Memulai Mimpi dari Kota Impian

16 11 2010

Banyak yang bilang kalau Jakarta adalah kota impian, kota di mana dimulainya mimpi-mimpi dan cita-cita. Banyak orang memulai mimpinya dari kota ini dan tak sedikit yang berujung sebuah kesuksesan, semuanya dimulai dari sini, dari kota ini.

Berangkat dari situ, banyak pula orang yang hijrah ke sana untuk mewujudkan mimpinya, seolah-olah Jakarta menjanjikan semuanya, peluang bisnis yang besar, puncak karir, dan berbagai mimpi-mimpi lainnya.  Itulah Jakarta, banyak orang memimpikannya termasuk aku sendiri🙂

Patung Selamat Datang (primaironline.com)

Patung Selamat Datang (primaironline.com)

Sejak kuliah, aku sudah memplanning untuk mewujudkan mimpiku di kota ini. Begitu rapi kususun rencana-rencana hidupku ketika aku di Jakarta nanti. Tapi nyatanya impian tak bisa begitu mudahnya diraih, kenyataan tak sejalan apa yang kita impikan. Setahun setelah aku lulus kuliah dari ITS Maret 2009 silam, aku tetap bersandar di Surabaya, mengais rejeki di kota Pahlawan ini.

Kadang terbesit dalam pikiranku untuk nekad berangkat ke Jakarta, namun rasanya aku harus realistis, tak bisa begitu saja aku meninggalkan kehidupanku di sini, masih ada tanggungan kerjaan yang harus aku tunaikan dan aku masih bermimpi untuk bisa meraih impianku di Ibu kota Negaraku ini.

Aku pernah bertanya-tanya pada temanku yang sudah lebih dulu di Jakarta, bertanya tentang seluk beluk kehidupan di Jakarta, terutama masalah biaya hidup. Lantas temanku itu menjawabnya dengan sebuah candaan.

Jangan ke sini, San.. Jakarta sudah padat, kalau kamu ke sini nanti malah tambah sesak, hahahaaa…”

Kamu sudah siap dengan macetnya yang masyaAllah? Aku saja stress di sini dan pengen balik ke Surabaya,

Terserah sih kalau kamu sudah siap ke sini, San”

Sulit, apa-apa mahal, tapi nggak jadi masalah jika gajimu cukup, San

Kamu tetep di Surabaya saja San, dimanapun kita berada kita akan tetap saling membantu,

Itulah beberapa komentar teman-temanku, sebenarnya aku sendiri pernah kurang lebih sebulan ngekost di Jakarta, lebih tepatnya di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan pada tahun 2007. Aku waktu itu kebetulan sedang menjalani Kerja Praktek di Lemigas bersama Edrus, Berry, Alwi, dan Santi.

Lucu kalau mengingat-ingat selama di sana, bagaimana tidak, aktivitasnya gitu-gitu saja, pagi sampai sore berada di kantor, malamnya kita maen kartu sampai mampus, bahkan skornya pun ditulis dalam sebuah kertas dan di grafik excel kan sewaktu kita tiba di Surabaya, bener-bener gak ada kerjaan ya? hahaaaa…. Namun tiap weekendnya kita selalu menjelajah sudut-sudut kota Jakarta, macet dan panas pun sudah akrab dengan kita waktu itu.

Kembali lagi ke topik utama, aku sendiri tidak tau kenapa aku begitu memimpikan untuk hidup di sini, nggak tau ya, mungkin aku sudah ingin hidup mandiri dan lebih mandiri. Aku juga ingin sesuatu yang baru, mencari pengalaman dan komunitas-komunitas yang lebih luas lagi. Sebenarnya tak sesimple itu saja yang aku impikan dari kota impianku ini…. masih banyak unek-unek dan mimpiku dari kota ini, namun begitu sulit kubagi.

tugu pahlawan surabaya (callmymum.blogdetik.com)

tugu pahlawan surabaya (callmymum.blogdetik.com)

Hmmm…. banyak sudah teman seangkatanku yang sudah hijrah ke luar kota, ada yang di Jakarta, Manado, Banjarmasin, dan beberapa kota besar lainnya. Sementara aku masih berkutat di seputar Surabaya, oh Surabayku, begitu cintanya kah kau padaku sehingga sulit melepaskanku?


Aksi

Information

2 responses

16 11 2010
ghani arasyid

sebenarnya di manapun tempat kita berlabuh tidak masalah… semua pasti ada hikmahnya🙂

25 11 2010
Nafis Mudrika

Bagiku kota impian bukanlah Jakarta tapi Jogja. ^ ^

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: