Film Ketika Cinta Bertasbih
1 03 2008
Hanung Bakal Filmkan Ketika Cinta Bertasbih
JAKARTA - Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Hingga Senin (3/3) malam, film yang resmi di-launching 25 Februari lalu itu sudah meraup hampir 800 ribu penonton dari berbagai daerah.
Di hari pertama, MD Pictures melempar 70 copy film. Namun, karena permintaan terus meningkat, jumlah copy tersebut berangsur ditambah. Kemarin sudah mencapai 101 copy yang tersebar di seluruh Indonesia. “Jumlah ini masih bisa terus bertambah. Bergantung permintaan,” ujar Iwit, salah seorang staf MD Pictures, saat dihubungi kemarin (4/3).
Tingginya animo penonton membuat beberapa bioskop membuka lebih dari satu teater untuk menampung peminat film yang diangkat dari novel best seller berjudul sama karangan Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik itu.
Menurut Iwit, Studio Empire di Medan, Sumatera Utara, malah memutar AAC di empat teater di antara enam teater yang ada. Demi mendapatkan kursi yang diinginkan, ada penonton yang rela membeli tiket sehari bahkan dua hari sebelum pertunjukan.
Kesuksesan itu, sepertinya, menjadi angin segar bagi orang-orang yang sudah susah payah mewujudkan film tersebut. “Bukan lega, saya malah kaget,” ucap sutradara AAC Hanung Bramantyo kemarin.
Keterkejutan itu, papar Hanung, disebabkan film yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, dan Carissa Putri tersebut sebetulnya tidak memenuhi ekspektasinya. Sejak awal, sutradara film Get Married itu memang mengungkapkan kekecewaan karena tidak dapat mewujudkan keinginannya melakukan syuting AAC di Kairo, Mesir -kota yang menjadi latar belakang kisah Fahri yang digambarkan Kang Abik.
“Menurut saya, AAC itu kurang maksimal karena tidak sesuai dengan idealisme saya. Sempat nggak pede, karena masih jauh dari ekspektasi saya. Makanya, saya nggak nyangka dapat sambutan sebaik ini,” ungkap pria asal Jogjakarta tersebut.
Beberapa waktu belakangan, Hanung punya kesibukan baru. Yakni, meladeni undangan kelompok masyarakat untuk nonton bareng film AAC. Mulai karyawan perusahaan hingga ibu-ibu pengajian. “Ustadz Jeffry (Uje) juga ngundang saya nonton bareng santri-santrinya. Alhamdulillah sambutannya baik sekali,” kata Hanung.
Harapannya, apresiasi masyarakat terhadap filmnya akan terus meningkat hingga mencapai target dua juta penonton. “Dua juta penonton itu baru bisa balik modal. Syukur-syukur bisa lebih dari itu,” tukasnya.
Ke depan, Hanung berniat menggarap film dengan tema serupa. Dia menyatakan sudah berencana untuk memfilmkan novel best seller Kang Abik lainnya yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih (KCB). “Saya sudah ngomong sama Kang Abik. Tapi, ya, baru sekadar omong-omong biasa saja,” ujarnya.
Kalau di AAC Hanung merasa kurang puas, dia bertekad untuk berusaha lebih keras lagi. Salah satunya, mewujudkan impiannya untuk syuting di Cairo. “Saya akan coba berusaha lebih maksimal lagi supaya bisa syuting di sana,” paparnya.
Seperti AAC, KTB yang bukunya terdiri atas dua seri (dwilogi) itu juga berlatar belakang keindahan kota Piramid. Dari segi cerita, KTB masih berkisah tentang seorang pemuda Jawa yang kuliah di Universitas Al Azhar. Untuk membiayai kuliahnya, pemuda bernama Chairul Azzam tersebut bekerja sambilan, yakni menjadi pembuat tempe dan sesekali menjadi tukang masak panggilan. Selain kegigihannya menyelesaikan kuliah sekaligus menghidupi keluarga, alur cerita KCB juga sarat dengan kisah romantis yang mengantarkan Azzam menemukan jodohnya. Untuk produksi KCB, Hanung berniat melibatkan teman-temannya di Dapur Film Community, Jakarta, dan mencari production house (PH) baru.
“Harapannya, saya bisa dapat PH yang muslim biar visi-misinya lebih menyatu,” pungkas Hanung. (rie/ayi)
“Ketika Cinta Bertasbih”, Siap Diangkat ke Layar Lebar
Jakarta-RuangFilm, Kesuksesan film Ayat-Ayat Cinta yang diangkat dari novel Habiburrahman El Shirazy membuat karyanya menjadi incaran selanjutnya untuk di filmkan. Kali ini, rumah produksi Sinemart Pictures milik Leo Sutanto tengah bersiap mengadaptasi novel Kang Abik berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”.
Tak tanggung-tanggung, dua nama besar perfilman nasional, Chaerul Umam dan Imam Tantowi akan berduet sebagai sutradara dan penulis skenario. Sangat menarik, mengingat prestasi Chaerul yang telah meraih Piala Citra 1992 di Ramadhan dan Ramona dan penghargaan pada Festifal Film Asia 1977 di film Al Kautsar. Juga Imam Tantowi yang meraih Citra 1991 di Soerabaia’45 untuk sutradara terbaik dan Citra 1989 di Si Badung untuk kategori Penulis Cerita Terbaik.
“Ketika Cinta Bertasbih” yang terdiri atas dua buku (dwilogi) memakai dua setting latar Mesir dan Indonesia. Episode pertama mengenai pengembaraan Khairul Azzam untuk menuntut ilmu di Al-Azhar, Kairo, dan perjuangannya selama sembilan tahun untuk menyelesaikan studi S1 di Al-Azhar sambil mencari biaya pendidikan adik-adiknya di tanah air dengan berjualan bakso dan tempe pada para mahasiswa maupun warga Indonesia di Kairo.
Untuk episode dua mengenai pencarian cinta Khairul Azzam di tanah kelahirannya (Pulau Jawa). Episode dua akan membuat Anda berlinang air mata saat Azzam kehilangan orang yang sangat dicintainya dan kenangan Husna (Adik Azzam) ketika Ayah mereka dipanggil oleh Sang Khalik.
Untuk kepentingan promo, rencananya soft launching akan di gelar pada Selasa (24/3) nanti di The Sultan Hotel (dulu Hilton_red), Jakarta. (Musashi)
[...] sutradaranya sih dia bikin film ingin/untuk memajukan Islam? namun sesungguhnya film ini bukan untuk memajukan Islam, tapi ingin menghancurkan Islam dan film [...]
ketika cinta bertasbih akan d film kan?
penasaran kaya gimana….
mdh2n lbh bgs dr film AAC
semoga aja filmnya nanti berhasil….
dan semoga film ini nantinya akan menghentikan rekor saya dalam tidak menonton film Indonesia selama 2 tahun terakhir ini.
Kualitas film adalah segalanya. Saya kurang peduli apakah suatu film itu buatan anak Bangsa kita atau bukan. Kalau bagus ya tonton, tapi kalo jelek…. ya daripada mubadzir uangnya
ehmmm…. NunggUin pilEmnya dech….
semoga bagus filmnya yaa..
ass.
tolong aku ya…Plz…!!!
aku pengen bgt baca novel ayat-ayat cinta tolong kasih aku soft copy nya dong….please…!!!
bukannya aku ga mo beli novelnya tapi karena keterbatasan materi…!!
bukankah mentirami hati dengan sesuatu yg bisa membangkitkan iman kita adalah salah satu jalan dakwah
tolong aku ya plz…
kirimin aku lewat email : rudie_ansyah@yahoo.com
tolong ya….!!!
semoga Allah S.W.T Membalas semua amal dan kebaikan Mu. Amin
sebuah film yang di angkat dari sebuah buku cukup menarik jg. akan tetapi jangn lupa agar dlm film nya tuk tidak menghilangkan aura dan kekeutan kekuatan teks dalam buku. sehingga tidak terjadi perbedaan antara buku dan film itu sendiri. sukses buat film ayat ayat cinta walau saya bribadi aga sedikit kecewa krn kekuatan teks dan aura dalm buku tidak dapat ter hadirkan dlm filmnya. smoga film ketika cinta bertasbih ini dapat melebihai kualitasnya dr ayat2 cinta. good luck.
ya deh…ditunggu ketika cinta bertasbihnya,,
moga2 lebih memuaskan dari ayat2 cinta….
en kenapa ya…cerita film selalu gak bisa sebagus novel nya…..
waaah kalo ngomongin tentang novel ketika cinta bertasbih itu ga ada habisnya coz novel ni menurutqu lebih berasa’ banget, keren abiz, pokoknya lebih deh dari novel2 laennya.
kalo sama ayat2 cinta menurutqu masih keren ini dech.
moga ja dibikin filmnya, moga filmnya lebih bagus dari ayat2 cinta.
mudah mudahan filmnya bagus ya
berdoa bareng untuk kesuksesan film KCB!!!
bagus deh klo kang abik lebih kosentrasi lg dg pemilihan pemain
trus klo ada 3 ikhwan dan 3 akhwat yg dicasting….
klo ada adegan misal pegangan tangan aja, apa mereka mau??
jadi apa perlu jg nyari ikhwan dan akhwat yg muhrim untuk menghindari fitnah diantara mereka para pemain…
ahhh emang rumit yah, bikin film yg islami….
moga sukses deh.
Mau menikmati mesir….datang aja ke blogku he he
pengen nonton
kalo ana boleh usul nech… mending kang abik sendiri ajach yang jadi produsernya….. jangan orang lain… ntar kurang bisa ngertiin maksud dan peran dari tiap pemainnya…. sukron
ternyata kebetulan sama……
berarti kemarin dateng di PSI ya mas….
ntar daftar ikut casting jadi azam ga ????
hehehhe….
Wah kutunggu filmya keluar tuh.
Dalam Teori, AAC apabila dibandingkan dengan novelnya, jelas mengecewakan. Dan saya sendiri mengerti, mengingat novel yang memang bebas dikembangkan semaunya oleh penulis, menjadi sebuah masalah apabila diimplementasikan pada film.
Tapi, menyoal dunia perfilman Indonesia yang “begitu - begitu saja”, saya yakin pada FFI nanti AAC akan mendapatkan setidaknya 1 piala FFI.
Salam…mudah2 saja alur cerita dan filmnya ngga terlalu banyak menjual impian seperti AAC, dan bisa menggambarkan suasana yg bener2 religius serta bisa menggambarkan keadilan yg bener-bener adil seperti yg di inginkan oleh syari’at…..so AAC itu sendiri dah keluar jauh dari syari’at, filmnya….terlalu terfokus hanya kepada masalah percintaan dan intrik rumah tangga (tentang poligami) ga’jauh beda dengan sinetron2.
Sehingga terkesan kurang menarik,hikmah yg bisa di petik dr itupun ngga ada. Gambaran aisyah sebagai akhwat bercadarpun teramat mengecewakan.
wah emg banyak film n sinetron yg diambil dr sebuah judul novel…
tapi bnyak juga yang tidak sesuai dengan novelnya yg asli..
semoga setelah nonton filmnya teman-teman bisa mengambil hikmah dari jalan ceritanya …….
untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi…..semoga
aku mau dikirimin novvel ayat2 cinta
plis
Sedikit kritik film ayat2 cinta (AAC). Secara film0grafi asik sih. syangnya, kenapa pemain-nya (fahrim dan aisyah) dalam kehiduoan nyata bukan muhrim, anehnya dalam film mereka banyak berinteraksi (malah peluk2an dan ciuman). aneh kan ?
Katanya bernafas dakwah Islam. apa hanya dalam skenario? Lalu dalam kehidupan sehari2 gimana?. Kita kan mau jadikan panutan. Jangan dijadikan alasan demi tuntutan peran. akh basi…
Bukankah defenisi non-muhrim dan muhrim sudah jelas adanya. Lalu?
Sepertinya film AAC hanya dijadikan lahan komersil.
Wallahu A’lam.
Nah gimana dengan Ketika Cinta Bertasbih nanti?
Salam
kita komentar enak enak aja asal ada point pendidikan dan lebih utama pendukung anak-anak untuk lebih giat dalam belajar
iya nih..
aku juga sempet kecewa karena pemeran tokoh di filem AAC ada yg non-islam… apa gak ada gitu artis islam yg bisa???
ya mudah2an bisa tercapai dan dapat artis2 islami dan berjilbab utk filem KCB ini..
Wah, bagus tuh akan mau difilm kan, semoga jalan ceritanya sama dengan novelnya bukan seperti film aac yang sedikit melenceng dari novelnya dan benyak kejian yang tidak difilmkan padahal kejadian itu khan yang bagus misalnya: pas fahri sakit dan dirawat dirumah sakit, dll ( maaf mas hanung )
. dan semoga cepat dirilis ya film ini ( ketika cinta bertasbih ) dan semoga juga film ini bukan mementingkan materi saja, tetapi mementingkan dakwah dan ibadah. Amin
semoga dengan difilmkannya ketika cinta bertasbih (KCB) dapat menjadi dakwah islam diindonesia lewat film
wah asyik banget kalo semua novel Islam di filmkan, tapi jangan sampe kesalahan yang ada di AAC terulang kembali, dan memang bener keterlibatan orang pertama sangat perlu karena dia yang tahu karakter2 yang ditulisnya…
moga mampu membawa perubahan dari film AAC untuk mereka yang belum faham soal Islam meskipun sebagian juga sempat kecewa…
ayat-ayat cinta bagus, tapi KCB terkesan komersil…
terlalu banyak tokoh. terlalu melebar-lebar. di bagian pertama padat, hampir sekualitas AAC, tapi di bagian kedua [setting indonesia] bertele-tele [maaf terkesan nambah-nambahi halaman aja]. tokoh wanita yang hamil di luar nikah dan pamannya yang polisi itu kurang memperkuat karakter azzam. terkesan sambil lalu aja. jadi karyawan toko furqon di solo tidak memperkuat alur cerita… tidak ada penokohan orang2 itu juga rasanya gpp.
tentang selipan hikam dan ihya’nya lumayan lah….
oh ya… untuk AAC,
tidak apa berbeda dengan novelnya… cuman mesti dipertegas atau harus ada yang nanyakan perkawinan dengan ahli kitab. saya sih faham …
cuman bisa jadi orang yang awam akan memahami perkawinan antar agama boleh2 aja…
pria muslim boleh menikahi ahli kitab asal setelah itu membimbingnya menjadi muslimah… karena dalam islam yang menikahi itu adalah pihak pria. [beda dengan di kristen, pria menikahi wanita dan sebaliknya wanita menikahi pria]. ini masalah keabsahan pernikahan!
jadi kalo wanita muslimah dinikahi pria non muslim gimana ? udah berapa banyak tuh muslimah yang dinikahi pria non muslim ? syah kah ? kalo gak gimana ?
untuk ustad habiburrahman….
novel AAC hebat … penuh syariat. semoga rasulullah SAW senang dan ridho atas masterpiece antum ini ya ustad … barokallahu laka… ya akhi…
ada saran dari sohibii [yang promosi habis-habisan ke ana, yang akhirnya ana beli juga novelnya], setelah meliat filmnya, ia sedikit kecewa. kurang katanya …
saran itu adalah : bagaimana kalo ustad juga memberi ijin agar yang laen juga mem-film-kan… [afwan untuk hanung, barangkali interpretasi ente kurang mewakili imaginasi shohibii...].
maksudnya kasih kesempatan orang laen untuk memfilmkan AAC ini. biar hanung tidak tersinggung biar sutradara negara lain aja yang bikin hadzihi film. kata sohibii yang cocok itu india, biasanya bisa menjelaskan lebih rinci tentang sesuatu.
atau nurut ana yaa ustad… antum kasih kesempatan juga malaysia bikin hadzihi film… dengan versi yang laen juga. biar sekalian deh fenomenalnya…
toh novel2 antum yang laen banyak cerita tentang malaysia. pemeran2 nya yang antum tuntut pake jilbab barangkali bisa terpenuhi. apalagi kalo misalkan yang meranin diantaranya si nurul izzah binti anwar ibrahim itu… uh … tambah fenomenal lah… [al-afwu.. yang terakhir ini ngelantur....]
mau nyari bintangnya? saya sopirnya eliana aja deh, hehehe….atau sebagai ‘azzam juga bersedia, asal gak furqan aja. hehehe
Semoga bisa lebih baik dari film AAC dan antusias masyarakat juga leibh dari AAC.
Lebih seru kalau ada film tentang ayat-ayat setan-nya salman rusdie juag….
Aku tunggu deh …..,emang tayangnya kapan ? dan aku mau dong dikirimin Novel Ayat - Ayat cintanya Plz……z, n’ kayanya aku jadi tambah penasaran neh………,he….he…..,
Kang Abik harus lebih tegas
Jangan biarkan nilai luhur pesan moral novelnya menjadi sebatas cinta biasa
Ditunggu film Ketika Cinta Bertasbih
tapi jangan seperti film Ayat-Ayat Cinta lagi yach.
Karena bagi pengagum novel Kang Abik
Mereka mungkin ka kembali kecewa.
Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Nantikan segera plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi untuk Blogspot dan WordPress dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://infogue.com/film/film_ketika_cinta_bertasbih/
Hmmm … Ketika Cinta Bertasbih …
Ini cerita bagus …
Menurut saya lebih berliku dibanding ayat-ayat Cinta …
Ada dua buku pula … tentu akan lebih sulit untuk di Filmkan …
Aku sebetulnya berharap Pak Deddy Mizwar bisa menggarap buku ini untuk dijadikan Sinetron … tentu yang bermutu seperti yang sudah-sudah …
Pasti lebih baik …
But … kita lihat saja lah …
________________________________________________________
Hlep donk, kasih sinopsisnya…
sory, soalnya aku paling kurang senang ama sinetron, drama, atau apalah tanpa tahu sinopsisnya.
Sepertinya heboh nih beritanya….
http://www.lupus.co.nr
http://www.cafebisnis.com/cd
mas mas dan mba-mba tolong kasih tau dong dimana aku bisa dapetin novel Ketika Cinta Bertasbih,soalnya dah cari cari belum dapet,tolong yaaaa, kirim aja ke miefta03@yahoo.com.tolong ya…..aq pingin banget bacanya.makasih
—————————————————————-
menurut saya kang abik harus memantau lebih baik kinerja produsernya……gak panteskan dalam cerita ini ada adegan ciuman or apalah yang menjerumuskan……..or menghancurkan Islam. tolak n jangan ulangi lagi pembuatan Film seperti Buruan Cium Gue, walaupun sudah di cekal penayangannya.itu produser yang menjerumuskan kaum pemuda untuk berlomba-lomba Mesum.
terus apalagi nih??? heran
emang Ketika Cinta Bertasbih bagus yak..? aku belum baca je… sempet pernah baca sekilas,, sepertinya lumayan..
kata temenku bagus,, tapi kok aku belum ngeh buat mbaca dengan seksama ya… huehe..
btw, salam kenal…
http://anginbiru.wordpress.com
Terimakasih info awalnya.
Tampaknya kita perlu membantu Kang Abik untuk ikut mengawal beliau sejak awal proses perencanaan film KCB ini hingga finishingnya, mengingat AAC hasilnya sangat mengecewakan.
Semoga kepentingan bisnis produsernya nanti akan sejalur dengan kepentingan dawah di balik novel KCB.
Terus infokan secara update tentang KCB.
Trus, aku izin untuk mengutip infomu ini jika aku akan buat postingan di blog aku.
Salam kenal dan trims.
Tabik!
Hoe pada ribut semua, kalau mau nyaman komunikasinya tunggu dulu filmnya. Gitu aja udah ribut, tuh liat di blog tetangga, udah pada ributin AAC tuh karena duluan baca bukunya. Nah kalo yg satu ini baca lagi bukunya lalu tunggu kita ributin lagi filmnya. Emang kita bangsa yang suka ribuuut melulu (sory aku bukan ngejek bangsa kita tapi penghuninya)… ah pusiiiing… ! Yuk kita sabar yah, tunggu filmnya dulu kelar, itu juga baru MOU, nah kalau perusahaannya bangkrut, kan tidak jadi lagi nontonnya, pokoknya sabar deh… sabar… tx
kayanya insan perfilman Indonesia masih “berbicara” pasar, kayanya idealisme filmnya masih jauhhh….kemarin ada Ayat-Ayat Cinta, sekarang Ketika Cinta Bertasbih, besok (mungkin) ada “Cinta di Bulan Ramadhan”…tidak adakah yang bernuansa berbeda….???….*jalan menunduk sambil menghela nafas*
alhamdulillah…
semoga perfilman indonesia yang akhir2 ini semakin “blak2an” itu, mulai saat ini akan tergantikan oleh nuansa film yang islami seperti AAC dan KCB. moga mendapat sambutan hangat dan menjadikan inspirasi hidup yang lebih baik lagi…
amin
yea..kang Abik hebat bgt yakz! bisa bikin orang se-Indonesia demam ayat-ayat cinta n novel2 beliau yang lain..
akyu tunggu film KCB,
mmmm…maw casting ikhwan dan akhwat yah?
jadi ragu.. mang ada ya ikhwan dan akhwat yg cukup kompeten n… mau meranin adegan di pelemnya…
kan…
tapi, q lum baca novelnya seyh.. jadi ya gak tau..
lagi nunggu antrian..hehe…
makanya aku ragu ada ikhwah yang mau main di filmnya..
kalo liat di AAC kan ada beberapa adegan ‘terlarang’nya..
n ga mungkin dunkz ikhwah maenin adegan mesra2 geto..
tentu saja pake ikhwan & akhwat yg dah nikah duong
btw, bikin petisi nyok biar KCB di produseri Bpk Deddy Mizwar!!
###Sepakat bila film ayat-ayat cinta menjadi pendobrak runtuhnya film-film barat komersil yang selama ini banyak di tonton oleh kebanyakan orang!
###kritik bagi pembuat film agar lebih mengedepankan kebenaran novel dibanding royalty hasil penjualan VCD-nya, sebab terkadang pembuat film terasuki oleh materi dibanding dengan azas manfaat kehidupan Akhkirat…
###semoga film2 Islam lebih berjaya di muka bumi daripada film non- islam..Ok!!!
[...] ini dulu yak yang bisa saya tulis… O iya, ada info dari temen sebelah… katanya sih ada rencana novel “Ketika Cinta Bertasbih” karya ustadz Habiburahman [...]
salam sejahtera..
saya AZMi dari Malaysia..Maaf kok jika laras bahasa indonesia saya tidak sehebat kalian..kerana saya memang orang Malaysia..
Jadi pertanyaan saya adalah,bilakah filem ini akan ditayangkan di malaysia?
Saya sudah ingin bangat menyaksikan filem tersebut..
Untuk maklumt semua, saya adalah peminat segala filem dan novel,serta buku2 indonesia..
Begitu juga, di malaysia..gayanya sudah amat popular dengan sinetron-sinetron kalian yang mewarnai televisi-televisi malaysia..
Bahkan..hampir setiap waktu mempunyai rancangan dari indonesia yang diterbitkan..
Oleh itu, sekiranya tuan punya blog boleh menjawab pertanyaan ini, atau bertanya kepada kang Abik, saya harap dapatlah maklumkan kepada saya melalui email ini:
mutashabihat85@yahoo.com
atau..sekiranya tedapat teman2 indonesia yang baik-baik sebagai tanda persahabatan yang sudah membeli copy cd cerita tersebut..silalah berikan kepada saya dalam 1 salinan di alamat:
no.51,jalan 14/46,Seksyen 14,
46100 Petaling Jaya,
Selangor Darul Ehsan
Malaysia
Harap Maklum Balas..
-Rakanmu dari Malaysia..Azmi..
ku tunggu film KCB nya mudah-mudahan lebih sempurna dari AAC, kini saya jauh ada di belahan bumi Utara tapi tetap setia dengan karyanya kang Abik, walau sedikit kecewa dengan film AAC terutama di akhir cerita yang sebetulnya Fahri, Aisha dan Maria tidak dikisahkan hidup serumah .
salam dari Moskow
[...] ini dulu yak yang bisa saya tulis… O iya, ada info dari temen sebelah… katanya sih ada rencana novel “Ketika Cinta Bertasbih” karya ustadz Habiburahman ElShirazy [...]
Anna = Zaskya Adya Mecca
Eliana = Luna Maya
Wan Aini = Siti Nurhaliza (Malaysia)
Cut Mala = Andina Agustina (Puteri Indonesia Aceh 2004)
Azzam =Dude Herlino
Furqan=Teuku Zacky
Ilyas =Irgi Ahmad Fahrezi
Vivi = Wardina Shafiyyah (Malaysia)
Ibunda Azzam = Pilih aja antara Okky Asokawaty atau Ratih Sang
gmana????
Yang penting, pemainnya soleh luar dalem….biar jadi tuntunan.
kan sayang, perempuan secantik rainti yang di film itu rapet banget, lepas film ya, buka lagi…..gak apa -apa, proses ya …moga-moga bisa sepert aisha
lupaa,
ada lagi, kalau bisa titip pesan ke kang abik,
bikin ceritanya jangan yang rasis ya..hehehe,
soale, AAC, sedikit begitu.
yang item bahadur digambarkan juahaaaat, nah yang putih-putih buaik…
trus aisha-nya koq ya, ceritane ayu….putih….wah, tambah memperkuat keinginan perempuan jadi putih….loh. nanti produk pemutih laku keras,
Dengan pengalaman yang luar biasa dalam menggarap AAC, Kang Abik dan Hanung semoga bisa bekerjasama lagi menggarap KCB. Sambil berdoa agar tetap diberi kemudahan dalam proses produksinya.
Sebagai pembaca novel dan penikmat film nasional, kita bisa bersikap bijak dalam menerima kenyataan perbedaan karya teks dan karya visual.
Trims Mas Hasan.
Sukses selalu dan aku tunggu info-info segar lainnya.
Tabik!
wah mo dipelemkan juga yah? sesuwae harapanku
trus kalok jadi dipelemkan rencana bakal kayak Lord Of The Ring gitu ada seri 1 seri 2 nya ato dirangkum dalam 1 pelem aja yah? susah juga, AAC yg 1 buku aja dipelemkan berasa singkat banget, kalok bisa sih KCB jangan terlalu banyak dipotong kayak AAC.
bagus juga tuh kalok Deddy Mizwar ikut menggarap pelem ini
Untuk castingnya, karakter Azzam yang kental jawanya, menurut gw akan lebih pas diperankan oleh aktor yang juga kental jawanya, ato paling nggak akting seakan2 berlogat jawa, jangan kayak pemeran fahri yang jauh dari kesan wong jombang seperti karakter fahri di AAC.
wah bagus banget tuh… semoga film2 yang seperti ini yang terus diputer.. biar holliwod tidak meracuni generasi muda kita
aslm…
comment yg keren bangat tuch dari ybtommie…
setuju…setuju…
yach,yang jelas klo mau di filmkan lg buku Kang Abik yang lain, harus “dapet” gitu loh hikmahnya…kebenarannya…dan yang penting illmunya…klo saya bilang AAC itu novel Fiqh…mulai dari fiqh pergaulan, fiqh prioritas,fiqh nikah,,,,siroh…hadis…
ManTHapppp!!!lah pokoke…
Trus….klo mo buat film yang syar’i coba nonton “AshHabul Kahfi” deh,saya juga ingat film itu pernah di tonton fahri dalm AAC…yup’s….itu salah satu film yang terKEREN yang pernah saya tonton selain film keren lainnya…
jd, dalam ashHabul Kahfi,pemain pria & wanita itu tidak ada bersentuhan walaupun memerankan suami istri,,,,hmmm…
yo NONTON y….!!!
wass…
Ass,,
Ditunggu loh film na lg…. jadi penasaran ne!!!!
mdh2n KCB gak kalah hebatnya ma AAC ….
tq buat Kang Abik, buang Hanung… Smua pada demem AAC ne!!!
pada bela2in Nonton tuch……..
KCB sutradaranya mas mamang, PH-nya SinemArt. Kang Abik udh teken kontrak.
akankah film indonesia ke depan meninggalkan tema-tema misteri dan beralih ke tema cinta ilahiah?
Wah,kapan ya akan di adakan casting nya? karena kakak saya yang pakai jilbab berminat.. sebenernya saya berminat sih.. tapi belum pakai jilbab.. hehe..
Pokoknya ngefans banget sama Kang Abik dan Novel Ayat2 Cinta.. ngerasa novelnya jauuuuh lebih bagus dari filmnya…
Tapi pengen juga lho jadi bagian dari filmnya Kang Abik, karena bener-bener deh aku tersentuh dengan karya Ayat2 Cinta.. belum baca yang Ketika Cinta Bertasbih, aku harus baca…
film seperti ini akan banyak menyadarkan org di indonesia untk tidak lagi berfkr smpit tentang perbedaan,,menjadikan orang indonesia lebih semangat dan kerja keras dalam hdup….”brusaha-ingat ALLAH-Bersyukur”. itu kuncinya…
ketimbang film2 sinetron,g jelas….
lebh banyk menyesatkan,,,,ilmunya sedikit….buruknya ampun2
kapan mau difilmkan ketika cinta bertasbih 1-2,kang abik harus bergandeng lagi ma mas hanung…orng yang kerja krsnya luar biasa….tapi harus lbh GREGET DONg….ya…ya.jalan baik itu ya banyak rintangannya tpi kan udah ada ALLAH yang menyertai kita jalan terusssssssss..ssss..ssss
ass……
saranku sebaiknya dipikir lebih matang untuk visual novel besar karya kang abik karena ditinjau dari film ayat2 cinta banyak kekurangan yang membuat film a2c jauh dari isi novelnya.
o…..novel a2c yg bertemakan keindahan islam berubah menjadi cerita romance yang telah diramu kembali oleh sutradaranya sehingga keaslian dari A2C tidak muncul dalm visualnya
semoga dapat memajukan perfilmman indonesia…
ass…..
saya mengagumkan film A2C, ini adalah film islam no. 1 yang terbagus tidak ada yang mengalahkan film sebagus ini, saya merasa terharu dan menangis ketika nonton film2 A2C, semoga bisa membuat film A2C yang ke-2
Jakarta-RuangFilm, Kesuksesan film Ayat-Ayat Cinta yang diangkat dari novel Habiburrahman El Shirazy membuat karyanya menjadi incaran selanjutnya untuk di filmkan. Kali ini, rumah produksi Sinemart Pictures milik Leo Sutanto tengah bersiap mengadaptasi novel Kang Abik berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”.
Tak tanggung-tanggung, dua nama besar perfilman nasional, Chaerul Umam dan Imam Tantowi akan berduet sebagai sutradara dan penulis skenario. Sangat menarik, mengingat prestasi Chaerul yang telah meraih Piala Citra 1992 di Ramadhan dan Ramona dan penghargaan pada Festifal Film Asia 1977 di film Al Kautsar. Juga Imam Tantowi yang meraih Citra 1991 di Soerabaia’45 untuk sutradara terbaik dan Citra 1989 di Si Badung untuk kategori Penulis Cerita Terbaik.
“Ketika Cinta Bertasbih” yang terdiri atas dua buku (dwilogi) memakai dua setting latar Mesir dan Indonesia. Episode pertama mengenai pengembaraan Khairul Azzam untuk menuntut ilmu di Al-Azhar, Kairo, dan perjuangannya selama sembilan tahun untuk menyelesaikan studi S1 di Al-Azhar sambil mencari biaya pendidikan adik-adiknya di tanah air dengan berjualan bakso dan tempe pada para mahasiswa maupun warga Indonesia di Kairo.
Untuk episode dua mengenai pencarian cinta Khairul Azzam di tanah kelahirannya (Pulau Jawa). Episode dua akan membuat Anda berlinang air mata saat Azzam kehilangan orang yang sangat dicintainya dan kenangan Husna (Adik Azzam) ketika Ayah mereka dipanggil oleh Sang Khalik.
Untuk kepentingan promo, rencananya soft launching akan di gelar pada Selasa (24/3) nanti di The Sultan Hotel (dulu Hilton_red), Jakarta. (Musashi)
waaaah,,,kang abik sperti j.K rowling indonesia ya..
salut..!!
assalamu’alaikum..!!!
kang abik, kapan nhhh ketika cinta bertasbih juga di film kan seperti AAC, di tunggu ya….mg filmnya seseru novelnya ya…
wassalam
Mas, itu toko buku Barokah di Gebang Lor kira2 masih diskon 25% atau nggak ya? saya mo kesana nyari bukunya nih
btw castingnya dimana yaaaah
Saya setuju Kang…Pemainnya harus bener2 islami banget…(maaf ni ya..) Jangan seperti pemain AAC… Saya percaya dengan pelihan Kang Abik untuk pemainnya KCB nanti..Pasti lebih sukses dari AAC..Insya allah..
Audisi/casting pendaftaran juga sudah dibuka: Film Ketika Cinta Bertasbih
hmm. sedikit meralat… sepengetahuan saya film dengan budget terbesar memang AAC, tp bukan Ayat Ayat Cinta, melainkan Apa Artinya Cinta (yg diperankan Samuel Rizal-Shandy Aulia), seingat saya sekitar 20 M. kenapa mahal? karena film ini syuting di Amerika dan pake adegan ngancurin mobil mewah segala. film ini juga sekaligus sebagai The Biggest Flop Movie Ever in Indonesia. thats why info tentang budget film ini ga begitu banyak orang yg tau, sepertinya ditutupi oleh pihak PH, beruntung saya sempat membaca beritanya. he2..
assalamualaikum..
afwan..tolong sampaikan sama Kang Abik saya pengen bgt ikut castingya…
syukron..
alhamdulillah……..
miela,,,,pribadi senang banget kalau cinta bertasbih di film kan…
tp kalau bisa kasih saran nie….
pemeran@ dari ketika cinta bertasbih jangan seperti film AAC, bukannya apa2 tapi harapannya yang memainkan karakternya adalah artis2 ataupun diadakan casting pemainnya untuk yang memang artis atau pemerannya memang memakai jelbab. misalnya, audia mecca, inneke kosherawati,asti ivo,cece kirani, perannya kan bisa disesuaikan….atau pun pihak LDK yang memang kang abik sendiri tahu siapa yang akan memerankannya,,dan tidak melupakan artis2 kita yang memang sudah berpengalaman…..semoga saran nya berarti
SATUJUUUU…
tapi saya belum baca bukunya, jadi sekarang saya mau liat filmnya dulu baru baca bukunya! Hidup perfilman Indnesia.. banyak tuh novel2 islam, ayo sineas-sineas coba lebih diangkat lagi tema-tema islam, biar bangsa ini kaga bragajulan muu
setuju !!!
Anna = Zaskya Adya Mecca
Eliana = Luna Maya
Wan Aini = Siti Nurhaliza (Malaysia)
Cut Mala = Andina Agustina (Puteri Indonesia Aceh 2004)
Azzam =Dude Herlino
Furqan=Teuku Zacky
Ilyas =Irgi Ahmad Fahrezi
Vivi = Wardina Shafiyyah (Malaysia)
Ibunda Azzam = ratih sang
cocok khan ??
sukses smg sesuai alur, n menambah ilmu untuk dunia n akhirat.
pemainnya yang sesuai dengan karakter, n syar’i nya lebih dimantapkan lagi.
jalan dakwah lewat film? so, what?!
semangat, ALLAHU AKBAR?
Pegang prinsip kita sebagai muslima yang kaffah.
may ALLAH bless you
wah film novel ini bagus bgt bnyak pelajaran yg patut kt pljri smoga filmnya cpt ditayangin q tungguin
Key.. Smoga Dengan NoNtoN fiLm yang berIkutnya Makin NamBah keiManan distyaP Hati para PenOnton.
assalamu’alaikum wr.wb
alhamdulillah klo KCB difilmkan, mg2 az lbh baik dr AAC dan ceritanya juga gag melenceng dari novelnya kaya AAC,AMIEN. Tentang pemain yg di luar film ja baik…itu ide bagus, Kang Abik! Tapi, apa mereka mau berinteraksi fisik, misalnya pegangan tangan gitu? Ya mungkin lebih baik nanti di filmnya gag ada interaksi fisik dah..Biar gag bikin pemainnya dosa..
Oh ya, soal AAC,,novelnya bagus banget!Tapi filmnya, maaf,, kehilangan sisi Islamnya. misalnya tentang menjaga kehormatan diri untuk tidak berhubungan dg lawan jenis sebelum menikah kayaknya kurang mantep! Dan film itu kayak ringkasan ajach. Aisha yg harusnya jadi tokoh utama malah kelihatan antagonis, dia terkesan merebut fahri dari maria.. mudah2an peristiwa-peristiwa dalam novel KCB juga ada di filmnya, gag ada tambahan gag ada pengurangan, amien..
di tunggu filmnya yah… syuting nya di Solo dunk….
mas, saya denger mau ada audisi untuk pemain film ketika cinta bertasbih yach..???
adain audisinya juga dunk di kaltim, khususnya balikpapan…???
sekalian promo filmnya…???
ini email saya agie_ndutzZz@yahoo.com
sayang sekali perempuan secantik rianti yg memerankan aisha di aac di kehidupan g pake jilbab….
saya pribadi mendoakan semoga mba rianti terbuka hatinya untuk memakai jilbab…
q yakin mb rianti kelihatan lebih anggun kalo pake jilbab
salut dengan pak habib, semoga dakwah anda melalui novel yg mendapat sambutan luar biasa dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia diridloi Allah SWT…
q berharap dakwah anda dalam film KCB nya juga sukses..
oiya pak habib, ingin sekali anda berkesempatan berbagi ilmu dengan kami di kalangan santri mahasiswa di pesantren kami PP. Durrotu Aswaja Kompleks Unnes Semarang…
salam dakwah..
Arif
Kang Abik klo emang mo bener 2 bagus tuch film pemerannya kang abik aja yang casting, khan pasti ngena banget tuch..!!! ane juga mau jadi Azzam nya
(btw Azzam kurus apa gendut..????)
assalamu’alaikum.
yah…
semoga film ini nantinya bisa sangat bagus.
meskipun mungkin nggak bakal banyak nyedot penonton sebanyak AAC.
karena…
aku punya firasat sampeyan yang jadi Hafez.
(lho?!)
ass….,
klo seandainya novel KCB jadi di film kan aku pengennya syutnya emang di cairo sana, trus klo yg jd azzamnya nga perlu yg cakep2 amat ya yg penting punya kharismalah… n berwibawa.
truz klo boleh waktu syut di cairo penggunaan bahasa arabnya dibanyakin supaya lebih tersampaikan perannya n dakhwah yang ada dalam novel itu lebih hidup…..
jadi nga sabar deh nunggu penayangan filmnya….
aku berharap sich film KCB lebih bisa menyedot penonton lebih banyak dari pada AAC…
Insya ALLAH…. Amin…
Terus berjaya Film2 islamiah….
Duh jadi kasian sama mas hanung.. di kritik mlulu gara-gara AAC.. mas garap Lgi aja AAC versi the series TV truz kang Abik ikut terjun langsung deh milih pemain sama pas buat the seriesnya.. gimana??
oh..ya saya mo ngucapin “selamat untuk karya-karya nya kang abik yang bener-bener fenomenal, dan mudah-mudahan semua karya-karyanya kang abik bisa dibikin film semua. Aminn.. !!!,
tolong aq dunk, aq pengen banget baca novel ketika cinta bertasbih, di kotaku susah ngedapetinnya, tolong kirimin dunk,pliz banget,kirimin k email q y bagi yang sudah punya,plizzzzzzzzzzzzz,in email q tia_devin@yahoo.co.id q tunggu lho
Kalau memang benar “Ketika Cinta Bertasbih” akan difilmkan dan disutradarai oleh Mas Hanung lagi, Saya harap yang memerankan tokoh Furqon adalah Winky Wiryawan, karena imajinasi Saya ada pada Winky ketika membaca novel ini. Dan kalau bisa syutingnya benar-benar di Cairo agar bisa lebih hidup. Terima kasih, Saya tunggu penayangannya.
He..he…jadi gatel pingin ikutan koment,
Terus terang emang novel yg ini agak lain,bahkan film AAC pun film pertama yang saya tonton setelah sekian lama ( entah berapa tahun ) saya gak nonton film Endonesya ( habis bisanya cuma bikin film horor sich…).Penasaran trus baca novelnya lanjut ke KCB dan….memang cukup berkesan…
Selamat buat Kang Abik tapi saya usul kalo bisa utk film KCB bisa lebih islami daripada AAC biar ga kontradiktif
TK
Iya neah…..
Nha dah denger “KCB” mau difilmin kan,,,,????
Mudah2an bisa kayak AAC meledaknya tapi,,,
harus lebih bagus,baik,Islami,bermakna,bermanfaat,dan buanyak lagi….
Amin
alhamdulillah saya senang banget denger novel ketika cinta bertasbih akan difilmkan, pengen banget ikut audisinya…tapi audisinya ga ada di kota balikpapan nih…gmna dong…oya ana punya pengalaman yang sama dengan tokoh azzam yang pada saat seorang bapak mengatakan kesaya” andai aku punya anak perempuan lagi maka akan kunikahkan denganmu” saat ana baca novel KCB kaget banget kenapa ceritanya bisa sama dengan kehidupan saya dan saya jadi keingat masalalu saya… tapi jodoh kan urusan Allah SWT kita hanya bisa berikhtiar…kalo bisa sih audisinya ada di balikpapan biar ana bisa ikutan…
Pesan saya kepada para sutradara, produser serta pemain2 Film KCB nantinya untuk mengupayakan agar kejadian seperti pada film AAC tidak terulang lagi. Karena banyak penggemar novel AAC yang kecewa dengan film tersebut, termasuk SAYA. karna jauh sekali menyimpang dari cerita yang terdapat didalam Novel AAC……………
Aww…
Qt sama berdoa saja..
semoga ntar film KCB bisa benar2 murni sesuai dengan novelnya…
dan sukses seperti ayat 2 cinta….(walaupun qt kecewa dengan film AAC.., karna penyimpangan film’x)
Semoga Allah memudahkan pembuatan film KCB ini dan semuanya puas dengan film’x…
Amin…..
untuk bintang (para pemainnya) mudah - mudah yg benar2 hanif / ihwan…
Req donk Kang Abik…
untuk pemeran Azamnya si Dude Harlino aja…
Doi Hanif loh…
he…heee…
Jzk kang Abik
Assalamu’alaikum….
Chaiyo SEMANGAT TERUS KANG ABIK!!!
keep creative yah…
Wassalamu’alaikum…
Assalamu’alakum
Kang Abik truzlah berkarya DAKWAH DALAM CINTA
AAC novelnya So sweet.. Film x kok Aisya Waktu Shalat Pake cadar?
D banjarmasin Banyak lho yang mo jadi pemeran film Ktika Cinta Bertasbih…
Salam Ukhuwah Islamiyah
buruan dong di filmkan ketika cinta bertasbih 1 dan 2 nya ditunggu film nya .semoga yang nonton nya lebih banyak dari AAC ya.dan ceritanya jangan ada yang dikurangi atau ditambah sehingga tidak mengurangi nilai keaslian novelnya.
ayo kang berkarya lagi,KCB & AAC bgus novelnya,mudah2an KCB sutingnya bner2 di arab
Semoga KCB lebih baik dari AAC,MUATAN DAKWAHNYA HARUS LEBIH KENTAL
duwh senegnya filmnya bakalan keluar .
tapi yang saya inginkan adalah semoga film ini memberikan makna yang bagus buat masarakat indonesia.
trus katanya yang memerankan pemeran utama buat laki-lakinya itu dude herlino ya
semoga lebih baik ya dari fedi nuril
subhanallah. semogafilmnya BENAR-BENAR seperti novelnya, ga ada yang bertentangan dgn aqidah n syariah dan terutama BENAR-BENAR menggugah untuk berislam lebih baik. cuma saya agak trauma dengan film ayat2 cinta, kok ga dedy mizwar aja yang bikin yang memang sudah BENAR-BENAR jelas ‘keIslamannya’. semoga aja ga ada dialog yang menggugat Allah seperti di A2C ketika Fahri didalam penjara.