Merindukan Purnama…

7 02 2011

Banyak orang bilang, dunia ini sudah jarang orang baik, karena orang baik memang diambil oleh Tuhan lebih dulu. Rupanya hal tersebut ada benarnya juga. Cerita ini nyata, aku memang sengaja memposting tulisan ini setelah beberapa minggu setelah kejadian tersebut.

Aku punya sepupu (lebih tepatnya anaknya sepupu) bernama Dian. Dia masih famili dari ayahku, neneknya adalah budhe ku (saudara kandung ayahku).  Dia lebih muda 3 tahun dari aku. Ketika kecil aku akrab dengannya, sangat akrab karena memang kami berdua mempunyai hobby yang sama, yakni ngegame.

Sewaktu SD, Dian menghabiskan masa itu di Gresik, tak jauh dari tempat tinggalku. Lalu SMP hingga SMA dia mondok di Jawa Barat, dari situ pula kehidupan religi dia semakin kuat, dia penghafal Al Quran (hafalannya kurang 3 juz) yang baik dan sering menjadi leader atau imam di kalangan teman-temannya. Dan yang aku kenal, dia juga sangat sayang dengan adik-adiknya yang kini berada di Jombang, Jawa Timur.

Dian lalu melanjutkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Selama lebih dari 3 tahun dia menyelesaikan pendidikannya denan baik, tak banyak yang aku tau dari kehidupan kuliahnya, yang jelas Dian menjadi orang baik, hingga peristiwa itu terjadi…..

Minggu (23 Januari 2011) aku dikejutkan dengan kabar duka, aku yang dari Kediri sangat shock mendengar kabar ini. Dian meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis yang terjadi di Menganti, Gresik. Aku berdiam diri, melamun, mencoba mengingat memori-memori saat bersenda gurau bermain game bersamanya, sepertinya peristiwa itu baru kemarin terjadi, namun kini dia sudah tiada.

ilustrasi

ilustrasi

Menurut cerita anak dari budheku, saat itu Dian dari Malang hendak ke pulang ke Gresik. Dian sengaja menjenguk adiknya yang berada di Jombang, entah apa tujuannya, mungkin untuk mengobati rasa kangen seorang kakak kepada adiknya. Pulang dari Jombang menuju Gresik, dia lewat jalur Menganti, bukan jalur seperti biasanya.

Sebelum perjalanan, Dian sempat telepon ke rumahnya kalau dia hendak pulang dan lewat Menganti (Gresik), Dian telepon minta petunjuk arah menuju rumah, karena dia memang tak tau dan baru pertama kali lewat jalur sini. Yang aku tau, jalur tersebut memang kawasan Industri dan penuh dengan truk-truk tronton berlalu lalang.

Hal yang tak diinginkan terjadi, spion motor Dian saat itu nyangkut di pinggir sebuah truk dan akhirnya Dian bersama motornya terjatuh di jalan. Menurut saksi mata, setelah tersungkur, Dian masih mencoba untuk bangkit, namun akhirnya dari arah belakang ada truk lain yang menghempaskan tubuhnya, astaghfirullah… sungguh tragis….

Aku nggak bisa berkata apa-apa mendengar penuturan kronologis kejadian tersebut dari sepupuku yang lain yang serumah dengan Dian. Tak kusangka, Dian meninggal dengan cara seperti itu.

Terbesit dalam pikiranku untuk mencoba membuka facebooknya, dan aku kembali kaget melihat status yang terakhir dia tulis

status terakhir

status terakhir

Dan ini beberapa komentar dari status terakhirnya… kata HEAVEN tersebut seolah-olah mengisyaratkan akan kepergiannya, dia pamit dan dia memang menuju Surga Allah yang sebenarnya…

komentar testimoni

komentar testimoni

Dan ini beberapa wall dari teman-temannya yang menunjukkan kalau mereka memang sangat kehilangan dengan sosok Dian ini😦

testimoni dari rekan-rekan Dian

testimoni dari rekan-rekan Dian

Dia sepi di sini, tak seperti yang lain
Walau sudah takdirnya namun dia tetap tersenyum…

Merindukan purnama, bertahan walau di dalam duka, bersyukurNya-lah kita, masih banyak yang sayangi kita….

(Judika Cinta Satukan Kita – OST Rindu Purnama)


Aksi

Information

One response

7 02 2011
Tweets that mention Merindukan Purnama… « Kaizen, Kata Hati dan Inspirasi -- Topsy.com

[…] This post was mentioned on Twitter by Hasan Junaidi, Hasan Junaidi. Hasan Junaidi said: Update Blogki > Merindukan Purnama… : http://wp.me/p2XfW-pq […]

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: