Sesuatu Yang Gak Penting

21 02 2007

Aneh, miris, dan aku hanya bisa mengelus dada… melihat maraknya sinetron remaja bertemakan cinta. Memang tidak saat ini saja sinetron bergenre begini marak di televisi, udah sejak saya kelas 1-2 SMA ya… kira-kira 3-4 tahun yang lalu-lah. Atau lebih tepatnya lagi semenjak kemunculan film AADC, makin marak sinetron remaja sejenis, tokoh utama berseragam putih abu-abu, ceritanya paling seputar cinta, ya iyalah.. kalau tidak cinta apa lagi?

 

Itu dulu, sekarang makin parah lho, Heart (The Series) malah SD, cinta-cintaan. Ada satu episode yang waktu itu Farel udah berani nembak Rachel, padahal umur mereka lho, baligh saja belum… trus ada lagi, kalau gak salah ada sinteron judulnya Ajari Aku Cinta, yang maen Gita Gutawa. Tuh-kan masih SMP. Jangan Bilang Aku Anak Kecil juga turut meramaikan tayangan beginian.

 

Dulu memang ada Inikah Rasanya, Bidadari 2, palagi ya? Gak hafal sih.. satu yang menjadi pertanyaan, “penting gak sih?” ditinjau dari segi psikologis, ini sangat mempengaruhi perkembangan remaja seumuran tokoh seumuran tayangan tersebut. Apa gak ada cerita lain? Masih bermanfaat tayangan Bolang, Surat Sahabat atau semacamnya, daripada anak seumuran itu disuguhi tayangan kayak gitu, ya walaupun sebenarnya sasaran penonton sinetron bukan anak remaja, tapi setidaknya ada rasa ingin tau dari remaja sendiri. Btw, ada juga yang paling nyeleneh, sinetron cinta-cintaan soundtracknya malah lagu rohani, nah lho?

 

Penempatan Soundtrack juga rasanya perlu diperhatikan. Jangan karena lagu itu populer atau Band itu ngetop terus dijadikan soundtrack. Berapa lagu dari album Samsons yang dijadikan Soundtrack Sinetron?. Trus

 

Satu lagi, sesuatu yang gak penting. Ungu di acara televisi atau beberapa konsernya pas nyanyi lagu Rohani (Andai Ku Tau, SurgaMU). Mereka lho seperti gak menyanyikan bagaimana selayaknya orang menyanyikan lagu rohani. Smua taulah bagaimana selayaknya menyanyikan lagu rohani, disini ada sedikit pergeseran nilai-nilai spiritual di masyarakat. Walaupun secara lirik dan enak di dengarkan, lagu-lagu Ungu (Rohani) belum bisa membawakan dengan baik, sehingga tujuan dari lagu rohani tidak tersampaikan. Gigi juga, Radja juga mau ikut-ikutan. Lihatlah Haddad Alwi, Opick begitu membuat hati kita tenang ketika mendengar lagu-lagunya.

 

Ya itulah zaman sekarang. Bagaimana menurut Anda?


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: