MALING OH MALING

23 01 2007

Sindikat Permalingan di sekeliling kita*                          

(Langit tak mendengar, tapi Allah melihatnya……)

Tuntutan akademis di ITS yang cukup tinggi, keseharian yang penuh dengan kuliah, tugas maupun praktikum nampaknya memaksa pikiran mahasiswa ITS untuk tidak memikirkan sesuatu yang kurang penting. Istirahat atau sekedar waktu luang yang cukup lama sudah menjadi hiburan yang cukup memuaskan bagi kita. Kita sering dihadapkan dengan kondisi semacam ini sehingga tak terlintas dalam pikiran kita untuk memikirkan kondisi di sekeliling kita yang sudah dianggap lumrah tapi cukup menarik untuk diperhatikan. Kondisi (sebut saja fenomena…) ini sebenarnya ada dan sangat nyata

 

Bukan bermaksud apa-apa (dalam arti menyudutkan pihak tertentu) tapi setidaknya tulisan ini menjadi bahan wacana bagi kita… Suatu hari di kampus tercinta ini, sekilas nampak lalu lalang suasana sekitar masjid kampus, sehingga terasa biasa saja, tapi ada yang menarik di sana, tak jarang dari beberapa mahasiswa kehilangan barang berharganya. HP menjadi sasaran utama para manusia tangan panjang ini. Berdasarkan hasil telusuran tim investigasi kami, kondisinya cukup mengenaskan, barang semacam Flash Disk maupun arloji sudah menjadi plan-B bagi maling jika tak menemukan sasaran utamanya. Tak jarang pula sepeda motor tak berdosa disikat maling. Para maling sendiri gak mau kompromi, barang ini milik siapa, pokoknya begitu ada kesempatan mereka-pun beraksi.

 

Banyaknya mahasiswa ITS itu merupakan menjadi senjata bagi maling ini, strategi maling adalah melakukan penyamaran menjadi mahasiswa, berpakaian hem, bawa tas dan bersepatu, tentu saja kita tidak menyadarinya… mereka ke lokasi tidak sendirian, minim 2 lah… jadi begini kira-kira rekontruksi kejadian yang menjadi hal lumrah di ITS.. maling tersebut stand by di TKP, melihat-lihat calon korban, saat korban menaruh tas dibalai-balai masjid kemudian pergi berwudhu, saat itulah maling ini beraksi, tentu saja teman si maling ini bertugas sebagai pengawas kondisi sekitar… Tak hanya masjid, bahkan di musholla jurusan, dan tempat kos kita sudah menjadi incaran maling, mereka justru beraksi di saat kita tak menduganya, seperti shubuh atau siang hari. Untuk di tempat kost, si maling berdalih dengan mencari tempat kost, mencari temannya di tempat tersebut atau tanya-tanya sesuatu yang gak penting… seperti pengakuan salah satu mahasiswa fisika berinisial ‘f’ yang tak mau disebutkan namanya (sebut saja Mbak F) Begini ceritanya…… siang itu Mbak F beristirahat di kamar kostnya, mungkin suasana kekeluargaan dan kepercayaan diantara teman2 sekost, membuat Mbak F tidak terlalu memproteksi kamarnya (termasuk mengunci kamar dan menaruh HP di kamar). Lalu Mbak F terbangun dari istirahatnya, dia meraba sekitarnya untuk mencari HP (ingin lihat jam), dia terbangun, antara sadar dan gak sadar, di pintu kamarnya terlihat cewek memegang HPnya, betapa terkejutnya Mbak F ini, So pasti si cewek (yang diketahui maling…) makin terkejut pula, dan langsung bertanya pada Mbak F, “Mbak, HP ini berapa?” (gak penting kan??) …

 

Nah, untuk mengantisipasi hal diatas agar musibah ini tidak menimpa kita, ada beberapa tips untuk menghindari hal ini :

  • Saat di tempat umum (masjid, musholla, dll) jangan menaruh barang berharga di tas, or bawa saja tas kita saat berwudhu. Saat sholat-pun taruh tas disamping kita, tapi tidak mengurangi ke-khusyu’an kita dalam menjalankan ibadah.
  • Saat di kamar kost, jangan menaruh HP, dompet dan yang lainnya di sembarang tempat, jadi kita menyediakan suatu tempat rahasia untuk menaruh barang-barang ini. Dan pastikan pula saat kita mandi atau meninggalkan kamar, barang-barang tersebut sudah dalam keadaan aman
  • Saat berada di lyn (kendaraan umum), taruh barang berharga (dompet dan HP) dalam tas, dan pastikan tas tersebut berada dipangkuan kita atau tempat yang serasa aman dan nyaman bagi kita, dan yang pasti dalam saku kita sudah terisi persediaan uang untuk ongkos dan keperluan lain.

So, melihat kenyataan dan pengalaman Mbak F ini, kita harus berhati-hati terhadap kondisi sekeliling kita, tapi bukan berarti pula kita terlalu over dan mencurigai orang yang berlebihan. Solusi terbaik adalah dari sikap kita sendiri yang berhati-hati dan tidak ceroboh. (By:Hasan Junaidi)

 

*)Tulisan ini pernah dimuat di Buletin Phoenix HIMASIKA ITS

 


Aksi

Information

3 responses

5 03 2007
Agus MU

huehehe, tap mantap beritanya ta iye.. btw, gmn kabar marshanda?

29 03 2007
Tomy

Betul, memang maling makin banyak di ITS. Tapi jangan lupa, Bung Hasan, penampilan atau aksesoris mahaiswa/i ITS sekarang ini turut andil menggoda niat kejahatan.

Dulu mahasiswa/i ITS terkenal kucel. Maling aja kalah kucel.
Sekarang mahasiswa/i bukan casual lagi, malah cenderung glamor. Ini juga jadi salah satu faktor. Tanya aja warga kampung sekitar ITS, mereka juga pangling lihat mahasiswa/i baru yang beda 180 derajat soal penampilan dan pembawaan sikap itu.

Keadaan ekonomi sebagian besar penduduk kita kan sulit, jadi jangan memaksakan diri menampilakan diri seakan-akan ada di catwalk atau di mal dan semacamnya gitu

————————————————————————————————————————-
Hasan Menjawab:
Betul, memang penampilan dan aksesori mahasiswa sangat berpengaruh. Tapi jangan lupa, Bung Tomy, saya menulis artikel ini tahun 2005 dan dimuat di Buletin Jurusan… mungkin yang Bung Tomy maksud penampilan mahasiswa 2006 ya?saya juga melihat seperti itu kok, dulu jarang banget mahasiswi mengecat rambut tapi skarang……. dulu jarang banget yang berpakaian ketat, tapi sekarang……… ya maklum saja, bisa diliaht di ITS sekarang-lah

25 07 2007
fajar

Sedikit cerita, aku pernah uber2 an ama maling motor jam 12 malam di sekitar matematika, sayang kalah cepat+kalah banyak, maklum aku cuma ber 2 pake motor”cewek” (motor temenku yang kebetulan sudah dalam keadaan on karena dibobol dengan kunci T),sedang mereka ber – 6 pake motor “tiger” semua, Setelah minta pertolongan ke satpam depan, kita cari lagi ternyata tidak ada. Semua akses pintu masuk ITS sudah ditutup kecuali pintu depan, aku juga ikut jaga sampai jam 3 an karena aku hapal salah 1 diantara orang tersebut, ternyata tidak muncul juga. Kesimpulan kawan2, dimanakah mereka bersembunyi. Keesokan harinya antara yakin dan g yakin, aku menjumpai salah satu yang kuhapal tersebut di kantin masjid, persis kayak mahasiswa ITS.

Sekedar peringatan, biasanya saat awal2 pengkaderan banyak maling keliaran, di sekitar hima saya tercatat 3 motor hilang saat anak2 lagi rapat persiapan pengkaderan.

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: