Renungan Ramadhan : Aku Dimakamkan Hari Ini

19 09 2007

            Perlahan, tubuhku ditutup tanah,

            perlahan, semua pergi meninggalkanku,

            masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka

            aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,

            sendiri, menunggu keputusan…

 

            Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,

            Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,

            Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,

            rekan bisnis, atau orang-orang lain,

            aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

 

            Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,

            Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,

            Tangan kananku menghibur mereka,

            kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,

            tetapi aku tetap sendiri, disini,

            menunggu perhitungan …

 

            Menyesal sudah tak mungkin,

            Tobat tak lagi dianggap,

            dan ma’af pun tak bakal didengar,

            aku benar-benar harus sendiri…

 

            Tuhanku,

            (entah dari mana kekuatan itu datang,

            setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),

            jika kau beri aku satu lagi kesempatan,

            jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,

            beberapa hari saja…

 

            Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka,

            yang selama ini telah merasakan zalimku,

            yang selama ini sengsara karena aku,

            yang tertindas dalam kuasaku.

            yang selama ini telah aku sakiti hati nya

            yang selama ini telah aku bohongi

 

            Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,

            yang kukumpulkan dengan wajah gembira,

            yang kukuras dari sumber yang tak jelas,

            yang kumakan, bahkan yang kutelan.

            Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

 

            Dan Tuhan,

            beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,

            untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,

            teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,

            maafkan aku ayah dan ibu ,

            mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu

            beri juga aku waktu,

            untuk berkumpul dengan istri dan anakku,

            untuk sungguh sungguh beramal soleh ,

            Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,

            bersama mereka …

 

            begitu sesal diri ini

            karena hari hari telah berlalu tanpa makna

            penuh kesia sia an

            kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya

            sama sekali mengapa ku sia sia saja ,

            waktu hidup yg hanya sekali itu

            andai ku bisa putar ulang waktu itu …

 

            Aku dimakamkan hari ini,

            dan semua menjadi tak terma’afkan,

            dan semua menjadi terlambat,

            dan aku harus sendiri,

            untuk waktu yang tak terbayangkan …

            ( Riza P.N )

 ______________________________________________

Tulisan ini saya ambil dari milist Air Putih…. 


Aksi

Information

2 responses

2 09 2008
Rani

Assalamualaikum, salam kenal yah saya Rani. Bagus banget puisinya.. Marhaban ya ramadhan yah. Mampir jg yah ke blog ku🙂

___________________________________

Hasan Menjawab:
itu bukan puisi karya aku, itu aku ambil dari milist

5 09 2009
reza aulia

bgs bngtt smpi gue terharu

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: