Resensi Film Ketika Cinta Bertasbih

11 06 2009

Pagi jam 9 pagi tanggal 11 Juni 2009, berangkatlah saya menuju 21 Plaza Surabaya alias Delta Plaza. Busyeet…. sewaktu itu yang antri lumayan banyak, aku yakin orang yang berjubel disini cuma ada satu tujuan, melihat perdana Ketika Cinta Bertasbih… Beberapa menit kemudian makin banyak orang yang datang hingga antri di tangga…

Aku menonton KCB jam 7 malam, karena hanya kebagian jam segitu.. Ya sudah, tak apa, yang penting menonton,.. dan inilah resensinya…..

tiket KCB

Tiket KCB akhirnya di tanganku...

Film dibuka dengan kemegahan Mesir, serta kesibukan Azzam yang sibuk saat belanja buat usaha jual tempe dan bakso. Azzam membeli bahan tempe dan baksonya di pasar, sesekali dia memanggul bahan di bahunya dan meletakkanya ketika dia kelelahan, kemudian dipanggilkan taksi dan meluncurlah Azzam ke flat, tentu saja taksi melewati pyramid, megah….! 10-15 menit kemudian terfokus di perayaan KBRI dengan Azzam dan Eliana,  Dien Syamsudin juga nongol disini lhooo (walau hanya sebagai cameo, tapi lumayan Pak, nampang!), yang paling berkesan sih saat Azzam membayangkan Eliana memakai jilbab, memang saat itu beberapa detik diperlihatkan Alice Nourin (pemeran Eliana) memekai jilbab, tak lama, mungkin hanya 4 detik.

Adegan demi adegan bergulir seperti isi novelnya, dari Azzam dan Pak Ali berjalan-jalan membicarakan pantai Cleopatra agak terganggu dengan cameo turis yang isng foto-foto dengan pose super narsis, jadi dialog antara Azzam dan Pak Ali agak terganggu, lha gimana, seisi penonton bioskop pada cekikikan smua…  Adegan pengejaran bus oleh Azzam, Anna dan Erna juga seru, trus pingsannya Fadhil saat penggeledahan tamu tak diundang buat mencari Wail Kafuri, juga ada… Inilah point-point unek-unekku

  • Khoirul Azzam : Kholidi Asadil Alam. Kholidi bagus banget memainkan tokoh Azzam, fisiknya memang sesuai bayanganku sebelumnya, kebapakan, karakter “kakak” dan “imam” sangat melekat. Saat Azzam marah kesannnya gimana gitu, bagus sih, tapi tak apalah.. selebihnya dapet banget lah.
  • Ayatul Husna : Meyda Sefira. Aku gak ngerti, kenapa iklan film kok dibebankan pada dia, dari mulai Bank Syariah hingga Motor, heheee.. medoknya okeh, lucu dan lugunya juga okeh, Kemana-mana dia pake motor Mio, iklaaan euy!
  • Furqon Andi Hasan : Andi Arsyil Rahman. Terlalu glamour.. glamour banget, spellingnya juga agak kaku, terutama saat mengucap “s”. Saat scene dimana dia divonis  kena AIDS kurang dramatis.
  • Eliana Pramesti Alam : Alice Sofie Nourin. Dalam bayanganku Eliana itu seperti Luna Maya, tinggi semampai, cantik berambut panjang, sopan, aku pikir Luna Maya juga bisa memerankan sama bagusnya dengan Alice Nourin. Gimana ya? Wajah Alice Nourin terkesan ketus alias tak ramah, hehee.. tak apalah, Alice Nourin bagus kok dengan karakter Eliananya, apalagi saat dia malu2 mengucap “French kiss” ke Azzam, kocak, hehee…
  • Anna Althafunnisa: Oki Setiana Dewi. Wah, mbak Okki Setiana Top. Anggun, tak berlebihan, dan pass banget! Senyumnya manis, wajahnya jawa asli, jadi aku rasa pas dengan Anna, cantik-cantiknya orang jawa lah…
  • Tiara : Tika Putri. Hmm… Tika Putri cuaaaaanntiiiik banget kalau pake jilbab, caaaantik, hampir saja aku tak mengenalinya. TiPut maennya bagus lah, terutama perhatiannya ke Fadhil saat di rumah sakit menunjukkan kalau dia sangat sayang pada Fadhil.
  • Fadhil : Lucky Perdana. Lebih garang dikit knapa, Lucky? Lucky terlalu manis buat tokoh Fadhil, gak taulah
  • Hafez : Kekocakan terletak pada tokoh ini, gara-gara sikap dan tingkah laku dia yang mengesankan suka dengan Cut Mala, kuooocaak! Mungkin tanpa ada tokoh Hafez, film KCB bakalan kayak film Dark Knight / Da Vinci Code yang musti serius banget  nontonnya. Berkat tokoh Hafez inilah kekocakan dan tertawa terjadi
  • Cut Mala : Palmaera Galda Pratiwi. ”Kulkasnya dibawa sekalian saja, Hahahahaa” saat dia mengucap dialog itu, tertawanya sangat lepas tak dibuat-buat. Sampai saat ini, aku masih terbayang-bayang dia,  dia menari-nari dalam pikiranku…..
  • Wan Aina : Silmi (nama panggilan). Kuliah di UI yang juga seorang putri dari psikolog terkenal Elly Risman. Silmi logat malaysianya kental banget.
  • Scene pernikahan Tiara dengan Zulkifli sangat dramatis, Lagi dari Aceh berjudul “Saleum” yang dinyanyikan Fadhil sangat menyentuh, sayang scene tersebut terlalu cepatan, padahal aku mengharapkan lebih. Kan menurutku salah satu kekuatan   KCB 1 ada pada kisah cinta Fadhil dan Tiara (seperti yang Kang Abik tuturkan saat seminar yang pernah aku ikuti).
  • Scene saat bedah buku Menari Bersama Ombak karya Husnah, Anna begitu menghayati saat dia mendeskripsikan tentang Cinta (yang sebenarnya petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamei Tabriz), kurang lebih demikian : “Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri…….
  • Kan di Indonesia Eliana dikenal sebagai artis sinteron, coba deh perhatikan saat Eliana di layar TV, Pasti slalu adegan Eliana di kejar-kejar di hutan, kayak salah satu adegan Tarzan Cilik, heheee…..
  • Film ditutup dengan kedatangan Azzam dan Eliana di bandara, kemudian diserbu wartawan mengkonfirmasi hubungan antara Eliana dan Azzam. Dan saat itu juga terlihat Husna melambaikan tangan ke Azzam, dan Azzampun tersenyum membalas lambaian tangan sang adik, trus bersambung dah….
  • Ada cuplikan buat Ketika Cinta Bertasbih 2 kok… saat Azzam bertemu dengan sang Ibu… saat Azzam dipertemukan dengan Anna di rumahnya (Anna saat itu menyerahkan undangan pernikahan di kelaurga Azzam)… saat pernikahan Anna dan Furqan seraya Azzam berkata pada Anna, “Anna nitip Furqan yah? Dia sahabatku” …. saat Malam pertama Anna dan Furqan… dan saat Anna mau kabur dari rumah tapi ditegur bapaknya…. Hmmm….
  • Adegan dalam novel yang dihilangkan : Secara keseluruhan film ini hampir sesuai dengan novel, ada beberapa adegan yang dihilangkan, seperti awal dalam novel saat Azzam, Eliana dan pak Ali dalam taksi yang mau berbelanja, padahal adegan itu aku rasa kalau dalam novel juga menggambarkan keindahan kota mesir… Sara Sa’duddin Zilzaf tak ikut pulang bersama satu pesawat dgn Azzam, hanya diceritakan Azzam pulan dengan Eliana. Sara Sa’duddin Zilzaf hanya muncul 2 scene saat menelpon Furqan… Tak ada mimpi Azzam yang bermimpi dia di Indonesia dan di rumahnya sudah ada gadis2 yang ada dalam novel, termasuk Anna Althafunnisa yang konon bercadar…
  • Tak ada adegan sentuhan lawan jenis, apalagi peluk dan cium, tak ada sama sekali.. top dah! bener2 menggambarkan apa yang ada dalam novel…
  • 4 setengah bintang dari 5 bintang buat Film ini….

Aksi

Information

31 responses

11 06 2009
iskandaria

Mana nih resensinya? :( Kayaknya cuma pengen nyari trafik tanpa memperhatikan kepuasan pengunjung nih…

12 06 2009
Hasan Syah

sudah ditambahi kok, smalam jaringan internet lagi ngadat.. nih dah ada resensi lengkaapnya

12 06 2009
Billy Koesoemadinata

wah,, ga ada resensinya juga..

awas,, SEO judul doang.. tanpa isi.. :D

12 06 2009
Hasan Syah

Sudah ditambahi Mas… :)

12 06 2009
Abu Salmaan

Tks….atas resensinya.
jadi pengen cepat2 nonton filmnya nih.

http://bisnissimplehasilberjuta.co.cc

13 06 2009
Hasan Syah

@ Abu Salman :
Nonton mas.. mumpung masih awal2, lebih seru jika lebih awal gini, akusaja pengen nontonlagi, Mas… Thx komentarnya mas…

12 06 2009
abby

T_T……
Jadi terharu jadi penegen nonton…..!!!! Di jember kapan ya diputar????

13 06 2009
Hasan Syah

@ Abby :
Di jember koran tau mas, mungkin di koran lokal ada infonya…

12 06 2009
Mentari di Ujung Pagi

Thanks a lot atas resensinya, jdi pgn nonton nih film :)

13 06 2009
Hasan Syah

@ mentari :
sama2…. ayo nonton!

12 06 2009
fauzi

alhamdulillah akhirnya tayang juga film yg bermutu yang mengandung pesan moral ditengah derasnya film gak bermutu yg hanya mementingkan materi dr pada moral,semoga film ini dpt menjadi hidayah bwt penontonnya,sekaligus memberi petunjuk bagi mereka yang sedang mencari makna cinta sejati,thx bwt resensinya,bwt semua yg terlibat didlm film ini,ditunggu kelanjutannya,ass

13 06 2009
Hasan Syah

@ fauzi :
saya juga banyak mengambil pelajaran ttg semangat hidup dalam film ini… daripada film berbau horror , saya lebih suka film ini..

12 06 2009
Rusa Bawean™

terus film ini layak ditonton gak mas?
keputusannya bagus apa nggak?

resensi koq gak ada penilaiannya? :)
peace…

13 06 2009
Hasan Syah

@ rusa :
saya sengaja tidak kasih penilaian, biarlah orang nonton karena keinginan sendiri, bukan atas rekomendasisaya.. saya hanya mereview apa yang ada dlaampikiran saya, selebihnya saya serahkan ke pembaca dan penonton KCB… sejauh ini, ini adalah film terbaik yang pernah saya tonton

13 06 2009
Rusa Bawean™

terus yang dimaksud resensi itu apa? :)

14 06 2009
Hasan Syah

@ rusa bawaen :
Menulis resensi merupakan proses menuangkan atau memaparkan nilai sebuah hasil karya atau buku berdasarkan tataan tertentu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pertimbangan baik-buruknya, cermat-cerobohnya, benar-salahnya, kuat-lemahnya, dan manfaat-mubazirnya suatu topik buku (Saryono, 1997:54)…. dan disini saya sengaja tidak kasih penilaian, biarlah orang nonton karena keinginan sendiri, bukan atas rekomendasi saya..

14 06 2009
Hasan Syah

tambahan buat mas rusa bawaen : terima kasih mas atas masukannya…

14 06 2009
Faizal

Resensinya pas, bagus.

O ya, Barusan saya google tentang Resensi Film KCB , dapet link ke blog ini dan salah satu lainnya ke sini : http://xxxxxx.wordpress.com/2009/06/12/xxxxxxxxxxxx/

Itu blog anda juga ato emang ada yg copas tulisan anda?

15 06 2009
Hasan Syah

wah mas… coba dilihat tanggal postingannya, blog saya tanggal 11 mas, blog rifay tanggal 12nya… lagian blog saya sudah sejak lama mereview karya-karya Kang Abik, jadi orang sudah tau mana yang copas mana yang orisinil… terimakasih atas informasinya, saya langusng menegur yang bersangkutan :) ohya mas, sengaja link saya edit karena ata spermintaan yang bersangkutan, ini menyangkut reputasi seseorang

14 06 2009
viyantz

jadi g’ sabar pengen punya filmnya nih……….,,

17 06 2009
sari

terlepas ini resensi or not
yupp…setuju kritik bwt Furgon.Furgon kurang dramatis dan ekspresif waktu tahu divonis HIV
Trus teman ana yang kecopetan tu kayak mo nangis tapi g bisa nangis
BWT FOR ALL aktingnya bangus natural….

18 06 2009
dery

ga sbr pengen nonton filmx…….

19 06 2009
TheTommy

“Apa kata Kairo tentangmu Zam?”
Mengajak kita untuk merenung..

31 07 2009
118clip.com

thank you
very good

27 09 2009
Pasang Iklan Gratis

Film yang sangat sarat nilai di tengah gempuran film-film bergenre horor dan lainnya. Film seperti ini, kalau menurut hemat saya, sangat bermanfaat dan bernilai bagi bangsa ini yang haus akan figur teladan khususnya dalam dunia perfilman.

memang sudah selayaknya, sebuah film dapat membawa pesan moral yang dapat membawa penontonnya ke arah kehidupan yang lebih baik. Semoga trend positif seperti ini dapat terus berlanjut demi memajukan dunia perfilman di tanah air.
Pasang Iklan Gratis

21 10 2009
ii

emh..
film’a kren beud…

31 12 2009
Catur setiyarto

Inspirasi yg sangat besar ada dlm film ini..
trus brkarya untk Kang Abik,

21 02 2011
liyana18

syukron mas atas resensinya..
tp kok serasa kurng lengkap nih..

21 03 2011
atin muanizz

seneng bget aq bsa nnton KCB ceritanya kmpir mrip dgan novel yg prnah ku baca yg jdulnya Birunya Langit Cinta. aq ska bgt 5 crita cnta yg brbau islami.

28 04 2011
lidiah

huft aq pengend crita’a d p’jlas gi hrus’a . .

7 01 2012
Novi yani

tampilin resensi’a yg lengkap dong , , penting nii wad tugas kuliah . . mohon d bantu yaa …..

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.404 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: