Keikhlasan Tukang Timbang Badan Keliling

17 06 2011

Selasa (14/06) kemarin, aku nggak ngantor karena ada sesuatu yang harus diselesaikan yang bersifat urgent. Beuntung di hari itu, ada satu hal yang menurutku menarik dan membuatku semakin bersyukur…

Sekitar jam 10 pagi, Setelah dari Bank untuk keperluan transfer, aku langsung menuju warnet untuk keperluan ngerjain kerjaan yang aku tinggalkan hari itu. Ketika dalam perjalanan menuju warnet, aku secara tidak sengaja melihat bapak-bapak kira-kira berumur 40 tahunan yang berjalan dengan tas dipundaknya serta membawa timbangan berat badan dengan tangan kanannya.

ilustrasi timbang badan

ilustrasi timbang badan

Bapak tersebut aku temui tepat di depan Kecamatan Kebomas, Jalan Sunan Giri. Beliau berjalan dari arah  makam Sunan Giri menuju perempatan Kebomas, Gresik. Memang suasana saat itu ramai, karena di dekat Kecamatan ada TK yang lagi bubaran sekolah.

Aku hentikan motorku sebentar, aku tertarik dengan sesuatu dari bapak ini. Aku lihat dari kejauhan, bapak tersebut menawarkan yang sudah ada dalam bayanganjy sebenarnya, kepada orang di sekitarnya yang dia temui di jalanan itu.

Pikiranku langsung teringat bahwa profesi bapak ini adalah tukang timbangan berat badan keliling. Sebuah profesi yang kini sudah jarang aku lihat di jaman sekarang ini. Seingatku, pekerjaan ini terakhir aku temui waktu aku kecil dulu, sekitar kelas 2 SD lah kalau nggak salah.

Tukang timbang berat badan tersebut biasanya menawarkan orang dengan jasa timbang berat badan yang dia bawa. Sekali timbang berat badan dia menarik dengan harga tertentu, entah kalau sekarang ini berapa rupiah untuk sekali timbang berat badan. Selain membawa timbang berat badan, biasanya orang tersebut juga membawa tensi darah.

Memang, jarang orang yang punya alat timbang berat badan yang disimpan di rumahnya. Kebanyakan orang juga kurang begitu peduli untuk sekedar mengetahui berat badannya sendiri (kecuali orang-orangtertentu). Justru ini yang dimanfaatkan sebagai peluang bapak ini untuk berusaha, namun itulah, profesi seperti ini sudah jarang kitatemui.

Aku tersenyum, kagum sekaligus bangga melihat bapak tersebut. Ya, kita tau penghasilan dengan profesi seperti itu, dia masih bersyukur. Masih tetap berusaha untuk berjuang demi menghidupi keluarganya. Beliau nampak begitu mencintai pekerjaannya.

Hari itu aku belajar dari Bapak tersebut, walaupun aku tak mengenalnya secara langsung. Namun aku bisa belajar keikhlasan beliau dalam menjalani pekerjaannya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari bapak tersebut.


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: