Ramadhan Pasti Menyembuhkan Saya…

26 07 2012

Ramadhan tahun ini adalah ramadhan kedua saya di Bandung, bedanya dulu pas saya di Bandung saya masih orang pendiam, tapi sekarang saya sudah sangat nyaman dengan orang sekeliling saya jadi saya bisa bersikap apa adanya, hahaaaa.. detailnya seperti apa? hanya orang di sekeliling saya yang tau 🙂

Walaupun Ramadhan ini masih sama dengan Ramadhan tahun lalu yang pernah saya posting setahun lalu, yakni keadaan saya jauh dari keluarga saya di sana, tapi saya mendapat keluarga baru di sini, teman-teman kantor saya, ya hampir tiap buka dan sahur paling gak, gak sendiri lah 🙂 apapun itu harus dijalankan dengan senang dan tanpa beban, biar terasa menyenangkan.

Ada satu cobaan di awal Ramadhan ini, saya jatuh sakit. Ceritanya terjadi karena 2 minggu sebelumnya saya disibukkan dengan beberapa aktivitas beruntun, dari lihat konser, pulang kampung, ngurus E-KTP dan KTP, liburan bersama Indosat, dan diakhiri dengan liburan di Ciwidey. Pas akhir itu saya harus angkat dan pindahan kamar, jadi satu koper saya angkat kesana-kemari. Nah, pas sorenya terjadi hal itu, saya gak mau cerita apa itu,..

Tanggal 8 Juli saya ultah, sakit tetap terjadi, dan saya anggap kejadian itu hanya sepele, saya tetep beraktivitas seperti biasa, namun nyatanya terus menerus, saya putuskan untuk pergi ke Rumah Sakit Santo Boromeus Bandung untuk memeriksakannya, sekalian cek lab. Pergi ke sana saya diantar Ilyas.

Di sana juga bertemu dengan dokter Tan, dan seorang suster yang lumayan ramah, saya gak sempet kenalan, apalagi nanya namanya. saya cerita keluhan saya bla bla bla bla, dan dokter memeriksa tekanan darah dan sebagainya, “Normal kok, cobe tes urine ya?” jelasnya.

Dan saya pun tes urine di lab nya, kebetulan antara ruang dokter Tan dan lab agak jauh, saya diantar suster itu ke lab. Ini kali pertama saya tes beginian, kalau tes kesehatan kerja gak sampai yang begini dah, jadi ya saya plonga-plongo gimana ntar, alhamdulilllah nya teteh penjaga labnya ramah,

“Ini nanti minimal setengah botol ini, diambil tengahnya, kamu banyakin minum, itu galonnya dan di sana WCnya,” kata teteh.

“lha teh, masa’ harus minum segalon,” tanya saya.

“Ya enggak, minum saja yang banyak, begitu kerasa pengen pipis, ya segera,” teteh itu tersenyum

Segera saya melakukannya dan 15 menit kemudian saya dapat surat begini. Cepet dan hasilnya pun baik menurut saya ketika melihat isi dari surat ini, walaupun saya agak lupa istilah biologi, tapi gak ditemukan sesuatu yang jelek lah 🙂

surat hasil tes

surat hasil tes

Pas dari ruangan lab dan menuju ke ruang dokter, Ilyas nanya.

“Gimana mas, udah tes urine-nya?” tanyanya

“Udah yas, barusan, ini hasilnya,” kata saya

“Wah diapain saja tesnya?”

“Haduh yas, pake dipegang-pegang, diurut biar cepet keluar,” kelakar saya

“Hahahaa.. yang jaga cowok apa cewek,” Ilyas terkekeh

“Ya cewek lah,,.”

“Hahaha bu suster ketawa…” jawab Ilyas, sambil nunjuk bu suster yang ada di belakang saya

Mampusss saya! Ternyata pembicaraan becandaan tadi didengar oleh suster tadi. Dan suster pun tertawa geli melihat becandaan saya sambil geleng-geleng kepala.

“Sudah mana suratnya, gimana bagus gak?” tanya suster dan kita pun berjalan menuju ruang dokter Tan tadi.

Jujur, saya takut ketika dokter Tan mau ngomong kesimpulan surat tersebut, tapi benar dugaan saya, tidak ditemukan dalam urine saya kondisi yang mencemaskan, semuanya normal.

“Bagus, gak ada bakteri, normal, hanya saja ya memang ada yang seperti kamu bilang, itu pun sedikit, ini saya kasih obat antibiotik dan obat untuk menghentikannya, kamu terlalu capek, kebanyakan kerja, coba kurangi dikit, istirahat memang kalau waktunya istirahat,” saran dokter Tan.

“Oh satu lagi, banyak minum air putih ya,” tambah dokter mengakhiri pertemuan itu.

***

Sepulang perjalanan dari Rumah Sakit ke markas ada satu kejutan lagi, tiba-tiba handphone saya berdering, nomor gak dikenal, waktu itu pas di lampu merah, jadi saya bisa mengangkatnya, dan ternyata itu ternyata ayahnya 6690, sekedar nanya kabar dan menjalin silaturahim lagi 🙂 Entah kenapa ya, ini kali kedua kami bertelepon dan keadaannya selalu sama, sehabis saya dari dokter 🙂

Well, Saya mengira Ramadhan justru akan membuat saya nambah parah, dugaan saya ini melihat dari saran dokter yang mengharuskan saya banyak minum air putih, saya sempat berpikir, gimana pas puasa? saya gak bisa memaksimalkan minum air putih.. ternyata tidak, kondisi saya makin baik, saya banyakin minum air putih setelah buka, tarawih dan saat sahur.Kondisi saya pun beranjak membaik, dan mudah-mudahan saja terus membaik, karena memang kata dokter proses untuk benar-benar normal butuh waktu yang cukup lama.

Ramadhan ini semoga menyembuhkan saya, Allah mengangkat keluhan penyakit saya, dan saya bisa sehat kembali. Hanya Allah lah yang bisa menyembuhkan dari segala penyakit. “Ya Allah, sembuhkan saya, berikan kesehatan kepada saya,  amien…”

Terima kasih Allah, terima kasih dokter, terima kasih Om Allan dan tante Ria atas motivasinya, terima kasih semua teman-teman saya yang mengisi hari-hari saya agar bisa tetep ceria dan mengurangi pikiran terhadap keluhan saya 🙂


Aksi

Information

2 responses

15 08 2012
hasan

trs gue harus bilang wow gitu?

2 04 2013
domtheoos

allah lah memang yang nomer 1 untuk segala hal menyembuhkan penyakit 🙂

Pintu dan Jendela

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: