Sebuah Pagi yang Pernah Hilang

13 05 2013

morningAda banyak orang yang silih berganti berada di sekitar kita, bagi kita setiap orang pun mempunyai kesan tersendiri, ada yang bisa dekat dengan kita, dan ada pula yang biasa saja.

Jangan salah, kadang kita baru merasakan betapa berharganya orang tersebut ketika sudah menjauh atau bahkan tidak lagi bersama kita. Jadi manfaatkan benar setiap relation yang ada, kepada orang tua, keluarga, teman atau siapapun yang berada di sekitar kita dengan cara selalu berbuat baik kepada mereka, karena dengan itulah paling gak kita akan menjadi pribadi yang bisa saja tidak akan terlupa bagi mereka.

Saya bersyukur dengan orang-orang yang berada di sekitar saya, mengenal saya dengan saya yang apa adanya. Konflik atau permasalahan memang kerap timbul, namun jika nggak begitu, kita nggak akan belajar dan saling mengenal. Nah, dari sana saya membuat sajak, entah ini dinamakan puisi atau sajak, saya sendiri juga bingung, tiba-tiba tercetus dan yang ada dalam pikiran saja saya tulis, saya menemakannya Sebuah Pagi yang Pernah Hilang, seperti judul postingan saya ini:

Terjerat bulu matamu yang menerawang
Kutemukan sebuah pagi yang pernah hilang
Aku segera bergegas mandi di genangannya
Menyilet kabut, mengoyak nuansa

Oh bidang kosong yang begitu lapang
Hanya sebuah pagi yang pernah hilang
Tanpa bisa menjanjikan apa-apa
Ketika aku kehilangan kedua kalinya

Kudapati aku di atas batu
Menggenggam anyaman di kala itu
Yang susah untuk diterjemahkan
Dan siang begitu cepat datang


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: