Hari Ibu 2012: Satu Rindu pada Ibu

22 12 2011

“Terbayang satu wajah, penuh cinta, penuh kasih, terbayang satu wajah, penuh dengan kehangatan, kau Ibu….”

I Love Mom

I Love Mom

Baru kali ini, pada hari ibu tahun 2012  ini, aku benar-benar jauh dari ibu. Saya berada di Bandung dan ibu berada di rumah yang ada di Gresik. Aku nggak pernah nyangka dengan kehidupanku yang sekarang, dalam arti kondisi ku benar-benar jauh dari ibu. Campur aduk rasanya, sebenarnya rasa kangen pada ibu sudah aku rasakan jauh-jauh hari sebelum hari ibu ini. Rasa perhatian ibu yang sampai sekarang benar-benar saya rindukan.

Sebelum aku memutuskan hijrah di sini, Ibu adalah orang yang paling berat melepasku, berat sekali. Namun aku meyakinkan pada ibu kalau aku nggak akan macem-macem seperti yang Ibu pikirkan, dan aku memastikan bahwa aku akan baik-baik saja, Dari situ, ibu melepasku walaupun berat. Waktu itu seharian di kereta pejalanan dari Surabaya ke Bandung, mataku sembab, banyak air mata yang keluar.

Ibuku adalah seorang penjual kue bakpia, menerima pesanan atau jika tidak ada pesanan ibu selalu membuatnya tiap hari dan menitipkannya ke warung-warung. Hal ini ibu lakukan karena Abah nggak selalu ngirim uang, itu ibu lakukan sudah sejak aku kecil hingga sekarang. Walau anak-anaknya sudah bekerja semua, ibu nggak pernah minta sekalipun, aku salut sama ibu ku ini.

Ada beberapa alasan kenapa aku sangat kangen pada ibu saya, yakni sebagai berikut.

1. Ibu adalah orang yang paling khawatir ketika saya sakit

2. Ibu selalu tanya, “sudah Sholat?”

3. Ibu juga selalu nanya, “Sudah makan? mau dimasakin apa hari ini?”

4.  Ibu juga nanya, “Kamu sekarang dimana? Kapan pulang?”

5. dan masih banyak alasan lain yang tidak bisa aku sebutkan di sini.

Aku ingat pada hari Jumat kemarin, saya telepon ibu. Saya bercerita kalau keadaan waktu itu benar-benar kurang fit, saya sering bolak-balik kamar mandi dan badan saya agak pusing. Lantas seperti biasa ibu selalu menasehati aku untuk makan teratur dan menyarankan aku ke dokter. Aku pun mengiyakan dan berjanji setelah sholat Jumat aku akan ke dokter.

Setelah Sholat Jumat, tiba-tiba handphone aku berdering, pada layar handphone saya terbaca ‘Ibu’, batinku berkata, “ini ada apa kok ibu telepon?” pas aku angkat ibu hanya menanyakan apakah aku sudah ke dokter? bagaimana? sakit apa? Jujur waktu itu aku nggak sempat ke dokter (karena aku nggak tau dokter di sekitar tempatku ni berada di mana) tapi aku terpaksa berbohong agar ibu nggak khawatir.

Hari Minggu siang pun ibu telepon kembali untuk memastikan apa kondisiku sudah ebanr-benar fit atau masih sakit. Dan pada hari Selasa kemarin, giliran Abah yangn telepon, menanyakan hal yang sama, Memang ibu dan abah tinggalnya kebanyakan nggak serumah, Ibu di Gresik dan Abah di Probolinggo, jadi update berita tentang aku nggak secepat ibu, heheheee…

Itulah, walau aku jauh sekarang, rasa perhatianku pada ibu nggak berkurang sama sekali. Aku anak bungsu, karena itu pula lah yang mungkin menyebabkan ibu begitu dan masih perhatian pada aku. Di sisi lain kadang aku malu, terutama saat berkumpul dengan teman-temanku dan ibu menelepon menyuruhku pulang, namun sekarang sudah bisa aku harusnya bangga karena punya ibu yanng masih begitu perhatian denganku. Paling nggak, dua hari sekali aku sempatkan untuk telepon ibu, hanya sekedar ngobrol atau menanyakan kondisi abah, kakak dan keponakan-keponakan ku.

“Hidup di sana yang prihatin ya? kamu itu jauh dari keluarga, jangan lupa sholat dan ngaji, doakan keluargamu di sini, jangan boros-boros, ditabung buat ponakan-ponakanmu” (pesan ibu sebelum prantauanku ke Bandung)

Terakhir ketika aku pulang mudik, pertengahan November lalu, ketika aku bertemu dengan ibu, tentu aku mencium tangan ibu, tapi ibu memeluk dan menciumku. Jujur ini sudah lama nggak aku rasakan, dan jujur waktu itu aku nahan untuk tidak nangis. Hal ini mungkin masih terkait dengan akhir Oktober lalu yang keluarga kehilangan kakakku, suasana memang masih berduka.

Ibu ku banyak nanya soal tentang kehidupanku di Bandung, sholatnya bagaimana? makannya bagaimana? Ya, semua aku ceritain kalau kondisi aku di Bandung memang benar-benar seperti yang ibu harapkan, intinya ibu cukup senang dengan lingkunganku berada di orang-orang yang religius. Aku sangat bersyukur dengan keadaanku yang sudah berada di sini.

Mungkin kesalahan terbesarku saat ini adalah ibuku nggak tau kalau aku pernah merokok, ibuku juga nggak pernah tau kalau dulu waktu kuliah aku pernah membohongi ibu dan abah terutama masalah keuangan, ibuku juga nggak pernah tau kalau aku dijuluki teman-teman akrabku sebagai bandar bokep (karena banyak file VCD dan koleksi video xxxx) heheheee… aku nggak tau bagaimana jika ibu mengetahui hal ini, tapi aku sekarang sudah berubah, nggak seperti yang dulu, kok🙂 Ibuku nggak pernah mempermasalahan kalau aku suka SNSD, ibuku nggak pernah mempermasalahkan koleksi DVD Power Rangersku yang lebih banyak dari punya ponakan, ibuku nggak pernah mempermasalahkan poster-postrer di kamar, ibu nggak pernah mempermasalahkan kalau tiap hari musik SNSD aku setel begitu keras, ibu nggak pernah mempermasalahkan fisikku, sifatku, tabiatku,  kejelekanku, ibu ku adalah ibu ku, yang selalu bangga dan menyayangiku, bagaimanapun keadaannya.

Aku jadi ingat perkataan ibu padaku suatu hari,

“Bagaimanapun keadaanmu, Nak! Seberapapun kamu sukses, ataupun sejelek apapun keadaanmu, kamu tetap anak ibu,”

Aku benar-benar sangat menyayangi ibu, lebih dari apapun dan aku ingin membahagiakannya terlebih dahulu, memberikan dia menantu dan cucu, walau ibu nggak pernah memaksa aku soal itu, ibu membebaskanku dalam menentukan ini. Yang jelas, aku benar-benar bangga terhadap ibu. TERIMA KASIH IBU, Terima kasih Ya Allah telah memberiku Ibu seperti ibu aku yang sekarang…

“Allah, izinkan lah aku bahagiakan dia, meski dia tlah jauh, biarkan lah aku, beraarti untuk dirinya, Oh Ibu…”


Aksi

Information

4 responses

29 12 2011
Dijual Rumah

emm nice post😀

7 01 2012
damang darmawan

tgh mlm baca blog ini. jd inget ibu saya……miss her much.
she is alone since my dad passed away 3 years ago.
manusia yg sudah berumur lebih dari 55 ingin lebih dimengerti. jgn pernah mengajak mereka untuk berdebat……………………

3 03 2012
Widia Lestarii

jadi INSPIRASI

5 07 2012
eky

jadi ingat ibu nii…:(

memank susa klau jau ama ibu..:(

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: