Keluarga Cemara: Someday

8 09 2013

friendship-day3Entah darimana istilah seperti yang tertera pada judul, keluarga Cemara! Saya ingat benar tayangan tersebut, ada Abah, Emak, Euis, Ara dan Agil, sebuah keluarga sederhana, harmonis namun bahagia. Dengan penamaan nama “Keluarga Cemara” tersebut, ada harapan pasti jalinan keluarga yang terjalin harmonis seperti mereka.

Pada sebuah Keluarga Cemara ini tidak ada peran Emak, Abah atau siapa anak-anaknya, tapi masing-masing berperan seperti diri sendiri, karena hubungan yang terjadi adalah sebuah persahabatan yang sudah seperti keluarga sendiri. Kedekatan hanya dikarenakan ngelive Raisa bareng, bikin sebuah group, komunikasi everyday everytime. Dari sana kita tau siapa diri kita masing-masing, memang tidak tau benar latar belakang, tapi paling gak masing-masing sudah tau sifat dan karakter masing-masing. Bahkan ada julukan masing-masing, saya dipanggilnya Sensei, yang artinya guru. Bukan berarti saya paling baik dan bisa menjadi sosok Guru yang digugu dan ditiru, tapi karena yaaaaa you know lah, gak enak saya cerita di sini. Yang jelas, dengan adanya panggilan tersebut itu tanda sayang mereka pada saya, dan keberanian mereka mengejek saya itu juga berarti mereka sudah menganggapnya bukan orang lain lagi,

Saya ingat benar, pada suatu ketika ada sebuah keretakan yang terjadi, bersumber pada kesalahpahaman, ada sekitar satu mingguan ‘vakum’, namun entah kenapa masing-masing dari kita sadar, we can’t just replace a best friend, especially if the friendship lasted for a while.. and there’s so many memories, dari sana lah kemudian Keluarga Cemara terjalin kembali, bertemu kembali semuanya pada satu acara peresmian Raisa sebagai brand ambassador Sennheiser, full dan gak ada yang gak datang. Bolos kerja, bolos kuliah. Yakin sih, masalah-masalah kemarin itu hanya bisa diselesaikan ketika kita bertemu kembali semuanya.

Saya pribadi memang dari luar terlihat sosok yang pendiam dan pemalu, tapi itu pandangan pertama kali. Saya akan menunjukkan karakter asli saya kepada mereka yang sekiranya membuat saya nyaman untuk berteman, teman-teman kuliah, teman kantor dan mereka sudah tau sifat asli saya, yang artinya bahwa secara pribadi saya menganggap mereka bukan seperti orang lain lagi, tapi orang yang dekat. Pun demikian juga yang lain, awalnya memang diam-diaman, namun lama kelamaan menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya.

Sebenarnya kenal mereka juga belum setahun, tapi kedekatan dan jalinan persahabatan ternyata tidak tergantung seberapa lama kita saling mengenal, namun karena saling adanya keterbukaan dan persamaan satu sama lain. “Sensei, lu pindah saja ke Jakarta, lu cari kerja di sini,” 

Yang jelas bagi saya pribadi, semua yang sudah terjadi selama ini adalah sebuah proses pendewasaan diri untuk sebuah persahabatan yang lebih baik lagi. Saya ngerti masing-masing pasti ada masalah tersendiri pada kehidupan pribadi, namun tugas kita saling mengisi, suppot masing-masing apapun keadaannya. Saya memang menjadi kakak pertama, namun bukan berarti yang paling benar, yang penting kita saling mengingatkan satu sama lain🙂 There’s little ships, there’s big ships, but the best of those is friendship (unknown)

Thanks to Kinan, Surabi, Mimin, Enci dan Tukang Pajak🙂 dan inilah sosok dibalik yang mendekatkan kita, Raisa! sengaja saya pilih lagu ini karena saya yakin silaturahim yang kita jalin will be together forever


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: