Raisa, Ngopi Yuk?

6 04 2013
Raisa, Ngopi Yuk

Raisa, Ngopi Yuk

Tentu kita masih ingat sekali dong dengan iklan yang mempopulerkan jargon, “Hai, Raisa?”. Ya, iklan Indosat itu walau kini sudah tidak tayang di televisi, namun masih melekat di pemirsa setia televisi. Tentu kita sebagai penonton televisi ingin meniru menyapa Hai Raisa jika ada Raisa di hadapan kita, bukan begitu? Nah, kali ini masih sama, masih iklan dibintangi oleh Raisa, yakni Nescafe. Di iklan ini, pasti kita tidak asing dengan jargon “Raisa, Ngopi Yuk?”

Jargon Raisa, Ngopi Yuk? pertama saya tau dari Twitter, beberapa teman saya mention ke Raisa dengan kata-kata jargon tersebut. Ya, maklumlah saya bukan tipe orang yang suka menyaksikan TV, hahahaa. Baru dari sana, setelah jam pulang kerja saya sempatkan stay di kantor sebenter, streaming TV, menyaksikan beberapa acara dan menunggu iklan Nescafe tersebut.

Baru lah di sini saya bener-bener tau tayangan iklan tersebut. Sebenarnya sebelumnya, iklan Nescafe ini sudah pernah tayang namun dengan versi yang berbeda. Iklan versi Raisa Ngopi Yuk setau saya versi kedua dari iklan Nescafe Raisa. Ya, walaupun hanya tayang beberapa detik saja, namun penampilan Raisa di iklan tersebut sungguh menjadi daya tarik tersendiri.

Kadang saya membayangkan, semasa kuliah dulu ketika nongkrong di kantin kampus sama teman-teman tiba-tiba disamperin Raisa seperti persis yang ada di iklan, hahahaa…. Saya termasuk orang yang suka nongkrong di kantin sama teman-teman sembari menunggu jam kuliah. Nah, kadang saat nongkorng di kantin kampus, memang belinya muyngkin cuma minuman doan, tapi waktu ngobrolnya lama banget. Kantin pusat kampus saya dulu menjadi satu tempat berkumpulnya semua mahasiswa berbagai jurusan.

Raisa, Ngopi Yuk?

Raisa, Ngopi Yuk?

Ketika masa ospek, saya ingat benar tuh kejadian unik. Saya waktu itu masih Maba (Mahasiswa Baru) dan sambil menunggu jam kuliah, saya ngopi dulu di kantin, nah tiba-tiba ada orang yang nyamperin saya, bukan Raisa sih, tapi 4 orang senior saya, sekitar 3 tahun di atas saya.

“Maba Fisika, ya?” kata salah satu kakak senior saya. Ohya mereka mengenal saya dari atribut yang saya pakai, pakai tanda pengenal yang ada di dada, dan pita hitam yang diikat di lengan kanan saya.

“Iya mas,” jawab saya agak ketakutan. Mau diapain apa saya ini? pikiran saya udah was-was.

“Ngopi nggak ngajak-ngajak,” timpal kakak senior saya yang satunya.

Kami berlima pun melakukan pembicaraan, namun ujung-ujungnya tetap saya yang dipojokkan, Ya, namanya saja Maba, saat masa ospek pula, ini bisa dibilang sebagai tes mental, sih. Akhirnya ujung-ujungnya saya di suruh kenalan sama orang di lain meja.

“Tak kenal maka tak sayang toh? tuh ada meja sana, ada dua orang, samperin! minta kenalan, cari informasi-informasi yang mungkin bisa kamu dapatkan dan berguna selama kuliah nanti, nanti info tersebut sampaikan ke kita.” tantang salah satu senior.

“Tapi saya malu, mas!” jawabku

Dan akhirnya sudah bisa ditebak, saya jadi SKSD sama dua orang yang semeja di ujung kantin. Saya nekad dan jujur kalau kenalan di suruh senior saya. Saya menanyakan seputar orang yang saya tanyakan itu, mulai dari nama, alamat asal, jurusan, angkatan, kost hingga info-info gak penting lainnya. Setelah sukses kenalan, saya presentasikan informasi tersebut kepada kakak senior saya yang menyuruh saya tadi, dan mereka senyum-senyum.

Nah, tantangan tidak berhenti pada itu saja. Tantangan kedua saya di suruh berkenalan lagi pada satu meja yang kebetulan juga kakak senior saya yang akan di wisuda, ada satu meja sekitar 8-9 orang.

“Tuh lagi, di meja sana itu kakak senior angkatan tua, kamu harus kenal, siapa tau nanti bisa dapat koneksi kerja praktek atau TA” kakak senior saya menjelaskan alasan kenapa saya harus melakukan apa yang dia suruh.

Saya beranikan diri kenalan, pede banget sumpah, macam sales yang lagi jualan. Padahal tak semua senior yang duduk di meja itu mendengarkan saya, ada sebagian yang cuek sambil makan, tapi saya tetep pede!

“Eh eh dek, kamu itu siapa, ada apa? saya gak ngerti apa dan tujuan kamu di sini,” kata salah satu kakak senior saya.

“Anu kak, saya ini Hasan, Maba Fisika. Saya mau kenalan dengan kakak-kakak di sini,” jawab saya.

“Lho memangnya kita mahasiswa Fisika juga?” timpal kakak senior cewek dengan ketusnya.

“Iya kok, saya tau dari mas yang di sana, mereka yang nyuruh saya kenalan dengan kakak-kakak di sini,” jawab saya.

“Oke, syaratnya kalau kenalan, kamu dulu harus memperkenalkan diri, namun dengan gaya akademia AFI. Ingat kan AFI?” kata kakak senior yang lainnya duduk di sana.

Busyeeeet, gaya AFI? Tahun berapa itu? sekitar saya SMA, beberapa tahun yang lalu. Hahahaa, tiba-tiba dalam otak saya ada nama Very, Mawar, Hera, Dicky dan lainnya, “Halo saya Hasan, dari Gresik, dukung saya menjadi akademia di sini caranya ketik AFI spasi HASAN kirim ke 3977” Hahaaa…

Ya begitulah cerita saya tentang Ngopi., dari Ngopi jadi semakin dekat.. Pengen gitu ya Ngopi bareng beneran sama Raisa, ah semoga🙂 Yuk mari kita saksikan iklannya di sini.


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: