Menjemput Kepastian (Part 1)

4 04 2011

Sebuah cerita bersambung fiksi yang mengalir apa adanya, selamat menikmati…

Kami berdua begitu egois, sama-sama pasif, dan cenderung untuk memasrahkan suatu keadaan, ‘Lihat saja nanti’, ‘jalani apa adanya’, atau ‘kalau jodoh takkan kemana’, mungkin itulah yang ada dalam benak kami masing-masing.

Aku terus melajukan motorku menuju tempat peraduan. Dari headset ponsel, mengalun lagu dari Bondan Fade2black,  Not With Me… “I’m walking up from my summers dreams again try to thinking if you’re alright..

Dalam benakku, aku masih memikirkan saran kedua sahabatku, Hendra dan Indri. Keduanya memang sahabatku dari kuliah dan tau seluk beluk mengenai diriku.

aku sih senang kamu nggak sama dia, gimana ya? sifatnya itu lho gak cocok sama kamu, Man,” kata Indri.

jujur ya, aku juga sama, kalian sama-sama pasif, nggak baik itu,” saran Hendra.

Kini semua keputusan ada pada diriku. Aku seorang lelaki dan aku lah yang lebih harus bersikap tegas dalam menentukan itu.

Namun dalam benakku ada banyak pikiran yang mengganjal. Aku bukan remaja lagi, aku serius untuk menjalin sebuah hubungan dan fokus kedepan, bukan hanya untuk senang-senang.

Apa yang harus aku lakukan? itu pertanyaan terbesarku saat ini.

Entah karena banyak pikiran, hingga membuatku tak fokus dalam berkendara, aku tak melihat ada seorang perempuan sedang menyebrang dan aku menabraknya, menghempaskan tubuhnya ke jalan raya…..


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: