Rahma Azhari dan Mahasiswi Kediri

14 02 2007

Saya cukup tertarik tulisan-tulisan Blog’ers tentang Rahma Azhari, justru topik-topik seperti ini menjadi satu bahan yang sangat diminati untuk dibaca bahkan menjadi top blog untuk beberapa hari ini.

 

Kebanyakan orang suka dengan topik semacam ini, entah karena alasan ’tombo ngantuk’ atau karena penasaran doang, yang jelas esensinya tetap saja ya melihat gambar tersebut dan sudah termasuk kategori perzinaan.

 

Kasus Rahma Azhari cukup ramai dibicarakan di beberapa Infotainment dan beberapa media lainnya. Mungkin semua sudah tau kalau Rahma menolak dan tidak mengakui kalau foto tersebut bukan dirinya. Sementara pakar telematika, Roy Suryo berargumen bahwa foto tersebut asli dan bukan rekayasa, terlepas dari sosok siapa sebenarnya wanita itu, Rahma atau bukan.

 

Dan, satu lagi, belum reda pemberitaan tersebut, eh kemarin saya lihat berita di televisi bahwa salah satu mahasiswi kediri terlibat video mesum yang berdurasi 5 menit. Sama saja dengan Rahma, mahasiswi ini juga menolak bahwa sosok wanita yang berada dalam video tersebut adalah dirinya, melainkan orang lain. Ia cukup pintar berargumen, tato dalam tubuh menjadi alibi wanita ini.

 

Dampaknya, cercaan, cibiran masyarakat terjadi kepada si pelaku. Sementara si pelaku umumnya berkomentar bahwa khilaf dan mendokumentasikan untuk koleksi pribadi trus kecurian atau keisengan teman yang menyebarkan (seperti yang terjadi pada kasus B’jah-Sukma Ayu). Selain itu, si pelaku juga mendapatkan popularitas, pamor, dan terkenal. Kita lihat ME sajalah, ME sendiri mengakui kalau tawaran job nyanyi makin banyak semenjak beredarnya video mesumnya.

 

Enak banget ya? Kalau misalnya kita pingin terkenal, kita buat saja video mesum atau foto mesum, trus kita kirim ke milis atau disebarkan ke internet, dan tunggu beberapa hari… paling2 ya dipanggil polisi trus masuk pemberitaan, headline surat kabar, dll. Jadi kita untuk jadi terkenal gak perlu antri audisi Indonesian Idol, AFI, KDI atau semacam antri casting model iklan/sinetron.

 

Itu dia, fenomena masyarakat Indonesia, moralnya semakin hari semakin terpuruk. Tak pandang bulu, masyarakat kecil, pelajar & mahasiswa, public figure hingga kalangan elite politik. Korupsi, berzina, riya’, sudah tau dilarang Allah masih saja dilakukan. Wajarlah kalau bencana tiada henti di Indonesia. Setelah tsunami, gempa, lumpur Lapindo yang belum selesai, banjir yang baru saja usai dan penyakit2 yang membuntutinya, trus apalagi? Cobalah kita sedikit instropeksi diri, mendekatlah pada Allah SWT.


Aksi

Information

9 responses

2 04 2007
almanfaluthi

iya bung…moral morat-marit..gak pandang bulu..bulu apa aja mau…termasuk bulu monyet

3 05 2007
ara

alamakkk…dunia mo kiamat …

6 05 2007
dedy dharmawansyah

ya….indonesia semakin lama semakin kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang notabene terkenal dengan budayanya yang baik & taat beragama. bencana selalu mengintai kita tidak mkengenal kapan dan dimana, ini merupakan peringatan dariNya bahwa kita harus kembali mengagungkan namanya baik dalam ucapan maupun perbuatan, lakukan mulai dari sekarang, dari pada menyesal karena penyesalan selalu datang terlambat.

21 07 2007
cah cilik

innalillahi………….maap nyasar..he3x. tapi mana potone sing iku…dasar kucing barong….

27 07 2007
3gpholic

mintak share dunk link nya 😀

7 08 2007
Unwong

busyeeeeet!!!!! apa’an tuh gede banget, pingin deh meme……

21 08 2007
asmaul husna

DUUUUUUH, NYAINGIN KANG ABIK NEEH,KENAPA GA BUAT CERPEN OR NOVEL AJA????????????????????NANTI KALO GA ADA YANG BELI AKU BELI DEH,,,.

30 08 2007
ADI3Tz

Iya, mkn ni dosa yg b3rgtng ryng…. jd akbt nya jg d tnggu b3rsma.

Sdh saat nya BERTAUBAT massal…
Tq

25 02 2008
selamet riyadi

busyeet ya ampuannnnnnnnnnnnnnnn

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: