tempat di El Giza. Alat-alat yang di sediakan buat kami jauh lebih bagus dari yang sering kita pakai di Indonesia. Kami sangat di support disana. Kami melakukan persiapan di kairo selama 2 minggu. Tammer akan mensupport semua shooting di Kairo berikut kostum, lokasi, crew dan pemain pendukung. Film ini benar-benar akan menjadi film Indonesia yang shooting total di Luar Negeri. Baru pertama kali terjadi dalam sejarah perkembangan film nasional. Bisa dibayangkan, bagaimana perasaanku waktu itu. Ibu, aku akan persembahkan yang terbaik buatmu … sebuah film agama yang indah dan bersahaja. Yang akan kau kenang … dan semua umat muslim Indonesia dan dunia tentunya …
`Mendadak semua berhenti begitu saja. Impian itu kandas. Producer membatalkan shooting di Kairo dengan alasan bujet produksi yang ditawarkan Egypt Production tidak masuk akal. Tammer Abbas menawarkan angka 3 kali lipat produksi standart Film Indonesia. 1 Film AAC di produksi sama saja memproduksi 3 film layar lebar di Jakarta. Siapapun producer di negeri ini akan berfikiran sama: Membatalkan produksi Film.
Seakan runtuh bangunan mimpi yang sudah aku bangun. Satu persatu menimpaku.
Tapi producerku tidak begitu saja berniat membatalkan produksi film ini.
‘Kita sudah terlanjur berjanji dengan banyak orang.’ Katanya …
Bersama-sama kita mulai memikirkan bagaimana AAC bisa diproduksi sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kemudian kita mencari sponsor untuk bisa tetap shooting di Kairo. Kita menjalin kerjasama dengan The Embassy of Egypt di Jakarta. Lewat hubungan baik dengan ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, mereka setuju dengan tawaran ini. Kata Dubesnya, Film ini akan dikelola oleh dua Negara: Indonesia dan mesir. Sebelum di putar di bioskop, film ini harus diputar dihadapan presiden Negara-Negara Islam di Asia dan Timur Tengah, begitu kata Dubes. Betapa senangnya aku mendengar kabar ini. Impianku bangkit. Ku kabarkan berita ini ke teman-teman crew dan pemain. Mereka kembali semangat. Akhirnya dibuatkan kesepakatan antara dua Negara melalui Dubes Mesir-DepBudPar-PP Muhammadiyah. Bersama-sama kita melakukan pers conference, mengabarkan berita gembira ini ke masyarakat.
Namun lagi-lagi semua itu tidak ada artinya. Pemerintah mesir, sekalipun memberikan dukungan buat kerjasama ini, tidak bisa melakukan intervensi terhadap harga-harga termasuk di dalamnya Equiptment, lokasi, property. Itu adalah hak perusahaan swasta. Artinya, sekalipun di dukung pemerintah, tetap tidak bisa mempengaruhi harga. Harapan shooting di Kairo akhirnya kandas. Terlebih lagi pihak Egypt Production tiba-tiba mengirimkan tagihan atas hunting, pelayanan persiapan dan test kamera selama di kairo sebesar 500 juta rupiah. Angka yang tidak masuk akal buat producer untuk harga test kamera dan hunting. Biasanya di Jakarta kami melakukan hunting sekitar 5 juta sampai 10 juta. Test kamera gratis kita lakukan karena itu salah satu fasilitas perusahaan penyewaan alat.
Akhirnya producer tidak mau membayarnya. Terjadilah perselisihan antara keduanya. Pihak Egypt Production melayangkan surat gugatan ke pihak KBRI di Kairo. Pihak KBRI kairo mengirimkan surat ke Departemen Luar Negeri Indonesia dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang isinya terjadi penipuan pihak MD kepada perusahaan Kairo. Berita ini membuat Deplu dan Depbudpar menarik kembali dukungannya. Begitu juga dengan pihak Dubes Mesir. Seperti sebuah drama tragedy saja, nasib produksi Ayat-Ayat cinta tidak terselamatkan.
Terbayang olehku bangunan-bangunan bersejarah, menara-menara masjid Azhar yang tinggi menjulang, kios-kios berjajar, pasar-pasar tradisional, pyramid, guran sahara, pantai Alexandria yang indah … hilang … hilang ditelan angin begitu saja. Lalu pesan ibu terngiang : … Kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film agama …
Ana aasif … ya ummi …
KISAH DIBALIK LAYAR AYAT-AYAT CINTA (bag.3)
Dec 4, ‘07 5:26 AM
for everyone
Bukan sekali ini aku mendapatkan persoalan pada saat membuat film. Persoalan buatku adalah sahabat karib. Di Dapur Film aku menekankan ke teman-teman, jika mau terjun ke dunia film, persoalan adalah bagian hidup kita. Bukan berarti kita mencari persoalan, tapi persoalan harus kita sikapi sebagai tantangan. Akan tetapi persoalan yang menimpaku sekarang ini seolah tak berujung. Menangis sudah bukan suatu yang luar biasa lagi.
Sejak kabar kita bakal sulit shooting di kairo aku jadi tidak bergairah. Tapi kabar film AAC bakal diproduksi sudah beredar. Posisiku sulit. Bersamaan dengan itu film produksi pertama MD yang berbujet besar drop di pasaran. Sebuah film yang dianggap idealis, bahkan tidak mampu menembus angka 100 ribu penonton. Keyakinan producer mulai goyah.
‘Apakah kamu masih yakin AAC akan diproduksi?’ Kata producer padaku,
‘Iya’ jawabku yakin. Sekalipun aku sendiri tidak tahu apakah keyakinan itu sekuat dulu.
‘Apakah AAC adalah film yang bakal di tonton?’ tanyanya kemudian.
Aku lalu ingat pernyataannya tentang 80% penduduk Indonesia adalah muslim. Kemudian aku membalikkan pernyataan itu kepadanya. Jawabnya …
‘Ya, tetapi setelah melihat realitas, penonton kita masih belum bisa menerima film-film berat.’
Beberapa detik aku sempet bingung dengan istilah film berat. Aku tahu pada waktu itu kondisi psikologis producerku sedang drop. Tidak hanya satu-dua juta kerugian yang dia tanggung di film pertama. Wajar jika sudah menggoyahkan keyakinannya. Aku berusaha meyakinkan dia lagi kalau AAC adalah film yang ditunggu penonton. Aku juga meyakinkan kalau kita di dukung oleh Muhammadiyah. Tapi alasan itu tidak cukup buat dia. Sebuah dukungan bisa dengan gampang dicabut. Tetapi sebuah produk yang sudah diproduksi tidak bisa diuangkan. Investor tetap menanggung beban besar. Intinya, dia butuh keyakinan kalau AAC adalah film yang bakal ditonton lebih dari 1 juta penonton. Jumlah tersebut diperhitungkan secara bisnis untuk balik modal, mengingat bujet yang dipersiapkan untuk memproduksi AAC duakali lipat bujet standart Film Indonesia. Yah, sekitar 7 Milyar.
Lalu produk seperti apa yang ditonton oleh satu juta penonton?
Pertanyaan itu yang akan merobah karakter Film Ayat-Ayat Cinta yang selanjutkan menjadi persoalanku kemudian.
Pertama yang dilakukan untuk menset-up produk agar ditonton oleh satu juta penonton adalah mengubah scenario menjadi light. Scenariopun dirombak total. Producer sempat menghubungi Musfar Yasin untuk menggantikan Salman Aristo, karena pada saat itu Nagabonar jadi 2 meraih 1,3 juta penonton. Musfar menolak dengan alasan tidak etis. Salman Aristo kemudian bersedia merubah scenario dengan catatan sedikit keluar dari novel. Kita sepakat. Dalam hal ini Kang Abik sedikit kita abaikan dengan maksud segalanya berjalan lancar. Mengingat kang Abik kondisinya waktu itu tidak di Jakarta, sehingga untuk melakukan diskusi scenario harus menghadirkannya dari semarang.
Skenario dibuat dalam 2 minggu. Selama 2 minggu itu kegiatan persiapan menjelang shooting dihentikan. Di minggu ketiga seharusnya kita sudah melakukan shooting, terpaksa dilakukan persiapan lagi. Jadwal akhirnya mundur satu bulan. Keberatan muncul dari para pemain. Sebagian pemain Ayat-Ayat Cinta adalah pemain dengan jadwal ketat. Fedi Nuril sibuk dengan album dan tour Garasi. Ryanti sibuk dengan jadwal MTV, Carissa dan tante Marini sibuk dengan sinteron striping, Melanie putria dan Surya Saputra sibuk dengan presenter. Kalau produksi ini mundur schedule pemain yang akan sulit. Di bulan kedepan para pemain tersebut sudah masuk schedule lain diluar Ayat-Ayat Cinta. Hal itu membuat Iqbal Rais, asistenku kelabakan mengatur schedule. Dalam 2 minggu itu pekerjaan Iqbal berkali-kali melakukan revisi schedule dan breakdown shooting. Sedangkan Amelia Oktavia (amek) dan Ruth Damai Pakpahan (Iyuth) yang bertugas sebagai casting director me-loby pemain kembali. Itu tidak mudah tentunya. Schedule di luar AAC sudah terlanjur di booking oleh para manajer. Malah beberapa ada yang sudah kontrak.
Seperti yang disepakati bersama, scenario rampung dalam 2 minggu. Tapi bukan berarti persoalan selesai disitu. Tahap berikutnya adalah menentukan dimana shooting dilakukan, mengingat kairo sudah tertutup buat MD. Oh,ya … Hal mendasar yang membuat produksi ini mengalami kendala kreatif adalah producer mulai menekan bujet produksi akibat kerugian di film pertama. Pemindahan shooting di Indonesia dilakukan dengan asumsi bujet produksi tidak semahal di Kairo. Padahal kenyataan di lapangan tidak semudah asumsi itu. Sesuatu yang diciptakan dengan set akan lebih mahal dibanding kita menggunakan set yang sudah jadi. Kalau toh ditemukan rumah yang mirip dengan yang ada di Kairo, perabot didalam rumah itu tidak bisa dipakai.
Menjelang shooting aku dan producer banyak bertengkar soal itu. Pengajuan bujet untuk tata artistic di potong. Begitupun dengan pengajuan lampu. Aku seperti berada dalam ruang isolasi yang semakin lama dinding itu bergerak menghimpit. Pada awal persiapan, konsep film AAC adalah menghadirkan keindahan kota kairo dengan memotret lansekap sebagaimana tertulis di novelnya kang Abik. Kini, terpaksa harus aku persempit mengingat lokasi shooting tidak memadai dan peralatan pendukung dikurangi. Aku dan Salman Aristo memutuskan memperkuat dramatik cerita daripada keindahan gambar. Oleh sebab itu beban jatuh pada para pemain. Pemain harus mampu secara meyakinkan membawakan karakter yang diperankan. Disini muncul persoalan baru. Sekalipun Amek dan Iyuth berhasil me-loby pemain untuk mundur shooting, tapi tidak bisa dapat waktu untuk latihan. Jangankan untuk melakukan riset dan observasi peran, untuk melakukan reading scenario saja waktunya terbatas. Kepalaku mendadak berat sekali. Hari-hari shooting tinggal beberapa hari, tapi permainan mereka masih jauh dari harapanku. Ya Alloh, selamatkan aku. Selamatkan film ini …
Pernah suatu kali aku minta mundur lagi karena pemain belum siap, terutama Rianti dan Carrisa. Producer tidak memberikan ijin. Aku bingung. Aku melihat Rianti dan Cariisa masih jauh dari harapanku. Pada awalnya tokoh Aisha diperankan Carrisa dan Rianti sebagai Maria. Saat latihan berlangsung, aku merasa keduanya tidak pernah mencapai klimaks. Selalu saja ada yang salah. Kemudian mas Whani Darmawan selaku acting coach (Penata laku) mencoba merobah posisi. Rianti sebagai Aisha dan Carrisa sebagai Maria. Aku melihat ada perubahan ke lebih baik. Mungkin tepatnya: Lebih pas … Tapi aku masih belum yakin dengan itu, dikarenakan banyak persoalan kreatif lain yang menghimpitku. Aku tidak bisa dengan jernih memutuskan. Lalu Aku minta bantuan Salman Aristo untuk ikut memutuskan. Setelah melewati test kamera, aku, Salman Aristo dan Producer bersama-sama melihat dan memutuskan siapa yang pantas menjadi Aisha. Aku ingat waktu itu rapat untuk memutuskan siapa yang pantas menjadi Aisha dilakukan 10 menit sebelum acara pers conference yang menghadirkan PP Muhammdiyah Din Sayamsudin dan wartawan dari media cetak dan TV. Di ruang lain, Rianti dan Carisa menunggu keputusan itu, karena berhubungan dengan siapa yang akan memakai cadar dan jilbab pada saat acara pers conference. Akhirnya, kami memutuskan Rianti yang menjadi Aisha. Cadarpun terpasang menutup sebagian wajah cantik Rianti
Ketika hari Shooting ditentukan, pemain sudah disiapkan secara schedule, Set sudah dibangun, mendadak ada kabar Ryanti akan di deportasi karena masa tinggalnya sudah habis (Rianti masih menjadi warag Negara Inggris saat ini), sehingga dia harus kabur ke Singapura beberapa hari sambil mengurus perpanjangan masa tinggalnya di Indonesia. Shooting yang sudah kita tentukan harus mundur lagi. Set yang sudah dibangun harus dibongkar. Kepalaku mulai berat. Mataku mulai kabur. Allohu akbar! Apa lagi yang harus aku hadapi? Berapa tetes lagi air mataku kutumpahkan dan berapa lapang lagi dadaku aku rentangkan? Ingin rasanya aku lari dari semua ini. Tapi aku selalu ingat pesan ayahku, wong lanang kui kudu mrantasi … (Lelaki itu harus menyelesaikan segala persoalan). Aku melihat sisi positif dari kemunduran ini. Aku bisa focus latihan buat pemain. Akhirnya kamipun mundur. Karena set yang sudah dibuat tidak bisa dibongkar, kita terpaksa shooting satu hari tapi setelah itu break seminggu.
Pada saat shooting, aku melihat kairo berdiri di Jakarta dan semarang. Aku melihat metro yang dibangun bangsa Prancis di stasiun Manggarai. Aku melihat perpustakaan Al Azhar dan ruang Talaqi masjid Al Azhar di Gedung Cipta Niaga Jakarta Kota. Flat Fahri, Flat Maria dan Pasar El Khalili di kota lama dan Gedung Lawang Sewu Semarang. Ruang sidang pengadilan Fahri di Gereja Imanuel Jakarta. Apa yang dibangun Allan, art directorku, berhasil meski dengan berbagai kendala keuangan yang tidak lancar. Untuk membangun set dan menyediakan property, Allan sering mengeluarkan uang pribadinya untuk menutup aliran uang yang tidak lancar. Gajinya yang seharusnya di bagi-bagikan kepada krunya, habis buat belanja property dan membangun set. Karenanya banyak krunya pada marah-marah dan kabur.
Pada saat shooting berlangsung, tidak begitu saja mulus dan on schedule. Hari-hari pertama kami berhasil menghadirkan suasana kairo dengan menyewa orang-orang arab sebagai extras. Karena shooting selalu selesai tengah malam, orang-orang arab lama-lama tidak mau diajak shooting lagi. Maklumlah, mereka bukan berprofesi sebagai pemain. Kebanyakan dari mereka pedagang, mahasiswa, karyawan bahkan ada yang dokter. Suatu kali pernah si dokter marah-marah karena shooting sampai malam, padahal sebagai dokter dia tidak pernah berpraktek sampai malam. Di hari-hari menjelang akhir shooting AAC, bahkan untuk mengajak gembel Arab pasar Tanah Abang pun tidak bisa. Masya Alloh!!
Di Kota lama dan Lawang sewu Semarang, kami menghadapi persoalan kamera terbakar, hujan, berhadapan dengan preman Kota Lama, ruang sempit dan lapuk karena tua yang membuat set lampu lama. Dengan begitu scene yang seharusnya diambil jadi banyak terhutang. Untuk membayarnya, kita menunggu jadwal pemain kosong, Amek dan Iyuth kembali me-loby, iqbal rais kembali membongkar break down. Hal itu terus menerus mereka lakukan sampai-sampai Amek dan Iyuth kehilangan muka di hadapan manajer dan pemain. Tidak jarang aku melakukan improvisasi demi efisiensi. Banyak adegan aku sederhanakan. bahkan dibuang. Tapi aku cukup senang karena aku bisa merobah salah satu sudut kota lama semarang menjadi pasar di El-Giza. Aku menghadirkan unta dari Kebun Binatang Gembiraloka Jogjakarta. Penduduk kota lama Semarang dibikin heboh dengan munculnya unta secara tiba-tiba di sana.
Shooting paling berat yang aku rasakan pada saat adegan sidang Fahri. Aku memilih gereja Imanuel Jakarta untuk di set sebagai ruang pengadilan. Aku menghadirkan lebih dari 300 ekstrass. Semua pemain utama kumpul jadi satu. Penata kostum, penata make up kewalahan menghadapi banyaknya pemain. Ini salah satu scene dengan jumlah pemain paling banyak. Aku melihat hal yang unik di sana. Banyak pemain memakai Jilbab bahkan bercadar, tapi mereka berada di dalam gereja. Tanda salib bertebaran di atas kepala mereka. Suatu yang lucu dan menarik aku lihat. Lalu aku ingat, pada saat aku masuk masjid Al Azhar, bahkan untuk ijin memotret saja tidak mudah. Apalagi shooting. Tapi di gereja Imanuel ini, aku tidak hanya membawa kamera dan lighting. Aku bahkan memasukkan teralis penjara sebesar 3 meter persegi didalamnya. Aku tertawa kalau memikirkan itu …
Tidak terasa, persoalan sudah menjadi bagian dari produksi ini. Malah, ketika persoalan tidak muncul aku merasa ada yang aneh. Terlepas dari semua itu, aku senang bisa terlibat dalam persoalan. Terlebih lagi, persoalan itu bisa terpecahkan sekalipun dengan air mata. Semoga kedepan, aku bisa lebih dewasa.
Robbana afrigh alaina shabran wa tsabit aghda mana fanshurnaa ala qaumil kafiriin …
( …Ya Alloh, limpahkan kami kesabaran. tegakkanlah kaki kami kembali. Lindungilah kami
atas orang-orang yang membenci kami …)
Hingga shooting ini selesai, kami masih berhadapan dengan puluhan persoalan lagi. Nantikan di bagian IV (AAC hijrah ke India untuk menghadirkan Sungai Nil, Padang Pasir dan kota) …
KISAH DI BALIK LAYAR AAC bag. akhir
Dec 13, ‘07 2:51 AM
for everyone
Shooting di Jakarta sudah selesai. Aku puas dengan kerja tim AAC yang solid. Sekalipun berat, tetap commit untuk menyelesaikan film ini apapun hambatannya. Padahal secara legal, kontrak crew sudah habis 1 bulan sebelumnya. Artinya, mereka bekerja tanpa ikatan kontrak lagi. Ini yang membuat aku terharu atas commitment mereka. Terlebih lagi, banyak diantara mereka non-muslim. Tapi tidak satupun dari mereka yang mengkaitkan keyakinan itu dengan kualitas kerja mereka.
Sebagaimana sudah direncanakan sebelumnya, meski Allan bisa menyulap Semarang dan Jakarta jadi kairo. Secara geografis, tidak akan tergambar jika tidak ada shooting di Kairo. Awalnya producer sudah puas dengan hasil shooting di Indonesia tanpa perlu shooting di Kairo. Saya sangat keberatan.
Sebenarnya, dari hasil sisa adegan yang belum diambil, hanya membutuhkan waktu 5 hari saja shooting di kairo. Akhirnya producer mengerti dan menjalin hubungan dengan local production lain di kairo. Local producer itu sering menangani film-film asing yang shooting di Cairo. Sebuah perusahaan yang juga berpengalaman d bidang produksi film. Setelah melihat konsep film AAC, dia menawarkan harga untuk shooting disana selama 5 hari. Jumlah yang diajukan sebesar 3 Milyar untuk shooting 5 hari. Nilai yang bahkan di Indonesia bisa membuat satu film.
‘Angka yang tidak masuk akal’ kata producerku.
Aku sepakat dengan producerku, meski aku tahu konsekwensi membuat film sesuai dengan novel Kang Abik memang berbujet besar. Tapi aku tetap tidak percaya degan penawaran itu. Setelah kita cek quote yang diajukan, aku melihat item-item yang tidak rasional. Misalnya, makan per orang dia budjet kan 100 US$ sehari. Padahal pada saat riset di sana, aku bisa makan dengan 25 ribu sehari. Bujet penawaran itu tidak bisa ditawar kecuali kita mengurangi jumlah hari dan kru. Negosiasi tertutup.
Kemudian muncul gagasan shooting di India dari salah seorang staf perusahaan MD yang orang India. Dia berjanji bisa menyediakan lokasi yang kita butuhkan mirip Cairo. Semula aku ragu, tapi setelah ditunjukkan foto-foto lokasi di India, saya jadi yakin. Dalam foto itu tergambat Sungai Nil, sudut kota kairo, Taman Al azhar University, Padang Pasir lengkap dengan unta-unta dan kafilah. Hanya pyramid saja yang tidak ada. Tapi itu bisa dibuat di studio menggunakan Computer Graphics Imagery (CGI) yang lebih dikenal dengan special effect.
Disaat persiapan menuju India, tercetus ide untuk tetap bisa shooting di Kairo dengan dibarengi workshop film buat mahasiswa Indonesia-Al Azhar. Lalu aku menghubungi PCIM (Pimpinan Cabang Islam Muhammadiyah). Mereka setuju dengan ideku. Kita bahkan dibantu KBRI. Di Kairo, aku dan PCIM berencana menggelar workshop dengan peserta anggota PCIM (mereka adalah mahasiswa Indonesia yang sekolah di Azhar Univ yang menjadi anggota Muhammadiyah) dan akan Shooting mengambil suasana kota dengan kamera kecil bersama dengan mahasiswa peserta workshop tersebut. Biasanya, kegiatan yang mengatasnamakan mahasiswa tidak perlu ijin berbelit-belit. Maka segala sesuatu dipersiapkan. Dari Jakarta, tim yang berangkat ke India 20 orang termasuk pemain, tetapi 6 diantaranya berangkat duluan ke Kairo selama 4 hari. 6 orang tersebut adalah, Fedi Nuril, Faozan Rizal (Kamera), Kasnan (Asisten Kamera), seorang pengawal alat, Adi molana (tata suara) dan aku.
Producer setuju dengan rencana tersebut. Tapi ditengah persiapan itu, muncul kendala di pengurusan Visa. Karena hari shooting di India dan Kairo berurutan, membuat pengurusan visa tarik-tarikan antara keduanya. Waktu kita hanya 1 minggu sebelum keberangkatan shooting, sementara mengurus Visa di India membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari karena jumlah orang yang akan berangkat banyak. Begitupun mengurus Visa Kairo. Akhirnya aku minta tolong pihak PCIM dengan bantuan KBRI menguruskan visa on arrival. KBRI setuju dan sudah menghubungi pihak emigrasi cairo bahwa akan datang tim dari Indonesia berjumlah 6 orang untuk workshop. Kamipun senang dengan kabar tersebut. Terbayang eksotisnya kota kairo, kios-kiosnya, menara-menara masjid yang menjulang, jalan raya yang macet, kampung- el giza. Bahkan pihak KBRI bisa menyediakan fasilitas khusus masuk kawasan pyramid dengan bebas. Rasa optimisku bangkit lagi. Akhirnya … aku bisa shooting di Kairo …
Tapi, lagi-lagi semua itu cuma mimpi. Sesampainya di bagian Check In Bandara Sukarno-Hatta, aku dan 5 kru lainnya tidak boleh berangkat. Waktu itu kami berencana terbang ke Kairo dengan Sinagpore Airlines (SQ). Pihak SQ tidak bisa memberangkatkan kami dengan alasan tidak ada visa. Aku menjelaskan, bahwa kita dapat fasilitas Visa on Arrival dari KBRI Cairo. Mereka minta bukti tertulis dari pihak KBRI sebagai pegangan. Aku tunjukkan undangan dari PCIM untuk workshop atas nama Muhammadiyah ke pihak SQ. Mereka tidak mau terima. Yang mereka minta adalah surat tertulis yang menjamin 6 orang yang diterbangkan SQ bisa diterima di Kairo. Itu tanggungjawab Airlines atas keselamatan penumpang. Aku segera telpon pihak PCIM untuk menghubungi KBRI. Ternyata hari itu kantor KBRI libur. Sekalipun bisa terhubung secara pribadi dengan bagian konsulat KBRI, tapi untuk urusan administrasi harus melalui kantor. Akhirnya, kami tidak jadi berangkat. Kamera yang sudah kita sewa, tiket yang sudah kita beli dan segala harapan untuk bisa shooting di Kairo buyar … Dada ini terasa sakit sekali. Dalam perjalanan meninggalkan bandara Soekarno-Hatta, tanpa sadar, air mataku meleleh lagi. Ya Alloh, Apakah aku terlalu kotor memproduksi film ini, maka kau berikan hambatan buatku untuk yang terbaik?
Tidak ada harapan lagi kecuali shooting ke India saja. Untuk saat ini, sebuah kemewahan bisa membayangkan film ini sesuai dengan harapan Kang Abik dan pembaca fanatik AAC. Yang bisa aku lakukan hanyalah menyelesaikan film ini semaksimal yang aku bisa.
Pesawat Malaysia Airlines take off dari Jakarta membawa 20 Kru dan pemain AAC beserta dua kopor berisi Kostum pemain, 3 kopor berisi property keperluan Artistik dan dua kopor lain berisi bahan baku film 35mm serta kabel-kabel. Kira-kira 8 jam perjalanan, kami mendarat di Banglore untuk transit. Saat itu malam hari. Udara agak dingin. Pesawat yang membawa kita ke Bombay baru besok pagi sekitar jam 10 take off dari bandara. Menurut travel agent di Jakarta, di Banglore kita disediakan penginapan. Tetapi kenyataannya bukan penginapan sebagaimana layaknya sebuah hotel transit di bandara international. Kita disediakan satu apartement dengan 6 kamar. Padahal kami berjumlah 20 orang dimana tidak semuanya laki-laki. Kopor kami juga banyak. Tidak layak buat kami untuk menempati satu apartement. Malam itu sudah jam 12 malam. Pihak administrasi apartement sudah tutup untuk meminta tambahan satu apartement lagi. Kami kebingungan sendiri. Setelah beberapa lama terkatung-katung, salah seorang pembantu apartement lain menawari bisa memakai apartementnya kalau cuma buat semalam, karena pemiliknya sedang keluar kota. Akhirnya kami patungan menyewanya. Apartement itu untuk crew dan pemain perempuan. Aku bersama crew laki-laki lainnya saling tumpang tindih di apartement satunya. Aku dan Rajish (Make up artist) tidur di sofa depan. Faozan Rizal dan tim kamera tumpuk-tumpukan satu kamar. Fedi, Oka dan Iqbal tidur satu ranjang bertiga. Lainnya tidur sekenanya.
Tepat jam 11 siang kami meninggalkan Banglore menuju Bombay. Kami sudah dijemput sebuah bis yang akan membawa kami 15 jam menuju Jodhpur. Bayangan kami, Jodhpur adalah kota kecil yang tidak ada bandaranya disana. Tapi ternyata Jodhpur adalah kota wisata. Banyak turis eropa-Amerika datang kesana menggunakan pesawat, apalagi di bulan-bulan November. Bandaranya-pun lebih bagus dari Halim Perdanakusuma. Jadi penggunaan bis semata-mata buat ngirit bujet produksi, mengingat harga tiket Bombay-Jodhpur di bulan-bulan libur naik. Kami cuma menghela nafas. 15 jam perjalanan, bayangan kami, seperti perjalanan Jakarta Surabaya. Tidak apalah, aku bisa istirahat di bis, pikirku.
Setelah keluar dari bandara Bombay dengan tumpukan kopor-kopor, kami melihat bis yang disediakan kami kecil. Warnanya kuning. Bis tersebut bukan selayaknya kendaraan tempuh Jakarta-Surabaya. Bis itu seperti bis Jakarta-Sukabumi yang diberi AC. Tempat duduknya sempit hanya memuat 20 orang saja. Sedangkan kopor-kopor kami banyak. Aku komplain dengan orang india (staff MD) yang mengurusi kami disana. Dia bilang, bis ini disediakan berdasarkan bujet dari producer. Kami tetap tidak mau naik. Aku melihat wajah teman-teman kusut. Tika (line producer AAC) marah dan meminta local unit menyediakan tiket pesawat. Sayangnya, tiket pesawat ke jodhpur habis sampai 3 hari kedepan. Setelah berdebat lama, akhirnya kami disediakan satu mobil kijang khusus untuk kopor-kopor. Allan menyertai kopor-kopor itu di mobil Kijang. Yang lainnya naik bis. Fedi yang berkaki panjang menduduki bagian belakang tepat di selasar tengah bis diapit Rianti, Prita (Pencatat Script), dan Clarissa. Ditengah diisi Oka, Pao, Tarmiji, Kasnan (tim kamera), Adi molana dan pak Rajish. Di depan ada Aku, Retno Damayanti (kostum), mbak Tia (asisten Retno) dan Tika. Seorang supir bernama Ganesh membawa kami membelah negeri India melintasi Gujarat. Sebuah perjalanan panjang dan melelahkan terbayang …
Perjalanan Bombay-Jodhpur mirip seperti perjalanan Jakarta-Surabaya. Padang Ilalang terbentang di kiri kanan. Rumah-rumah gubuk, warung-warung tempat mangkal bis dan Container berderetan sepanjang jalan seperti di film Iran Café Transit, jajaran rumah-rumah pedesaan diselingi pohon-pohon besar dan sawah-sawah tandus berseliweran. Pemandangan luar biasa buatku. Eksotis. Bis kami melaju bersama dengan puluhan bahkan ratusan truk-truk. Kadang bis kami berhenti sekedar minum teh hangat India yang dicampur susu bersama sopir-sopir berkulit hitam. Di perbatasan Gujarat. Kami mendapat persoalan. Bis kami dilarang melintasi perbatasan karena dokumen tidak lengkap. Selama 2 jam kami dicuekin, sementara Ganesh mondar-mandir dari post satu ke post lainnya yang jaraknya 1 km untuk menyelesaikan administrasi. Terlihat dia begitu stress, dia meminjam Hp Tika untuk menghubungi seseorang. Terlihat dari cara bicaranya, Ganesh sedang bertengkar. Mungkin orang itu yang menyebabkan Ganesh mendapat persoalan. Kami nyaris balik ke Bombay karena tidak ada ijin melintas. Ditengah situasi panik itu Rianti, Clarrisa, Oka dan Fedi didatangi militer bersenapan karena mereka foto-foto.
‘Ini bukan tempat wisata!’ kata Militer itu.
Terlihat wajah Rianti pucat karena takut. Akhirnya Ganesh menjelaskan ketidaktahuan kami. Merekapun mengerti. Setelah 2 jam lewat dengan perasaan tidak menentu, kami bisa melintasi perbatasan, melanjutkan perjalanan atas perjuangan Ganesh. Malam yang panjang terasa. Sekalipun sulit buat kami tidur di tempat sempit seperti itu, kami tidak bisa melewatkan rasa ngantuk. Pagi berikutnya kami berhenti di sebuah kota kecil. Kami menyewa losmen kecil buat mandi dan sarapan. Kami istirahat selama 4 jam memberikan kesempatan Ganesh tidur. Di tempat itu kami diliatin penduduk sekitar. Apalagi Rianti dan Clarissa. Orang-orang India memiliki keramahan berbeda dengan Indonesia. Apalagi bukan di kota besar seperti Bombay, Delhi atau Madrass. Suara mereka yang keras membuat kami mengira mereka marah. Tetapi sebenarnya tidak. Di tempat itu kami baru sadar bahwa kami sudah menempuh 15 jam perjalanan. Tetapi kami masih berada setengah perjalanan menuju Jodhpur. Setelah membuka peta baru kami sadar berapa jarak sebenarnya dan berapa waktu tempuh sebenarnya antara Bombay-Jodhpur. Bombay-Jodhpur berjarak 850km, Kira-kira 24 jam waktu perjalanan darat jika ditempuh secara non-stop. Kami merasa ditipu. Fedi yang biasanya diam, kini marah-marah, dia protes ke producer atas perlakuan ini. Jawab producerku, pihak MD tidak tahu menau soal ini. Mereka juga minta maaf. Pak Rajish, salah satu karyawan MD dari India bagian make up artis banyak membantu kami. Setidaknya membantu kami berkomunikasi. Ternyata, dibalik semua itu ada yang tidak jujur, memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan. Aku marah, tetapi aku tahu itu tidak ada gunanya. Akibat dari kesalahpahaman ini kami kehilangan waktu dan tenaga yang seharusnya bisa dimanfaatkan buat Shooting. Kami cuma bisa pasrah …
Jam 8 malam, tepat 30 jam perjalanan dari Bombay, kami masuk Hotel. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa merebahkan diri di tempat yang layak. Diatas tempat tidur aku melepaskan pikiran. Sepanjang hidupku, tidak pernah aku membayangkan melintasi negeri Gujarat naik bis. Tanpa asuransi, tanpa perlindungan apapun. Untung tidak ada teroris menghadang kami. Sungguh, aku sudah tidak kuat. Aku ingin lari saja dari produksi. Toh, tidak ada jaminan apapun buatku untuk menyelesaikan film ini? Uang? Demi Alloh, gajiku tidak sebanding dengan persoalan yang aku hadapi. Kalau orang mengira aku melakukan ini semua demi uang? Demi jualan? Kehormatan? Wallohi, orang itu benar-benar picik. Tidak ada keuntungan materi yang aku dapat di film ini. Semata-mata hanya idealismeku saja yang berharap Film Indonesia tidak hanya diisi oleh Horor dan percintaan remaja Kota. Tapi apa itu idealisme? Apakah Kang Abik dan jutaan pembaca AAC mengerti soal idealisme ini? Apa yang mereka bisa berikan buat mengganti segudang persoalan kami disini? Mereka tidak lebih dari sekedar penonton yang menuntut hiburan atau membanding-bandingkan Film dengan Novelnya. Lantas jika tidak sama dengan Novelnya terus mencaci maki, menganggap bodoh dan kafir sutradara yang membuat. Karena hal-hal islami dalam Novel tidak tampak, tidak terasa.
Lagi-lagi dadaku sesak. Tapi aku tidak bisa lari. Aku sudah berjanji kepada diriku, anakku dan ibuku untuk memberikan yang terbaik.
‘Kalau kamu sudah bisa membuat film. Buatlah film tentang agamamu.’ Kata ibuku yang terus menerus terngiang.
Pagi harinya aku mulai shooting. Dan persoalan seperti tidak selesai. Dari mulai peralatan yang kami pakai sudah ditinggalkan industri India 5 tahun yang lalu alias butut: Lampu-lampu yang fliker (menghasilkan cahaya kelap-kelip seperti neon yang habis watt nya), Kamera tua yang ketika dipakai mengeluarkan bunyi berisik, generator kami yang lebih layak dipakai buat menyalakan mesin pemarut kelapa dibanding buat shooting. Lalu kru-kru India yang disediakan untuk membantu kami bukan kru profesional. Di bagian akomodasi makanan kami selalu datang telat sehingga banyak yang protes. Tidak hanya kru Jakarta saja yang protes, kru India juga begitu. Suatu kali pernah mereka mogok kerja tidak shooting karena hanya di kasih makan sekali sehari. Padahal shooting sampai jam 12 malam. Di lokasi gurun, kami harus mendaki gunung pasir dengan jalan kaki sebelum menuju lokasi utama. Kami menggunakan Unta buat mengangkat Kamera dan perlengkapannya. Kaki-kaki kami sakit tertusuk tanaman duri. Bibir kami banyak yang pecah karena panas matahari. Sebelum mencapai tempat lokasi, kami istirahat mirip kafilah-kafilah yang kehausan ditengah sahara.
Tapi dari semua kesulitan itu, Alhamdulillah aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Lokasi yang aku dapatkan luar biasa. Kecuali lokasi Gurun, lokasi Nil, Taman, Rumah Sakit berada di satu hotel peninggalan Kasultanan Pakistan. Lokasi gurun Pasir kami tempuh 4 jam perjalanan dari Jodhpur. Melelahkan tapi juga menyenangkan.
3 hari kami melakukan shooting dan 2 hari sisanya adalah perjalanan. Di hari ketiga, rombongan kembali ke Jakarta. Aku bersama 20 cann film hasil shooting di Jodhpur terbang menuju Madras untuk editing dan processing lab. Sastha Sunu, editor Ayat-Ayat Cinta sudah menungguku disana. Sampai tulisan ini dikirim, aku masih menyelesaikan proses film Ayat-Ayat Cinta yang semakin lama semakin rumit secara teknis. Sehingga mengakibatkan jadwal Tayang Ayat-Ayat Cinta mundur di bulan Januari. Aku tidak berani menjelaskan kerumitan itu, karena sifatnya technical sekali. Pendeknya, produksi Ayat-Ayat Cinta adalah produksi yang penuh dengan cobaan dibandingkan 6 filmku sebelumnya.
Semoga Cobaan ini membuktikan Cinta Alloh masih bersama Kami semua …
semoga semua ini bisa menjawab pertanya para mbak-mbak dan mas-mas semua (maarro-z@yahoo.com) dan terimakasi atas fasilitas blog nya
assalamualaikum Wr.Wb
assalamualaikum..
aduh.. MD kapan seh film ni di rilis di bioskop2 seluruh indonesia..udah ga sabar ni mo nonton premiernya..ko lama bngt seh kluarnya..pasti langsung sold Out deh tiketnya..braun dong kluarin filmnya..
kalua ngak salah mbak amalia, tayang AAC ini sekitaran tanggal 25 januari keatas, ahir januari………….kalungak salah yang aku denger
mbak
duh,,, novelnya jha udah keren kyak githu…
palagi filmnya!!!!
pasti seru bgd,,..
tp,, jgn smpe kayak yg kebanyakan itu lho.
sebagian cerita” penting yang ada di novel pas di film, g ada.
khan g seru jugha tuh…
pokoknya… q tunggu deh…
filmnya pasti seru bgd!!!
emm..kyak gmna ya,emank berat bnget sich prjuangn para pmbuat film AAC,, tp ak pribadi yakin bnget klo film trsebut bkalan luar biasa sukses.. islam mngajarkn utk mngikuti syariah yg bnar kpd umatny,mski itu lwat pesan(fiml)..ayat2 cinta mnebar syariah yg sgt bgus utk dpraktekkan dmuka bumi.. ak pribadi udh 14x bc novelny,stiap ak brbuat khilaf skecil apapun,ak ingat pesan trsirat dnovel AAC.. ak mhon dng sngat spya film AAC dRilis dng cpat.. demi mluruskn syiar religi didunia..
Assalamu Alaikum…
Film ayat-ayat cinta kapan di putar di bioskop?
aq da ga sabar pengen nonton.
emg proses editingnya blum slele ya?
semoga Filmnya sebagus novelnya ya?
I HOPE…
Wassalam…
gw ada usul gmn kalo pemeran fahri sm aisha ny pasangan suami-istri Dedy Risjad-Diana Pungky..mukany Diana kan arab bgt tuh..sip!