Cerita Sepuluh Nopember · Ceritaku

Arah Jam 2

Di angkatanku, Gravitasi 2004, kemana-mana selalu together, sholat, makan, guyonan, kumpul, nongkrong, cangkrukan, mbacem, always together. Jadi masing-masing dari kita tau bahasa masing-masing, bahasa yang kita gunakan kadang kasar, khas suroboyan, tapi kami ngerti itulah cara kami guyonan. Kadang dalam berkomunikasi kami menggunakan istilah dan kode tertentu yang tak smua orang tau 🙂

x

Selasa kemarin, Aku, Lepo, Alwot, Roni dan Edrus setelah sholat dhuhur di masjid bermaksud untuk leyeh-leyeh dulu di Serambi timur Masjid Manarul Ilmi ITS. Lumayan, di sana angin semilir sangat terasa, nyaman, adem, tenteram dan bikin mata terkantuk-kantuk. Tak lama kemudian, datang Arifin, maba Fisika 2008, dia nyamperin kami dan menyalami kami satu persatu, entah apa maksudnya.

Obrolanpun terjadi, termasuk pembahasan soal LKMM Pra TD kmarin. Maklum ada mahasiswi jurusan lain yang menjadi incaran salah satu dari kami.

Fin. kamu PraTD kmaren kelas berapa?” tanya Edrus

Kelas sekian, Mas” jawab Arifin

Wahh… sayang brarti gak sekelas ma Rosyi” sambung slaah satu dari kami

Rosyi siapa mas? aku kenal Rosyi” kata Arifin lagi agak sok kenal

Setelah ngobrol ngalor-ngidul, kesana kemari, ternyata yang dimaksud kami sangatlah jauh. ARifin mengira kalau yang dibicarakan kami itu temannya bernama Rosyidi [cowok], sedangkan maksud kami adalah perempuan cantik bernama Rosyi, jauh kan? heheee…

Tak beberapa lama lagi, ada temannya Rosyi, bernama Putri [bukan nama sebenarnya] yang duduk di serambi Selatan Masjid, dari kejauhan kami dapat melihatnya [kecuali aku yang bermata minus jadi agak gak jelas melihatnya]. Mungkin sinyal Lepo sangat kuat, sehingga Lepo merasakan kehadiran Putri yang pertama kali.

Wot.. Wot.. Putri Wot” Lepo memberi tau Alwot

Mana-Mana…?” Alwot celingak-celinguk

Arah Jam 2” Lepo membri tau

Kamipun melihat arah jam 2 dari kami. Benar kata Lepo, di sana ada seorang perempuan terambut sebahu terurai tengah duduk bersila sambil mengerjakan sesuatu.

Oohh itu…” kataku dan Edrus yang baru kali pertama melihat si Putri

Tiba-tiba Arifin juga merasa penasaran, celingak-celinguk ke arah yang kami lihat…

Mana sih Mas, aku gak kelihatan…” kata Arifin

Itu lhoo… sini, berdiri sini” Lepo berdiri dan mengajak Arifin berdiri

Mana Mas?” tanya Arifin lagi

Sekarang lihat arah jam 2” kata Lepo

Gedubrak!!! Kami tertawa!!! karena yang Arifin Lihat bukan arah jam 2, tetapi jam dinding d dalam masjid, Hahaha…. dasar! Maklumlah, dia kan masih lugu. Padahal Bahasa “Arah jam sekian” adalah dah bahsa umum, entah eknapa kok ARifin kagak ngerti, heheee… Piss Arifin!

14 thoughts on “Arah Jam 2

  1. Arifin kelihatannya bener-bener lugu
    temen begitu kadang ada perlunya
    juga supaya sll gampang tertawa…hehehe 😀
    tapi Arifin kelihatannya baik budi
    tak pantes juga sll jd bahan tertawaan

Balas Komentar Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s