Kue Terlezat yang Pernah Dimakan

8 06 2013

HBDSebenarnya keluarga saya di rumah buka usaha keluarga semacam catering kue, Puspita Rasa dan Puspita Rasa Mini yang dikelola oleh kedua kakak dan ibu saya. Jadi dari kecil saya sudah familiar dengan segala jenis kue baik tradisional maupun modern. Cuma saya tidak pernah ingin belajar bikin kue, keterlibatan saya di sana hanya sekedar icip-icip kue-kuenya doang, hahaaa

Nah, jika ditanya kue terlezat apa yang pernah saya makan? Ini saya punya jawaban lain. Ungkapan “Kue terlezat yang pernah saya makan” sebenarnya tercetus dari Lizti dan Chacha waktu gathering YourRaisa di Hidden Park, Taman Langsat, Jakarta, Kamis 6 Juni 2013 kemarin.

Saya tidak mau cerita bagaimana saya bisa sampai di acara ini, karena kalau saya cerita bisa sampai 3 hari gak akan kelar, hehee.. yang jelas, acara yang buat saya sport jantung setelah shubuh karena mengejar keberangkatan travel ini endingnya bahagia. Saya sangat puas dengan hasil dari gathering ini yang sudah dikonsep apik oleh rekan-rekan terhebat saya, Mbak Layla, Lizti, Ridwan dan Chacha. Kembali ke pembahasan kue tersebut, ada cerita kenapa kue tersebut hadir di sana.

Acara gathering yang sudah sejak pagi ini mendapat kejutan dengan kehadiran Raisa. Saya bilang kejutan karena memang kehadiran Raisa dan keluarga tidak kami sangka, dan tentu dengan kedatangan ini kami amat merasa bahagia maksimal. Begitu setelah ada kepastian datang, saya, mbak Layla, Lizti dan Ridwan langsung ke depan taman langsat, menjemput Raisa ini ceritanya.

Sekedar bercanda, mereka berempat bergaya di depan kamera handycam saya dengan alaynya, saya cekikika, apalagi di taman langsat tersebut ada dangdutan kondangan, makin terkekeh kita karena sesungguhnya lagu-lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi dangdut tersebut sudah familiar di telinga kita, namun entah kenapa kita semua gengsi untuk ikut bernyanyi dan berjoged bersama tamu undangan yang hadir.

“Eh, sudah ada bunga belum?” kata mbak Layla

“Buat apa bunga?” sahut Chacha

“Ya buat menyambut Raisa lah, masa di sana gak ada sama sekali, cuman dekorasi itu doang,” jawab Mbak Layla.

“Kenapa nggak kue sekalian?” saran Lizti.

Mbak Layla langsung lari ambil tas yang berisi dompet buat beli kue, ini kenapa mbak Layla lari-lari dari pintu gerbang ke tempat kumpul ya? Padahal saya kan bawa duit buat dipinjami atau ditalangi dulu. Dan saya sama Ridwan pun akhirnya beli kue di Clairmont, Bulungan (saya tau karena masih menyimpan brosurnya buat kenang-kenangan). Ibarat injury time ini mah, pas di sana juga saya bingung milih yang mana, kebanyakan bergenre cokelat, uang cash di dompet terbatas, sebenarnya saya dan Ridwan pengen yang ada boneka-boneka Disneynya namun sekali lagi diurungkan karena duit cash yang di kantong kami terbatas.

Kami akhirnya pilih salah satu kue cokelat, dengan lilin bernomor 2 dan 3 serta pesan ke penjaganya tidak pakai lama. Menunggu menghias kue dan packing ibarat detik-detik menegangkan, seperti menunggu proses persidangan kelulusan sidang skripsi atau undian berhadiah ratusan juta rupiah. Akhirnya kue pun jadi dan dipack dengan cantiknya. Dan pas di kasir, saya baru lihat kalau bisa pake Debit BCA, busyeeet, mana kue sudah dihias dan dipack lagi, tau gitu tadi pilih yang ada Disney-nya.

Nah, Alhamdulillah ketika sampai di taman langsat, Raisa belum datang. Dari kejauhan saya masih melihat Lizti, Mbak Layla dan Chacha saja. Ridwan sama saya masuk ke taman langsat, mengantar kue tersebut ke teman-teman untuk dipersiapkan. Nah, pas nyamperin Mbak Layla, Lizti dan Chacha di pintu gerbang tadi, sudah ada Om Allan, ayahanda Raisa,

Om Allan gak nanya kenapa saya bisa datang ke sini, beliaunya sudah hafal mungkin kalau saya nekad dan gak akan pernah absen datang ke acara-acara seperti ini, malah beliaunya malah bercanda, “San? kalau mau menikah, Sebelum nikah periksakan calon istrimu nanti ke dokter mata? nanti ketahuannya pas setelah nikah bahaya, hahaaa” canda Om Allan

Saya hanya tersenyum dan tau kalau Om hanya becanda, temen-temen yang lain malah menduga kalau hal itu serius, dan saya mengklarifikasinya, heheee. Cukup lama berbincang sama Om, Ridwan, Mbak Layla, Lizti dan Chacha, terlebih menyoal kenapa kalau dangdutan jogednya begini, atau begitu. Dan tiba-tiba ada ibu-ibu nyamperin kita,

“Permisi numpang nanya, apakah benar ini nikahannya anak dari bapak Andi,” kata seroang ibu pada kami.

“Iya bu bener, silakan masuk bu,” jawab kami, padahal aslinya kita tidak tau soal acara kondangan tersebut.

Tak lama setelah itu, Mas Aldi (kakak Raisa) datang. Mas Aldi terakhir saya ketemu waktu di GOR CTra tahun 2012 lalu. Kang Aldi datang bersama Teh Ami Hutami, saya awalnya mengenal teh Ami ini hanya sebatas di Instagram. Eh padahal setelah berbincang ternyata sebelum ini pernah saya sama Teh Ami ini pernah ketemu waktu di Metro Indah Mall taun lalu, tempat bersejarah hingga saya bisa kenal dengan semuanya.

Saya sama mas Aldi dan Teh Ami masuk duluan ke lokasi, kemudian disusul oleh Om Allan. Teman-teman yang di dalam sudah pada kenal tentunya, dan tak lama setelah itu, Raisa datang sama Keenan. Suasana seketika meriah, meriah sekali. Wajah kucel dari pagi tiba-tiba berubah dengan senyuman bahagia karena sang idola datang di acara sederhana dan tempat ini. Saya salut, bener-bener makin ngefans sama Raisa. Pun demikian dengan teman-teman yang datang dari Tangerang, Bandung, Depok, Cinere, Bekasi dan dari Jakarta sendiri, dari wajah mereka terlihat senang karena idola mereka (dan juga saya) datang, sungguh hal yang tak disangka dan tak diduga.

raisaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

yaya

Yang namanya perayaan ulang tahun, ya gitu. Nyanyi Happy Birthday, Make a Wish, Tiup Lilin dan Potong Kue. Nah, di sinilah kemudian muncul “Kue terlezat yang pernah saya makan”. Ceritanya Raisa pootng kue, First Cake buat Chacha karena dia datang paling pagi, kemudian second cake buat Lizti yang punya ide dan mengumpulkan semua teman-teman di sini. Lizti senang sekali mendapat cake dari Raisa, pas dia makan, dia nyeletuk, “Ini adalah kue terlezat yang pernah saya makan, mau nyobain gak?” tawarnya.

Baik Chacha, Lizti dan Mbak Layla, Ridwan ataupun temen yang lain tetep sama, masih sangat heboh sama Raisa, walau secara frekuensi juga sebenarnya lebih sering daripada teman-teman yang lainnya. Ya namanya saja fans, berapa kali pun pasti tetep akan sama hebohnya dan senang waktu ketemu Raisa. Dan dari gathering ini, tentu kita makin kompak, makin kenal satu sama lain yang di luar kota sekalipun. Setelah pertemuan ini tentu tidak putus, saya tau mereka pasti saling follow-followan di Twitter, tukeran email atau Pin BB agar next time bisa ketemu lagi. Jam 4 sore, acara bubar, kita semua balik ke rumah masing-masing. Thanks for all


Aksi

Information

2 responses

29 10 2013
uswatun khasanah

hal itu sangat menakjubkan bagi saya.. saya fans berat raissa tp sampai saat ini saya belum bisa mewujudkan untuk bisa foto bareng dy..hanya beberapa perform dy manggung y saya berusaha untuk menonton.. bagaimana saya bisa bergabung dg fans club raissa?mohon dibantu

29 10 2013
hasanjunaidi

follow Twitter @yourRAISA saja sis, dan datang kumpul nobar kalau yaya perform

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: