Sebuah Cerita Mengenai Firasat

19 02 2013

Saya pertama kali mendengar lagu Firasat ketika SMP kalau gak salah, saat itu ketua kelas saya, membaca tulisan saya di buku catatan yang isinya adalah lirik lagu Firasat.

“Ini tulisan kamu?” kata ketua kelas

“bukan, ini lirik lagunya Marcell, Firasat judulnya,” kata saya.

Saya kemudian melihat album Marcell kala itu, kala Marcell masih berambut kribo, pencipta lagu ini adalah Dewi Lestari yang kala itu masih berstatus istri dari Marcell. Dan benar, lagu Firasat akhirnya menjadi Hits setelah Semusimnya Marcell, dan makin ke situ, makin banyak orang yang tau lagu Firasat.

Firasat selain judul lagu, juga menjadi judul salah satu cerita dalam Novel Rectoverso karya Dewi Lestari, dan pada tahun 2013 ini dibuatlah film Rectoverso yang salah satunya mengangkat cerita Firasat. Dalam film Rectoverso ini memang hanya ada 5 cerita dari 11 cerita yang diambil dari Noverl tersebut. Kenapa Firasat? ada apa dengan Firasat?

Jujur saya penasaran karena memang OSTnya sendiri dinyanyikan oleh Raisa. Ya, Raisa menyanyikan kembali lagu Firasat yang sebelumnya dinyanyikan oleh Marcell tersebut. Saya sendiri agak malas ketika disuruh nonton film Indonesia, “ah buat apa? sebentar lagi palingan diputar di TV” itulah alasan saya yang saya yakin banyak juga diamini oleh yang lain. Dan kamu tau? Tahun 2013 ini, Film Rectoverso lah yang menjadi film Indonesia pertama yang saya lihat.

Senja di Firasat

Senja di Firasat

Minggu 17 02 2013 kemarin saya ke Braga, berdua sama temen nonton ini. Saya yakin dia tau kalau saya mengajak nonton karena alasan yang sudah saya sebutkan di atas. Ohya, selain itu alasan saya juga ingin lihat pas cerita Malaikat Juga Tahu, saya tau cerita dan maksud dari ‘Malaikat Juga Tahu;, di klip yang berjudul sama oleh Dewi Lestari sudah cukup menjelaskan, siapa sebenarnya Malaikat tersebut.🙂

Kembali lagi ke Firasat. Firasat sendiri di cerita itu sebenarnya adalah sebuah klub Firasat yang berisi orang-orang yang konon mempunyai keyakinan bahwa dirinya selalu punya firasat sebelum kejadian-kejadian tertentu. Tentu di kehidupan nyata ini bukan hal yang aneh, karena saya pribadi selalu punya feeling atau firasat sebelum kejadian tertentu, baik baik ataupun kejadian jelek, bukan bermaksud menghubung-hubungkan sih, tapi memang begitu adanya.

Nah, salah satu anggota klub Firasat ini adalah Senja (Asmirandah) yang dalam setahun tidak pernah berbagi pengalaman saat pertemuan rutin klub tersebut, Senja hanya berdiam diri mendengarkan pengalaman anggota klub Firasat berbagi pengalamannya soal Firasat. Senja sendiri bergabung setelah mendapatkan firasat sebelum ayah dan adiknya meninggal dunia. Ohya, sebelumnya mari kita simak trailer Firasat terlebih dulu.

Di klub Firasat sendiri diketuai oleh Panca (Dwi Sasono), diam-diam Senja mencintai Panca. Senja sendiri kemudian dalam beberapa hari mendapatkan firasat aneh, seperti kuenya gosong, dia merasa gagal membuat kue padahal dalam setahun dia sama sekali tidak pernah gagal. Senja kemudian bermimpi basah, maksudnya teh mimpi kemudian ada air di sekitar ranjangnya, Senja tenggelam dan kemudian bangun menangis histeris dan akhirnya dipeluk sama ibunya (Widyawati)

Firasat - Rectoverso

Firasat – Rectoverso

Saat adegan di atas lah saya merasa akting Asmirandah luar biasa, air matanya keluar dengan sendirinya. Pokoknya jauh dah yang saya lihat dari sosok Kamilah yang dulu identik dengan Asmirandah ini. Belum lagi ada Widyawati yang bener-bener sosok keibuannya muncul saat kejadian tersebut. Saya sendiri begitu menikmati ketika bagian Firasat dan Malaikat juga Tahu, detik demi detik gak akan saya lewatkan, saya juga menunggu lagu Raisa Firasat muncul dan berharapnya sih munculnya di tengah-tengah film.

Firasat yang dialami oleh Senja tersebut, Senja kira tertuju pada sosok Panca. Senja takut kalau ada apa-apa dengan Panca yang begitu dia cintai, terlebih ketika Panca akan pergi ke rumahnya untuk menjenguk ibundanya yang sakit keras. Senja pun berusaha mencegahnya, namun Panca kemudian tetap berangkat. Lalu, pada siapa firasat Senja itu tertuju? Ibunya? Panca? atau dia sendiri?

Panca dan Senja di Firasat

Panca dan Senja di Firasat

Pada kenyataanya suara lantunan merdu Raisa menyanyikan Firasat tidak ada saat di tengah-tengah film, namun justru di credit title ending film tersebut. Hikmahnya kita bisa mendengar secara penuh lagu tersebut, tidak ada dialog di film, kita bisa fokus mendengar lagu Firasat versi Raisa tersebut. Baru pertama kali ini lah saya bener-bener menunggu film Indonesia hingga duduk tenang mendengar dan menyaksikan credit title sebuah film Indonesia, sampai bener-bener selesai, sampai di gedung tinggal berdua doang, luar biasa suara Raisa.

Raisa sendiri seneng banget saat disuruh menyanyikan lagu Firasat, ini merupakan pengalaman dia yang baru untuk menyanyikan sebuah Soundtrack. Simak wawancara Raisa dengan Prambors di sini.

 


Aksi

Information

One response

2 03 2013
Hety A. Nurcahyarini

gara-gara nonton Rectoverso, malam ini langsung jatuh cinta sama lagu ‘Firasat’ n ‘Malaikat Juga Tahu’ (versi ost-nya lho)

Emang sih lagu lama yang udah lama banget enggak denger. Cinta tak hanya datang karena terbiasa, Cinta bisa datang tiba-tiba karena ada yang berbeda =3

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: