Menempuh Perjalanan

17 08 2009

Ada beberapa pihak yang memaksaku untuk kembali aktif lagi di blog ini, ada juga beberapa alasan yang memaksaku untuk posting tulisan baru lagi, mangkanya mulai saat ini dan selanjutnya insyaAllah aku aktif lagi, sip lah!  Well, maaf bagi yang sudah menunggu postingan-postingan baruku *sok seleb-blog mode on*, walaupun postingan baru-baru ini memang jarang ada comments tapi babahno lah, sing penting show must go on…

mata

foto : corbis

Apa ya? Gini deh …

Baru-baru ini aku menemui kejadian yang menyimpulkan suatu pepatah lama ‘don’t judge the book by its cover’, jangan nilai orang dari cashing doang.. begini kira-kira kejadiannya.

Hari kamis (13-09), kira-kira jam 8 malam, aku tengah berada di daerah Pacar kembang Surabaya (aku lupa Pacar kembang atau Pasar Kembang, pokoknya dekat daerah dekat Unair) sedang menunggu angkot O menuju JMP Surabaya. Tak lebih dari 5 menit aku berdir menunggu, tibalah angkot berwarna kuning itu.

Pas mau masuk ke angkot, agak jengkel juga pas didepan pintu sempat dihalangi oleh bapak-bapak setengah baya, dia tak sedikitpun bisa mengalah dengan menggeser tempat duduknya untuk memberiku jalan masuk.

Amet Pak” kataku berulang dengan nada yang cukup sabar (permisi pak). Dan yes! Bapak itu menggeser tempat duduknya setelah aku bilang kalimat itu untuk yang keempat kalinya

Dalam angkot hanya ada aku dan 3 orang ibu-ibu dan bapak-bapak tersebut (sebut saja namanya Pak Surya), aku duduk dipojok dekat kaca belakang angkot tersebut. Didepanku ada ibu-ibu kira-kira berusia sebaya dengan ibuku. Pojok dekat pintu angkot masing-masing ada ibu-ibu lain yang menggendong anaknya. Sementara bapak itu duduk di bangku cadangan dekat pintu yang biasa ada di tiap angkot.

Perhatianku tertuju pada Pak Surya yang sepanjang perjalanan terus berceloteh semau dia.

Pak iki wis tutuk endhi” tanya Pak Sopir kepada sang sopir (Pak, ini sudah sampai mana?)

Menuju Bronggalan Sawah, Pak! Bapake mudun nang endhi sak temene?” jawab Pak Sopir (menuju Bronggalan Sawah, Pak! Sebenarnya Bapak mau turun dimana?)

Wis, aku mudun nang ngarepe Indomaret Bronggalan iku ae Pak, ntar waraen aku nek wis nang ngarep’e” tambah Pak Surya (Aku turun di depan Indomaret Bronggalan itu saja Pak, kalau sudah didepannya, tolong bilang aku)

Angkot pelang melaju, udara dingin menusuk tubuhku, namun Pak Surya masih berkelakar dengan dialognya

”Bu’ ntar tolong bayari aku ya, Bu’?” Tukas Pak Surya kepada salah satu seorang Ibu yang ada didekatnya

Waduh Pak, sepurane, aku iki wong melarat, Pak” Ibu tersebut menjawab sinis. (Waduh, Pak. Maaf pak. Aku ini orang miskin pak)

Halah, Bu’, Cuma sewu ae lho Bu’” bantah Pak Surya yang mengenakan kaos lengan panjang tersebut ( Halah, Bu.. Cuma Rp 1000 saja lho Bu’)

Iya Pak, mboten nopo-nopo, aku ae sing mbayari” sambung Ibu yang didepanku.

Sementara dua ibu yang lainnya masih menggerutu karena persoalan yang tadi. aku tetap diam dan sempat berpikiran yang enggak-enggak tentang Pak Surya, ini orang seenaknya saja, tadi sudah menghalangiku waktu mau naik, banyak omong pula di angkot, eh sekarang minta ongkos, enak bener tuh! Itulah kia-kira picik pikiranku waktu itu, tanpa tau siapa sebenarnya Pak Surya itu.

Angkot berkode O jurusan ITS Keputih – JMP akhirnya sampai juga didepan Indomaret daerah Bronggalan Sawah Surabaya.

Pak, iki wis tutuk nang ngarep’e Indomaret, Pak” Pak Sopir memberi tau pada Pak Surya. (Pak, ini sudah sampai di depan Indomaret)

Oh, yo wis, Pak. Aku mudhun ae. Pak, iso sabrangne aku, Pak?” jawab Pak Surya.

Pak Sopir dengan sabarnya keluar pintu, dan menyebrangkan Pak Surya ke depan Indomaret. Aku pun melihat peristiwa ini hanya lewat kaca dalam angkot. Sementara pas di depan Indomaret, sudah ada orang yang menyambut Pak Surya.

Seketika itu setelah melihat peristiwa tersebut, pikiranku berkecamuk, bulu kudukku berdiri, berbagai spekulasi pun muncul di pikiranku, jangan-jangan……

Untuk menjawab keragunku, akupun bertanya kepada Ibu yang tepat berada didepanku.

Bu, bapak yang tadi itu ……… “ pertanyaanku sengaja aku ngambangkan, agak memancing, biar saja Ibu itu menebak apa yang dipikiranku

Iya, mas.. Bapak itu gak bisa melihat. Dia tadi naiknya dari depan RS. Dr. Soetomo, sepanjang perjalanan dia terus tanya, sudah sampai Bronggaln belum? Terus bertanya tentang itu. Kayaknya sih dia habis periksa dari Rumah Sakit. Matanya itu yang sebelah sudah gak bisa melihat, yang sebelah lagi mengalami gangguan, jadi kayaknya sudah gak berfungsi lagi, apalagi ini malam-malam, Mas. Kasian ya?” cerita Ibu itu

Iya Bu’…” jawabku singkat.

Aku terdiam, betapa piciknya pikirku waktu itu. Pengalaman kecopetan 2 kali di angkot benar-benar membuat pikiran positifku terpendam. Semua kelakuan tak wajar orang-orang di angkot membuat aku terlalu parno berpikiran buruk. Oh, God!

Aku menyesali pikiran burukku, jangan melihat orang dari cashing doang, jangan lihat dari kesan saat kali pertama bertemu, itu belum tentu mewakili seluruh apa yang ada dalam orang itu. Pikiranku terus berkelana, angin dingin terus menusuk tulang melewati jendela kaca yang sengaja aku buka, Ooh, aku masih lengkap, aku masih punya 2 mata yang setidaknya bisa melihat walaupun dengan kacamata minus empat sekalipun, dan sepatutnya tetap bersyukur.


Aksi

Information

6 responses

25 08 2009
adams

welcome back deh…. 😀

27 08 2009
ion

keren om… 😀

27 08 2009
hasanjunaidi

@ adams : yoi mas… heheee

@ mas ion : terima kasih juga, pak… 🙂

27 08 2009
DUHRI PUTERA SAIL

Ya Allah, kami telah mendhalim diri kami sendiri, jika tidak Engkau ampuni dosa kami dan tidak Engkau kasihan kami, niscaya adalah kami termasuk orang-orang yang mendapat kerugian. Menikah Carissa Putri Sulaiman dengan Duhri Putera Sail. SMS: 085878110627

14 09 2009
Mukti

Assalamualaikum

nie kunjungan pertamaku

lam kenal yaw……..

18 09 2009
YANTI

ASKUM….NIE KALI PERTAMA KUNJUNGAN KU….LAM KNAL MGA BERMANFAAT PA YANG QM TULIS….

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: