Tak Ada Keistimewaan Dibalik Tanggal 11 Nopember 2011 (11-11-11)

11 11 2011

“I’m coming home, I’m coming home
Tell the World I’m coming home…”

(Boyce Avenue – Coming Home)

tiket pulang

tiket pulang

Hari ini tepat tanggal 11 – Nopember 2011, hari ini bisa dibilang istimewa, karena ada angka kembar berderet berturut-turut, yakni 11 – 11 – 11. Banyak yang menganggap angka tersebut istimewa, karena itu banyak pula yang menjadikan hari ini untuk hajatan nikah, jadian, melamar atau melahirkan bayi. Jika ditanya apakah angka tersebut istimewa? jawabnnya, mungkin enggak~

Why? mungkin pada saat tulisan ini posting, aku lagi di kereta Mutiara Selatan dari stasiun Bandung menuju Stasiun Gubeng Surabaya, sengaja sudah aku setting demikian, biar gaya dikit🙂 Ya, aku pulang ke kampung halaman untuk beberapa saat karena memang ada keperluan yang harus diselesaikan, ngurus NPWP, BPKB Sepeda motor dan menyambangi bapak yang sakit. Awalnya ada satu agenda yang paling krusial itu nikahan adik ponakanku yang berlangsung pada hari Minggu (12/11) keesokan harinya. Nih, kamu pasti nanya, “kok adik ponakannya udah nikah, Om nya belum?”, ya namanya saja jodoh,

Bicara soal nikah, hari senin kemarin baru saja aku ke nikahan teman kantor dengan teman kantor, ya Allah tempatnya jaaaauuuh banget. Quote the day waktu itu kayaknya gini, “kalau ingin cepat nikah, nanti bunga melati di pakaian pengantinnya diambil, tapi jangan sampai ketahuan si pengantinnya,” dan aku mencobanya dan hasilnya, hahahaaa… hanya aku yang tau🙂🙂🙂🙂

Malamnya setelah itu, aku serasa ditampar dengan rekomendasi dari seorang teman kantor lagi tentang situs jejaring sosial ayonikah, dan paginya juga di YM teman kantor lagi, orang beda, tentang situs bojobojo, ah kayaknya aku sendiri serasa didorong untuk cepat nikah

Aku sendiri, setelah meninggalnya suami kakakku yang juga ibu dari adik ponakanku 2 minggu yang lalu, aku berniat untuk menunda dulu niat  menyempurnakan separuh agama itu. Aku pengen banget ngebantu kakakku yang sekarang single parents dengan 7 anak yang masih kuliah dan sekolah (sebenarnya ada 8, tapi yang satu ini udah nikah itu), tapi apalah nanti kita lihat saja kedepannya seperti apa, moga keduanya bisa berjalan beriringan.

Well, balik lagi ke kepulanganku ini. rencananya sih sesampai di stasiun gubeng, Singgih menjemputku dan mengantarkanku. Singgih ini salah satu sobat yang paling baek! meskipun kadang dia pelit, tapi dia nggak pernah berpikir dua kali ketika dimintai tolong. Aku juga pernah dijemput Singgih ketika datang dari Jakarta tahun 2007 lalu, dia yang mengantarkanku hingga kos-kosan.

Setelah sampai ke rumah, sudah banyak agenda yang akan aku jalani. Mungkin pas di rumah nanti bakalan rame dengan walimah nikahan itu, trus aku diajak teman-teman komunitas infoGresik buat ke House of Sampoerna, jelajah kota Surabaya, setelah itu diajak Onet ke kontrakan Njek dan langsung Karaokean, pas itu juga bersamaan dengan resepsi nikahan ponakanku di ruamhku dan besoknya ada resepsi lagi di rumah yg laki, OMG! Padat…

Satu hal yang jelas yang bikin aku semangat ke rumah adalah ketemu ponakan-ponakanku yang masih di bawah 5 tahun, ada Ifan, Iyun, Anet dan Kayla. Semuanya sudah aku siapkan oleh-oleh, walau hanya sekedar baju, tapi aku yakin mereka bakalan senang. Serius, bener2 nggak sabar peluk mereka satu persatu. Kalau di Bandung, bawaannya aku kangen sama mereka, mangkanya kalau ada anak kecil di kantor aku pasti seneng🙂

Satu agenda yang bikin aku nyesek dan terus kepikiran adalah ketika tahu bahwa bapak sekarang lagi dirawat di Rumah Sakit. Ya Allah, ini cobaan bener2 beruntun, 2 minggu yang lalu kakakku opname di RS lalu tidak ada, seminggu kemudian adik ponakanku yang mau nikah juga diopname karena typhus dan sekarang giliran bapakku diopname karena kencing manis. Ini apa ya? Aku sendiri sempat nggak habis pikir dengan ini semua, pihak keluargaku sendiri baru kasih tau ketika Kamis malam, padahal bapak di rumah sakit sejak rabo pagi, hanya dengan alasan kuatir kalau aku kepikiran. Setelah tau kabar ini, langsung aku marahi ponakanku itu, kenapa baru sekarang dia kasihtau, langsung aku telepon bapak dan beliau cuman bilang “aku baik-baik saja, dan nanti kalau pulang jangan bawa koper berat itu,”.

Kabar tersebut juga bikin aku sadar, pantesan Kamis pagi jam 5 shubuh, ibu telepon tanya “kapan pulang? kasian kakakmu ngurus ini itu buat nikahan sendirian,” dalam hati sempat terbesit dan nanya, “lho memang bapak gak ngebantu?” tapi aku tahan karena beranggapan bapak memang gak bisa bantu lebih karen faktor usia senja. Tak lama setelah ibu telepon, ponakanku SMS, nanyain hal yang sama, dan aku jawab “besok, kenapa?” dan dia nggak jawab apa-apa, jadi aku pikir semua kondisi berjalan sebagaimana mestinya, namun ternyata tidak… ini yang satu hal yang bener-bener kepikiran hingga kini.

Dan satu hal yang beda dan menjadi agenda wajib saat pulang nanti adalah ke makam kakakku itu, di detik-detik akhir hidupnya aku belum minta maaf pada beliau. Aku tau dia orang baik, sangat baik, sekali lagi sangat baik, entah tanggapan orang tentang beliau itu seperti apa, aku tau banyak masalah tentangnya. Siapapun orang yang mengungkit-ungkit tentang itu, dia akan melawanku, aku tak main-main! akulah orang yang pertama akan maju melawan orang yang menjelek-jelekkan kakakku itu! lets see..

Ya, semoga kepulanganku ini bisa menjadi charge energi untuk beberapa bulan selanjutnya melanjutkan kehidupanku di Bandung. Yup, aku memang ingin sekali memulai kehidupan di Kota Bandung yang sudah mulai bersahabat dengaku.


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: