Jembatan itu Memisahkan Kita…

16 02 2008
Aneh dan lucu, ini menjadi kisah terindah selama yang tak kan pernah kulupakan, kalau mengingat hal ini aku ingin tertawa sendiri, sungguh bodohnya diriku… berikut ceritanya (tapi jangan bilang siapa-siapa ya…)
Rabo (13-02), sekitar sore harian jam 15.30 WIB, setelah sholat ashar, seperti biasa, aku ke sekretariat BEM FMIPA ITS, maen-maenlah… ternyata si Aliq mengajakku untuk sejenak melihat suasana LKMM TM FMIPA ITS perdana di Pusdiklat Hanundas Kenjeran Surabaya. Yang jadi pertanyaan besar bagi diriku adalah, “siapa yang akan dibonceng dan membonceng?” lha, masa’ aku dibonceng sama cewek, apa kata dunia?. Nah, kalau aku yang bonceng Aliq, bisa gak? aku gak ada SIM, aku buta jalan surabaya… dan dengan modal nekad, so berangkatlah diriku dan Aliq ke Kenjeran, posisi aku sebagai yang nyetir dan Aliq yang berada dibelakangku…
perbaikan-jalan.jpg
Sampai di Mulyosari, tak ada problem, berjalan mulus… konon katanya banyak polisi disini, toh gak terbukti…! berjalan lagi sampai akhirnya ada perbaikan jalan (tepatnya jembatan yang diperbaiki), jalannya menanjak keatas, dengan sudut lebih dari 45 derajat, hanya beberapa meter sih, aku tak dapat mendeskripsikan secara mendetail disini, pokoknya jalannya kelihatan masih dalam perbaikan. Melihat jalan yang menanjak, aku bingung, “Aliq, ini masuk stater berapa?” tanyaku kebingungan. Kata Aliq bahwa tidak mengapa masuk tiga, yang penting aku ngebut. Ya wislah, bagi orang yang belum ada pengalaman soal sepeda motor, aku ya nurut aja… akhirnya benar juga dugaanku, ditengah-tengah tanjakan, sepeda motor gak kuat menyelesaikan pekerjaannya, aku perbesar lagi tarikannya dan dibantu orang-orang disekitar, berhasillah melewati tanjakan tersebut.
Aku pun melanjutkan perjalanan dengan santainya, tenang karena jalan mulus walau banyak aktivitas warga sekitar… tak beberapa lama, ada pria bersepeda motor melewati aku, dan bilang… “Mas boncengannya tertinggal…“. Aku kaget, kuhentikan sepeda motorku, dan benar banget, Aliq gak ada di belakangku, kemana dia?
Aku melihat kebelakang, kulihat Aliq tertawa dan menunjukku, dia berjalan ke arahku sambil menahan tertawa, orang-orang disekelilingku juga tertawa, sungguh bodohnya diriku hingga meninggalkan boncenganku yang juga seorang manusia…

Aksi

Information

7 tanggapan

17 02 2008
Robert Manurung

Kebangetan emang…masa sampe nggak sadar boncengannya raib…
btw aku mohon izin nitip pesan disini :

Kabar Duka dari Tano Batak

Hutan alam Tele di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sejak dua hari lalu sudah mulai ditebang dengan gergaji mesin. Targetnya hutan heterogen seluas 2.250 hektar akan dipangkas bersih untuk dijadikan lahan perkebunan bunga. Investornya dari Korea.

Dengan ini kami, Komunitas TobaDream mohon dukungan kawan-kawan sesama blogger Indonesia untuk bersama-sama memberi tekanan; agar pembabatan hutan pusaka itu dihentikan. Caranya, berilah komentar dukunganmu pada artikel di :

http://ayomerdeka.wordpress.com/

Terima kasih!

19 02 2008
adHeK^^

dYuH..
dyUh….
kacIaN baNGeT nTu si WuLan Jameela, hehe…

aBieS nTu ga dikiriM kE RS. MenUr maS???
hehe, yaNg giLa yAng Mana Ney, yaNg niNggaLin bOncEngan or yaNg diBoncEng, or kEduaDuaNya..

Hehe, Oia, KaLiaN sELinGkuH Yaww…

HayOo tAk biLangIn AhMad DhaNy””’

^^ Sssssssssttt… rahaSia YaWw!!!!

21 02 2008
aRuL

hahaha…. :)

23 02 2008
fajar

mas mw tanya, klo seandainya bukan yang namanya “Aliq” yang dibonceng, apakah akan tetap menjadi “kisah terindah” ???hehehe…

4 12 2008
Jembatan Shiratal Mustaqim « Kaizen, Kata Hati dan Inspirasi

[...] Lihat cerita lain mengenai jembatan, klik di sini [...]

3 04 2009
aliq

nih mulan jameela…ups maksudnya budhe aliq. iya ya…emang kejadian yang konyol dan menggelikan. apa karena aku kurus jadi raib dari boncengan pun kmu ga ngerasa. ya dah klo itu alasannya ntar aq naikin berat badanq. tp cucah buanget….may ntar klo dah nikah agak gemukan dikit yach he he he

25 02 2012
Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda « Kaizen, Kata Hati dan Inspirasi

[...] Awalnya saya adalah orang yang tidak bisa mengendarai sepeda motor. Saya baru belajar motor ketika kuliah semester 6 (tahun 2007), itupun masih punya motor teman. Saya termasuk orang yang beruntung karena punya teman yang mau membantu saya belajar motor, walaupun berbagai pengalaman buruk pernah saya alami ketika belajar naik motor, seperti masuk got, menabrak warung, jatuh kecelakaan, hingga satu peristiwa lucu yang pernah saya tulis dalam postingan saya sebelumnya di sini.  [...]

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.328 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: