Sebuah Refleksi dari Niat Tulus

16 03 2011

Ada satu hal yang aku garis bawahi dari pertemuanku dengan salah seorang sahabatku, Andi, Selasa (15/03) kemarin di Masjid Manarul Ilmi, ITS.

Bermula dari sebuah diskusi mengenai rencana untuk berbisnis di Jakarta, lalu menyerempet ke sebuah sharing tentang pentingnya arti sebuah niat dalam melakukan segala sesuatu.

“Aku tuh pernah ditanya sama orang, kapan aku berangkat haji?” kata Andi.

Waktu itu Andi bingung menjawabnya karena dia memang belum ada rencana berangkat haji dalam waktu dekat. Lantas, orang yang bertanya pada Andi tersebut bilang gini pada Andi, “kalau pun kamu ada niat berhaji, ya udah dari sekarang niat kan,”

Detik itu juga, Andi pun niat “saya niat haji, paling tidak sebelum umur saya 30 tahun,” tegasnya dalam hati.

kabah wide view night

kabah wide view night

Tak seberapa lama setelah itu, Andi dihubungi operator  seluler yang dia gunakan yang memberi tau bahwa dia berhak menerima hadiah paket umrah gratis untuk dua orang. Andi mengatakan bahwa dia awalnya cuek, karena menganggap itu sebuah hal yang tidak serius, atau bisa dibilang penipuan, dia pun langsung cek dan melakukan konfirmasi ulang dan ternyata benar memang, Andi menang dan akan berangkat umrah bersama satu orang yang dia hendaki.

“Jujur, seumur-umur aku baru ikuti undian ini, dulu pernah cuma dapat kecap,” candanya.

“Aku cuma iseng tukar poin dan nulis esai, awalnya iseng dan pas kirim, sudah lupa kalau ikut undian tadi,” tambahnya lagi.

Andi pun langsung berangkat ke kampung halamannya guna mengurus paspor, untuk visa sudah diuruskan oleh pihak penyelenggara. Biaya transport dan keseluruhannya sudah ditanggung oleh penyelenggara dan Andi hanya menyiapkan uang saku saja. Andi insyaAllah berangkat Umrah April mendatang dan dia mengajak ibunya.

Dari situ, aku bisa menyimpulkan pentingnya sebuah niat. Niat dalam segala aktivitas, terlebih untuk urusan haji dan ibadah lainnya. Mungkin inilah dalam sebuah syarat sah/syarat wajib nya sebuah ibadah, niat lah yang dinomorsatukan.

Jujur, aku iri dengan Andi. Memang aku ada keinginan untuk berangkat haji, namun tak terbesit dalam benakku sekalipun untuk berniat dan bertekad untuk berhaji. Ya, dari sini ada hikmahnya, aku harus menanamkan dalam diri untuk berniat untuk berangkat haji.

Hikmah lainnya, masih tentang niat, namun dalam arti luas. Aku sendiri mungkin sudah paham benar secara teori apa itu niat. Namun dalam prakteknya, kira sering dibenturkan dengan masalah hati yang setengah-setengah untuk melakukan aktivitas tersebut karena dari awal niat kita tidak tulus dan ikhlas.

Ya Allah, aku berniat… labbaik Allahumma labbaik labbaikala syarikalaka labbaik…


Aksi

Information

3 responses

24 07 2011
nadiyah rosita

subhanallah… saya niat berumroh dan berhaji krn Allah,,, kupenuhi panggilanMu yaa Allah… Allah yg mengundang Allah pula yg mencukupi… Aslm. salam kenal🙂 btw ud baca buku ippho santosa 7 keajaiban rezeki kah? ada ttg umroh n haji gt, gmn biar bisa umroh haji jg dibahas,,, sangat merekomendasikan buku tsb ^_^

24 07 2011
hasanjunaidi

belum😦 nanti dah aku coba cari bukunya di gramed. Btw, thanks

6 06 2012
Amalia Rohmah

ya Allah aku mau nangis + merinding :””
ya Allah aku niat untuk membiayai bapak dan mama naik haji ya Allah beri aku kesempatan ya Allah, AMIN ya Rabb

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: