My Little Homeland

24 09 2011

Jika sekarang ditanya, apa yang aku rindukan saat ini? apa keinginanku saat ini? siapa orang yang ingin aku temui saat ini? hal apa yang ingin aku lakukan saat ini? jawabannya bermuara pada satu hal, yakni rumah ku! Rumah dan segala isinya ini benar-benar aku rindukan, detik ini, ketika aku menulis postingan ini, apalagi diiringi dengan instrument Kiss The Rain nya Yiruma, jadi makin terasa kangennya :'(

Home Sweet Home

Home Sweet Home

Ya, gambar di atas itu rumahku. Beberapa waktu yang lalu aku sengaja minta tolong adikku buat ambil gambar rumah ini dan alhamdulillah tak seberapa lama dia ngetwit foto ini. Yang aku tau ketika aku lahir, aku sudah menempati rumah ini, namun bukan dengan kondisi yang sekarang, Rumah mengalami perubahan total ketika aku kelas 4 atua 5 SD dan sampai sekarang rumah ini tak berubah sedikit pun, hanya bagian pagar yang hampir tiap tahun di cat ulanng dengan berganti warna.

Rumahku terletak di sebuah gang kecil, tepat di depan kompleks Makam Sunan Giri, Gresik. Jadi kalau mau mencari rumahku itu gampang, patokannya Makam Sunan Giri, salah satu wali songo, penyebar Agama Islam di Jawa. Rumah ini sudah cukup tua, kata Bapak, rumah ini memang sudah turun temurun, Bapakku sendiri itu dari kakekku, dan kakekku itu dari buyutku, pokoknya sudah turun temurun.

Di rumah ini dulunya (kalau komplit) ditinggali 6 orang, Bapak, Ibu, Aku, Kakakku, Suaminya Kakakku dan ponakanku yang masih berumur jalan 2 tahun. Namun Bapak hanya beberapa hari dalam sebulan menempati rumah ini, beliau tinggal di Probolinggo untuk mencari nafkah. Apalagi aku yang kini di Bandung, jadi kini rumah ini hanya ditempati 4 orang saja, bisa dibayangkan betapa sepinya :'( Di rumahku ini juga ada musholla kecil, tingginya kurang lebih 80cm dari permukaan tanah, di sinilah tempat aku bersujud, temoat di mana aku bisa mendengar ibuku berdoa tiap malam, aku benar-benar rindu tempat ini, dengan semua yang ada di sini.

Memang, bagaimanapun keadaan rumah kita, pasti akan menyimpan magnet tersendiri yang membuat kita ingin kembali ke tempat itu. Logikanya sederhanya, kita hanya bisa tidur nyenyak atau lebih nyaman ketika berada di rumah kita sendiri, bukan di hotel mewah atau apartemen. Aku rindu rumah, kangen dengan semua yang ada di sana, kangen ibu ku, bapak ku, saudaraku, keponakanku, varioku, teman2ku dan lingkungan sekitar rumahku yang begitu bersahabat.

vario wegijiol
vario wegijiol

Ini adalah vario ku, tepatnya Bapak membelikan motor ini pada bulan oktober 2009. Dulu, aku sempat bingung disuruh memilih antara Vario sama Revo, tapi pilihan akhirnya jatuh pada matic agar juga bisa dipakai saudara-saudara ku yang lain (matic lebih gampang penggunaannya daripada motor bebek). Vario ini bernama Wegijol, nama yang aneh, tapi sesungguhnya nama ini adalah bacaan dari plat nomorku ini.

Selama 2 tahun, Wegijol sudah mengantarku kemana-mana, ke kantor atau hanya jalan-jalan saja. Tempat terjauh yang pernah motor ini injak adalah Lamongan, Wisata Bahari Lamongan. Selama 2 tahun itu pula, aku rutin menserviskannya, karena tak mau kalau motor ini bener-bener mogok, pokoknya ini aku rawat seperti pacarku sendiri dah.

Selama 2 tahun itu, motor ini 3 kali jatuh. Waktu pertama jatuh ketika aku pulang kerja, aku bersama motor jatuh karena jalan aspal yang tak rata. Aku dan motor jatuh miring ke kanan dan terseret beberapa meter. Bagian tubuhku banyak yang luka akibat tergores dengan aspal, begitu pun juga dengan vario ini, body sebelah kanannya tergores, namun kini sudah dihilangkan.

Jatuh kedua ketika aku berangkat kerja, karena ada lubang dan aku tak memperhatikannya, tapi nggak parah-parah amat. Dan yang terakhir kemarin ketika aku habis dari mudik, sebulan yang lalu. Tepat Sabtu sore, ketika aku baru pulang mudik. Sorenya dikabari kalau ada buka puasa teman-teman kuliah, aku pun ke sana, kurang lebih 45 menit perjalanan dari rumahku. Ketika sampai pada satu lampu merah, aku otomatis menginjak rem, namun sialnya jaln di depanku berpasir, sehingga membuatku jatuh ke sebelah kanan. Motorku baik-baik saja, hanya tergores, sementara kaki ku luka, dan bekasnya masih ada saat ini.

“Kamu kenapa San, kok berdarah?” tanya Singgih

“Habis jatuh dari motor, tadi waktu mau berangkat ke sini,” jelasku.

“Hahhaaaa…. mangkane ta, ojok ngelamun!,” tawa Singgih

“Mbuh lah, piye yo, mau lebaran kok kayak gini,” keluhku

“Halah san, banyak kok orang yang meninggal waktu mau lebaran, kamu harusnya bersyukur masih hanya luka-luka seperti ini,” kata Antok, nancep banget -,-“

****

Entah lah, aku sudah beusaha untuk tidak mengeluh dengan kekangenanku saat ini. Aku cuma diam dan diam saja dan melihat foto ruamh ku itu. Ada banyak tawa di sana, kehangatan, dan kasih sayang seorang ibu. Aku kangen rumah, kangen kelluarga, kangen motor, kangen masakan ibu, kangen kamarku, kangen teman-temanku dan semuanya yang ada di situ. Kekangenanku ini sudah cukup sering aku keluhkan ke temanku, anehnya temanku itu hanya menjawab asal dan terkesan mengada-ada. Seperti kejadian pas Halal Bi Halal dengan teman-teman kuliah tanggal 4 September kemarin.

“Mangkanya, kan sudah aku bilang, pas mudik kemarin, kamu bawa tanah di depan rumahmu, masukin botol aqua dan bawa ke bandung, pas kamu kangen rumah, kamu cium tanah itu,” kata Fitri terkekeh-kekeh.

“Kamu itu San, mangkanya cari cewek di sana, itu salah satu yang pasti bikin kamu kerasan di sana, dan pasti nggak ingin pulang lagi. Tapi hati-hati, jangan sampai keperjakaanmu hilang di sana, hahahaaa..” pungkas Andi sambil tertawa renyah.

dan kemudian semuanya tertawa dan membahas hal ini lebih lanjut, hahaaa….

“May be surrounded by a million people I Still feel all alone, I just wanna go home, Oh, I miss you, you know… Let me go home, I’m just too far from where you are, I wanna come home.. (Michael Buble – Home)” dan lagu ini mengiriku mengakhiri menulis postinganku ini, untuk saat ini aku hanya bisa memendam rindu, hanya bisa memimpikan rumah itu di pulau kapuk, hanya bisa menelepon ibu ku ketika aku dalam keadaan seperti ini. Yakin, aku bisa! Aku hanya perlu untuk kuat, dan aku yakin, suatu saat aku pasti kembali,

Another winter day has come, And gone away, In even Paris and Rome, And I wanna go home, Let me go home…








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.403 pengikut lainnya.