Sad Movie That Will Make You Cry

15 01 2012
di-bawah-lindungan-kabah

di-bawah-lindungan-kabah

Sebenarnya film ini sudah direkomendasikan si Ijal sama saya beberapa waktu yang lalu, ada 3 mingguan file film ini terbenam di komputer, belum saya apa-apakan, melihat cuplikannya secara sepotong-potong pun saya enggan, mungkin karena saking sibuknya saya sehingga saya bener-bener belum menyentuhnya.

Barulah pada hari Sabtu, 14 Januari 2012 kemarin, saya sempatkan nonton film. Awalnya saya nonton film Khalifah, yang Marsha Timothy bercadar itu, karena bernuansa religi sehingga saya langsung keingat ada satu file film yang tersimpan dlaam direktori E dalam komputer.

Di Bawah Lindungan Ka’bah, itulah judul film tersebut. Saya sudah pernah mendengar film itu, bahkan ponakan saya yang bernama Azhari waktu saya mudik lebaran kemarin sempat mengajak saya nonton film ini, namun entah kenapa saya menolaknya. Dan baru kaliΒ  inilah saya menonton film tersebut.

Sekitar siang, menjelang Dhuhur saya menonton film ini, saya duduk tenang di depan komputer, pake headset dan kebetulan memang saat itu sepi, jadi saya bener-bener konsentrasi ikuti jalan ceirta ini. Detik tiap detik saya ikuti, saya akhirnya tau, siapa Hamid, siapa Zaenab, bagaimana ceritanya hingga beberapa scene cukup membuat mata saya sembab, hampir netes air mata saya, tapi saya hapus sama tissue πŸ˜›

Nah, pas adegan Ibu nya Hamid meninggal dunia di atas kereta yang dikendarai Hamid, barulah saya nangis, bukan hal yang konyol, tapi entah kenapa saya bener2 nangis. kenapa? tentu saya keingat ibu saya di rumah, sebelumnya memang ibu saya memang sakit, infeksi saluran urine, beliau nggak bisa buang air kecil, diselang, ditambah lagi cuaca di rumah lagi dalam keadaan dingin, ibu saya paling nggak betah dengan cuaca seperti itu.

Pas saya nangis itu, kebetulan teman-teman yang seruangan sama saya lagi pada mau Sholat, lantas ngajak saya sambil nanya, “film naon sih san?”

Saya nggak jawab, namun teman-teman ngelihat setumpuk tissue bekas lap dari air mata. Nah lho, jadilah saya menjadi issue hangat di sini, “tingali hasan nangis,”

Saya nangis ngelihat si Hamid yang memeluk ibunya, di akhir hidup ibunya, di atas kereta yang perjalanan menuju pulang, Ibunya sudah lama sakit, namun Hamid nggak bisa menemani karena diusir dari kampungnya. Dan di scene itulah saya bener2 nangis. Ini film bener2 membuat saya nangis hebat!

Sebenarnya, letak inti dari semua ini adalah ketika keadaan film tersebut sesuai dengan keadaan kita, di mana hal terburuk diceritakanΒ  dalam film itu. Saya terlalu melankolis memang, tapi itulah saya! Saya bangga menjadi diri saya sendiri


Aksi

Information

4 responses

22 02 2012
rendy

saya belum nonton 😦

16 03 2012
yuky

gan, backsound blognya agan apa ya ? πŸ™‚

16 03 2012
hasanjunaidi

Only in Dream (OST You are My Destiny) korean drama gan

2 04 2013
aksesoris sparepart motor

film bagus kayanaya, aku juga baru tau. thanks ya udah recommended.

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: