Allah Maha Kaya

23 10 2011
my princess (anet dan iyun)

my princess (anet dan iyun)

“kau mainkan untukkku, sebuah lagu tentang negeri di awan, di mana kedamaian menjadi istana nya…” (negeri di awan)

Jujur, aku nggak tau harus bagaimana memulai postingan ini karena memang begitu sensitif. Hari ini benar2 berhasil membuat saya seharian seperti orang terpuruk, coward, nggak guna sama sekali..

Namanya Iyun dan Anet, perbedaan umur mereka hanya 2 tahun. Iyun kini kelas TK B, dan Anet akan sekolah pada tahun depan. Aku bener-bener sayang sekali sama mereka berdua. Foto disamping diambil belum lama ini, aku nyuruh kakak mereka untuk mengetweetkan foto mereka.

Kebetulan foto disamping pas mereka mengenakan baju oleh-oleh waktu mudik kemarin, aku beli kaos itu karena aku yakin mereka pasti akan menyukainya🙂 Aku membelikan dengan model dan warna yang sama, bermaksud agar tak ada salah satu yang iri. Baik Iyun maupun Anet punya ciri khas masing-masing, aku akan menceritakan dalam postinganku ini🙂

Iyun, namanya Illiyyun, nama kecilnya Cimul (bukan Cimol), Nama Illiyyun pasti akan menyulitkan petugas sensus karena pengejaan dan penulisan namanya yang njelimet, hehehe..  Dia orang yang nggak bisa dijanjikan sesuatu, dia pasti selalu ingat akan janji-janji yang aku katakan padanya.

 “Ntar sore aku ajak ke Indomaret, sekarang mandi dulu,” aku mengatakan padanya suatu hari.Tak seberapa lama, dia pun mandi, pergi ke rumahnya, karena rumah dia dan rumah yang aku tempati tak sebegitu jauh.

Sore setelah dia ngaji di TPA, dia kembali ke rumah, menagih janji ku tadi, aku tetap nggak mau menepati janjinya, Iyun pun menungguku hingga jam 8 malam, dia terus nagih janjiku, “jarene ngajak nang Indomaret,” (katanya mau mengajak ke Indomaret, red)

Dan aku pun akhirnya mengajak ke Indomaret, walaupun dia hanya ingin membeli cokelat kesukaannya, Kinder Joy saja. Seperti anak-anak kebanyakan, dia pun suka dengan cokelat dan mainnannya, salutnya dia berinisiatif beli 2 buah, yang satu untuknya dan yang satu untuk, Anet, adiknya.

Iyun rupanya sudah tertulari virus K-Pop, terutama SNSD. Dulu tiap aku pulang kerja, pasti sempat menyetel klip SNSD di DVD Player, Iyun yang saat itu melihatnya perlahan menjadi suka sama mereka. Iyun paling suka sama Seohyun, mungkin Iyun berpikir bahwa dirinya mirip secara nama. Iyun juga menyukai sosok Seohyun dan Kyuhyun yang menjadi boneka dalam klip Seoul Song, heheee

Anet, nama Anet sebenarnya tidak berada pada unsur nama panjangnya. Anet ini nama panggilannya, kata Anet diambil dari nama tokoh di sinetron Suci yang diperankan oleh Bunga Zainal. Aku ingat betul sinetron itu karena keluargaku menyukai sinetron tersebut, hehee…

Hal yang paling unik pada diri Anet adalah ketika dia tidur. Dia kalau ngantuk pasti ngambil baju ibunya dari lemari. Dia mengambil salah satu pakaian dan kembali lagi ke tempat tidurnya, pakaian tersebut lantas ia “untel-untel” dan dia peluk. Sementara tangan satunya jemarinya berada di mulutnya. Lucunya ketika dia pakaian itu aku ambil, dia pun bangun dan menangis, hahaaa….

Anet dan Iyun keduanya sama sukanya ketika aku ajak ke pelabuhan. Mereka paling suka melihat kapal, namun mereka berdua tidak mau turun dari motor, takut nyemplung ke air, begitu ungkapan mereka. Aku bener-bener sayang sekali pada keponakanku itu, mereka salah satu sumber semangatku dalam menjalani aktivitas.

Tepat hari ini, Minggu (23/10) mereka berdua menjadi anak Yatim, kakakku, yang juga ayah mereka meninggal dunia. Ketika aku mendengar kabar ini tadi shubuh, ingatanku pertama kali ada pada anak-anak kakakku ini, tak hanya mereka berdua, namun dengan 5 orang kakaknya lagi, Bida, Puput, Azhari, Hasyim dan Biya, yang masih kuliah dan sekolah. Ya Allah…:( Bagi Iyun dan Anet yang seumuran tersebut mungkin tidak mengerti apa yang terjadi dengan ayahnya, Ayah Ayip (Arif, red), sapaan sayang mereka berdua.

Ibuku yang pertama kali menguatkanku, “Gusti Allah itu Maha Kaya, Al Ghanni, rejeki mereka sudah ada yang mengatur, kanjeng Nabi pun sayang dengan anak yatim” begitu kata ibu ku. “Sudah kamu ikhlaskan saja kakakmu, berdoa dari sana, jaga kesehatan kamu, kamu itu sendirian di sana, Sholat! jangan pernah ninggalin Sholat dan berdoa buat ibu dan bapakmu” tambah ibu.

Akhirnya aku tetap di sini, hanya bisa berbicara pada ponakan-ponakanku lewat telepon, Selamat Jalan kakakku, selamat jalan Ayah Ayip…


Aksi

Information

2 responses

24 10 2011
Muhammad Irwan

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… Semoga keluarga selalu dilimpahkan kesabaran. Rizki bisa datang dr mana saja,dan dari jalan yg tak kita duga. Aku ndak bisa bayangin adik2 itu nyari ayahnya. Sedangkan dirimu juga di rantau dan mencoba menguatkan hati karena tak bisa pulang😦

25 01 2012
Keponakanku Mahasiswa STIE NU GRESIK, Mahfudhotul Fitriah « Kaizen, Kata Hati dan Inspirasi

[…] saya juga pernah mengulas cerita ponakan-ponakan saya di postingan sebelumnya, entah tentang Ivan, Iyun, Anet, ataupun Lini dan […]

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: