Sebuah Cerita Air Mata Kesendirian

29 01 2014

unspokenPernah nggak sih kamu suka sama orang, tapi kamu nggak bisa berbuat apa-apa? Jangankan ngomong, menyapa pun tidak berani. Yang kamu lakukan hanya bisa memandannya dari kejauhan, melihat dia beraktivitas, dan itu bisa membuatmu senang.

Parahnya, perasaan seperti itu berlangsung tidak hanya dalam hitungan hari, tapi berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Tiap hari seperti sebuah serial sinetron yang makin penasaran untuk diikuti, besok gimana lagi ya dia? besok dia pakai baju apa ya? besok dia ngapain ya? besok rambutnya dikuncir apa nggak ya? Ini juga mungkin yang bikin semangat kamu kuliah/kerja atau sekolah.

Lagu berjudul Temodemo No Namida alias Air Mata Kesendirian ini mungkin mewakili jika kamu punya perasaan seperti di atas, punya cinta dalam hati yang tidak bisa kamu ungkapkan. Saya awalnya sudah pernah mendengar lagu ini dari Melody dan Jeje di YouTube. Namun lagu ini serasa punya tambahan nyawa pada versi cover yang hanya diiringi gitar akustik, makin syadu, serius!

Saya sendiri pernah mengalami perasaan serupa saat kelas 3 SMA, dia kelas 1 SMA, sebut saja namanya Putri. Dia ikutan ekstrakulikuler tari. Saya tau nama dia Putri sat dia berlalu di depan saya, kita berpapasan (berhadapan) dan membaca name tag di dada seragamnya, Putri.

Putri bukanlah sosok yang tinggi cantik, berambut panjang, bukan! Putri sosok tubuhnya ramping, tingginya sebahu saya, rambut dia berpotongan pendek, namun trendi. Sisi trendi dialah yang mungkin bikin saya penasaran sama dia. Anak kelas 1 waktu itu kelasnya ada di atas, dan kelas saya di bawah, kebetulan kelas saya dekat dengan kantin, saya selalu duduk di depan kelas saat istirahat, menunggu dia turun dan menuju ke kantin. Saat itulah saya mengikuti dia dari belakang, saya yakin dia ngerti kalau saya selalu ngikutin dia selama beberapa minggu.

Dari sanalah saya kemudian kenalan, tau nama dia itu Putri. Kebetulan keberuntungan memihak pada saya, saya bisa dekat dengan dia, ya walaupun tidak lama karena saya memutuskan untuk menyudahi karena konsentrasi ke Ujian Nasional, hehee…

Walau ku sangat ingin bertemu, Walau ku menyukaimu, Kau jalan berlalu di depan mataku.. Walaupun jadi begini, Aku tetap melihatmu dari tempat ini.. Walau ku sangat ingin bertemu, Walau ku menyukaimu, Kau bahkan tidak menoleh ke arahku… Walaupun kupakai payung, Pipiku pun tetap basah, Diri ini tak berdaya, Temo demo no namida

Kamu punya cerita yang sama? share dong… sambil denger lagu tersebut di sini.


Aksi

Information

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: