Garuda di Dadaku 2 Ajarkan Nilai Moral Sejak Dini

11 12 2011
GDD2 Official Poster

GDD2 Official Poster

Film Garuda di Dadaku 2 baru tayang tanggal 15 Desember 2011 mendatang, tapi alhamdulillah aku sudah bisa menontonnya lebih awal lewat tiket gratis yang diberikan oleh pihak panitia, saya sendiri tertarik ikut karena 3 alasan, saya sudah pernah nonton Garuda di Dadaku yang pertama, karena waktu itu hari Sabtu (hari libur) dan kebetulan temanku yang ngajak. Akhirnya pada hari Sabtu (10/12) kemarin, aku berangkat ke BSM XXI buat nonton bareng dan kebetulan ada beberapa pemainnya, seperti Emir Mahira dan yang lainnya.

Jujur, aku datang agak telat, nggak agak telat sih, telat banget malah. Panitia yang awalnya gasih tau jam 9, malah aku berangat jam 9 lebih, hahaaa.. pas depan BSM pun masih haus berngeosiasi dengan pihak keamanan karena office timke nya BSM itu jam 10, akhirnya aku bilang kalau mau nonton bareng dan alhamdulillah di bukain.

Pas udah nyampe sana, temen-temenku sudah pada nunguin, aku gak enak sama mereka, untung filmnya belum dimulai, dan mari aku ceritakan resensi bagaimana film Garuda di Dadaku 2 ini.

Diceritakan dalam film Garuda di Dadaku 2 ini, Bayu berhasil masuk Timnas Garuda Muda U-15, dia pun menjabat sebagai kapten. Scene awal dibuka dengan masalah-masalah yang begitu kompleks, mulai dari pelatih yang dipecat karena tidak mau ‘nurut’ apa kata Pengurus Organisasi yang menaungi Timnas Bayu (ini sindiaran Nurdin Khalid, Bakrie CS yang mengundang timnas ke acara-acara berbau partai). Masalah lain di sekolah Bayu yang prestasinya turun karena sering latihan, mama nya yang sudah mulai pasangan baru, hingga Bayu sendiri yang sudah mulai jatuh cinta dengan teman sekelasnya yang bernama Anya. Sementara Bayu dan timnya dituntut untuk bisa ke final kompetisi tingkat ASEAN

Setelah pak pelatih dipecat, muncul pelatih lain, Si Rio Dewanto, aku geli saja pas scene ini, seisi gedung biokop dipenuhi dengan tawa histeris para perempuan, hahahaaa.. aku geleng-geleng kepala, satu yang bisa aku pelajari dari sosok Pak Wahyu yang diperankan Rio Dewanto ini, yaitu kata-kata bijaknya yang selalu dia ucapkan pada anak-anak didiknya, contohnya ini”

“Kita tuh jatuh bukan karena batu yang besar, tapi karena kerikil”

“Terlambat itu esensinya tidak menghargai waktu, jadi apa artinya sepak bola jika tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan”

Saat dilatih Pak Wahyu, beberapa pemain ada yang diganti dan muncul sosok si Yusuf Matutu dari Makasar. Kehadiran Yusuf membuat Bayu semakin terancam, baik dalam tim itu sendiri karena teknik permainan Yusuf juga tak kalah bagus dan dielu-elukan masyarakat, Bayu menjadi merasa tersisih. Si Yusuf ini juga sudah mulai akrab dengan Aldi Sahabat Bayu yang di kursi roda itu. Bayu pun semakin merasa dijauhi dan tersingkir. Masalah juga belum selesai karena di sekolah Bayu juga dituntut untuk menyelesaikan tugas kelompok yang nilainya sama dengan UAS. Di sisi lain, tugas kelompok tersebut malah membuat Bayu semakin dekat dengan Anya, cieeeee…..

Karena ego yang ada dalam diri Bayu dengan posisinya tersebut yang merasa tersaingi, dia malah semakin egois di lapangan, dia main sendiri, bukan sebagai tim. Bayu akhirnya dicopot sebagai Kapten dari tim, dan digantikan Rama. Bayu meluapkan emosinya tersebut pad asi Aldi tadi, kemudian mereka bertengkar, trus si Anya juga merasa Bayu bukan seperti lak-laki yang diharapkannya, dan ibunya sendiri juga merasa ada yang aneh dengan Bayu, terutama saat Bayu memutuskan untuk tidak main ke final.

Hem… bagaimana selanjutnya? rasanya lebih baik jika kamu nonton sendiri dan mengetahui akhir dari cerita ini. Yang jelas ada banyak yanng aku pelajari dari seorang Bayu ini, yaitu cara dia melawan ego dirinya sendiri dan bagaimana cara dia untuk selalu menyemangati rekan-rekannya, berikut satu dialog dari Bayu yang aku anggap paling menarik

“Bagiku menjadi kapten itu tidak penting, tapi ini yang penting (sambil nunjuk lambang Garuda di Dadanya,” (saat Bayu bernegosiasi dan memohon kepada Pelatih untuk main di Final)

“Selama peluit belum ditiup wasit, kita tidak kalah,” (saat Tim Garuda Muda kalah di babak pertama Final kompetisi Asean)

souvenir garuda di dadaku 2

souvenir garuda di dadaku 2

Yap, aku banyak belajar dari film Garuda di Dadaku 2 ini, nilai moral, persahabatan, kebersamaan, team work building, kerja keras, disiplin dan nilai-nilai kehidupan yang ditunjukkan dalam film ini. Pas nonton film ini, aku dapat 2 pin dan 2 stiker juga lho, itu lho yang di atas itu screenshootnya. Aku dapat 2 karena pas mengajukan tiket ke panitia, satu orang dapat 2, heheee….

aku dan Emir Mahira

aku dan Emir Mahira

Dan alhamdulillah, aku sempat juga ngorbrol dan berfoto bersama dengan si Emir Mahira dan Muhammad Ali yang berperan jadi Yusuf itu. Sabtu malamnya, si Emir malah mendapatkan Piala Citra Festival Film Indonesia 2011 sebagai Pemain Pria Terbaik dalam film Rumah tanpa Jendela tersebut, hebat ya? masih kecil dan bisa mengalahkan para senior-seniornya.

Aku jadi ingat pas mau nonton film Rumah tanpa Jendela ini, saat itu aku nonton di Tunjungan Plaza, tertarik nonton bareng sekaligus Charity dengan yayasan. Aku pribadi kagum dengan kualitas akting Emir yang bisa memerankan anak autis seperti Aldo. Sekali lagi, saya ucapkan selamat buat Emir Mahira

Bagi teman-teman yang ingin tau hasil obrolan dan sedikit profil dari Emir Mahira ini, kamu bisa klik di sini ya? aku juga ngobrol2 sama Muhammad Ali, yang jadi Yusuf Matutu, kalau mau selengkapnya obrolannya, klik ini ya?

Kembali lagi ke pembahasan film Garuda di Dadaku 2, overall film nya bagus, keren malah. Kita tau, bahwa film Garuda di Dadaku yang pertama berhasil merih penonton hingga 1,3 jut, ditambah lagi memang saat ini Indonesia haus akan kebangkitan sepak bola Indonesia, ditambah lagi filmnya diputar saat setelah UAS dan puncaknya diputar kebetulan seetlah si Emir Mahira memenangkan Piala FFI 2011, tentu film ini aku yakin bakal meledak. Tak mengurangi hal itu, memang film ini sangat layak untuk ditonton oleh seluruh keluargam ya, jauh banget lah kualitasnya jika dibanding dengan film indonesia horror itu, heherr…

Penasaran dengan kisah Bayu yang mulai beranjak remaja? ‘Garuda Di Dadaku 2’ bisa disaksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 15 Desember 2011.


Aksi

Information

4 responses

11 12 2011
damang darmawan

dulu saya juga nonton gdd 1.
saat itu yakin pasti bagus diuat sekuelnya.
.ok dech gdd 2 harus nonton
pernah ketemu emir juga lho pas di bekasi

11 12 2011
hasanjunaidi

iya abah harus nonton, keren, pasti senyum2 sendiri ingat masa muda seumuran emir dulu😛

12 12 2011
Susrini Raymond da Lopez

Kan Emir rumahnya di Kemang Pratama Bekasi..

12 12 2011
Susrini Raymond da Lopez

Saya sekeluarga nonton kemarin (11/12/2011) di Gandaria City XXI, pemenang kuis nonton bareng Gramedia Majalah. Film nya bagus, ada satu yang kurang,pada pertandingan di final suasana di lapangan GBK kurang mendukung, tidak seperti Garuda di Dadaku 1, but so far so good.

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: