Surabaya, Aku Kembali…!!!

7 05 2007

Senin sore (30 April 2007) aku putuskan dengan bulat, aku ke Jakarta sore ini juga!!!

Dengan modal nekad dan uang yang sangat pas-pasan, aku pergi ke Jakarta dengan Berry. Dalam rangka apa aku ke Jakarta? Mengurus Kerja Praktek (KP) atau lebih dikenal dengan PKL alias Praktek Kerja Lapagan di LeMigas Ciledug.

Senin sore jam ½ 4 berangkat, jujur, dalam hati aku sempet ragu, bukan masalah nyasar apa gak tau jalan, kan masih ada mulut yang bisa tanya orang, tapi masalahnya kalau aku diculik gimana?hehehe9x…

Singkatnya sampai di stasiun pasar turi, pesen tiket kereta api Gumarang bisnis, nunggu lumayan lama, kereta berangkat jam ½ 6

Ber, ini gimana, kita duduk dimana?” tanyaku ketika melihat tiket

Ya inilah, seat 6B” Jawab Berry (padahal dia asline juga gak tau ntar alurnya)

Toh terbukti ketika terlihat tempat duduk kita ada yang menduduki, kita asal komplain saja.

Mas, maaf ini tempat duduk kami, Mas?” tegur Berry pada salah seoarng pria yang menduduki kursi (yang diduga) milik kita.

Lho Mas, ini gerbong 5, tempat duduk Mas di gerbong satu, disana ada didepan sendiri” jawab orang itu yang cukup membuat kita malu.

Setelah mencari-cari tempat duduk, akhirnya ya gitu, dapat juga, kita duduk dengan tenang, menuju penantian sampai di Jakarta, besok pagi jam 6 pagi dipastikan aku dan Berry sudah di Jakarta.

Aku tertidur, tapi disela-sela tertidur ada yang menggelitik hatiku, ketiak berhenti di stasiun kota besar, cepu, semarang, pekalongan, dll, ada beberapa penjual berseliweran menujual barang dagangannya. Walaupun mataku terpejam, aku masih mendengar beberapa suara pedagang, yang berbunyi kira-kira seperti ini:

Aqua… Aqua….

Kopi… Kopi…

Nasi Hangat… Nasi Hangat…

Oleh-oleh Wingko…. Wingko Babat Asli….

Pop Mie… Pop Mie…

Mison… Mison….

Mison? Mison? Apa itu? Sebuah pertanyaan besar bagiku. Mison itu Mie apa? Dan aku bangkit dari tidurku, dan apa yang kulihat saudara-saudara? Mison itu makhluk apa? Aku tertawa geli, yang kulihat adalah MiZone. MiZone (Mai Zon) dibaca Mison.

Selasa pagi, Jakarta aku datang!!! Sampai di stasiun Gambir, kulihat Monas menjulang, walau ini bukan yang pertama bagiku, tapi ya cukup banggalah karena aku ke Jakarta dengan segenap keberanian.

Ngurus KP gak begitu lama, siang sudah selesai trus aku dan Berry segera kembali ke Gambir, tapi sial. Jalanan macet, demo hari buruh di Bunderan HI, panjang banget, berpakain merah-merah, panas-panas, dan memaksa aku untuk turun (karena turun di depan stasiun gambir langsung katanya gak bisa).

Mas, gambir itu mana?” itulah pertanyaan yang terlontar kepada tiap orang yang 10 meter kita lewati

Lurus saja” kata polisi yang bersiap siaga didepan Monas

Lurus, trus belok kiri” kata salah seorang yang ikut Demo

Gak jauh kok dari sini, jalan ngikuti jalan saja” kata penjual minuman yang mengikuti demo

Monas-pun kami putari, sekitar satu jam-an aku dan Berry mencari mana yang namanya stasiun Gambir. Tapi akhirnya nyampai juga kok tepat jam 2 siang.

Kereta Gumarang ke Surabaya jam 6 sore, kereta ke Bogor jam ½ 3. Saat pulang ini aku musti sendiri, Berry ke Bogor ke rumah Pak De-nya. Yup, aku menunggu 4 jam di Gambir, mondar-mandir gak jelas, kelaparan, HP Low Battery, duduk melihat kereta lewat, itulah, sungguh sangat membosankan.

Jam 6 kereta datang, dengan modal pengalaman pertama waktu berangkat ke Jakarta kemarin, dipastikan aku tak akan kesulitan mencari tempat duduk lagi. Sial, tempat dudukku ditempati orang, aku berani menegur karena aku yakin itu tempat dudukku. Akhirnya salah seorang pindah, aku duduk diantara 3 orang yang tak aku kenal, sementara 3 orang itu tak sedikitpun menyapaku (seperti orang kebanyakan) malah mereka diketahui teman akrab dan guyon sendiri.

Daripada bosan, aku jalan-jalan ke gerbong belakang, disinilah aku menemukan ketenangan, gerbong terakhir sepi banget, hanya beberapa orang saja, aku duduk tidur, 4 kursi buat aku sendiri, aku lonjorkan kakiku, melepas lelah dan tertidur….

Jam 7 pagi sampai di Surabaya, Sungguh indah perjalanan ini………

 

 


Aksi

Information

One response

6 08 2007
farah

waa…jadi ingat perjalanku dr padang-jakarta-malang dulu,dalam rangka visiting student ke UIN Malang. critanya dari jakarta juga naik kereta, gajayana, yang seru juga pas ada yang jualan di setiap stasiun yang kami singgahi, waktu itu aku baru ja memejamkan mata, seluruh rombongan juga(waktu tu kami rombongan) kecuali epi, yang duduk di sebelahku. karena Epi satu-satunnya manusia yang terjaga di gerbong kami, jadilah iya jadi sasaran mas-mas yang jualan, masnya pake acara maksa lagi, epi yang aslinya pendiam banget jadi kelabakan, aku yang pura-pura tidur(karena juga takut di paksa beli) susah nahan ketawa. setelah mereka jalan, rupanya temen lain juga ada blom tidur aslinya, jadilah mala itu epi jadi bulan-bulanan.

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: