AKU + RANDY = ANJING ??

3 02 2007

Pertemuan itu berakhir pukul 22.00 WIB, karena memang sudah malam dan setelah ini harus mengecek web Himpunan, aku dan Randy memutuskan pamit terlebih dahulu. Kampus pada jam-jam begini memang sangat sepi, hanya beberapa kendaraan berlalu-lalang sekitar kampus.            

Karena sudah terbiasa berjalan sendirian pada malam-malam begini, aku dan Randy tak takut sedikitpun, terhadap apapun, rampok ataupun makhluk halus. Kami memang sangat akrab, jadi pembicaraan kamipun nyambung kemana saja. Randy mulai bercerita pengalaman misterinya.

”Aku pernah bertemu hantu tanpa kepala lho, San”           

”Oh ya? Kapan”           

Randy bercerita panjang lebar mengenai pertemuan dirinya dengan makhluk halus itu. Terus terang, tak nampak rasa ketakutan di wajah Randy dan tak ada rasa merinding di bulu kudukku. Randy juga bercerita pengalamannya lagi, kali ini Randy bercerita kalau pernah ditinggal sendirian di ruangan yang angker, ruang TU sekolahnya dulu, mouse komputer bergerak-geraklah, daun pintu terbukalah atau hembusan angin yang tidak wajar, percaya gak percaya           

Sesampai di Jurusan, terlihat lampu di dalam ruangan Laboratorium Fisika Teori tersebut menyala, juga terdapat sepasang sandal di depan daun pintu, hal ini menandakan ada orang didalamnya. Pastinya orang di dalam ruangan itu adalah Mas Ardi, anak 2003. Ardi termasuk anak yang sangat pinter di Jurusanku, IPKnya saja tiga koma lima lebih, menurunkan rumus adalah makanan sehari-harinya, hehe9x… iseng Randy mengerjain Mas Ardi yang mungkin sedang sibuk menurunkan rumus di dalam.           

”Ardiiii…” Suara Randy membesar dan menakutkan           

Randy lari-lari kecil, mengajakku bersembunyi di balik ruangan yang tak jauh dari Laboratorium Fisika Teori,           

”Ardii…” kata Randy lagi dengan suara yang agak keras.           

Tiba-tiba pintu lab Fisika Teori terbuka, dan memang benar ada Mas Ardi yang wajahnya agak ketajukan, Mas Ardi celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri, mencari asal sumber suara. Mas Ardi lantas mencarinya justru menjauhi kami, ke parkiran, jadi kami melihat Mas Ardi dari belakang.            

Randy tak mau kehilangan kesempatan ini, sebelum Mas Ardi pergi, Randy beraksi lagi           

”Ardiii… Husss Husss…” suara Randy lagi dan kali ini benar-benar mengagetkan Mas Ardi.           

Mas Ardi sangat kaget mendengarnya, dari belakang kami lihat badannya bergetar hebat seperti orang kesurupan. Kamipun tertawa geli melihatnya, kami berusaha menahan tawa yang mulai meledak-ledak. Mas Ardi kemudian membalikkan arah, Mas Ardi nampaknya tau asal suara kami           

”Ya itu siapa?” Mas Ardi sangat penasaran           

Kamipun hanya bisa terdiam menahan geli tawa, terdengar langkah Mas Ardi semakin keras menuju tempat kami berada. Karena kasihan sama Mas Ardi, aku dan Randy keluar dari tempat persembunyian kami, tertawa kami lepas, menertawai Mas Ardi yang sangat ketakutan.               

”Mas, aku gak ikut-ikut lho, ini kerjaan Randy lhoo…” kataku menegaskan sambil menyalami tangan Mas Ardi tanda meminta maaf           

”Iya Mas, sorry banget ya Mas” tambah Randy yang belum bisa berhenti tertawa            Wajah Mas Ardi tersenyum melihat keisengan adik angkatannya yang kurang ajar ini. Dan Mas Ardi tidak marah sedikitpun.            

Mas Ardi hari ini memang ada janji dengan Mas Mahmud angkatan 2000 yang sedang menyelesaikan TA, Mas Ardi membantu menurunkan rumus. Yup, itulah Mas Ardi, pinter tapi kepintarannya tidak hanya untuk diri sendiri, Mas Ardi mau berbagi ilmu kepada teman-temannya, junior maupun seniornya.           

Eitss, cerita belum selesai kok. Setelah puas mengerjai Mas Ardi, kami melanjutkan perjalanan kami, kami lewat lorong Fisika-Statistika yang cukup gelap, 6 dari 8 lampu yang sudah ada tidak berfungsi.

”Randy, katanya di lorong ini cukup angker”

“Iya aku tau, trus di Biologi juga” jawab Randi, ”tapi aku sering kok jalan-jalan dini hari di tempat ini, tapi gak ada apa-apa”

Alhamdulillah, perjalanan kami dari Masjid sampai keluar area kampus aman, tak ada dedemit atau apalah yang mengganggu kami. Sampai di Perumdos Blok T (Perumahan Dosen) pembicaraan kami masih seputar alam lain, pengalaman-pengalaman kami seputar hantu.

Di Sekitar kita sangat sepi, tak terlihat seorangpun, hanya satu – dua motor yang berlalu-lalang di belakang kami dan satpam yang berjaga-jaga, itupun di ujung jalan tadi.Kali ini Randy bercerita pertemuan dirinya dengan pocong. Randy pernah bertemu pocong di pohon rambutan samping rumahnya.           

”Pocongnya gimana, Ran?”           

”Iya.. pocongnya melayang, tapi tidak bergerak. Wajahnya gak kelihatan cuman hitam itu saja, kain putihnya ada bercak-bercak darahnya…………..”           

Randy belum selesai cerita, tapi pembicaraan kami terhenti oleh sebuah suara yang sangat-sangat mengagetkan kami.           

”Guuk Guukk Gukkkk….” Suara Anjing sangat keras, Anjing itu berada di rumah tepat sebelah kami.           

Randy lari terbirit-birit, dan melihat Randy lari akupun juga ikut lari, tidak takut sih, cuman takut kalau anjingnya lepas (apa bedanya coba?)           

Sekitar sepuluh meteran, kami kembali tertawa terbahak-bahak, cekikikan. Yup, tertawa karena kejadian yang menimpa kami barusan, setelah mengerjain Mas Ardi trus kami dikerjain anjing. Ya anjing, dasar anjing kurang ajar!!! dasar kami memang kurang ajar!!! Aku sadar, kami seperti anjing tadi, senang melihat orang susah. Ada hikmah di balik ini. (26 Januari 2006) 


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: