Nugroho Salah Alamat – Sebuah Cerita di Perkuliahan

5 12 2013

mengajarTiba-tiba saya keingat cerita beberapa tahun yang lalu, saat saya masih semester 5/6. Di kampus saya, semester 5-6 adalah masa-masa di mana memegang tonggak kepengurusan di Himpunan Jurusan. Pun demikian juga saya, saat semester tersebut saya memegang 3 jabatan, sebagai Ketua Kominfo Jurusan, Bendahara di Kajian Jurusan, serta Ketua Divisi di IECC ITS (Badan Semi Otonom BEM ITS, red –dulu, saya kurang tau status IECC ITS sekarang-)

IECC sendiri merupakan ITS Education Care Center, kurang lebih organisasi ini kegiatannya adalah mengajar ke siswa-siswa di sekitar kampus secara suka rela, ya semacam kasih bimbingan belajar ke mereka secara suka rela gitu. Nah di organisasi tersebut saya diamanahi sebagai salah satu ketua Divisi yang sub bidangnya semacam Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) khususnya sesama teman-teman pengurus dan pengajar. Saya sendiri masuk ke dalam kepengurusan karena diajak Andik, anak Teknik Mesin. Saya sendiri sudah akrab sama Andik, karena Andik ini teman satu TPB saya selama 2 semester awal kuliah, Andik juga teman satu Departemen Pengabdian Masyarakat kepengurusan BEM ITS tahun lalu. Jadi dia mengajak saya karena sudah tau karakter saya, mungkin.

Salah satu program kerja divisi saya adalah upgrading pengurus, di sini saya sebagai ketua panitianya. Siang itu saya berdiskusi sama Andik tentang pembicara dan materi acara tersebut. Beberapa nama sudah kami list, nama-nama yang kita list tentu mereka yang sudah berpengalaman di bidangnya, seperti Kahima, mantan pengurus BEM, mantan Presiden BEM sampai dosen sekalipun.

San, bagaimana kalau yang mengisi materi ini Mas Nugroho?” usul Andik

Mas Nugroho yang dulu Presiden BEM bukan?” tanya saya

“Iya, bagaimana? nanti saya deh yang ngomong ke mas-nya”

“Oke ya sudah, saya ada kontaknya kok”

Nah, saat itu ada teman lain yang ada perlu sama saya, yang jelas setelah itu saya sibuk dengan yang lain, hingga pembicaraan masalah pengisi materi ini sempat kepending gara-gara ini. Andik mungkin segera ingin tau nomor kontaknya Mas Nugroho ini, dia pun tanya kepada saya.

“San mana nomor hapenya Mas Nugroho, saya mau ?”

“Ini di hape, cari namanya Nugroho” Saya memberikan hape saya kepada Andik.

Andik-pun kemudian mencari kontak di hape saya, dia pun SMS kepada nomor Nugroho yang dia lihat di hape saya. Saya sih tenang-tenang saja, karena pasti urusan semuanya beres.

****

Dua tiga hari berlalu, hari H semakin dekat. saya mengadakan rapat ini kembali untuk mengetahui sejauh mana persiapan teman-teman. Pas di rapat itu Andik ketawa-tawa sendiri.

“Duh san, piye iki, beuh” keluh Andik

“Kenapa Ndik?” saya penasaran

“Itu Mas Nugroho.”

“Mas Nugroho kenapa, nggak bisa ngisi?”

“Bukan, Mas Nugrohonya salah”

“Maksudnya?” saya makin penasaran.

Andik pun bercerita kalau waktu itu dia sudah save nomor Mas Nugroho di hape saya, kemudian dia membuat janji ketemuan dengan Mas Nugroho untuk memintanya menjadi pembicara di acara kami serta memberikan kisi-kisi materi. Namun, betapa terkejutnya Andik karena Mas Nugroho yang kita maksud bukan Mas Nugroho yang ex Presiden BEM, tapi Mas Nugroho kakak angkatan saya, 2 tahun di atas saya. Saya sendiri menyimpan nomor Mas Nugroho ini karena dulu pinjam buku-buku kepada Mas Nugroho ini. Ohya Mas Nugroho saat itu cuti, jadi saya sendiri jarang ketemu dia di kampus.

“Hahahahahahhaaa…..” saya tertawa lepas kala itu.

“Ya karena terlanjut, ya sudah, akhirnya saya meminta Mas Nugroho itu buat jadi pembicara, malu lah San kalau tiba-tiba batalin” jelas Andik.

“Lagian kamu sih kenapa waktu itu nggak nanya dulu, nama Nugroho di hape saya kan gak hanya satu”

Saya sendiri sempat khawatir, bukan meragukan kemampuan Mas Nugroho senior saya itu. Cuman dari segi pengalaman berorganisasi, tentu Mas Nugroho yang asli lebih dibanding Mas Nugroho senior saya.

***

Hari H pun tiba, saya ketemu Mas Nugroho setelah beberapa bulan tidak ketemu karena dia sedang cuti kuliah, Saya tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tentang alasan kenapa dia diundang sebagai pembicara, Mas Nugroho pun tidak menanyakannya, tidak menanyakan mendapat rekomendasi darimana. Pas bagian Mas Nugroho mengisi, dia pun sedikit mereview riwayat CVnya, ternyata cuti kuliah dia gunakan untuk bekerja dan kuliah lagi di Universitas Terbuka. Selama kuliahpun dia menjadi orang penting di Kopma ITS.

Sejauh materi itu disampaikan Mas Nugroho ini, semua peserta sangat antusias sekali, bahkan inilah materi yang paling interaktif dan membuat semua peserta tertawa senang. Saya sama Andik yang berada di luar ruangan juga lega, walaupun ‘salah alamat’, namun tetap pada satu tujuan, yang penting tujuan tersampaikan. Surprisenya lagi, Mas Nugroho ini menjadi pembicara favorit selama Up Grading berlangsung.


Aksi

Information

One response

18 10 2015
Inzanami

Terimakasih sudah menerangkan tentang apa itu LDR alias lelah disiksa rindu

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: