Inspirasi

Ibu, Mama, Emak, Umi, Bunda…

Malam ini, sehabis dari Lab, iseng2 saya online, searching di Youtube : Renungan Ibu. Alasan saya cukup sederhana, saya kangen Ibu.
Ternyata ada juga video yang saya maksud, langsung saya download… lama bener, sekitar 12,9 MB. “Ya apapun itu, ini demi Ibu” kata saya dalam hati.
Singkat cerita, saya sampai di kost pukul 23.00 malam lebih. Trus tanpa pikir panjang saya langsung play file tersebut.
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
(Maksudnya lagi merenung beneran)
Saya merinding, super merinding. Bulu kudukku berdiri, backsound Bunda-Melly turut membawa suasana yang sebenarnya tidak kondusif, tapi hebatnya bisa membuat air mataku menetes.
Begini kira-kira renungan yang ada di video tersebut : lebih bagus kalo backsoundnya Bunda-Melly atau Ummi-Haddad Alwi

Suatu Ketika, seorang bayi siap dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan, dia bertanya pada Tuhan.
Para Malaikat di sini mengatakan bahwa Engkau besok akan mengirimkanku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana. Saya begitu kecil dan lemah” Kata si bayi.
Tuhan menjawab, ”Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu
Tetapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia”, Demikian kata si bayi
Tuhan pun menjawab, ”Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia
Si bayipun bertanya kembali, ”Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu
Sekali lagi Tuhan menjawab, ”Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa
Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?
Dengan penuh kesabaran, Tuhan pun menjawab, ”Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun
Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi
Dan Tuhan pun menjawab, ”Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada Ku, walapun sebenarnya Aku selalu berada di sisimu
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, ”Tuhan…. Jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberi tahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?”
Tuhan pun menawab, ”Kamu dapat memanggil malaikatmu…… IBU…”

Kenanglah Ibu yang menyayangimu.
Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi….
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu.
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?… dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan.
Kembalilah meminta maaf kepada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang, ketika ibu telah tiada…..
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita. Tak ada lagi senyuman indah, tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya
Kembalilah segera…. Peluklah ibu yang selalu menyayangimu…
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya.
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya…

Air mata saya terus menerus menetes, saya tersungkur lemas tak berdaya, mengingat kembali dosa-dosa yang pernah saya lakukan pada ibu. Astaghfirullah…
Adalah Hasan Junaidi yang sering menyangkal kata-kata ibunya sendiri, saya yang sering mengatakan tidak mau untuk kemauan ibu, saya yang begitu egois, Astaghfirullah.
Paginya, saya menelpon ibu. Ibu malah bilang saya aneh, sedikit-sedikit minta maaf, tapi ntar ya diulangi lagi. Benar juga kata ibu, saya ingat sekali waktu di ESQ, waktu inner Journey, renungan ibu, saya juga mengalami hal yang sama. Tapi kenyataannya…?
Ya begitulah, semoga ini yang menjadi bahan evaluasi bagi diri saya sendiri khususnya

7 thoughts on “Ibu, Mama, Emak, Umi, Bunda…

  1. mama adalah malaikat dalam kehidupan ku, kalau ga ada mama ga tahu dech gimana harus ku jalani kehidupan ini , mama adalah anugerah terindah yang pernah ku miliki,terimakasih Allah untuk Mama yang yang kumiliki

  2. Setujuuu bangeeet.. jarang2 pengen bales comment.. tp hari ini bener2 lagi kangen nyokap :D.. apalagi kemaren denger lagu Air Mata Ibu yang dinyanyiin firsha di mamamia.. daleeem bangeeet liriknya gini :

    Air Mata Ibu lyrics

    Apakah sebenarnya
    Terbuku di kalbumu
    Apakah erti linang air mata di pipimu

    Ucapkanlah padaku
    Tak bisaku rungkainya
    rahsia yang kau pendam itu

    Aku hanya menduga
    tidak mampu merasa
    Sebenar-benar perasaanmu

    Pengorbanan yang kau lakukan
    Untuk dewasakanku
    Hanya bisa ditanggung hati ibu

    Namun ku percaya
    Takkan terlerai kasih
    Ikatan ini takkan putus

    Telah kau telan lara
    Dan terima segala
    Dugaan dan badai yang melanda
    Duhai ibu

    I love my Mom so much

  3. Wow ! Lagu Air Mata Ibu bagus banget !! Sampai-sampai saya terpesona gitu !! Apalagi , waktu Fiersha nyanyi pake lagu itu di mamamia , rasanya mau banjir air mata …

  4. wih aku tu nangis gara2 aku pas ada pelajaran komputer aku disetelin vidio tentang ibu aku sangat terharu dengan itu karna aku semalam mimipi aneh juga tentang ibuku terus pagi2nya aku disetelin vidio juga mungkin ini pratanda bahwa aku harus lebih baik dengan ibuku tapi setelah perenungan aku malah berbuat yang slah berbuat yang tidak seperti yang aku duga IBU MAAFKAN ATAS KESALAHANKU INI.

Balas Komentar Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s