Could it Be, Inginku, Melangkah, Bersama…

1 06 2013

Saya melingkari tanggal 30 Mei di kalander meja kantor saya 2 minggu setelah ini, melingkari karena hari itu memang saya rencanakan buat datang ke Jakarta di acara Sunsilk. Walaupun berkesan acara itu buat perempuan, tapi saya tau kalau acara itu juga bisa dihadiri oleh cowok karena acara Sunsilk sebelumnya juga begitu. Saya niat datang, walaupun saya tau itu hari kerja, konsekuensi ya saya bolos atau ajuin cuti. Alhamdulillahnya tanggal segitu tidak ada aktivitas dan event kantor, kerjaan saya hari Kamis sudah saya cicil 2 hari sebelumnya. Jadi saya memutuskan untuk berangkat ke Jakarta.

Kalau saya biasanya nonton Raisa di Jakarta sendiri, naik travel sendiri, pulang-pergi sendiri, terus janjian sama teman-teman yang di sana, tapi kini beda dan lebih menggila. H-2 Pemenang dari Bandung, Famela mengusulkan buat berangkat bareng2 yang dari Bandung ke Jakarta. Saya sebenarnya juga mikir gitu, tapi karena saya gak mau repot cari carteran mobil dan sebagainya, akhirnya niat itu hanya dalam kepala saya saja. Ohya, saya kenal Famela waktu di Ardan, dia ngenalin diri sama Firda ke saya dan Sandy waktu itu, nyapa gara2 saya bawa handycam mungkin, “kakak yang suka upload video-video di YouTube ya?” kata Famela waktu itu. Setelah itu kamipun follow-followan di Twitter.

Famela ini ceritanya punya kenalan persewaan mobil, dia mengalokasikan dana kalau jadi berangkat bareng semua, alokasi dananya hanya Rp 100.000 per orang, sudah termasuk bensin dan sopir. Beda jika naik travel sendiri-sendiri, selain lebih mahal, kita juga terpaku pada waktu. Dengan hanya mengtweet ke semua pemenang yang saya tau, akhirnya saya disepakati kumpul di Balubur Town Square, Kamis pagi jam 9.

Awalnya memang tak saling kenal, baru pertama bertemu. Dari Bandung yang berangkat ada Saya, Ali, Hilman, Ryven, Abay, Famela dan Firda. Jam 9 sebagian sudah kumpul di Dunkin Donuts Baltos, tapi si Famela dan Firda yang ada di mobil lagi dalam permasalahan, si sopir yang sebelumnya dibooking mendadak bisa jam 10 nya. Karena tak mau telat, kita pun sewa sopir seadanya. Untung si Abay bisa nyetir dan tau daerah Jakarta. Akhirnya si Famela juga mengajak ayahnya buat bergantian sopir sama Abay. Luar biasa.

Jam 10 kita berangkat naik Avanza. Dalam mobil awalnya memang tidak saling kenal, beberapa di antara kami bahkan baru pertama bertemu. Saya sebelumnya pernah ketemu Ali dan Hilman waktu di Balai Kota, si Ryven dan Abay baru pertama ketemu. Selain saya, mereka semua baru pertama ketemu, sebenarnya bukan pertama. Mereka mengaku pernah lihat di OZ Radio atau tempat Raisa manggung yang lain, namun dengan moment ini mereka bisa saling kenal, termasuk saya sendiri, hehehee…

Jam 1 siang kita masih di tol Cipularang, sumpah macetnya bikin orang emosi. Jalan hanya pelan banget, sementara di EX Mall, tempat acaranya sudah berlangsung  Press Conference. Menjelang detik-detik jam 2 siang, kita lagi-lagi dipusingkan dengan tidak adanya tempat parkir, sampai muter 2 kali waktu itu. Alhamdulillah, ternyata kita datang passss banget, pas Raisa mau perform. Cobaan belum berhenti, karena kita semua di tahan di luar venue dulu, karena tempat sudah penuh. Tapi tak lama, kita semua masuk dan bisa duduk dengan lega menunggu penampilan Raisa.

Di tempat itu saya ketemu lagi sama Ridwan dan Caca, mereka berdua adalah teman nonton waktu di Java Jazz 2013 kemarin. Juga ada Dini dan Neng Ine yang jauh-jauh dari Cirebon naik kereta berdua, ada juga si Vina dari Kuningan. Trus mana nih si Lizti dan Mbak Layla? Mereka berdua lah yang sangat berjasa banget atas kedatangan saya di sini, saya ngewhats-app lizti, katanya masih otw dan macet.

Raisa membuka performancenya waktu itu dengan single Kilaumu, single yang diciptakan khusus untuk produk tersebut. Saya sempat merekam performnya di video ini

Nah, karena suasana di panggung terlalu penuh sesak, saya akhirnya naik ke lantai 2, ada Caca dan Ridwan yang panggil-panggil saya untuk naik ke atas, ya saya nekad ke lantai 2, dan sepanjang perform saya nonton sama mereka di atas. Teman-teman yang lain memilih di bawah.

“Bawa bannernya gak?” kata Ridwan

“Bawa nih di tas, gak bisa ambil” jawab saya

Si Caca mengambil banner di tas. Ridwan ternyata bawa banner juga, di pasanglah banner tersebut berdekatan, Tangeran dan Bandung. Saya sebenarnya antara malu dan bagaimana gitu, karena belum pernah gila-gilaan seperti ini, apalagi di mall. Tapi karena ada temannya ya mau-mau saja, hahaha. Sepanjang perform tangan kanan saya megang handycam, tangan kiri pegang banner pas di tengah, Si Caca dan Ridwan pegang di sisi kanan dan kiri, sambil teriak-teriak, “Kak Yaya… Kak Yaya…”

Ternyata Raisa tampil hanya 4 lagu, cukup kecewa waktu itu. Tapi katanya Raisa bakal tampil lagi jam 7 malam, ini berarti nunggu 4 jam. Teman-teman rombongan Bandung memilih menunggu sampai jam 7 malam dan pulang malam sekalian, daripada pulang sekarang terus terjebak kemacetan. Menunggu jam 7, kita makan di AW, semua kumpul waktu itu, sekitar ada belasan dari berbagai daerah, Bandung, Tangerang, Jakarta, Kuningan dan Cirebon makan bareng di sana. Luar biasa….

sunsilk5

Sayangnya, Dini dan Neng Ine pulang duluan ke Cirebon, si Vina juga pulang ke Kuningan, jadi sorenya hanya dari Tangerang, Bandung dan Jakarta saja, padahal jam 7 masih ada performance Raisa lagi, Karena kereta jam 1/2 7 sore, jadi mereka harus buru-buru pulang.

 ***

Detik-detik menunggu jam 7 datang, Kita semua memilih duduk paling depan. Sebelum Raisa ada 2 penyanyi/band yang tampil. Alhamdulillah cukup terhibur. Nah di sini tiba-tiba ada dua orang cewek yang lari-lari kecil, terus pelukan, saya ngelihat mereka di samping kiri saya. Saya kenal wajah mereka, maunya nyapa, tapi takut SKSD. Saya tanya Ridwan yang di depan saya.

“Wan, itu mbak Layla dan Lizty?” tanya saya ke Ridwan yang di depan saya.

Yayayayaa benar dugaan saya, itu Lizti dan Mbak Layla yang selama ini kenalnya di Line dan Whats App doang, akhirnya bisa kopi darat di sini🙂 Nah, di tengah band terakhir yang tampil, Raisa dan Mas Wira turun dari eskalator, busyeeeet kayak ngelihat Bidadari turun dari langit🙂🙂🙂

sunsilk3

Jam 7 lebih kira-kira, Raisa tampil, semua yang awalnya duduk berbaris di depan, entah kenapa waktu itu tiba-tiba misah antara bagian laki dan perempuan, si laki di sebelah kiri (saya, ridwan, ali, hilman, ryven dan abay) dan sebelah kanan ada caca, lizti, mbak layla, famela dan firda. Dan tentu banyak juga fans-fans Raisa yang lain, mungkin belum kenal waktu di sana, tapi next time pasti bisa saling kenal dan heboh!

Pas perform dimulai, temen-temen yang memang pada heboh, terutama yang cewek karena saya dan teman-teman pada sibuk potret2 dan rekam rekam.  Apalagi tuh si Famela, Lizti dan Mbak Layla heboh ternyata, saya kira mereka kalem dan pendiam :)) Lucunya security turut ambil hape dan videoin Raisa, dia sepertinya ngefans sama Raisa

Jujur, saya ngerasa di EX Mall terasa lebih eksklusif, gak kayak di Bandung yang belum tentu saya bisa paling depan. Dan cenderung tidak seramai waktu di Bandung, tapi inilah yang saya suka, sepi, enaaak banget yang heboh kita kita sendiri. Raisa menyanyikan Serba Salah, Pergilah, Kilaumu, Firasat, Terjebak Nostalgia, Apalah Arti Menunggu, Cemburu dan ditutup dengan Could it Be. Saya sendiri gak tau apa bedanya session 1 tadi siang dan session 2 malam ini, ya yang jelas ini lebih dari 4 lagu yang di siang tadi, jaid lebih puas karena lebih lama. Saya juga cukup senang, ketika Raisa di panggung bilang, “Terima Kasih Hasan karena sudah mau datang,” Speechless saya waktu mendengar itu, salah tingkah banget, hahahaaa… sumpah lebay saya ini.

Perform pun selesai, namun kita berkumpul di satu spot, berharap ada kesempatan buat bertemu Raisa, tapi akhirnya Raisa keburu pergi ke bawah. Kita tetap kumpul berharap ada keajaiban yang bisa mempertemukan kita semua dengan Raisa, pada kesempatan ini juga lah saya bisa ngobrol lagi dengan Mbak Layla, Lizty, Caca, Ridwan dan teman-teman dari Bandung yang lain. Kalau bisa dibilang mereka semua satu tipe, suka becanda. Saya juga suka becanda, jadi satu tipelah, mungkin awalnya agak-agak jaim kali.

“Bentar ya mudah-mudahan bisa bertemu dengan kakak saya,” kata Lizti

“Sini dek, mana yang mau foto sama Yaya? sini” sahut mbak Layla yang becanda seolah-olah dia Raisa

“Jangan gitu, ini sama Keenan dulu fotonya,” Ridwan tak mau kalah seolah-olah dia Keenan.

“Lho berarti kamu kakak ipar saya.” sahut Lizti

Saya dan semua tertawa melihat tingkah mereka. Hahahaa… Padahal dibalik wajah bahagia kita semua, kita semua punya cerita sendiri bagaimana sampai di sini. Ali dan Hilman bolos les SBMPTN, Famela, Firda, Ryven dan Abay bolos kuliah. Caca bolos kuliah, Ridwan bolos kerja, Lizti bolos kerja juga, dan Mbak Layla juga bolos kerja, saya? Alhamdulillah saya punya boss yang baik hati, boss pasti tau lah kalau saya off kerja, pasti gak akan jauh soal Raisa alasannya, dan bos mengijinkan🙂

Mbak Layla ternyata juga paginya dari Rumah Sakit, tapi pas di pertemuan itu, Mbak Layla sangat ceria. “Itulah, di setiap performa Raisa pasti ada penyembuh,” kata Mbak Layla pada saya

***

Alhamdulillah, akhirnya ada keajaiban yang mempertemukan kita semua dengan Raisa. Walaupun sudah malam banget waktu itu, Raisa berbaik hati mau berbagi tanda tangan dan foto bareng sama teman-teman. Jujur saya senang, melihat wajah-wajah teman-teman dari Bandung yang dari pagi sudah siap, capek, tapi terbayar dengan foto, tanda tangan dan ngobrol2 walaupun cuman bentar. Saya senang karena mereka semua senang, saya yakin begitu juga dengan Lizti, Mbak Layla, Ridwan dan Caca. Saya dapat tanda tangan di poster TRAX ini, saya minta Raisa bubuhkan kata SEMANGAT biar saya bisa semangat tiap hari

sunsilk4

sunsilk6

Kita semua pamit, pulang ke kediaman satu persatu, kurang lebih jam 10 malam. Ya, ini menjadi bagian yang sedih sih enggak, tapi apa ya.. menjadi motivasi lah kalau di next event kita bisa janjian nonton bareng lagi, dan tak akan takut kalau nonton di luar kota tidak ada teman.

Keseruan berlanjut di mobil, Ali, Hilman, Ryven, Abay, Famela dan Firda bercerita betapa senangnya ketemu Raisa. Saya juga senang pasti lah, sepanjang perjalanan pulang dilanjut dengan makan malam di Rest Area dan menuju Bandung terus ngobrol dengan rencana-rencana biar semakin menguatkan sesama fans Raisa di Bandung. Ya, saya pribadi sih oke-oke saja, mumpung masih bisa kayak gini.

Jam 1 malam kita tepat di Pasteur, mengantar Abay. Kemudian mengantar Firda di Gerlong. Saya, Hilman dan Ali turun di Baltos, saya kemudian naik taksi ke kosan, sementara Ali dan Hilman bisa bernafas lega karena motor mereka aman (ditinggal sejak pagi dan takut parkitan tutup gak bisa ambil motor, nyatanya parkir Baltos 24 jam). Si Ryven ikut Famela dan Ayahnya yang menuju arah garut, hahahaaaa betapa bahagianya hari itu, bagi saya dan mereka semua.

Thanks so much to Raisa, mas Wircuy, Mas Boim and team, Lizti, Mbak Layla, Ridwan, Caca, Dini, Neng Ine, Vina, dan semua teman-teman dari Bandung tentunya🙂🙂🙂


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: