PUTIH TELUR

9 02 2007

Apa yang kamu lakukan ketika merasa benar2 dikerjain oleh orang lain? Ketika kamu sudah dalam keadaan “siap siaga” tapi hanya karena keisengan teman, kekesalanpun muncul. Hal itulah yang pernah kualami sekitar 10 tahun yang lalu…

Suatu Ahad sore…

Ngaji di Musholla tentunya libur, seperti biasanya, kesempatan sore ini dibuat anak-anak seusiaku untuk bermain-main, termasuk aku dan geng Sozo

Tidak untuk sore ini, tak seperti biasa, jam 3 sore aku sudah mandi, macak ganteng, keramas, pake minyak wangi, pake baju baru yang di pakai lebaran kemarin, pokoknya sip deh

Habis itu aku mau jajan diluar rumah, bermaksud pamer dan berharap ketika bertemu salah satu tetangga akan dapat pujian, “Duh, Hasan pinter amat sih, sore-sore begini sudah ganteng, baunya harum lagi…”

Belum sampai warung Mbak Nung (warung tempat aku jajan) aku bertemu Duke

“Mau kemana, San” tanya Duke

“Mau ke warung Mbak Nung” jawabku singkat dan segera meninggalkan Duke

“Eh, tunggu San”

“Ada apa, Duke”

“Nih, ada putih telur buat ibu-mu, maaf tadi ada kuning telur yang pecah satu, jadi warnanya agak kekuningan gini” Duke memberikan bugkusan plastik transparan berisi cairan putih kekuning-kuningan, aku pegang, dan agak hangat, yap! putih telur ini pasti dari oven.

(biasanya ibuku menggunakan putih telur untuk membuat kue, ibuku featuring Mbakku memang terkenal di kampung sebagai pembuat kue yang handal, sering ibu mendapat pesanan kue)

“Thanks Duke”

“Yap, sama-sama kasih sekarang saja ya?”

Kubalikkan arah menuju rumah kembali, bermaksud memberikan putih telur ini kepada ibuku, rencanaku setelah memberikan putih telur, aku akan melanjutkan misiku ke warung Mbak Nung. “ibu pasti senang” pikirku.

Belum sampai 5 meter aku beranjak dari Duke, tiba-tiba Duke tertawa kencang, terbahak-bahak.

“Hoy San, sini” Sapa Duke yang masih tertawa terbahak-bahak

“Apa lagi?” aku lalu nyamperin Duke

“Tau gak, apa yang kamu pegang itu”

“Putih telurlah”

“Hahaha.. kamu goblok sih, itu bukan putih telur, itu air kencingku, hahaha…” Duke tertawa terbahak-bahak, “masa’ kamu gak bau pesing sih, itukan hangat juga, hahaha…”

Merasa tertipu, aku langsung lemparkan saja bungkusan putih telur jadi-jadian itu, tanganku kuusapkan pada bajuku, aku kali ini merasa bodoh dan tertipu lagi

Badanku najis semua, aku habis ini mandi lagi, ganti baju, pake shampo lagi, pake minyak wangi lagi, pake baju lebaran lagi dan macak ganteng lagi.

Itulah Duke, penuh tipu muslihat, tapi hatinya baik kok J


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: