Cokelat Stroberi dan Superkonduktor

6 12 2007

“Meskiku rapuh dalam langkah, kadang tak setia kepadaMU, namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMU, maafkanlah bila hati tak sempurna mencintaiMU…”

Jujur, aku merasa lelah, jarang sekali dapat inspirasi dan ide ngeblog, jadi apa yang kutulis ini adalah cuplikan dari diary-ku

Selasa, 4-Des-2007
Bangun jam 08.00 WIB, hari ini terasa beda, semangat aja hari ini. Sampai di kampus perjuangan, toh ada saja masalah, lagi-lagi Praktikan bikin aku bête, nunggu lama tapi laporan belum juga sampai ke tangan, ya wis aku tinggal aja. Jam 11.00 WIB ada kuliah seminar, tapi Pak Seno belum kunjung datang, 30 menit menunggu akhirnya datang juga! Santi giliran pertama presentasi, dia dapat materi mengenai Elastisitas Batuan, tapi yang dipresentasikan lebih ke masalah gempa. Giliran kedua aku, bukan berarti presentasi Shadow Zone berjalan mulus, tapi setelah selesai presentasi aku langsung skak dosen dengan sebuah pernyataan (dan pertanyaan), “Apakah Shadow Zone termasuk daerah yang permanen?
Sampai jam 13:00 WIB presentasi berlangsung, aku meluncur menuju Perpustakaan. Nah, di perpustakaan inilah ada hal seru, di depan perpus aku melihat perempuan cantik, keturunan arab, berjilbab rapat dan panjang, dalam hatiku berkata “Subhanallah… Andai saja”. Kalau saja dia pakai cadar, pasti mirip Aisha J Hmmm…. akhirnya dapat juga apa yang aku cari sebenarnya, booking gedung buat kegiatan PLASTIK alias Pelatihan Jurnalistik BEM FMIPA ITS, Insya Allah di Gedung Pasca Sarjana ITS.
Dilanjutkan lagi dengan kuliah presentasi, notok sampai malam. Selama ini pula pikiranku tak terfokus, pura-pura fokus juga kalau ada sesuatu ang bagiku penting, selama itu pula aku sms-an sama Jule dan Shiqa alias Rangers Pink. Keduanya adalah blogger yang aku kenal, kalau Jule sempet ketemuan waktu dulu wawancara Nebula, aku sempet jadi model dia, dia-kan hobbi-nya fotografi. Jadi model dadakan emang susah, “meskipun dadakan tapi narsis juga lho”, begitu katanya Jule.

 

 

 

 

 

fatahillah.jpg

Jam 21.00 WIB tepat aku sampai kost, makan nasi goreng yang dibeli tadi sama Edrus di Warung Sumber Gizi. Warung ini konon adalah warung nasi goreng dan soto yang paling murah seantero ITS. Tapi yo masih lapar juga, maka belilah diriku Roti Bakar Bandung, ada yang menarik disini, saat mas penjual tana, “Rasa apa aja, Mas?” gak lama mikir, mulut ini pada akhirnya berucap, “Cokelat Stroberi
Yup, Cokelat Stroberi (atau Strawberry yah?) mengingatkanku pada film paling aneh nomor 3 setelah Film Horror dan Quickie Express. Kenapa Film Horror aku bilang film gak penting dan aneh? Masa’ ada Pocong yang lupa cara jalannya, ada pula suster ngesot yang telapak tangannya keinjak dan kepalanya terbentur pintu yang tiba-tiba dibuka, ada juga hantu (Lewat Tengah Malam) merayap yang bareng2 sama Spiderman. Belum lagi Hantu Pastur Jeruk Purut yang selalu berusaha nyambungin kepalanya tapi gagal terus, lebih aneh lagi sekelompok suster ngesot yang ternyata suka dangdutan. Aneh…. Kalau Quickie Express, secara cerita aneh aja, masa’ Bapak-Ibu-Anak suka sama satu orang, Rudi Wowor yang ternyata gay beristrikan Ira Maya Sopha si Tante Girang, pasangan ini punya anak Sandra Dewi (mantan istrinya Saputra Surya, hehe9x.. aneh, nama kok dibalik2 gitu sih?), ketiganya punya konflik cinta sama Tora, si Gigolo, Film yang aneh… Nah, kalau Cokelat Stroberi apaan yah? Aku baru tau kalau film ini ibarat film versi lain Arisan, dibuat Teenagers aja bedanya. Marsha Timothy dan Nadia Saphira terlihat cantik (atau emang cantik dari sononya ya?)
 
Rabo, 5-Des-07
Hmm.. pagi ini terasa terkantuk-kantuk, tidur Cuma 3 jam, setelah Shubuh gak bobo’ lagi, kupaksain buat nyetrika pakaian. Semalam lembur cuma buat koreksi dan bikin foto-ku sama Acha Septriasa bersatu di photoshop. Lagipula jam 7 pagi ini ada kuliah penganti fisika kuantum 2, ini udah ngulang lho, jadi harus lebih serius lagi.
Sampai di kampus, harus menalan ludah, tak ada satupun yang dating, lagi bingung-bingungnya cari ruang keliling gedung Fisika sampai naik ke lantai 4, Eh ada Rizqon Maba 2007 yang Tanya, “Mas, kuliah Kimia Dasar kok gak ada ya?”. Lucu sih enggak, tapi aneh aja, yang kuliah siapa, kok tanya aku?
15 menit menunggu, ada Nita, satu-satunya teman seangkatanku yang udah berkeluarga dan punya 1 anak yang kini berumur 7 bulan. Beberapa menit kemudian ada Akh Galik, teman seangkatanku yang paling alim, sealim-alimnya temanku dah. Hisam menyusul kemudian. Tak lama, Pak Bintoro datang. Yup, yang kuliah hanya 4 orang dari 28 mahasiswa yang ambil mata kuliah ini. Akhirnya kuliah tadi hanya open talk, sekedar tanya-tanya materi kemarin yang belum dimengerti.
Jam 09.00 WIB lanjut kuliah Fisika Zat Padat II. Hari ini bab baru, Superkonduktor. Waktu Pak Zainal Arifin menerangkan, pikiranku gak terlalu fokus, pikiran terbagi antara kuliah dan ide-ide brilian buat blog. Jujur ya? Aku iri melihat rekan-rekan ITS, Mas Arul, Mas Anang, Cemplux dan Siwi yang kemarin ke Sonora FM sebagai blogger Surabaya. Aku salut dengan mereka!
Superkonduktor. “Gimana sih dengan mudah kita mengetahui bahwa bahan tersebut sudah superkonduktor apa enggak?” kata Pak Zainal Arifin

 

 

superkonduktor.jpg

Beberapa teman menutup mata, sekali-kali kepala mengangguk-angguk, ini bukan mereka mengerti, tapi ngantuk…
Fenomena kereta api di luar negeri (Jepang, red) mempunyai kecepatan 430 Km/jam, Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dengan waktu 2,5 Jam. Kereta api ini sebagai aplikasi dari superkonduktor. Jalur kereta api ini tentulah safety-nya dijaga, menerapkan sifat magnetic-listrik, rel diberi listrik sehingga bisa bersifat listrik, kereta terbuat dari bahan superkonduktor, diantara rel dan kereta terdapat “tumpuan”, saat berjalan kereta seolah-olah terangkat dan tidak terjadi gaya gesek. Jadi saat terangkat inilah ada sesuatu ang bersifat magnetic dan superkonduktor.
Surabaya mau buat kereta api ini” saat Pak Zainal Arifin, entah ini guyon apa beneran, tapi dalam benakku berkata, “Busway aja belum terealisasi….
Penjelasan beliau dilanjutkan dengan Medan Kritis. Medan ini dapat merusak bahan superkonduktor. Jadi disini yang main adalah temperature. Jika temperatur bahan ini melebihi temperature kritis, maka sifat superkonduktornya akan hilang. Penjelasan ini sungguh bikin aku terkantuk-kantuk…
Teori Superkonduktor… ada Teori BCS. Huh, BCS disini adalah singkatan nama inisial orang, Bardeen-Cooper-Schriefer, jadi disingkat BCS. So, BCS itu 3 orang, jadi ingat SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu kan 1 orang, BCL (Bunga Citra Lestari) juga 1 orang. Ada dosenku juga lagi mempopulerkan diri dengan nama BJS, alias Bagus Jaya Santosa.
Itulah, saat menulis ini di markas BEM FMIPA ITS, backsound Nasyid Seismic, Dua Hati Menyatu, Ah jadi pengen cepet nikah… ntar malam berencana full ngerjain Geotermal. Semangaaaaatttt………..!!!!!!!!

Aksi

Information

2 responses

10 12 2007
yoe

hmm, akhirnyaaa.. aku mampir lagi di sini.. dan ada gambar yang kujepret yah.. hehe.. hari2 anak ITS tu segitu beraaat nya kah, Hasan???? hm…

15 07 2008
insansains

^_^ Bisa dijelaskan lebih jauh lagi tentang superkonduktornya ^_^

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: