Sejenak…

22 04 2008

Sebelum waktumu terasa terburu
Sebelum lelahmu menutup mata
Adakah langkahmu terisi ambisi
Apakah kalbumu terasa sunyi

Luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
Berikanlah rindumu pada denting waktu
Luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
Dan lihatlah warna kemesraan dan cinta

Sebelum hidupmu terhalang nafasmu
Sesudah nafsumu tak terbelenggu
Indahnya membisu tandai yang berlalu
Bahasa tubuhmu mengartikan rindu

Yang tlah semu.. Yang tak semu..

time

Sepenggal lirik lagu Letto, sudah lama akrab terdengar di telinga memang, tapi baru-baru ini sering aku dengar lagi dan lagi. Entah kenapa, ada yang menarik dalam lagu ini… Kita dengar saja lagunya, awal lagu sudah terdengar denting lonceng berbunyi…

Satu hal yang dapat aku simpulkan dalam lagu itu, yaitu WAKTU. Banyak juga Ayat Al Quran dan hadist Nabi yang menceritakan waktu, hal ini menunjukkan betapa berharganya waktu itu. Pernah dnegar kan hadist yang penggalannya berbunyi seperti ini :

Manfaatkan yang 5 sebelum datang yang 5:

  1. Hidupmu sebelum matimu.
  2. Mudamu sebelum tuamu.
  3. Sehatmu sebelum sakitmu.
  4. Kayamu sebelum miskinmu.
  5. Sempatmu sebelum sempitmu.

Atau bahkan dalam Ayat Al Qur’an, Surat Al Ashr :

Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Aku jadi berpikir, apa yang sudah aku lakukan selama 21 tahun ini? Tak banyak…!!! mari kita hitung berapa waktu kita “berhadapan” dengan Allah (baca Sholat, red) dengan asumsi kita sholat 5 waktu dihitung setelah aqil baligh (13 Tahun, red)

Sholat membutuhkan waktu (katakanlah…) 5 menit untuk tiap sholat, jadi sehari kita menghabiskan 30 menit untuk sholat (sudah dihitung wiorid, dll). Jadi hitungannya kira-kira begini, selama 8 tahun semenjak aqil baligh…

30 menit x 365 hari x 8 tahun = 87600 menit

Banyak? gak juga… itu belum dibandingkan berapa menit kita telah hidup… Kedepan tentulah aku pribadi ingin meluangkan waktu buat keluarga aku, buat orang-orang yang aku sayangi. Aku tak ingin waktu terbuang percuma hanya untuk kegiatan yang tak menghasilkan apa-apa.

Waktu yang luang biasanya aku gunakan untuk istirahat, sejenak mengambil nafas untuk aktivitas aku selanjutnya. Kadang aku merasa aku terlalu disibukkan dengan aktivitas-aktivitasku, tapi aku yakin banyak manfaat dan pelajaran yang aku ambil dari hal itu. Lebih sabar dan lebih dewasa….


Aksi

Information

2 responses

22 04 2008
ghaniarasyid

assalamu’alaikum.

dan kebanyakan hal-hal yang saya lakukan kebanyakan nggak terlalu penting.
kenapa ya?

mungkin saya belum terlalu dewasa menyikapi segala aspek dalam hidup ini…

go green!! save earth!! [ghaniarasyid.wordpress.com]

28 04 2008
realylife

semoga waktu tidak melenakan kita melupakan Allah ya mas
nyokkk mari terus menulis hal yang mencerahkan hati

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: