Arsitek Peradaban

7 03 2007

Berikut ini adalah beberapa paragraf yang bikin saya tergugah, kalimat-kalimat yang bikin saya berpikir kembali, apakah yang saya lakukan sudah benar?
Tulisan ini saya ambil dari buku Arsitek Peradaban karya Anis Matta….

Jiwa yang dapat bersatu adalah jiwa yang memiliki watak ”permadani”. Ia dapat diduduki oleh yang kecil dan besar, alim dan awam, remaja atau dewasa. Ia adalah jiwa yang besar, yang dapat ’merangkul’ dan ’menerima’ semua jenis watak manusia. Ia adalah jiwa yang digejolaki oleh keinginan kuat untuk memberi, memeperhatikan, merawat, mengembangkan, membahagiakan, dan mencintai.

Jiwa seperti itu sepenuhnya terbebas dari mimpi buruk kemahahebatan, kemahatahuan, keserbabisaan. Ia juga terbebas dari ketidakmampuan untuk menghargai, menilai dan mengetahui segi-segi positif dari karya dan kepribadian orang lain.

Jiwa seperti itu sepenuhnya merdeka dari ’narsisme’ individu atau kelompok. Maksdunya bahwa ia tidak mengukur kebaikan orang lain dari kadar manfaat yang ia peroleh dari orang itu. Tapi ia lebih melihat manfaat apa yang dapat ia berikan kepada orang tersebut. Ia juga tidak mengukur kebenaran atau keberhasilan seseorang atau kelompok berdasarkan apa yang ia ”inginkan” dari orang atau kelompok tersebut


Aksi

Information

One response

29 09 2008
dani.lc_tracs

assalamualaikum wr wb
salam kenal akhi,semoga selalu dijaga keistiqomahannya.

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: