Penantian Panjang Pemicu Detak Jantung

25 05 2015
konser-raisa1

source: Twitter @raisa6690 | 12:19 PM – 25 May 2015

Flashback sebentar, Setiap kali pulang dari Jakarta menuju Bandung, sekitar pukul 23.00 WIB, berbulan-bulan atau 1-2 tahun lalu, kita selalu berkelakar, “kapan ya kita bisa satu bis gitu ke Jakarta, bareng-bareng sama anak-anak yang lain buat nonton Raisa?” Itu yang selalu menjadi pertanyaan bagi kami.

Bagaimana tidak, mobil hanya di isi olehh maksimal 8 orang, parahnya orangnya hanya itu-itu saja, Saya, Ali, Eko, Tonny, Rhea dan Elsa, selalu formasi itu-itu saja, itupun kalau lengkap. Ya, memang kalau ada waktu dan rejeki, kita pasti menyempatkan lihat perform Raisa di Jakarta, pulang pergi, Bandung  – Jakarta – Bandung. Hal itu rutin kami lakukan sedari tahun 2013. Hingga bermimpi kapan bisa rombongan satu bisa, rame-rame.

Mimpi itu terwujud, ketika konser Raisa tanggal 24 Mei 2015. Beberapa saat setelah harga tiket konser diumumkan dan dijual, sekitar awal bulan April 2015, kami langsung meet up, sekedar ngobrol untuk membuat rombongan menuju konser. Alasan kita sederhana, karena ini mimpi kita dari dulu, itu saja dan setelah ada kesempatan seperti ini kami pun membuat rencana sederhana. Awal meet up hanya ngobrolin soal anggaran berapa tarif yang dikenakan per orangnya, hingga keluar sebuah angka dan fasilitas yang didapatkan plus anggaran untuk overtime nantinya, hasil meet tersebut kami rangkum dalam sebuah desain pengumuman seperti ini.

poster-fix-final

Menjelang hari H, sekitar 31 seat terisi penuh. Menjelang hari H pun kami makin disibukkan untuk mempersiapkan hal ini, seperti desain banner, lunch, snack, roti, door prize, hingga membuat acara kecil-kecilan sedemikian rupa yang bisa membuat teman-teman biar tidak melupakan perjalanan menuju konser Raisa, Hampir setiap dua hari atau tiga hari sekali kami bertemu, melakukan meet up lagi dan lagi, memenuhi kebutuhan dan perhitungan keuangan.

Hari H pun tiba, tanggal 24 Mei 2015. Sedari jam 07.00 WIB kami bertemu di ITB, Alhamdulillah semua datang tepat waktu. Kami menghias bis sedemikian rupa dengan ciri khas #MagnumKonserRaisa Pemeran Utama. Perjalanan dimulai, kami sudah mempersiapkan video karaoke lagu-lagunya Raisa, namun ya gitu ada saja ulah anak-anak, ada gimmick-gimmick atau sekedar guyonan untuk menghangatkan suasana.

Sepanjang perjalanan Tol Cipularang, bis kami cukup menyita perhatian mobil-mobil yang lewat, kadang ada mobil yang sengaja membuka kaca jendela untuk memfoto bis kami, hahaaa… Termasuk di KM 97 Rest Area, bis kami mendadak seperti area photobooth, dijadikan tempat foto, “nggak apa-apa nggak bisa dapat foto sama Raisa-nya, foto sama banner ini sudah cukup,” kelakar seorang Bapak.

Nggak lama terasa perjalanan kami, sekitar jam 10an, kami sudah datang ke Halim Perdana Kusuma, di sini kami janjian dengan YourRaisa daerah lain untuk melakukan perjalanan bareng menuju Istora Senayan. Sembari menunggu, kami buat acara tukar kado 10ribu yang dibungkus koran, kemudian diacak sedemikian rupa, sehingga dipastikan kado dari kita tidak dipegang kita sendiri. Acara cukup seru, teman-teman semua cukup terhibur. Saya pribadi mendapatkan permen Happydent White yang diketahui akhirnya dari Nova.

Tak lama kemudian, rombongan YourRaisa luar kota datang, mereka berada pada 1 elf dan 1 mobil, tentu dengan banner dan identitas yang tak kalah kece. Kami pun berangkat menuju Istora Senayan dan menunggu di depan Istora hingga konser di mulai.

Di moment-moment seperti ini, saya cukup senang, karena bisa bertemu dengan teman-teman lama yang selama ini berinteraksi di sosial media atau chat apps. Saya bertemu kembali dengan teman-teman Surabaya, dulu pernah waktu mudik dan ngelive Raisa bertemu mereka. Kemudian ada juga dari Yogyakarta, Semarang, Palembang, Pontianak, Jabodetabek dan Singapura.

One Last Cry

Tentu yang tak kalah berkesan dari semua ini adalah konser Raisa itu sendiri. Saya berada di festival, kumpul dengan teman-teman Bandung berada di satu spot dalm ribuan orang yang tumpah ruah di Istora Senayan. Konser dimulai tepat pukul 20.00 WIB dan dibuka dengan single Pemeran Utama, semua sing along, karaoke massal, larut dalam suasana malam itu.

source: Twitter @raisa690 | 8:38 PM - 24 May 2015

source: Twitter @raisa690 | 8:38 PM – 24 May 2015

Sepanjang konser, ada 3 momen yang paling bikin saya berkesan dan terharu. Video yang menceritakan perjalanan Raisa dari kecil hingga seperti sekarang diputar di screen. Suara anak kecil yang lagi menyanyi terdengar, nggak fals, lucu, orang-orang di sekitar saya tersenyum, gemas dan seketika tertawa ketika suara anak kecil terdengar “eh salah”, hahaa….

Suara yang tak kalah membuat saya kagum ketika lantunan suara menyanyikan lagu Menghitung Hari Krisdayanti terdengar, njiiiiir, saya merinding! Di akhir video, semua orang tau makna video itu memang perjalanan karir Raisa dan makna Pemeran Utama sebagai tajuk dari konser ini.

Momen kedua yang membuat saya haru adalah ketika Raisa mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya, ini membuat saya mengeluarkan air mata, entah kenapa, terharu dan teringat orang tua saya di rumah yang kini tinggal Ibu seorang. Ya maklum, saya nggak ketemu Ibu tiap hari, saya hanya bisa meneleponnya untuk sekedar ngobrol dan lepas kangen. Saya sadar belum membanggakan ibu sepenuhnya…

Dan yang ketiga, ketika Raisa menyanyikan lagu dari Brian Mcknight berjudul 6,8,12 dan One Last Cry. Ini membuat saya flashback ketika awal saya bertemu Raisa, dan lagi-lagi saya terharu, hiks, mellow banget dah keadaan malam itu. Kehangatan, attitude dan suaranya membuat saya tetap ngefans sama dia hingga detik ini. Belum lagi di sini saya bertemu dengan teman-teman terbaik seperti mereka, yang membuat saya nyaman seperti saya berada di tengah saudara-saudara saya di rumah. Nggak terasa, 2 jam berlalu dan konser selesai, sangat cepat berlalu….

Di luar itu semua yang tak kalah membuat saya menilai bahwa ini menjadi suatu hal yang luar biasa adalah bentuk perhatian dari orang terdekat Raisa kepada teman-teman yourRaisa. Sekedar menanyakan kabar, keberadaan, proses persiapan kegiatan ini, mengirim makanan dan pemberian advice atau saran itu menjadi suatu bentuk penghargaan yang lebih dari apapun. Saya sempat bertemu dengan Mas Aldi ketika pulang konser, kita saling sapa. Dia berujar, “terima kasih ya san, sudah membantu”, kata terima kasih ini juga bikin saya merasa nggak bisa ngomong apa-apa, karena saya lah yang seharusnya  berterima kasih kepada mereka semua. Saya nggak bisa membalas apa-apa, biar Allah yang membalas segala kebaikan mereka selama ini.

Cepat Pulang, Cepat Kembali

Sekitar pukul 23.00 WIB kami semua berkumpul di parkiran, berkumpul untuk berpamitan, bersalaman dan kembali ke domisilinya masing-masing. Perjalanan pulang lancar, jam 02.00 WIB kami sampai ke Bandung, melalui tol Padalarang, menuju Cimahi dan mengantarkan satu persatu teman ke rumahnya masing-masing. Praktis selesai jam 03.30 WIB hingga sampai ke rumah masing-masing dengan menyimpan rasa kesan yang mendalam dengan perjalanan seharian ini, sungguh berkesan, menyenangkan dan ingin diulang kembali.

Berikut video perjalanan kami, hanya perjalanan saja yang sangat singkat dirangkum cuman 10 menit. Namun perjalanan ini makin mendekatkan kami semua

 


Aksi

Information

One response

8 06 2015
jtxmisc

termakasih infonya, visit blog dofollow saya juga ya gan🙂 , Abeje

Balas Komentar Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: