Kejanggalan Film Ayat-Ayat Cinta [Spoiler VS Bioskop]
20 02 2008Semoga apa yang aku tonton kemarin (19-02-08), bukan film yang akan diedarkan tanggal 28 Februari 2008 nanti. Film Ayat-Ayat Cinta yang aku tonton semalam banyak yang tak sesuai harapan, tapi lebih dari itu aku merasa filmnya lumayan, tapi MEMANG BELUM SAATNYA UNTUK DITONTON, aku merasa bersalah melihatnya… aku sudah berencana nonton bioskop pada saat prmier nanti, tapi hatiku gak kuat iming2an temen2 yang pamerin softcopybajakan ayat-ayat cinta, ya aku akhirnya menontonnya untuk mengobati rasa seribu satu penasaran yang melekat dalam dada sejak pengumuman film ayat-ayat cinta dipublish
apapun itu ada beberapa bagian dari film yang aku rasa janggal,… ini beberapa contohnya…
Tak ada karakter Tuan Boutros dan Yousef Boutros (Ayah dan adik Maria), padahal karakter ini cukup berpengaruh, sementara teman seflat Fahri cukup lengkap, bahkan menurutku mubadzir banget, itu tuh si Bimo ‘Jomblo’, Denis Adhiswara, niatnya ngelucu, tapi garing banget…!!!
Karakter Aisha terlihat terlalu glamour, terlalu emosional dan pencemburu… sorry to say, Rianti lebih terlihat seperti membawakan acara MTV, kaku banget… Coba lihat beberapa adegan Aisha yang terlalu manja ketika bersama Fahri… Aisha yang ‘lancang’ menjual komputer butut Fahri yang diceritakan sering ngadat, yang digantikan Aisha dengan Laptop mewah… Aisha yang merekam Fahri dengan Handycam, glamor de pokoknya… Bahkan ada adegan Aisha ngambek dan kabur dari rumah dan membiarkan Fahri dan Maria berdua.. dibawah ini gambar Aisha yang cemburu melihat Fahri bermesraan sama Maria, lihat deh matanya, gak ikhlas banget….


Setuju banget kalau ada yang bilang Carissa Putri pas banget memerankan karakter Maria, terlihat cantik… apalagi ketika dia membaca surat Maryam, terdengar lugu dan bersahaja dalam kesehariannya. Mungkin bagi orang awam yang belum baca novel akan merasa lebih kasihan kepada Maria daripada Aisha… Aisha terlalu glamour sih… Carissabenar-benar terlihat seperti orang mesir…
Tapi jangan kecewa jika tak melihat sosok Ibu Maryam. Disini tak ada Maria mencari pintu surga. Maria meninggal dalam keadaan Sholat dan berucap takbir, Allahu Akbar… bukan bersyahadat seperti yang diceritakan di novel. Tapi sebelum Sholat pasti syahadat dulu kan? Maria masih dinampakkan dalam kondisi sehat setelah persidangan Fahri, disinilah bagian yang Hanung mengarang cerita sendiri, alias gak nyambung sama sekali dengan novel. Disini diperlihatkan rumah tangga poligami Fahri-Aisha-Maria, disinilahFahri berusaha berbuat seadil-adilnya pada kedua istrinya.

Untuk ‘memvakumkan’ tokoh Maria setelah Fahri menikah dengan Aisha, dibuat cerita Maria ditabrak lari oleh orang-orang utusan Bahadur. disinilah letak cerita Bahadur berusaha menjebloskan Fahri ke penjara dan membunuh saksi satu-satunya kasus pemerkosaan Fahri terhadap Noura
Tak ada Fahri sakit dan dirawat di rumah sakit. Jadi jangan harap bertemu dengan sosok sahabat Rasulullah seperti yang diceritakan di Novel. Fahri juga terlihat rapuh dan hampir putus asa ketika di penjara, kata teman satu sel, Fahri terlalu sombong…

Surat dari Noura dibaca tak komplit, kekuatan Surat Noura hilang disini, padahal album OSTnya sendiri dibuat khusus music scoring letter from Noura. tapi Zaskia Mecca sangat pas banget jadi Noura, total aktingnya diacungi dua jempol. Sementara tokoh Nurul juga gak terlalu disorot, hanya pemanis belaka….

Ssst… ada adegan kissingnya lho, 2x malah, antara Fahri-Aisha saat malam pertama dan Fahri-Maria saat mereka dah nikah… ya walaupun tidak kissing beneran, tapi wajah mereka dekat banget, moga2 disensor. Trus musik dan backsound yang dihadirkan gak selengkap Album Soundtracknya, tak aku dnegar lagu Ungu, baik Andai kutahu maupun Tercipta Untukku, malah yang terdengar malah music scoring jiplakan Film Ekskul yang menjiplak pula Film Takagi (Taegoku/taegukgi/apalah namanya…), hmm….. no comment deh..
Ada yang bilang beredarnya Film Ayat-Ayat Cinta sebelum premiere dalam format .avi dan berukuran 1,2 Giga ini menimbulkan spekulasi bahwa ada beberapa pihak yang tak setuju novel ini dibuat film dan diedarkan, tak taulah gimana jadinya, aku sendiri dapat dari teman yang tak mungkin aku sebutkan namanya disini…. Film ini BAGUS untuk ukuran Film Indonesia, layak dapat FFI Awards untuk semua kategori
aku harap walau film ini SUDAH TERBAJAK tapi masih banyak penonton yang menontonnya termasuk aku sendiri tentunya. bagaimanapun dan apapun aku akan tetep nonton versi bioskop dan tentu saja nonton pas premiere
iya kan? harus itu!
____________________________________________________________
Setelah aku menonton versi bioskopnya beberapa hari yang lalu, memang BEDA rasanya, termasuk kepuasan tersendiri, ini adalah satu-satunya film yang aku tunggu-tunggu sepanjang setahun belakangan ini. Dan ketika aku mendapat tiket saat Premiere kemarin rasanya cukup berkesan, duduk di tempat bioskop ternayat memang benar-benar mengasyikkan daripada ditonton di komputer.
Secara cerita sama, tapi ada perbedaan emosi yang berkecamuk disini, ganmbar besar dan sound yang menggelegar, kemudian ada beberapa dialog yang sedikit di ubah. seperti ucapan Ibu Fahri saat mendengan Fahri dipenjara, di versi bajakan berucap “Subhanallah…”, tapi enggak di versi originalnya. Ada juga sayup-sayup suara Maria besyahadat, juga penambahan OST Tercipta Untukmu dan vokal Ustadz Jefry AL Buchori.
Beda banget yg di bioskop sama yg di bajakan. Sranku, lebih baik nonton bioskopnya saja… maaf jika ada yang gak berkenan dengan tulisanku ini.
pertamaxxx……………..
hore………
Second lah untuk saya

Selanjutnya, sukses untuk yang bulis
dapet dari mn film nya, klo ada yang tau kasih tau saya lewat e-mail please. sukur2 ada yang ngirimin
Film laknat, sangat tidak sesuai dengan nilai islam.Sama seperti film buatan orang2x kafir.
klo emank kenyataannya sperti itu ane gak s7 film ini ditayangin, ntinye anggpan arek-arek yg pade nonton tu film bklan beda ame yg baca novelnye….
wekz bajakan…..
wah ngak asyik nih, udah diceritain duluan
hemmmm dah bs ditebak….hasilnya ga bakalan memuaskan
apaan tuh ada adegan kissing????? ups ga salah tuh
mana nilai dakwahnya yah….
kang abik…..adoooh kasihan bgt deh
kok ngebiarin sih adegan kayak begini dijabanin ama aktor yg bukan muhrim, katanya pengen ngedakwahin “indahnya tata cara pergaulan dlm islam”…
manaaaa….kok ngebiarin aktornya pd beradegan kayak begitu…brarti dakwahnya tidak buat para aktor jg dong. Khusus buat penonton aja kaleee
Yah kali alasannya akting bo akting…kagak beneran….cm akting kok
alamak….
kok aku jd memuntahkan uneq2 di sini yah…
maap deh maap yah…
piss…lam kenal
Aku gak minta sama sekali baik novel dan filmnya he..he..he..
Wah yang paling gak setuju baca komentar ini, tentu produser filmnya.
Eh dapat dari mana film itu, padahal kalo gak salah belum tayang.
cerita ayat-ayat cinta hanya akan islami dan indah jika dalam bentuk novel, beberapa adegan dalam novel itu ketika dijelmakan dalam adegan film dan dilakukan oleh yang bukan muhrim akan merusak nilai islamix dan jikalau adegan-adegan tersebut ditidakan akan merusak keindah kisah itu…
hihi..download nya dimana Bung? URL nya dunk…hehehe…astagfirullah haram katanya
Iya nih, fileme ga memuazkan!
Salam kenal yah!
mana link downloadnya??
*penasaran mode :ON*
tp tetep seneng khaan…hehe
Kritik doang bisanya
hargai dikit lah
bisa gitu buat film kayak gitu?
settingnya bikinnya susah
indonesia indonesia…
biar gimana pun aku tetep mau nonton yang dibioskop….
Pusing…belum nonton….
NOVEL dijadikan FILM …???
Siap-siap untuk kecewa …
Bagi para penggemar Sastra pasti menemukan keindahan suatu tulisan dari rangkaian kata si pengarang … (dan rangkaian kata itu menimbulkan imajinasi sipembaca … dan ini lah yang membuat nikmat …
NAh kalo udah di filmkan … imajinasi had already taken into live …
Kalo gak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran imajinasi pembaca … tentu saja akan kecewa …
Dan itu wajar-wajar saja …
Agak sulit menemukan NOVEL yang diFILM kan sama bagusnya …
Aku pribadi … lebih suka membaca daripada melihat …
(so aku bebas memunculkan “adegan film” apapun dipikiran dan perasaan saya …
Begitu …??
Tenkyu loh Mas …
(kok bisa dapet previewnya ya ?)(boleh juga nih ..)
mau dooooooooooooooooong,ngedownloadnya dimana siiihhhhh?plissss kasi tau scptnya yaaaa…soale w g bs nonton di bisokop niii,have a new baby soalnya
Beneerrr khaaannn… tidak sesuai novel…

sebaaaall…
maish mending harry potter dong
Ngga jadi nonton ah, sudah cukup baca posting ini saja
Sejak selesai membaca novel ayat-ayat cinta bulam Mei 2007 yang lalu, melalui email saya pernah sampaikan ke Kang Abik, novel ini jangan di filmkan. Tapi mau dikata apa? Karya seni adalah bagian dari entertain, bagian dari bisnis yang komersil.
Ingat saat Di Atas sajadah Cinta ditayang dalam bentuk sinetron di Trans TV, di awal cerita sangat memikat dan akhirnya terjerembab dalam sinetron-sinetron kacangan lainnya.
Tertapi terima kasih, informasi tantang film ini. Bagaimanapun saya akan nonton film ini untuk apresiasi seni. Bukan untuk mencari nilai Islami yang Kang abik tulis dalam novelnya.
hi..hi… ulasan disini membuat diriku semakin yakin, bahwa novel difilmkan belum tentu seindah novelnya.
hi..hi… ulasan disini membuat diriku semakin yakin, bahwa novel difilmkan belum tentu seindah novelnya.
jadi nggak pingin nonton film ayat-ayat cinta kalo filmnya beda sama novelnya..,
kalo memang beda.. kenapa nggak bikin cerita baru dan judul baru aja sekalian ya…
daripada hasilnya beda begini…
*kuciwa dakuw… ehehe
Iya, gue suka banget ulasannya, memang didunia g ada yg sempurna men….
Mas lebih bagus lagi mas mengulas ttg sepakbola juga dunk,..
kaya’ nya mas jago deh argumen nya…. peace
SFC1
Ayat-ayat cinta ya? hhmm…. pernah baca novelnya (dipinjemin teman)… ada yg mengatakan bahwa ini film ttg cinderella versi laki-laki…
jadi…filmnya sepeti ituh ya? hhmm…. (dari dulu emang ga berniat untuk nonton) kecuali di kasih gratisan…
emang yah, kl novel difilmkan jadi ga begitu bagus. Imajinasi kita yg terlanjur terbentuk ketika membaca terpaksa ‘dikotak2-an’ di filmnya
Memang, antara novel dan film itu beda, ketika membaca, imajinasi satu orang dengan orang lainnya berbeda-beda, maka dari itulah harap dimaklumi jikalau film ini tak sesuai harapan. Namun, sebagai manusia kita juga harus menghargainya, sudah bersusah payah, berkorban tenaga, waktu, pikiran dan biaya yang banyak. tapi kita hanya bisa mengkritik-mengkritik negatif, sesungguhnya kalo kita disuruh membuatnya mungkin tak bakal sebagus film ini, bahkan kita pun sudah menyerah tak sanggup.
Sekedar saran, mungkin pemeran fahri dan aisha dipilih dari pasangan yg sudah menikah, jadi memang halal ketika dalam adegan sudah menikah, namun masih ada persoalan bgaimana fahri dengan maria?
Jangan mencela saja, pikirkan apakah kita mampu seperti dia?
lihat dulu produsennya siapa…?
coba kalo ada produsen muslim yng peduli dengan negara ini… buka cuma untuk mencari keuntungan belaka….
OST nya aja liriknya ambigu,jauh dari niat pnulis novel….btw,apa semua yg dilabeli ISLAMI bsa d anggep HALAL?jgn2 kalo ada MIRAS ISLAMI &JUDI ISLAMI ntar bs jadi halal? so,film ini cuma akal2an bisnis kapitalis..untg aja film ini gak premiere 14feb kmrn,klo jadi bsa2 imagenya VALENTINE ISLAMI?*Glodakz?!+%#&/*
______________________________________________________
udah ketebak kalok pelemnya pasti bakal jauuuh dari novelnya…
gw malah lebih tertarik kalok Ketika Cinta Bertasbih yang dipelemkan, trutama yang buku 2 nya, settingnya Solo dkstrnya, kayaknya lebih menarik… dan murah secara budget
Udah, ngga usah ditonton,
lebih baik misi “mencintai karena Allah” yang diterapkan,
dalam keseharian kita, yuk …
______________________
bagus sih sebenernya…
kecewa juga sih, kenapa sutradaranya malah ngarang sendiri, bukannya tambah bagus malah tambah jelek. Setelah baca AAC di novel semuanya serba indah, perfect, malah menjadi penyemangat, tapi setelah baca2 tentang bocoran filmnya, yang indah itu sedikit sirna..
jadi males
__________________________
Hasan Menjawab:
iya juga, aku paling benci bagian setelah Fahri bebas dari penjara… tapi ada bagian menyentuhnya juga lho, ketika detik2 Maria meninggal dunia, tak seindah novelnya memang, tapi kata-kata Maria membuatku merinding, “Fahri, Aisha, aku ingin sholat bersama kalian“
gimana ya???Aku belom nonton ntu Film
sama mas , kemaren saya juga udah liat potongan film nya di salah satu stasiun tv swasta , sampai saya mengungkapkan hal seperti ini
kayaknya sich sama , tapi untuk usaha aku tetap angkat tangan buat hanung bramantyo
silahkan mampir di tulisan ini
makasih
http://realylife.wordpress.com/2008/02/20/jilbab-hati-dan-jilbab-kepala/
duh, padahal tadinya penasaran. jadi sedikit g mut nih.
lam kenal!
____________________________________________
Hasan menjawab
gak mood?biasa aja lagi, beda kok antara film yg aku review dgn yang diedarkan dibioskop nanti… salam kenal juga
sebagai seorang muslim, ana ga terima sama sekali nilai2 islam dipermainkan seperti itu.
tidakkah mereka membaca kitabulloh dan sunnah rosulNya?
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa“. (Q.S At Taubah : 65-66)
sedih banget liat orang2 memuja setinggi langit novelnya, lalu sekarang dibuat filmnya, dan mengaanggap seperti itulah islam.
demi Alloh, barangsiapa tidak dapat mengambil pelajaran dari kitabulloh dan sunnah RosulNya, maka tak ada yang dapat memberinya pelajaran. apalagi hanya sekedar novel! dan film!
_________________________________________
jadi diputar kapan nih film?
tak ada yang sempurna. editor, script writer dan director kan juga manusia. ini mungkin seperti penggemar novel Harry Potter yang kecewe dengan filmnya.
Udah ane bilang juga dari dulu….
FILM INDONESIA TUH GAK ADA BAGUS-BAGUSNYA. (baca di sini)
Masa Bodoh dengan Nasionalisme. Kalo film jelek ya bilang jelek… Betul ??
Mbuuh…. ada cipokannya segala ???
Dasar film murahan…….
Setuju! ana pikir klo Novel di jadiin Film akan ada beberapa yang hilang & yang kedua mengenai adegan “kiss” ana kurang setuju, itu menjadi salah satu “penghancur” niat sang pengarang sebagai salah satu jalan Da’wah, ana sih berhusnudhon karena yang bikin film nya tidak terlalu “ngerti” dan masalah yang tadi bisa menjadi motivasi kita sebagai generasi islam yang faham untuk bisa membuat sebuah film islam yang berkualitas dan sesuai norma Islam.
lah loh. Film nya udah di tonton? Bajakan donk? Tapi aku juga udah punya. he..he.. selamat nonton!!
ya mas sy juga udah nonton filmnya…
bener2 janggal…
apalagi yang pas Fachri poligami ama Aisha and Maria…
trus ada bebrapa hal yg tidak ada dlm film ini..
seperti Fachri yang sakit.
Tuan Boutrous dan adiknya Maria…
dsb…
________________________________________
Hasan menjawab:
Termasuk lagu2 Ungu yang jadi OSTnya gak ada… malah muncul musik jiplakan kayak Ekskul dulu kan?
Novel Ayat-ayat Cinta lebih bagus dibaca saja. Ada sentuhan seni dan dkwah di dalamnya.
akoe blom nnton sich, tp klo udah dkasih komentar dech
wah seru nee kayanya banyak yg pro n kontra,,, ama ni film,,, ampe ada nyang bawa dalil dalil, sebenarnya see tergantung dri mana kita melihatnya,,, dari kaca mata agama atau seni, klo dari segi agama gw g bsa coment ( takut salah ), tapi klo dri segi seni gw rasa perlu kita hargain, karena paling tidak ada sebagian pesan moral yg mkn disampaikan difilm itu,,, jadi rasanya kita perlu untk hargain hasil karya sineas sineas kita,, karena merekalah perfilmn negeri ini kembali hidup,,
_________________________________________
Hasan Menjawab:
Bagaimanapun itu, Novel Ayat-Ayat Cinta adalah Novel islami, banyak orang “tercerahkan” dan tergugah jiwanya, kebanyakan orang kecewa karena filmnya gak bisa menggugah jiwa… kalau dari seni aku gak tau, heheee
[...] Belum selesai baca buku ini, ternyata sudah ada yang nonton dan sedikit me-review filmnya yang nanti akan diputar premierenya tanggal 28 Februari 2008 nanti. [...]
mending mbaca aja… semua tokoh bisa diimajinasikan dengan sempurna
________________________________________
Hasan Menjawab:
Yup, sepakat dengan pendapat kamu…
heran… Islam kan mengharamkan untuk bersentuhan selain muhrim… disini kok sentuhan… pelukan… memperlihatkan aurat… misi visi film ini apa sih?…
____________________________________________
Hasan Menjawab:
Mangkanya itu, menurut saya pribadi, kalau film islami kudu gak ada hal2 seerti itu, lebih baik ya Novel Ayat-ayat Cinta gak usah difilmkan aja biar terjaga kesuciannya… biar kita lebih bisa bebas berimajinasi tentang sosok-sosok Aisha.. kalau difilmkan pikiran kita termindset kalau Aisha adalah Rianti, padahal gak banget, jauh…..
Sudah di sensor Mas, karena khawatir bersinggungan dengan agama lain. Jadi, boleh dibilang, filemnya tidak all out …
filmnyah manah…..
*nangis di atas tower*
________________
Hasan Menjawab:
Maaf gak bisa share disini, Berdosa-berdosa….
Filmnya di Komputerku lah
@masterevents
misi filmnya gak jelas, atau malah “ketidak jelasan” itulah adalah misinya? menebarkan syubhat dikalangan muslimin? wallahua’lam
wah saya bisa komentar nie soalnya belum nonton, nanti aja ya, salam
Dear fans Ayat-ayat cinta,
makasih ya udah nunggu2 film ana, tapi sebenernya ana udah kasih bajakannya ke temen2 ana. Tanya aja Saeful.
antum belum pada tau? kacian deh. makanya ngenet dunk….
kalo mau nonton sebelum tayang, cari aja file nya di internet
Salam,
Fahri Abdullah Siddiq
makasi banget dech atas informasinya…nilai2 islami dalam film inipun udah memudar n ga sebagus novelnya…
sedih bangeet…
Masa bodo. Nggak suka filem ini sih. Filem ini kok kesannya nggak Islami banget.
Peace 4 U all
Iya… saya sempat nonton bocorannya…
Ada perasaan gak enak pas nonton awalnya… ada yang hilang. Entah apa itu.
terima kasih ya sudah sering bolak balik di blog saya
walah walah…
jadi kayak film India donk???
kok bisa ceritanya ditambah2in? yang bener aja!!
kalo ada beberapa bagian yang di potong siy OK
tapi kalo ditambah cerita sendiri??
ya ampyuuunn… curiga produksi Bollywood niy
Hmmm…. hehehe.. waaah, mendingan baca novelnya aja dunk kalau gitu.. untung gak jadi nonton
makasih ya udah dikabari.. jadi gak keulang lagi deh karena nonton movie yang diangkat dari novel…
apik deh!
Salam kenal mas
Dulu sewaktu pertama membaca novelnya saya sangat antusias untuk segera melahap semua halamannya, karena tiap lembarnya tersusun dengan apik dan kata-katanya penuh makna, bahkan sempat bangga karena ada sastrawan islami yang bisa menghasilkan karya spektakuler, tapi ketika sekarang filmnya dah terbit aku jadi sedikit kecewa karena orang-orang yang memerankan tokoh dalam film ini tidak menjiwai bahkan kehidupan keseharian sangat jauh dari ciri muslim maupun muslimah.
Menurut aku kang Abik sepertinya sudah terjebak dalam lingkaran bisnis yang kuat, sehingga dia sudah tidak berdaya lagi untuk bisa mengintervensi dalam film tersebut
_____________________________
nunggu gw jadi sutradara dech hehe…
besok saya ketemu kang Abik,ad yg mau ditanyakan silahkan komeng d blog sayah.
walapun filem AAC ini banyak kejanggalannya dan banyak berbeda dengan novelnya, tapi hal ini disebabkan kisah pembuatannya yang banyak berliku-liku dan membuat frustasi sutradara dan para crewnya. klo gak percaya baca disini deh http://masghofur.files.wordpress.com/2008/02/kisah-di-balik-pr oduksi-aac.pdf.
baguus
Kalau yang di Review film Ayat2 Cinta tetapi yang di edarkan film XL-Extra large ya beda lah
he he
reviewnya sip and wokay, ada skrinsutnya. jd yakin gak bakal rugi kalo gak-nonton film sekacang itu.
saya memang belum menonton film ayat-ayat cinta. tetapi setelah saya membaca beberapa komentar, saya menjadi ragu untuk menonton film ini. memang novel yang dijelmakan menjadi sebuah film ceritanya tidak akan seindah dalam novelnya.
Sebagai penikmat film dan novel, saya selalu katakan pada teman-teman bahwa pasti bakal kecewa nonton filmnya. Hal ini pasti terjadi, sesuai ramalan saya. Meskipun saya belum nonton filmnya.
Masalahnya, cerita pada novel itu terlalu perfect, jadinya akan sangat sulit untuk menampilkannya dalam dunia film.
*sok pinter*
Salam kenal!
mana fahri yang selalu menjaga jarak dgn orang yg bukan muhrimnya??? (kok ada kissing2an sgala)
mana aisyah yang tidak glamour & tdk pencemburu???
mana nilai islaminya???
mending gw mah bca novel’y ze dech…
SEBALLL…
Novel yg sangat2 bagus, seharusnya di visualisasikan dengan film yg bagus pula
Salam Kenal…
Dgn tulisan diatas, aku justru semakin penasaran utk nonton, karena aku akan sangat menghargai hasil karya orang lain, apalagi yang dibuat dengan niat baik dan perjuangan yang dari perspektifku (hasil kunjungan ke blog sutradaranya)selama ini, adalah tidak mudah….
Dengan tulisan diatas membuat saya siap menerima bagaimanapun hasilnya nanti…So, niat saya utk nonton juga kearah penghargaan hasil karya film dari novel yang sangat aku sukai karena telah mempengaruhi salah satu perjalanan hidupku…http://nirma.wordpress.com/2007/01/07/ayat-ayat-cinta/
Saya lebih menghargai, orang yang mengkritisi, tapi tetap menghargai, bahkan tetap akan nonton. Daripada orang yang langsung men judge tanpa membuktikan sendiri, malah, langsung tidak berniat membuktikan sendiri
Wah, ksiap2 kecewa juga ni, hari ini temenku ngirim film itu via pos, mungkin besok/lusa nyampe..
ada komentator filem di sini ya?
kenapa gak jadi sutra dara aja sekalain.
tapi ini blog bagus juga jadi promosi film.
http://www.satyasembiring.co.cc
Semalem saia baru aja nonoton tapi saia sengaja nonton nya ga bener2 konsen biar buat ntar aja critanya di bioskop
hhauahauahhaha…
peace
keliatannya makin santer, filem ini jelek bgt ya??
ga Islami ya??
coba dulu sutradaranya om Garin Nugroho, pasti beda hasilnya. hehehe…
Film ya film,novel ya novel.Ini film mas hanung yang bikin dan tentu saja berdasarkan imajinasi dia dari novel tersebut.Tidak usah terlalu dipusingkan,nonton ya nonton saja.
Saya ada link download film ayat ayat cinta,tp lebih baik nonton di bioskop.bagi yang tidak sabar menunggu tgl 28 feb,kan bisa nonton di PS theater 2 jam 21.00 wib mulai tgl 21-27 feb.
sabar..sabar..mungkan film ini dibuat untuk penggemar film tapi gak suka baca novel, kayak aku. siapa tau umat non muslim jg mau nonton. soal penilaian mereka setelah liat filmnya, gak usah dipikirin amat, akan hilang begitu film lain muncul. peace
Wih … mas Hasan
Postingan ini lagi hot-hotnya nih …
Sip lah …
salam
tak seindah novelnya… ntar deh tak sampein ke kang abik… InsyaAllah hari sabtu-Ahad (23-24) saya nemenin kang abik di Pasuruan dan Malang
duuh…bingung nih..nonton gak yaaa??hehehe
jd bingung dech…
Wah, jadi tambah penasan… masih 6 hari lagi (he3X, ternyata film islami da juga yg tega bajak, husnuddzon aja yuk, mungkin pembajaknya juga mau bantu dakwah)
Padahal saya punya harapan; semoga film AAC bisa jadi oase di antara sekian banyak film yang tidak mendidik.
kyaknya yang bajak, biar yang di bioskop g laku.
yah biarlah kata mereka yg tidak mendukung film ini…
Yang penting gw bangga, ada film indonesia yang berkualiatas dibanding film2 lain di indonesia
Sudahlah untuk apa berdebat mengenai interpretasi FILM dan novel. Biarkan semuanya mengalir apa apa adanya. Dunia terlalu sempit untuk hanya sekedar berdakwah lewat film. Semua orang yang menonton ke bioskop pun kebanyakan akan merasa risih jika ia masuk ke sebuah gedung bioskop selama dua jam maka akan terasa seperti mendapatkan pelajaran agama di masa SMA.
Semua orang yang menyukai novel ini (bahkan orang-orang di sekitar saya)terkesan akan karakter fahri dan kisah cintanya. Teman saya yang perempuan (yang bila boleh saya katakan shalatnya bolong-bolong) setelah membaca novel ini tak ada perubahan.
Saya seorang mahasiswa sastra. Seorang dosen saya berkata bahwa ketika ia membaca novel ayat-ayat cinta, ia merasa keringat dingin keluar karena capek bacanya. BUkan ia tak suka dakwah, hanya saja ia merasa bahwa novel ini terlalu didaktis (bagi yang gak tahu artinya silahkan buka KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA).
Mengenai jelek tidaknya sebuah film termasuk ayat-ayat cinta, adalah wajar jika secara subjektif. tetapi bukan selera, karena daya baca dan penguasaan kita terhadap suatu objek kurang.
Seperti contoh banyak orang menyukai LASKAR PELANGI ANDRE HIRATA, tetapi novel itu kurang bagus jika dirunut dalam pengkajian sastra.
Ayat-ayat cintapun demikian, bahkan bila boleh dibilang masih lebih bagus DILARANG MENCINTAI BUNGA-BUNGA nya KUNTOWIJOYO atau karya-karya sufistik lainnya.
Jika anda semua senang terhadap novel AAC dan kurang menyukai filmnya, maka bila diizinkan saya akan menghargai filmnya yang tidak didaktis dan lebih realistis ketimbang novelnya (tetapi saya salut kepada penulis AAC yang mampu menggambarkan keadaan dengan begitu jelas).
Apa yang telah sutradara FILM AAC lakukan merupakan sebuah upaya yang bagus agar flm bisa lebih mendekati kenyataan personal masyarakat.
Untuk itu marilah menghargai semua karya, sejelek apapun karya itu jangan terlalu vulgar untuk dihina (yah saya bilang begini pun takan cukup berpengaruh0 karena orang sudah punya pendapat dan prinsipnya masing-masing).
Toh sayapun menghargai novel-novel populer yang beredar meskipun saya merasa kecewa karena penjualannnya mengalahkan novel-novel yang lebih mendidik.
bagi yang berkata jelek terhadap filmnya ayat-ayat cinta
silahkan buat sendiri yang lebih bagus.
(saya ragu akan ada pembuatan ulang film ini)
makasih banyak sudah mampir lagi di blog saya
wwuuaduuh…
setiap postingan tentang AAC pasti ramai pengunjung yaa??
O_O”
_______________
Ada adegan kissnya???
Nggak ada Bunda Maryam and sahabat Rosul??? Padahal itu hal yang penting loh disisi dakwah.
Tapi liatlah bagaimana nanti filmnya.
Saya masih tetap penasaran.
satu satunya kejanggalan AAC bagi saya adalah… saya ngga tertarik sama sekali baca novel ato nonton filmnya, penasaran utk tau ceritanya pun tidak… knp? karena memang saya g suka baca novel sama nonton film drama2 gitu de.. hihihihihi…
_____________________
Kapan ya ada film yang mendidik dan bener-bener sesuai dengan realita. Nggak di reka-reka…
generasi film enyek-enyek nih kalau film nggak banayak mutu…lebih mentingin income. Kapitalis apa ya???
Whatever…yang penting bagaimana qt mulai dari diri sendiri untuk menajdi yang terbaik dan bermanfaat dalam ukuran dan standar yang memang benar.
Assalamu’alikum
Saya dah baca novelnya… bagus!!!
terdapat banyak nilai-nilai dakwah
tapi saya sangat kecewa novel ini dibuatkan film…
bukankah sandiwara dilarang dalam islam?
apalagi melanggar syariat?niatnya dakwah dengan film malah maksiat… apakah lupa dengan para sahabat yang bergurau lalu ditegur oleh Allah dan Rasul-Nya?
na’udzubillah…
semoga semua yang terlibat dalam film ini segera bertaubat kepada Allah… dan semoga Allah melimpahkan hidayah-Nya
Barakallahu fiik…
Wassalamu’alaikum
98….
99…
KE Seratus nih…. SELAMAT!!!
karena itu film ini dinamakan adaptasi dari novel, jadi diterjemahkan ke dalam bahasa film.
menurut saya post ini bukan resensi film, tapi spoiler film. Setahu saya resensi tidak pernah sedetail ini.
hindari film bajakan dukung dan hargai orisinalitas
betul…. yang namanya bikinan orang mesti ada yang “janggal”
viva legalicy!
Novelnya ..two thumbs up
filmya walaupun gak sesuai ama novelnya tapi lebih bagus dari film2 yang ada sekarang…
hoHOho,,
Ayat-ayat Cintrong?
adl Film yG bisa bwt aku terharu..
walaupun blom baca noPelnYa..
berarti masih lebih hebat om dedi mizwar klo bikin film yah…cinta-cintaan ada, tapi tetap islami…
tapi kok saya malah jadi pengen nonton filmnya ya? penasaran kayak gimana sih?
bener beda bgt gak sih…
(nonton ah di bioskop, gak pake bajakan…
___________________________
assalamualaikum,…ahh..yang benar|??aku belum nonton neh massss,..kalo udah kek gitu,,gak asyik lagi ya..tapi dinovel pun fahrinya sangat perfect banget bahkan nyaris sempurna..terlalu sulit menjangkaunya..tapi banyak loh pesan moral yang dapat diambil..siip deh buat kang abik..kalo soal filmnya..gak tau ah..coz belom nonton
______________________
absen: udah nonton juga!
[...] kira sudah beredar arul : blum boz.. makanya saya bilang menghargai.. hehehe arul : coba baca di http://hasanjunaidi.wordpress.com/2008/02/20/kejanggalan-film-ayat-ayat-cinta/ itu dia buat ceritakan kisahnya sudah melihat filmnya kawan : ya maap saya kan gak tau kawan : saya [...]
uh…sukanya mengkritik orang?gak baek tuh!loe beragama gak seh?dosa tau.lumayan kok filmnya,terus berjaya aja deh,jgn dengerin omongan orang yg suka mengkritik,qw pling benci orang yg kayak gitu,mungkin orang yg suka mengkritik sebetulnya dia tambah gak bisa berbuat apa2,itulah kenyataannya,selama ini qw liat kayak gitu,iri dengan suksesnya orang lain,cuih qw benci bgt orang yg kayak gitu.
______________________________________________
ayat-ayat cinta….luamayan kok filmnya.trus berjaya aja deh film indonesia…is the best de
Kan emang si Aisha anak orang kaya, wajarlah kalo hidupnya glamour…
Aku juga ga setuju klo bagian Maria bersyahadat di-film-kan soalnya terlalu sensitif. Orang kristen (koptik) berhak tdk terima karena ada proses islamisasi disini. Kalopun ada bagian itu harusnya kelak jangan marah kalo misalnya ada cerita film yg mungkin booming menampilkan adegan orang islam pindah agama…
belum nonton tuh,jadi skarang lagi tunggu diajakin nonton/ayo……siapa yang mau ngajak……….