DOSEN : Ketika Kenyataan Tak Sesuai Harapan

24 01 2007

Huh, 2 hari ini (sampai hari jumat 26-01-07) saya mengikuti workshop seismik by Chevron Company. Entah muděng apa tidak, tapi Alhamdulillah, akhirnya saya dapat juga materi seismik, semester 6 depan saya tidak bisa ambil mata kuliah tersebut, karena ada mata kuliah pra syarat yang belum saya ambil. Saya tidak mau bercerita tentang hal itu, tapi ada sesuatu yang menarik yang saya temui hari ini.

Mengikuti Workshop ini terus terang saya dan beberapa teman saya belum merasa tenang, 2 mata kuliah belum muncul nilainya. Hal yang menjadi tanda tanya besar, maklum kami sudah angkatan 2004 dan pengen cepat-cepat lulus dengan nilai yang baik tentunya. Sebut saja namanya Agni, teman seangkatanku. Ada satu nilai yang dapat D, padahal Agni mengumpulkan semua 4 laporan yang memang harus dikumpulkan pada semester 5 ini. Ada apa sebenarnya?

Inilah yang tidak jarang ditemui (baik di kampusku atau kampus lain), suatu bentuk ketidakadilan, patokan dosen yang kurang benar (bentuk penilaian secara random) atau memang kesalahan pada mahasiswanya itu sendiri. “Posisi menenentukan prestasi”, sering sekali saya mendengar pernyataan tersebut, di jurusan saya (atau mungkin di jurusan lain dan di kampus lain) ada yang menjadi hal yang cukup menarik, Misalkan ujiannya jam 10.00 WIB tapi 1 jam sebelumnya sudah ada yang ’ngeplot’ tempat duduk, Si A disinilah, Si B disitulah (Ya termasuk saya sendiri yang melakukannya, hehehe9x… ). Dan kami paling senang ketika yang jaga ujian adalah bukan dosen mata kuliah tersebut, tapi Bapak TU dan karyawan, apalagi kalau Si Penjaga Ujian membawa senjata andalan, koran. Hahaha9x… mungkin ini sudah turun temurun kali, entahlah.

Pernah saya baca artikel, ketika ujian seorang mahasiswa yang biasa seperti saya (tidak terlalu bodoh dan tidak terlalu pinter) atau PMDK-lah (Persatuan Mahasiswa Dua Koma) berani duduk di depan, ini bisa menjadi senjata mental bagi teman-teman lainnya. Secara psikologis teman-teman senasib (PMDK, red) mentalnya agak sedikit menurun melihat hal ini, apalagi teman-teman yang memang benar-benar kurang siap. Dan tidak menutup kemungkinan juga teman-teman yang berIP tiga koma juga mengalaminya. Menurut ilmu psikologi mental juga berpengaruh penting ketika mengerjakan sola ujian. Mungkin ini bisa menjadi tips buat kalian, tapi hasil akhir bukan tanggung jawabku lho, apapun nilainya anggap saja itu menjadi pembelajaran.

Kembali ke topik bahasan, nilai. Nilai sering terjadi di luar prediksi, kadang kita memprediksi atau menginginkan nilai A, tapi mlorot menjadi AB, atau yang lainnya. Kadang juga teman kita yang puinter dapat D atau E, eh.. malah yang biasa saja justru dapat A atau B. Gimana nih? Siapa yang salah? Menurut analisa otak saya yang error, ada beberapa tipe dosen yang pernah saya temui:

  1. Dosen Random, adalah dosen yang gak peduliin kehadiran, nilai quis, UTS atau UAS. Berdasarkan feeling untuk memberi nilai mahasiwanya, alias random. Dapat A ya Alhamdulillah, dapat C ya memang nasibnya.
  2. Dosen Perfeksionis, adalah dosen yang paling perhatian terhadap mahasiswa. Kehadiran 10%, UTS 30%, Quis 10%, Tugas 10%, UAS 40% atau yang lainnya lah. Dosen tipe begini kita gak boleh bolos kuliah, ya… itung2 sudah dapat nilai 10 lah. Tapi terkadang agak plin-plan se, tergantung sikon mahasiswanya.
  3. Dosen Rajin, adalah dosen yang paling tepat waktu. Keluar masuk jam kuliah selalu ditaati, kalau masuk jam 07.00 WIB, pasti tepat waktu, keluarnya pun juga. Dosen ini paling rajin mengadakan quiz dan tugas. Dan dosen ini bagian dari dosen perfeksionis.
  4. Dosen Error, adalah dosen yang sering error. Kalau sudah gak bisa mengerjakan contoh soal pasti dilimpahkan pada mahasiswanya. Ini pernah saya temui, bukannya mengejek atau apa, tapi dosen ini memang benar2 error, masa’ dlam pembagian 0 per 0 bisa dicoret??
  5. Dosen Idola, adalah dosen yang paling disenangi mahasiswa. Gimana enggak, kuliah yang seharusnya 100 menit menyusut menjadi 30 menit atau tidak lebih dari 1 jamlah. Atau dosen memang memanfaatkan 20% jatah membolos ngajar kuliah.
  6. Dosen Pendongeng, adalah dosen yang kalau menerangkan bicara terus, tanpa titik koma, bercerita sampai bisa bikin mahasiswanya tidur.
  7. Dosen Killer, adalah dosen yang paling ditakuti mahasiswa, pelit untuk kasih nilai, cirinya kelas mata kuliah dosen ini selalu dipenuhi mahasiswa, dari angkatan tua sampai angkatan muda. Dan kalau menjaga ujian pandangan matanya tak pernah luput, selalu mengawasi setiap sudut ruangan ujian.
  8. Dan dosen-dosen lainnya, tulisan no 1 samapi 8 adalah hasil pikiran saya yang memang error, maafkan saya jika ada yang menyinggung, sekali lagi ini adalah buah pikiran saya yang error.

Btw, walaupun ada berbagai macam tipe dosen, tapi kita harus menghargainya lho. Dosen atau guru tulus dan ikhlas mengajari kita, dosen terkadang menyebalkan tapi dosen juga bisa menjadi sahabat kita. Dosen tentu lebih berpengalaman dari kita, dosen juga pernah mengalami menjadi mahasiswa dan tau liku-likunya bagaimana perjuangan mahasiswa, tak mungkin dosen menjerumuskan mahasiswanya. Apa yang dosen berikan pada mahasiswa tentunya yang terbaik dan sudah menjadi bahan pertimbangan dosen tersebut. Dosen paling senang ketika mahasiswanya bertanya seputar mata kuliah atau sekedar berbagi pengalaman atau konsultasi. So, gak salahnya lho kita pdkt ke dosen, ya sapa tau ada hikmahnya. Pokoknya apapun yang terjadi pada kita, kita ambil hikmahnya saja, Allah tau yang terbaik buat kita.


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: