Cerita Bandung · Ceritaku

Dropping the Tears

lonely guy
lonely guy

Gak kerasa sama sekali, aku sudah 2 minggu di sini. Sempat naik turun sih semangatnya, apalagi pas awal-awal puasa, pikiran tertuju pada kampung halaman terus-terusan, aku juga nggak tau musti gimana dan bagaimana cara mengatasinya, karena memang aku belum terbiasa Ramadhan berada di rantau.

Apalagi ketika aku tau, salah seorang teman seangkatanku, Mida yang juga baru sebulan di sini, minta mutasi kerja ke Jawa Tengah. Awalnya dia memang penempatan di Bandung, cuman entah karena alasan apa, dia pengen pindah ke kota lain. Padahal saat di Bandung ini, kita belum pernah ketemuan, ah dia nya sudah beranjak dari sini.

Itu bukan satu alasan yang cerdas untuk aku ngikutin langkah dia juga, enggaaaaaaak, aku akan terus bertahan satu hari lagi, satu hari lagi, dan satu hari lagi, begitu suggestiku di tiap harinya. Lantas aku membayangkan suasana saat mudik nanti, itu sudah menjadi suntikan semangat buat aku sendiri.

“Biasa lah kalau ingat rumah, wajar, aku juga masih mengalami, yang penting tetap komunikasi, dan kamu jangan sampai menunjukkan kamu kayak gini ke keluargamu, karena akan membuat mereka khawatir,” jelas salah seorang sahabatku yang sudah mengarungi dunia perantauan, jelas dia lebih berpengalaman daripada aku.

Satu hal lagi yang buat aku bersemangat di mana saat berbuka puasa. Yap! ini memang suatu kenikmatan tersendiri, buka puasa bersama, dengan siapapun itu, ketika dilakukan dengan suasana kebersamaan berasaskan kekeluargaan (apa deh..) akan menjadi suatu kenikmatan tersendiri.

Hampir tiap hari aku berbuka puasa di sini, entah dengan segelas es nata de coco dengan satu buah gorengan, ini nikmat sekali, lebih nikmat dari makan enak yang dilakukan seorang diri. Dan aku mengalami suasana buka puasa yang menyenangkan tersebut mulai hari ke-2 puasa kemarin, begini kira-kira suasana buka puasanya.

suasana buka puasa di paseban
suasana buka puasa di paseban

Ohya, aku ingat kata salah seorang temanku di sini, “gak bosen di sini tertus, gak pengen jalan-jalan,?” Yay! itu dia kuncinya. Aku mungkin suntuk di sini, aku butuh hiburan, entah jalan kemana. Lantas ketika itu juga aku direkomendasikan tempat untuk disinggahi.aling gak, puasa takkan menghalangiku utnuk sekedar menghilangkan kesuntukan ku.

Alhamdulillah, tak seberapa lama setelah itu, aku dan beberapa teman di sini ke BSM, ke XXI nonton Transformer 3. Kita nonton bertujuh dan berada di barisan nomor 2 dari depan. Bisa dibayangkan ngelihat layar segedhe itu trus kadang layarnya goyang-goyang, membuat mataku makin berkunang-kunang.

tiket transformer 3
tiket transformer 3

Dan, seperti biasa, kalau ditanya, “gimana? film transformer 3 seru gak?” itu menjadi pertanyaan konyol bagiku, karena sekali lagi, seperti biasa, aku tertidur di separuh film itu, jadi gak ngerti bagaimana ceritanya, heheee…

Ah, seandainya semangat itu bisa dibeli…..

One thought on “Dropping the Tears

Balas Komentar Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s