Ceritaku · Kabar Terkini

Tak Selamanya Playboy itu Indah

packing berbagi buku
packing berbagi buku

 Ada satu cerita yang belum sempat aku ceritakan di sini. Sebelum keberangkatanku ke Bandung, aku sebenarnya masih menjalankan sebuah amanah dalam kegiatan sosial Berbagi Buku. Aku sebenarnya tak menyangka sih bisa secepat ini perputaran waktu itu.

Berbagi Buku adalah kegiatan sosial independen, yang bertujuan untuk mengumpulkan buku bekas layak baca ataupun dana yang nantinya dibelikan buku. Buku inilah yang nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar yang memang membutuhkan.

Setelah 2 mingguan kegiatan berlangsung, Alhamdulillah yahh banyak banget buku yang berhasil dikumpulkan berikut dana. Kebetulan aku yang bertugas untuk membelanjakan buku, ada sekitar Rp 1500.000 yang harus dibukukan. Jujur saat itu aku merasa uang Rp 1500.000 terlalu banyak untuk dibelikan buku, tapi apa yang aku alami itu sungguh di luar dugaan. Uang segitu ternyata sangat sedikit menghasilkan buku, padahal buku yang aku beli itu aku beli dari kampung ilmu, Surabaya, ya kalau di Jakarta semacam Kwitang lah.

Sebelum berangkat ke Bandung hari Kamis, di situ lah hari sibuk-sibuknya kegiatan ini, mulai dari pembelian buku, hingga pengemasan. Foto di atas adalah ketika pengemasan selesai dan ada 6 kardus besar berisi buku anak-anak yang siap diangkut ke Pulau Bawean. Sengaja aku foto-foto sebagai momen-momen terakhirku bersama teman-teman ku di sana.

Kalau mau berkegiatan sosial, jangan pake embel-embel kegiatan bersenang-senang dulu, fokus,” begitu kata Cak Pii, sang penasehat sekaligus Big Brother kita.

Toh, namanya saja anak muda, kita tidak mempedulikannya. Rabo sore, sehari sebelum keberangkatanku ke Bandung. Kami berkaraoke ria, medium room sengaja di pesan buat jaga-jaga teman-teman nanti yang mau datang nyusul. Ya namanya saja teman akrab, jadi kalau berkumpul ya pada gila-gilaan. Termasuk ketika berkaraoke ini, sengaja kita memilih lagu 7 icons buat lucu-lucuan saja. Entah atas dasar apa, aku begitu shock ketika ada video rekaman itu, yo wis, sekalian aku upload di youtube. Berikut ini videonya, hahahaaa…

Dalam video itu ada Fahri, Satyo, aku dan Irwan. Yang merekam ternyata Ryo. Gak tau, aku gak menyangkanya sama sekali, cukup mengingatkanku pada kekoplakan mereka.

Jangan diketawakan, jangan pula diplay, karena video tersebut gak ada mutu-mutunya sama sekali. Suaranya juga hancur, gak ada bagus-bagusnya sama sekali. Sumpah, jangan sampai diputar, apalagi didownload. Tak selamanya Playboy itu indah, seperti palyboy yang ada di video itu.

4 thoughts on “Tak Selamanya Playboy itu Indah

Balas Komentar Ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s