Pa, Pulangnya Bawa Martabak

16 01 2014

martabak“Pa, pulangnya bawa martabak,” begitulah kata-kata di SMS yang akhir-akhir ini hampir setiap hari saya terima.

Saya tidak tau nomor tersebut, nomor yang kirim SMS tersebut tidak ada di kontak saya. Entah siapa yang kirim tersebut. Awalnya saya pikir orang yang kirim SMS  tersebut cuma iseng atau salah kirim, namun dari hari ke hari SMS dengan kata-kata yang sama terkirim di hape saya.

Bagi saya agak ganggu ya SMS kayak gitu, nah saya pribadi gak ngeh apa maksud SMS tersebut, gak tau pula siapa yang kirim, kata-kata “Pa,” itu berarti “Papa”, sementara saya belum punya anak. Tapi walaupun ganggu, saya tetap biarkan saya SMS itu, tidak merespon, tidak membalas, atau menelepon balik nomor itu.

Hari-hari berikutnya saya tetap dikirimi SMS tersebut, tapi tetep saya tidak meresponnya sama sekali. Sempat dalam 2-3 hari nomor tersebut tidak mengirim SMS, cukup kehilangan sih, heheee.

Nah, uniknya tadi barusan banget, nomor itu telepon. Saya angkat, “Halo… halo…” tapi tidak ada sahutan.

Baru beberapa detik kemudian, ada suara terdengar, suara anak kecil, dan kata-kata yang terdengar pun sama.

“Pa, Papa… pulangnya bawa martabak ya?” kata anak kecil itu

Saya terdiam, nggak tau mau mengatakan apa. Gak mungkin dong saya bilang maaf ini bukan papa kamu, maaf kamu salah sambung, maaf ini siapa ya? gak mungkin kan? Saya bingung mau ngomong apa.

“Halo papa, pulangnya bawa martabak ya?” kata anak kecil itu lagi

“Hmmm.. iya, iya nanti Papa bawakan martabak buat kamu,” sahut saya

Ya, saya pura-pura menjadi papanya dia. Saya nggak tau harus mengatakan apalagi. Anak tersebut lalu mengajak ngobrol saya.

“Papa, papa pulang jam berapa?”

“Jam 5 sayang, ini siapa?” jawab saya, hahahaa entah kenapa saya ngomong “ini siapa” tapi anak tersebut menjawab

“Miftah, Miftah Pa.. Pa jangan lupa bawa martabak ya?”

“Iya Miftah, nanti pulang papa bawa martabak. Miftah sudah makan?”

“Sudah, Pa.. Ya sudah Pa, bawa martabak ya”

Klik, telepon pun ditutup. Saya senyum-senyum sendiri. Jadi selama ini yang kirim SMS ke saya itu anak kecil. Saya langsung ingat keponakan-keponakan saya di rumah. Yang tiap hari kalau saya lagi pulang kampung, saya gilir mereka untuk saya ajak jalan-jalan. Ponakan saya banyak sih, jadi tidak bisa membawa mereka sekaligus🙂

Ini kejadian nyata, tidak mengada-ada. Karena penasaran, saya kemudian nge-track nomor tersebut. Ternyata hasil googling, 022 sekian-sekian itu adalah nomor rental mobil di wilayah Bandung. Saya masuk ke website tersebut dan saya senyum ketika baca kalau pemilik nomor itu juga bernama Hasan. Mungkin si Pak Hasan ini tidak memakai nomor tersebut dan memberikan pada si Miftah ini.


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: