MANTRA I : NINJA DAN POWER RANGERS

9 02 2007

Kejadian yang terjadi padaku, sekitar 10 tahun yang lalu, ketika aku masih lugu dan tak tahu menahu apa yang aku tau sekarang

Di lingkungan rumah, aku punya geng yang berkelamin cowok semua, sering kami bermain bersama, sering pula berantem, tak jarang pula kami akur kembali, namanya juga anak kecil. Mereka adalah, Duke, Dian, Iyyue, Eddie dan Zammi.

Duke, salah satu tetanggaku, umurnya 2 tahun lebih tua dari aku. Di antara kami dia yang paling tua, paling nakal, paling mesum, paling iseng dan paling2 yang lain.

Dian, anak hasil broken home, dia tinggal bersama ayahnya. Ibunya tak tau kemana, umurnya setaon diatasku, dia yang paling baik sama aku. Paling suka makan mie goreng.

Iyyue, sepupunya Dian. Anak orang terkaya di RWku, paling imut dan kayak sapi (putih gemuk), setaon dibawahku.

Eddie, setaon dibawahku juga, padahal umurnya lebih tua daripada aku, dia sepaham dan sealiran sama Duke. Pokoknya paling kloplah untuk diajak nakal2an.

Zammie, sepupunya Dian juga. Dia anak paling muda di geng kami, tapi nakalnya gak ketulungan, sering cek-cok dan berantem sama aku.

Itulah geng aku, untuk lebih mudahnya sekarang dan seterusnya anggap saja geng kami bernama Geng Sozo.

Geng Sozo, sering bikin onar, gila2an pokoknya, pernah lho kami dikejar2 kampung sebelah dan bersembunyi diatas pohon, seru pokoknya.

Satu yang paling gila adalah ketika kami diajarai “Mantra Ninja” oleh Duke.

Malam itu sehabis sholat Isya’, Duke kayaknya seru banget ngomong sama Eddie

“Iya Ed, teman satu kelasku juga gitu, aku sampai bingung menyadarkannya” kata Duke

“Bener, emnag jadi ninja hitam apa putih”

“Ninja putih kayak di Game Shinobi”

“Pantes saja…” sahut Eddie

Oke, akhirnya Duke sama Eddie menggelar jumpa pers, mereka berdua mengajari aku, Dian, Iyyue dan Zammie untuk jadi Ninja, “apaan sih” pikirku

Dan beginilah cara menjadi ninja jadi-jadian yang diajarkan oleh Duke.

“Mula-mula duduk bersila, mata terpejam dan konsentrasi. Bayangkan ninja yang hebat. Terus gak boleh bernafas, dan berdoa” Duke memulai pertemuan itu

“Doanya : Ya… Abu Bakar Ash Shiddiq… 3x, Ya…. Umar Bin Khattab….3x, Ya… Usman Bin Affan… 3x, Ya… Ali Bin Abi Thalib… 3x” Duke mempraktekkan apa yang telah dia omongkan, “tapi selama itu pula jangan bernafas…” imbuhnya

“Duke, kalo misal aku membayangkan jadi Rangers Hijau gimana” tanyaku yang memang penasaran

“Ya kamu akan jadi rangers hijau”

“Ooh…” jawab semuanya yang hadir bersamaan

“Ingat, jika sudah jadi beneran, kalian harus melawannya, orang yang jadi ninja itu diluar kesadaran, beringas dan orang lain yang dilihatnya adalah musuh. Kalau menyadarkannya tepuk bahu sebelah kanan orang itu” jelas Duke dan kamipun mengangguk dan percaya

***

Dan, setelah kejadian malam itu, kamipun mencobanya, dan berhasil. Tak taulah, dalam hal ini yang sering berucap mantra adalah Iyyue, aku gak pernah sekalipun, bukannya apa-apa, tapi gak kuat kalo disuruh tahan napas.

Iyyue duduk bersila, matanya terpejam, ia benar2 konsentrasi, pikirannya nampak membayangkan sesuatu dan mulutnya komat-kamit membaca mantera, tak lama setelah it Iyyue pingsan, lalu bangkit kembali.

Mata Iyyue sayu, menatap tajam apa yang dilihatnya, alisnya agak naik, sesekali ia berucap “grr..gr…” tangannya terkepal. Dan kamipun silat2an sama Iyyue, pukul2an, tendang2an, tampar2an, dan permainan itu diakhiri dengan tepukan kanan di bahu Iyyue, seperti instruksi Duke sebelumnya

“Iyyue, kamu kok tadi melawanku terus sih? Eddie malah kamu diamkan” tanyaku suatu saat pada Iyyue yang baru sadar setelah jadi Power Rangers

“Iya, dalam bayanganku itu kamu kayak monster kodok dan Eddie kayak Alpha” katanya.

Aku hanya tersenyum kecut…

Selama berhari-hari kami bermain permainan aneh itu. Iyyue yang selalu jadi makhluk, entah itu Power Rangers, Ninja, macan, ultraman bahkan semut…!!! dan aku dan teman-teman lainnya yang melawannya (ya seperti bela diri gitu, silat2an, karate ala anak kecil) dan yang menyadarkannya.Sore itu, kami bersenda gurau tentang permainan ini, mengingat kejadian2 seru dan lucu sewaktu asyik masyuk dalam permainan ini.

***

Suatu Sore yang cerah….

“Duke, ada John tu…” kata Eddie

Tak jauh dari kami memang ada John, anak pindahan dari desa lamongan, sekeluarga ngontrak di rumahnya kakakku. Dia memang belum akrab sama kami.

Duke-pun lantas bersila, matanya terpejam, nampaknya matanya berkomat-kamit membaca mantra. Beberapa detik kemudian, Duke pingsan. Dan kami berlarian mencari tempat sembunyi. Kami sangat takut kalau Duke yang jadi aktor permainan ini, gimana enggak, badan Duke paling gede diantara kami, dan menurut pengalaman Duke juga sering membanting lawan mainnya.

Aku berlari mengikuti Dian, kami berdua bersembunyi di atas pohon yang jadi markas kami. Zammie dan Eddie berlari ke Musholla. Dan apa yang terjadi? Duke malah mendorong John yang tak tau menahu. John terbanting, kepalanya terbentur tembok sangat keras, John-pun menangis.

Melihat kejadian ini, tiba-tiba Duke sadar, dan brlari terbirit-borit ke rumahnya. Aku dan Dian yang melihat kejaidan itu menjadi heran

“Lho kok gitu” tanya Dian yang melihat Duke sadar tanpa ditepuk bahu kanannya

“Iya, aneh…” sambungku

Semenjak itu, aku tau, permainan itu bohong semata, gak ada mantra2 seperti itu dan tak mungkin bisa jadi ninja ataupun power rangers dengan doa dan mantra seperti itu. Ya, namanya juga anak kecil.


Aksi

Information

One response

14 01 2012
ghozirabbani123

sipp lah gan infonya

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: