SEMARANG

3 02 2007

Aku paling semangat kalau diajak bepergian, travelling, adventure atau hanya sekedar jalan-jalan mengitari perumahan/kota/desa naik sepeda motor akupun senang, itung-itung refreshinglah…      Sehabis mata kuliah Geologi Struktur…           

“San, ntar malam kamu nganggur?” tanya Farez           

”Iya, emang ada apa?” aku memasukkan buku-buku keperluan kuliah tadi           

”ke Semarang yuk?” ajak Farez           

”Semarang? Ngapain?”           

”Jalan-jalan saja, kalau ada sesuatu yang menarik aku beli”           

 ”Ya wislah, ayo” aku mengiyakan ajakan Farez

***           

Sehabis sholat Jumat, akupun mempersiapkan keberangkatanku ke semarang, baju-baju mulai aku setrika, roti, jajan camilan dan sebotol air mineral aku beli buat bekal perjalanan ini. Semuanya aku masukkan dalam tas ransel, tas ranselku terisi penuh dan sesak.           

Sholat Maghrib ini aku jama’ qashar dengan sholat Isya’, cukup beralasan aku melakukan hal ini, perjalanan jauh pasti membuatku capek, kalau sampai di tempat pasti udah ngantuk, dan malas untuk Sholatr Isya’, mangkanya aku menjama’ sholat Isya’ dengan Maghrib.           

Sehabis sholat, kukunci kamarku, kupadamkan lampu kamar kos, kucabut aliran listrik, dan aku gembor-gemborkan ke semua teman satu kos bahwa aku mau pergi ke Semarang, beberapa menit kemudian Farez menjemput aku di kost.           

”Sudah siap, San?” kata Farez           

”Ya iyalah..”           

”Kamu bawa apa saja, San? kok banyak banget?” tanya Farez yang melihatku            

”Ya buat persiapan saja” jawabku singkat           

”Ooh…” Farez tak curiga sedikitpun, mungkin ia sudah tau kalau kebiasaanku bepergian pasti membawa bekal yang paling banyak           

Perjalanan jauh nanti pasti membuatku capek, dari sini ke Semarang berboncengan naik motor kira-kira 7jam lebih lah, dan aku sangat berharap Farez nanti berhenti untuk istirahat sejenak           

Dan, benar. Tak jauh dari arah Pasar Turi, Farez mematikan mesin motornya.           

Akupun turun dari motornya, Farez lalu memasuki toko buku, melihat-lihat komik dan beberapa buku yang tersusun rapi di rak           

Aku duduk di jok motor, menunggu Farez           

Satu menit….           

Lima belas meit….           

Tiga puluh menit…..           

Aku masih menunggu Farez yang belum selesai melihat-lihat buku           

”Farez, ngapain sih pakai kesini segala?” tanyaku yang sudah kesal menunggui Farez di jok motor           

”Lho, memang mau kemana lagi?” jawab Farez heran           

”Ke Semarang nanti sampai jam berapa?”           

”iya, sudah”           

”maksudnya?” kepalaku dipenuhi seribu tanda tanya           

”Iya, ini sudah di JALAN SEMARANG”           

”Bukannya kita mau ke Semarang? Jawa Tengah?” kali ini kepalaku dipenuhi dua ribu tanda tanya           

”Maksud aku tuh, kita ke Jalan Semarang, bukan ke Semarangnya…”           

”Ooh..” aku tersenyum           

Farez tersenyum lepas, dan melanjutkan membaca buku           

Aku berdiri lemas, aku merasa orang bodoh sedunia, orang paling serakah untuk bepergian dan apa yang akan kukatakan pada teman-teman satu kos nanti?           

Di Surabaya, ada Jalan Semarang, tempatnya tak jauh dari Pasar Turi. Di sana memang ada toko buku bekas yang harganya mahasiswa banget. Semarang dan Jalan Semarang sangat berbeda, dan aku telah mengira Jalan Semarang = Semarang


Aksi

Information

One response

21 01 2010
gambang semarang

HAloo salam kenal dari gambang semarang, blognya keren uey..
My last post: Mengintip Kegiatan Imlek 2010 di Semarang

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: