Penantian Panjang Pemicu Detak Jantung

25 05 2015
konser-raisa1

source: Twitter @raisa6690 | 12:19 PM – 25 May 2015

Flashback sebentar, Setiap kali pulang dari Jakarta menuju Bandung, sekitar pukul 23.00 WIB, berbulan-bulan atau 1-2 tahun lalu, kita selalu berkelakar, “kapan ya kita bisa satu bis gitu ke Jakarta, bareng-bareng sama anak-anak yang lain buat nonton Raisa?” Itu yang selalu menjadi pertanyaan bagi kami.

Bagaimana tidak, mobil hanya di isi olehh maksimal 8 orang, parahnya orangnya hanya itu-itu saja, Saya, Ali, Eko, Tonny, Rhea dan Elsa, selalu formasi itu-itu saja, itupun kalau lengkap. Ya, memang kalau ada waktu dan rejeki, kita pasti menyempatkan lihat perform Raisa di Jakarta, pulang pergi, Bandung  – Jakarta – Bandung. Hal itu rutin kami lakukan sedari tahun 2013. Hingga bermimpi kapan bisa rombongan satu bisa, rame-rame.

Mimpi itu terwujud, ketika konser Raisa tanggal 24 Mei 2015. Beberapa saat setelah harga tiket konser diumumkan dan dijual, sekitar awal bulan April 2015, kami langsung meet up, sekedar ngobrol untuk membuat rombongan menuju konser. Alasan kita sederhana, karena ini mimpi kita dari dulu, itu saja dan setelah ada kesempatan seperti ini kami pun membuat rencana sederhana. Awal meet up hanya ngobrolin soal anggaran berapa tarif yang dikenakan per orangnya, hingga keluar sebuah angka dan fasilitas yang didapatkan plus anggaran untuk overtime nantinya, hasil meet tersebut kami rangkum dalam sebuah desain pengumuman seperti ini.

poster-fix-final

Menjelang hari H, sekitar 31 seat terisi penuh. Menjelang hari H pun kami makin disibukkan untuk mempersiapkan hal ini, seperti desain banner, lunch, snack, roti, door prize, hingga membuat acara kecil-kecilan sedemikian rupa yang bisa membuat teman-teman biar tidak melupakan perjalanan menuju konser Raisa, Hampir setiap dua hari atau tiga hari sekali kami bertemu, melakukan meet up lagi dan lagi, memenuhi kebutuhan dan perhitungan keuangan.

Hari H pun tiba, tanggal 24 Mei 2015. Sedari jam 07.00 WIB kami bertemu di ITB, Alhamdulillah semua datang tepat waktu. Kami menghias bis sedemikian rupa dengan ciri khas #MagnumKonserRaisa Pemeran Utama. Perjalanan dimulai, kami sudah mempersiapkan video karaoke lagu-lagunya Raisa, namun ya gitu ada saja ulah anak-anak, ada gimmick-gimmick atau sekedar guyonan untuk menghangatkan suasana.

Sepanjang perjalanan Tol Cipularang, bis kami cukup menyita perhatian mobil-mobil yang lewat, kadang ada mobil yang sengaja membuka kaca jendela untuk memfoto bis kami, hahaaa… Termasuk di KM 97 Rest Area, bis kami mendadak seperti area photobooth, dijadikan tempat foto, “nggak apa-apa nggak bisa dapat foto sama Raisa-nya, foto sama banner ini sudah cukup,” kelakar seorang Bapak.

Nggak lama terasa perjalanan kami, sekitar jam 10an, kami sudah datang ke Halim Perdana Kusuma, di sini kami janjian dengan YourRaisa daerah lain untuk melakukan perjalanan bareng menuju Istora Senayan. Sembari menunggu, kami buat acara tukar kado 10ribu yang dibungkus koran, kemudian diacak sedemikian rupa, sehingga dipastikan kado dari kita tidak dipegang kita sendiri. Acara cukup seru, teman-teman semua cukup terhibur. Saya pribadi mendapatkan permen Happydent White yang diketahui akhirnya dari Nova.

Tak lama kemudian, rombongan YourRaisa luar kota datang, mereka berada pada 1 elf dan 1 mobil, tentu dengan banner dan identitas yang tak kalah kece. Kami pun berangkat menuju Istora Senayan dan menunggu di depan Istora hingga konser di mulai.

Di moment-moment seperti ini, saya cukup senang, karena bisa bertemu dengan teman-teman lama yang selama ini berinteraksi di sosial media atau chat apps. Saya bertemu kembali dengan teman-teman Surabaya, dulu pernah waktu mudik dan ngelive Raisa bertemu mereka. Kemudian ada juga dari Yogyakarta, Semarang, Palembang, Pontianak, Jabodetabek dan Singapura.

One Last Cry

Tentu yang tak kalah berkesan dari semua ini adalah konser Raisa itu sendiri. Saya berada di festival, kumpul dengan teman-teman Bandung berada di satu spot dalm ribuan orang yang tumpah ruah di Istora Senayan. Konser dimulai tepat pukul 20.00 WIB dan dibuka dengan single Pemeran Utama, semua sing along, karaoke massal, larut dalam suasana malam itu.

source: Twitter @raisa690 | 8:38 PM - 24 May 2015

source: Twitter @raisa690 | 8:38 PM – 24 May 2015

Sepanjang konser, ada 3 momen yang paling bikin saya berkesan dan terharu. Video yang menceritakan perjalanan Raisa dari kecil hingga seperti sekarang diputar di screen. Suara anak kecil yang lagi menyanyi terdengar, nggak fals, lucu, orang-orang di sekitar saya tersenyum, gemas dan seketika tertawa ketika suara anak kecil terdengar “eh salah”, hahaa….

Suara yang tak kalah membuat saya kagum ketika lantunan suara menyanyikan lagu Menghitung Hari Krisdayanti terdengar, njiiiiir, saya merinding! Di akhir video, semua orang tau makna video itu memang perjalanan karir Raisa dan makna Pemeran Utama sebagai tajuk dari konser ini.

Momen kedua yang membuat saya haru adalah ketika Raisa mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya, ini membuat saya mengeluarkan air mata, entah kenapa, terharu dan teringat orang tua saya di rumah yang kini tinggal Ibu seorang. Ya maklum, saya nggak ketemu Ibu tiap hari, saya hanya bisa meneleponnya untuk sekedar ngobrol dan lepas kangen. Saya sadar belum membanggakan ibu sepenuhnya…

Dan yang ketiga, ketika Raisa menyanyikan lagu dari Brian Mcknight berjudul 6,8,12 dan One Last Cry. Ini membuat saya flashback ketika awal saya bertemu Raisa, dan lagi-lagi saya terharu, hiks, mellow banget dah keadaan malam itu. Kehangatan, attitude dan suaranya membuat saya tetap ngefans sama dia hingga detik ini. Belum lagi di sini saya bertemu dengan teman-teman terbaik seperti mereka, yang membuat saya nyaman seperti saya berada di tengah saudara-saudara saya di rumah. Nggak terasa, 2 jam berlalu dan konser selesai, sangat cepat berlalu….

Di luar itu semua yang tak kalah membuat saya menilai bahwa ini menjadi suatu hal yang luar biasa adalah bentuk perhatian dari orang terdekat Raisa kepada teman-teman yourRaisa. Sekedar menanyakan kabar, keberadaan, proses persiapan kegiatan ini, mengirim makanan dan pemberian advice atau saran itu menjadi suatu bentuk penghargaan yang lebih dari apapun. Saya sempat bertemu dengan Mas Aldi ketika pulang konser, kita saling sapa. Dia berujar, “terima kasih ya san, sudah membantu”, kata terima kasih ini juga bikin saya merasa nggak bisa ngomong apa-apa, karena saya lah yang seharusnya  berterima kasih kepada mereka semua. Saya nggak bisa membalas apa-apa, biar Allah yang membalas segala kebaikan mereka selama ini.

Cepat Pulang, Cepat Kembali

Sekitar pukul 23.00 WIB kami semua berkumpul di parkiran, berkumpul untuk berpamitan, bersalaman dan kembali ke domisilinya masing-masing. Perjalanan pulang lancar, jam 02.00 WIB kami sampai ke Bandung, melalui tol Padalarang, menuju Cimahi dan mengantarkan satu persatu teman ke rumahnya masing-masing. Praktis selesai jam 03.30 WIB hingga sampai ke rumah masing-masing dengan menyimpan rasa kesan yang mendalam dengan perjalanan seharian ini, sungguh berkesan, menyenangkan dan ingin diulang kembali.

Berikut video perjalanan kami, hanya perjalanan saja yang sangat singkat dirangkum cuman 10 menit. Namun perjalanan ini makin mendekatkan kami semua

 





Jatuh Hati sama Raisa Lagi dan Lagi

8 01 2015

Raisa jatuh HatiSetahun lebih sudah berlalu sejak Raisa merilis album keduanya Heart to Heart pada tanggal 27 November 2013 lalu, album yang menjadi sebuah dokumentasi musik yang merepresantasikan kecintaan Raisa terhadap musik turut mengiringi perjalanan di dunia musik Indonesia.

Nah, di awal tahun 2015 ini, Raisa kembali merilis karya terbarunya berbentuk single berjudul Jatuh Hati. Melalui single yang diproduseri Ari Aro ini, Raisa menunjukkan musikalitas yang semakin berkembang dengan berbagai elemen baru yang diramu dengan nuansa dan ciri khas milik Raisa pastinya dalam bermusik.

Dan kalau kata Raisa nih, single Jatuh Hati ini semacam ‘salam’ dari Raisa untuk awal tahun 2015. Jadi Raisa juga bilang kalau apa yang ada di dalam pikirannya tentang hal-hal yang membuat dia jatuh hati tidak selalu harus terlihat oleh mata, tapi Raisa menceritakan yang lebih dalam lagi justru yang membuatnya jatuh hati itu apa saja sih, gitu.

Sebuah video klip pun sudah disiapkan untuk single terbaru Raisa ini dan lagu ini sudah diciptakan oleh Raisa sendiri dibantu oleh Ifa Fatchir. Dengan pendekatan yang lebih berbeda dari sebelumnya, video klip Jatuh Hati akan dirilis dalam waktu yang tidak lama lagi  dan diharapkan single Jatuh Hati ini bisa menjadi inspirasi bagi YourRaisa dan bagi penggemar musik Indonesia.

Yang pasti ini adalah wujud nyata perkembangan dan apresiasi rasa dari Raisa terhadap musik, cinta dan rasa kagum. (source: Classy FM)

jatuh-hati-3

Saya sudah dengerin lagu itu jam 10.00 WIB dari streming radio seberang pulau, karena radio lokal yang sudah saya play sejak pagi tak kunjung memutar lagunya. Dan lagunya easy listening, liriknya begitu jujur dan ditambah dengan suara Raisa yang adem, itu menjadi perpaduan dan menjadi alasan untuk didengarkan lagi dan lagi. Dan ini liriknya, maaf kalau ada salah, karena saya ketik cepat dengerin radio streaming satu ke streaming yang lain

Raisa – Jatuh Hati

Ada ruang hatiku yang kau temukan

Sempat aku lupakan, kini kau sentuh

Aku bukan jatuh cinta, namun aku jatuh hati

Kuterpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu

Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia

Kuharap kau tau bahwaku, terinspirasi hatimu

Kutak harus memilikimu, tapi bolehkah kuselalu di dekatmu

Ada ruang hatiku kini kau sentuh

Aku bukan jatuh cinta, namun aku jatuh hati

Kuterpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu

Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia

Kuharap kau tau bahwaku, terinspirasi hatimu

Kutak harus memilikimu, tapi bolehkah kuselalu didekatmu

Kau tanya cinta memang banyak bentuknya

Kutau pasti sungguhku jatuh hati





Weekend Vacations: LDR – Lari dengan Raisa

22 04 2014

Raisa14Long weekend minggu ke-3 April kemarin saya manfaatkan untuk liburan ke luar kota. Liburan bagi saya bukan berarti pergi ke tempat wisata, namun saya punya cara untuk refreshing sendiri, apalagi kalau bukan menyaksikan live performance Raisa. Kebetulan mulai hari Sabtu (19/04) hingga esok harinya Raisa ada 3 event di Bogor dan Jakarta. Maka, berangkatlah saya, Tonny, Ali, Ulun, Hadi, Famellani, Rhea dan Denina naik mobil, backpackeran ke Bogor – Jakarta selama 2 hari tersebut.

Saya sudah berniat berangkat melakukan weekend vacations ini karena minggu berikutnya saya akan disibukkan dengan Pameran acara kantor, di kerjaan baru saya yang ini kebetulan tanggung jawabnya lebih dari kerjaan sebelumnya, namun saya begitu menikmatinya.

Kami berangkat hari Sabtu siang, motor saya parkirkan ke ITB. Dan langsung lanjut menuju destinasi pertama, yakni GOR Pajajaran Bogor acara Pensi SMA Dwiwarna Bogor. Pada event ini akan ada perform dari Tulus, Endank Soekamti dan Raisa. Di tengah perjalanan kami sempet bingung karena tiket yang rencananya akan dibeli secara OTS dilaporkan habis, padahal saat itu sudah di Cipularang dan separuh perjalanan kami tempuh. Namun di tengah kesempitan situasi itu, selalu ada jalan dengan koneksi-koneksi yang kami punya, Alhamdulillah.

Akhirnya kami bisa bernafas lega dan segera menuju Bogor, saat menuju Bogor tersebut, kami sempet men-cover lagu LDR Raisa untuk have fun sih sebenarnya dan rencana buat diikutkan kompetisi video cover #LDRRaisa, tapi saya yakin waktunya gak ada buat upload saking mepetnya jadwal perjalanan kami hingga kepulangan Minggu malam esok harinya. Nah, berikut video cover kami hahahaaa

Jam 6 sore kami sampai di Bogor dan langsung menuju GOR Pajajaran. Kami bisa masuk ke GOR tersebut karena bantuan teman-teman sesama fans Raisa lainnya. Pada pensi ini Raisa tampil ketiga setelah Tulus dan Endank Soekamti. Kami menunggu giliran perform Raisa dengan menikmati pertunjukkan yang ada terlebih dahulu.

Nasib buruk terjadi pada kami, detik-detik sebelum Raisa perform, beberapa smartphone kami dicopet oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Rhea kehilangan Xperia L putihnya, Hadi kehilangan iPhone 4 abu-abunya, Anwar kehilangan BlackBerry-nya dan Wakwaw kehilangan Mitonya. Dari sinilah mungkin yang membuat temen-temen agak kurang menikmati perform saat itu, panik yang ada di pikiran teman-teman membuat konsentrasi mereka pudar, apalagi kami tidak kebagian di baris depan. Saya sendiri mengetahui hal ini ketika perform Raisa sudah kelar, dan saat berlangsung kejadian tersebut saya tidak bersama mereka, tapi berada di barisan belakang untuk kenyamanan record perform Raisa dengan handycam saya.

Yah, apa boleh buat, teman-teman sudah mengikhlaskan kejadian hilangnya hape ini.

raisa1

sumber: yourraisa bandung

Setelah perform Raisa kelar sekitar pukul 10 malam, sesungguhnya kami tidak punya plan ke mana kami akan menginap. Akhirnya kami menginap ke rumah saudaranya Wakwaw, saya sama bang Tonny tidur di mobil dekat rumah Wakwaw tadi.

Jam 4 pagi teng kami bangun! berangkat menuju Jakarta untuk CFDan bareng Raisa. Hahahaaa… walaupun masih terkantuk-kantuk tapi kami semua bersemangat untuk ke destinasi selanjutnya, LDR = Lari dengan Raisa. Jam setengah 5 pagi lebih kami tiba di Jakarta, langsung ke parkitan UOB dekat bundaran HI. Kami nggak mandi, hanya sikat gigi, ganti baju dan cuci muka dan bersiap CFDan. Tak seberapa lama kami menunggu, terkumpul lagi teman-teman lain dan tak lama kemudian Raisa, Mas Wira, Mas Boim, dan team serta Nike datang.

Saya nggak mikir apa-apa sih waktu itu, pokoknya pas lari bareng ini, perhatian tertuju pada Raisa. Beberapa orang yang tadinya gak ikut event ini, tiba-tiba ikutan. Yang bikin gak nyaman mungkin mereka minta foto bareng, begitu dapat fotonya, mereka kabur begitu saja tak tau ke mana.

raisa15

photo by: ridwanasckar

Setelah CFDan, kami langsung ke Masjid Istiqlal, sempet muter2 karena jalanan masih ditutup karena belum jam 11 siang. Atas petunjuk orang di sekiar sana, kami pun sampai ke masjid terbesar di Asia Tenggara ini teng saat Dhuhur tiba. Di Masjid Istiqlal ini kami mandi, shalat, istirahat dan ngecharge hingga sore hari. Setelah dirasa cukup, sore harinya kami langsung menuju Emporium Pluit Mall untuk destinasi ke-3 atau yang terakhir perjalanan kali ini.

Di Emporium ini sebenarnya ada event perlombaan gitu buat anak-anak dalam rangka Paskah. Raisa tampil jam 5 sore, kami sudah tiba jam setengah 4 karena kami tidak ingin ketinggalan dan berada di barisan tengah saat Raisa perform. Teman-teman yang lain berada di barisan depan di sisi kiri panggung, sedangkan saya berada di barisan ketiga tapi tepat berada di tengah panggung. Aura di mall berbeda dengan aura waktu pensi, menurut saya di mall ini kondisinya tidak seramai yang ada di pikiran saya, para penontonnya cenderung untuk jaim dan tidak mau nyanyi bareng. Nah, saat Raisa mau nyanyi lagu LDR, seperti biasa Raisa bercerita tentang makna dan cerita dari lagu LDR ini, Raisa bertanya “siapa di sini yang lagi LDRan?”, saya pun langsung mengacungkan tangan secara reflek, sudah kebiasaan mungkin, hahaa.. nah Raisa melihat saya melihat saya mengacungkan tangan, dan berkata “Nah, itu yang lagi LDRan, sabar ya Hasan!”

she call my name.. ini kejadian kedua dia menyebut nama saya di panggung setelah tahun lalu pada event Sunsilk. Saya tidak bisa mengendailkan diri waktu itu, cuma semua mata tertuju pada saya membuat saya salah tingkah, hahaha saya gak bisa menyembunyikan rasa malu dan senang saya yang bercampur aduk waktu itu, senang sekali waktu Raisa bilang itu.

raisa5

“desau angin meniupkan namamu”

raisa7

kiss bye – Could it be

Puas menyaksikan perform Raisa selama dua hari berturut-turut, di kota orang lagi, membuat saya benar-benar berpikir kalau apa yang kami lakukan selama 2 hari ini adalah hal yang benar-benar gila! Ini pengalaman pertama, sebelumnya kami hanya pulang pergi Bandung – Jakarta – Bandung, tapi kali ini kami mencoba pengalaman yang lain, dan bener-bener nagih!

Nyampe di Bandung sekitar pukul 10 malam hari Minggu malam, langsung menuju parkitan ITB, bayarnya cuman 4000 rupiah doang untuk parkir 2 hari, ya walaupun kepala basah sampai kostan akibat helm  menampung air karena hujan turun selama motor ditinggal kemarin, hahahahaaa….!!!





Denganmu Langitku Berbintang

30 11 2013

showcaseDibalik launching album Raisa yang kedua yang bertajuk Heart 2 Heart, hari Rabu 27 Nopember 2013 kemarin, ada cerita tersendiri yang tak akan saya lupakan seumur hidup, ini bukan satu hal berlebihan atau bagaimana, tapi bener-bener membuat saya senyum-senyum sendiri jika mengingatnya.  Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya ambil dari sini. Saya sendiri ngepost tujuannya murni hanya sebatas mendokumentasikan pengalaman pribadi, bukan apa-apa ya, ya biar 2-3 tahun mendatang bisa saya baca lagi 🙂

Jauh sebelum hari H, saya ditawari oleh sahabat-sahabat terbaik saya (Kinan, Mimin, Abi, Caca) menjadi bagian dari tim yang membantu launching Raisa. Gak munafik sih, saya langsung mengiyakan walau saat itu saya tidak tau tugas saya apa dan bagaimana, namun karena ini impian saya, jadi tentu tidak akan mengabaikannya begitu saja.

Sejak itu, kami mulai intens berkomunikasi, sebenarnya bukan intens juga sih, toh tiap hari kami nge-Line, lebih tepatnya topik yang dibahas dalam grup Line itu sangat serius tentang teknis acara ini dan pembagian tugas. Tentu jika terlibat dalam hal ini (kepanitiaan kegiatan) pasti ada konflik yang terjadi, sangat wajar, apalagi kita sibuk dengan kuliah dan kerja, untuk hal ini kita meluangkan waktu di sela-sela kegiatan kami. Komunikasinya pun hanya sebatas Line, tidak bertatap muka langsung, bahasa tulisan bisa disalahartikan tingkat emosi oleh orang yang membacanya.

Tweet di bawah ini tweetnya Mimin, itu gara2 saya sama Kinan gak sabar mendapatkan data peserta dari mimin, sementara mimin waktu itu masih belum selesai, ya akhirnya ngambek. Tapi dalam waktu hitungan jam, suasana kembali normal terkendali kembali, hehee.

kesana2

Hari H pun datang! Saya sudah menyiapkan segalanya, ATK, DVD, kupon, handycam, baju hitam yang baru saya beli malam itu (konon katanya kita berlima janjian pake baju warna hitam), hingga sedetail handuk dan alat mandi untuk kemungkinan saya bermalam di Jakarta. Jam setengah 6 pagi saya berangkat dari Bandung via Xtrans di Cihampelas, berangkatnya di antar temen kantor saya yang paling baik, si Ilyas.

Perjalanan ke Jakarta terbilang lama, saya memprediksi jam setengah 8 nyampe, namun jam 9 saya baru sampai Blok M. Di situ Abi sudah menunggu saya dan langsung menuju circle K tempat kami semuanya biasa ketemuan. Setelah semuanya komplit, kita semua pun berangkat ke SCBD, Suhanna Hall, taraaaaa!!! deg-degan pun dimulai.

Saya sama Abi datang belakangan karena ban motor bocor, jadi harus benerin dulu. Sementara Kinan, Mimin dan Caca sudah nyampe duluan di lokasi. Saya sama Abi menyusul ke tempat tersebut, dan pas membuka pintu……. Raisa bersama Mas Boim dan Mas Wira sudah berada dalam gedung itu.

“Hai Hasan, terima kasih ya sudah membantu…” sapa dia sampil menengadahkan tangannya, menyapa, buat toss

Walaupun ini entah berapa kali ketemu, yang namanya fans berat bertemu sang idola pasti ada salah tingkah-salah tingkah gitu. Saya kemudian memberikan hadiah bantal bergambar cover albumnya ke Raisa.

“Ooh saya tau, ini pasti bantal,” tebak dia

“Kok tau isinya bantal?” tanya Mas Wira pada Raisa

“Iya, soalnya dari Hasanjun pasti isinya bantal,” jawab Raisa

Hahahaa, gila nih orang, bisa menebak apa yang saya bawa. Raisa pun ngebuka isinya, dan benar tebakan dia. Yang buat saya seneng adalah hadiah tersebut langsung dijadikan properti di “museum kecilnya” yang diluar gedung tersebut.

DSC_2098

Tak seberapa lama setelah itu, kami berlima mencari meja buat motong-motongin kupon undian, nah di sana kita seneng banget karena Raisa juga ikut nimbrung, ngajak ngobrol, senangnya dan semangat kami pun jadi berjuta-juta kali lipat lagi! yeay!

Begitupun pas makan siang di Green Room (backstage), kita makan begitu senangnya karena juga mendengarkan suara Raisa nyanyi, dianya lagi GR, duh :’) waktu itu ada sayup-sayup dia nyanyi Adele, to make me feel my love….

***

Kejutan berikutnya adalah kita diberi dress code berwarna abu-abu, lengkap dengan ID access, jadi bebas ke backstage atau lokasi tanpa menunjukkan ID yang lain. Gile, buat apa ya saya beli kemeja hitam semalam? Hahahaa lucu kalau diingat-ingat, karena kita sebelumnya sudah sepakat untuk tampil rapi,

“Min, ntar ada Rayi lho, harus rapi” kata Kinan mengingatkan Mimin yang ngefans sama RAN

“Iya, gue tau. Ntar yang cowok-cowok juga harus rapi, mungkin Pevita juga hadir,” sambung Mimin kala itu.

Nyatanya kita memakai dress code itu, bukan baju yang kita sepakati, senang jelas, senangnya double malah. Dari jam 3 sore kita sudah ready di bangku registrasi, kebetulan saya kebagian ambil Boxset yang sebelumnya sudah kita susun sedemikian rupa.

yovie

here

Satu persatu peserta datang, termasuk teman-teman dari Bandung sendiri, biasanya kalau ada event-event Raisa gini, pasti saya bareng sama mereka, semobil dan ngebolang sampai nyasar ke Jakarta. Tapi kali ini saya sendiri dulu hehehee. Kebahagiaan juga bertambah karena saya dipertemukan teman-teman sesama fans Raisa yang selama ini saya kenal lewat Twitter, yang biasanya hanya bisa mention-mentioanan, kini bisa bertatap muka, salah satunya adalah AndeMedan. Dia jauh-jauh dari Medan untuk menyaksikan launching ini, hebat!!! Juga ketemu Aflihati dan sahabatnya Olivta yang selalu di depan, serta banyaaak banget muka-muka yang selama ini saya hanya bisa lihat di Twitter.

Selain itu, saya juga ketemu sama Om Allan, Tante Risa, Mas Aldi, Teh Ami dan Keenan. Nah, Om Allan yang biasanya pas ketemu saya menanyakan “kapan nikah?” atau menanyakan keadaan keluarga dan keponakan, kini malah becanda gini, “lho San, besok kan Yaya ke Bandung, ngapain kamu di sini? repot-repot jadi gini lagi, ini pasti kamu cuti ya?” kata beliau.

Sementara malamnya menjelang kepulangan saya ketemu Tante Ria. Terakhir kali ketemu beliau bulan Desember 2012, dan malam itu pertemuan ketiga kalinya, walaupun sebenarnya sebelum-sebelum ini komunikasi tetap terjalin lewat sosial media atau telepon.

“Hasan, apa kabar? kalian sudah makan?” Sapa Tante Ria malam itu.

Duh, begitu perhatiannya pada kami semua, jadi terharu banget :’) Karena buru-buru, kami tak sempat ngobrol banyak. Sementara teman-teman yang lain pun pasti sangat senang bisa bertatap muka dengan keluarga Raisa, intinya pada Launching ini menjadi satu moment di mana kita semua dipertemukan.

***

Over all, saya menikmati hari itu, sepanjang hari! Saya juga sangat menikmati acara launching, walaupun tidak 100% bisa menyaksikannya. Tapi karena sekali lagi, ditonton dan melakukan ini semua sama sahabat-sahabat saya, ini menjadi hal yang teramat sangat bahagia bagi saya. Jujur kadang mereka sangat menjengkelkan ketika membully saya, ngatain saya, ngejek saya, tapi anehnya saya tidak marah. Hahahaa, entahlah, pokoknya sama dengan judul postingan ini yang juga saya ambil dari part lirik lagu Raisa, Dengan Mereka, Langitku Berbintang!

Acara sekitar satu setengah jam, setelah berpamitan kepada Mas Boim dan yang lainnya, saya langsung cari travel sama Abi tujuan ke Bandung. Waktu itu sudah menunjukkan pukul setengah 11 malam, tapi saya punya satu bekal kalau kemalaman langsung ke Kartika Chandra saja, karena di sana ada XTrans 24 jam.

Dan benar sekali, jam 11 saya nyampai di Travel, sialnya waiting list, dan diberangkatkan pada jam selanjutnya, yakni 23.45 WIB. Sepanjang tol Cipularang saya tertidur berselimut rasa lelah dan bahagia karena hari ini. Sampai di Pasteur kira-kira jam 3 dini hari, langsung naik Gemah Ripah menuju kosan, menunggu shubuh dan melanjutkan kembali tidur yang tertunda.

Keesokan harinya, tanggal 28 tepatnya, saya tetep ngantor, beraktivitas seperti biasa. Walau kemarin gak masuk kerja, tapi saya tetep biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa, hahaaa saya yakin temen-temen kantor saya sudah tau karena melihat penampakan wajah saya di Twipickan Raisa yang di tweetkan kemarin sore, dan parahnya dibuat status, hahahaa

Dan seperti biasa, Raisa selalu bisa bikin orang melting, selalu ada cara memberi kamu kejutan, dan inilah kejutannya

h2h1

Walaupun sebenarnya di lokasi waktu itu Raisa sudah berulang kali mengucapkan terima kasih kepada kami, namun tetap saja diulang pada tweetnya, dimention pula, I’m so blessed, begitu juga dengan yang lain!

Thaaanks banget buat Raisa, Mas Boim, Mas Wira, Mas Vence, Mas Yoga dan semua tim produksi dan manajemen Raisa, dan juga keluarganya Raisa atas kebaikannya selama ini, Tak terlupakan! Dan yang paling penting buat soulmates, Kinan, Abi, Mimin dan Caca, Love you guys, see you soon!!

PS: Min, saya yakin kamu akan baca, kalau modemnya sudah isi, ditunggu ya foto kita berlima di email, heheee biar bisa postingan ini makin lengkap, heheheeee





Pemeran Utama Raisa Menggalau Lagi

2 10 2013
Raisa Pemeran Utama (caption: Instagram Wircuy)

Raisa Pemeran Utama (caption: Instagram Wircuy)

Setelah merilis Bye-Bye di bulan Juni lalu, di bulan Oktober (02/10)  ini Raisa kembali merilis single baru yang berjudul Pemeran Utama. Dan lagu ini diambil dari albu kedua Raisa berjudul Heart to Heart yang akan segera dirilis oleh Universal Music Indonesia.

Lagu pop dengan balutan piano dan strings ini bercerita tentang seorang perempuan yang baru menyadari kehilangan Pemeran Utama hatinya, tapi perempuan ini sebenarnya juga cukup angkuh untuk bilang balikan, standardnya cewek gengsi, jadi yang ada cuma penyesalan saja karena sudah kehilangan si pemeran utama itu, Jadi bagi kamu yang mengalami hal ini nih, siap-siap ambil tissue ya 🙂

Raisa juga sudah merilis video klip dari lagu Pemeran Utama ini di channel YouTubenya. Video klip ini sendiri bertemakan teater oleh karena itu Raisa mengambil Gedung Kesenian Jakarta sebagai venue untuk video klipnya.

Pemeran Utama ini sebenarnya bukan lagu baru ternyata, Lagu ini sudah disiapkan dari album pertama Raisa pada tahun 2011, tapi akhirnya lagu yang diciptakan Kamga yang juga mantan Raisa  ini disimpan untuk materi album kedua. Nah, sudah penasaran belum untuk dengerin lagu Raisa yang baru, ayo suaranya mana? Langsung saja ya simak video klipnya langsung dari channel YouTube Raisa6690:

Pendapat saya pribadi ya keren lah klip ini, Raisa sedikit menunjukkan bakat aktingnya. Saya suka adegan dia malu-malu mandangin mantannya itu. Klip ini juga bisa dibilang paling megah di antara klip Raisa sebelumnya, hanya menurut saya lagu ini sendiri sangat berdekatan dengan single Mantan Terindah, saya cukup senang sih 🙂 berikut caption screenshoot klip Pemeran Utama.

pemeran utama

pemeran utama





Could it Be, Inginku, Melangkah, Bersama…

1 06 2013

Saya melingkari tanggal 30 Mei di kalander meja kantor saya 2 minggu setelah ini, melingkari karena hari itu memang saya rencanakan buat datang ke Jakarta di acara Sunsilk. Walaupun berkesan acara itu buat perempuan, tapi saya tau kalau acara itu juga bisa dihadiri oleh cowok karena acara Sunsilk sebelumnya juga begitu. Saya niat datang, walaupun saya tau itu hari kerja, konsekuensi ya saya bolos atau ajuin cuti. Alhamdulillahnya tanggal segitu tidak ada aktivitas dan event kantor, kerjaan saya hari Kamis sudah saya cicil 2 hari sebelumnya. Jadi saya memutuskan untuk berangkat ke Jakarta.

Kalau saya biasanya nonton Raisa di Jakarta sendiri, naik travel sendiri, pulang-pergi sendiri, terus janjian sama teman-teman yang di sana, tapi kini beda dan lebih menggila. H-2 Pemenang dari Bandung, Famela mengusulkan buat berangkat bareng2 yang dari Bandung ke Jakarta. Saya sebenarnya juga mikir gitu, tapi karena saya gak mau repot cari carteran mobil dan sebagainya, akhirnya niat itu hanya dalam kepala saya saja. Ohya, saya kenal Famela waktu di Ardan, dia ngenalin diri sama Firda ke saya dan Sandy waktu itu, nyapa gara2 saya bawa handycam mungkin, “kakak yang suka upload video-video di YouTube ya?” kata Famela waktu itu. Setelah itu kamipun follow-followan di Twitter.

Famela ini ceritanya punya kenalan persewaan mobil, dia mengalokasikan dana kalau jadi berangkat bareng semua, alokasi dananya hanya Rp 100.000 per orang, sudah termasuk bensin dan sopir. Beda jika naik travel sendiri-sendiri, selain lebih mahal, kita juga terpaku pada waktu. Dengan hanya mengtweet ke semua pemenang yang saya tau, akhirnya saya disepakati kumpul di Balubur Town Square, Kamis pagi jam 9.

Awalnya memang tak saling kenal, baru pertama bertemu. Dari Bandung yang berangkat ada Saya, Ali, Hilman, Ryven, Abay, Famela dan Firda. Jam 9 sebagian sudah kumpul di Dunkin Donuts Baltos, tapi si Famela dan Firda yang ada di mobil lagi dalam permasalahan, si sopir yang sebelumnya dibooking mendadak bisa jam 10 nya. Karena tak mau telat, kita pun sewa sopir seadanya. Untung si Abay bisa nyetir dan tau daerah Jakarta. Akhirnya si Famela juga mengajak ayahnya buat bergantian sopir sama Abay. Luar biasa.

Jam 10 kita berangkat naik Avanza. Dalam mobil awalnya memang tidak saling kenal, beberapa di antara kami bahkan baru pertama bertemu. Saya sebelumnya pernah ketemu Ali dan Hilman waktu di Balai Kota, si Ryven dan Abay baru pertama ketemu. Selain saya, mereka semua baru pertama ketemu, sebenarnya bukan pertama. Mereka mengaku pernah lihat di OZ Radio atau tempat Raisa manggung yang lain, namun dengan moment ini mereka bisa saling kenal, termasuk saya sendiri, hehehee…

Jam 1 siang kita masih di tol Cipularang, sumpah macetnya bikin orang emosi. Jalan hanya pelan banget, sementara di EX Mall, tempat acaranya sudah berlangsung  Press Conference. Menjelang detik-detik jam 2 siang, kita lagi-lagi dipusingkan dengan tidak adanya tempat parkir, sampai muter 2 kali waktu itu. Alhamdulillah, ternyata kita datang passss banget, pas Raisa mau perform. Cobaan belum berhenti, karena kita semua di tahan di luar venue dulu, karena tempat sudah penuh. Tapi tak lama, kita semua masuk dan bisa duduk dengan lega menunggu penampilan Raisa.

Di tempat itu saya ketemu lagi sama Ridwan dan Caca, mereka berdua adalah teman nonton waktu di Java Jazz 2013 kemarin. Juga ada Dini dan Neng Ine yang jauh-jauh dari Cirebon naik kereta berdua, ada juga si Vina dari Kuningan. Trus mana nih si Lizti dan Mbak Layla? Mereka berdua lah yang sangat berjasa banget atas kedatangan saya di sini, saya ngewhats-app lizti, katanya masih otw dan macet.

Raisa membuka performancenya waktu itu dengan single Kilaumu, single yang diciptakan khusus untuk produk tersebut. Saya sempat merekam performnya di video ini

Nah, karena suasana di panggung terlalu penuh sesak, saya akhirnya naik ke lantai 2, ada Caca dan Ridwan yang panggil-panggil saya untuk naik ke atas, ya saya nekad ke lantai 2, dan sepanjang perform saya nonton sama mereka di atas. Teman-teman yang lain memilih di bawah.

“Bawa bannernya gak?” kata Ridwan

“Bawa nih di tas, gak bisa ambil” jawab saya

Si Caca mengambil banner di tas. Ridwan ternyata bawa banner juga, di pasanglah banner tersebut berdekatan, Tangeran dan Bandung. Saya sebenarnya antara malu dan bagaimana gitu, karena belum pernah gila-gilaan seperti ini, apalagi di mall. Tapi karena ada temannya ya mau-mau saja, hahaha. Sepanjang perform tangan kanan saya megang handycam, tangan kiri pegang banner pas di tengah, Si Caca dan Ridwan pegang di sisi kanan dan kiri, sambil teriak-teriak, “Kak Yaya… Kak Yaya…”

Ternyata Raisa tampil hanya 4 lagu, cukup kecewa waktu itu. Tapi katanya Raisa bakal tampil lagi jam 7 malam, ini berarti nunggu 4 jam. Teman-teman rombongan Bandung memilih menunggu sampai jam 7 malam dan pulang malam sekalian, daripada pulang sekarang terus terjebak kemacetan. Menunggu jam 7, kita makan di AW, semua kumpul waktu itu, sekitar ada belasan dari berbagai daerah, Bandung, Tangerang, Jakarta, Kuningan dan Cirebon makan bareng di sana. Luar biasa….

sunsilk5

Sayangnya, Dini dan Neng Ine pulang duluan ke Cirebon, si Vina juga pulang ke Kuningan, jadi sorenya hanya dari Tangerang, Bandung dan Jakarta saja, padahal jam 7 masih ada performance Raisa lagi, Karena kereta jam 1/2 7 sore, jadi mereka harus buru-buru pulang.

 ***

Detik-detik menunggu jam 7 datang, Kita semua memilih duduk paling depan. Sebelum Raisa ada 2 penyanyi/band yang tampil. Alhamdulillah cukup terhibur. Nah di sini tiba-tiba ada dua orang cewek yang lari-lari kecil, terus pelukan, saya ngelihat mereka di samping kiri saya. Saya kenal wajah mereka, maunya nyapa, tapi takut SKSD. Saya tanya Ridwan yang di depan saya.

“Wan, itu mbak Layla dan Lizty?” tanya saya ke Ridwan yang di depan saya.

Yayayayaa benar dugaan saya, itu Lizti dan Mbak Layla yang selama ini kenalnya di Line dan Whats App doang, akhirnya bisa kopi darat di sini 🙂 Nah, di tengah band terakhir yang tampil, Raisa dan Mas Wira turun dari eskalator, busyeeeet kayak ngelihat Bidadari turun dari langit 🙂 🙂 🙂

sunsilk3

Jam 7 lebih kira-kira, Raisa tampil, semua yang awalnya duduk berbaris di depan, entah kenapa waktu itu tiba-tiba misah antara bagian laki dan perempuan, si laki di sebelah kiri (saya, ridwan, ali, hilman, ryven dan abay) dan sebelah kanan ada caca, lizti, mbak layla, famela dan firda. Dan tentu banyak juga fans-fans Raisa yang lain, mungkin belum kenal waktu di sana, tapi next time pasti bisa saling kenal dan heboh!

Pas perform dimulai, temen-temen yang memang pada heboh, terutama yang cewek karena saya dan teman-teman pada sibuk potret2 dan rekam rekam.  Apalagi tuh si Famela, Lizti dan Mbak Layla heboh ternyata, saya kira mereka kalem dan pendiam :)) Lucunya security turut ambil hape dan videoin Raisa, dia sepertinya ngefans sama Raisa

Jujur, saya ngerasa di EX Mall terasa lebih eksklusif, gak kayak di Bandung yang belum tentu saya bisa paling depan. Dan cenderung tidak seramai waktu di Bandung, tapi inilah yang saya suka, sepi, enaaak banget yang heboh kita kita sendiri. Raisa menyanyikan Serba Salah, Pergilah, Kilaumu, Firasat, Terjebak Nostalgia, Apalah Arti Menunggu, Cemburu dan ditutup dengan Could it Be. Saya sendiri gak tau apa bedanya session 1 tadi siang dan session 2 malam ini, ya yang jelas ini lebih dari 4 lagu yang di siang tadi, jaid lebih puas karena lebih lama. Saya juga cukup senang, ketika Raisa di panggung bilang, “Terima Kasih Hasan karena sudah mau datang,” Speechless saya waktu mendengar itu, salah tingkah banget, hahahaaa… sumpah lebay saya ini.

Perform pun selesai, namun kita berkumpul di satu spot, berharap ada kesempatan buat bertemu Raisa, tapi akhirnya Raisa keburu pergi ke bawah. Kita tetap kumpul berharap ada keajaiban yang bisa mempertemukan kita semua dengan Raisa, pada kesempatan ini juga lah saya bisa ngobrol lagi dengan Mbak Layla, Lizty, Caca, Ridwan dan teman-teman dari Bandung yang lain. Kalau bisa dibilang mereka semua satu tipe, suka becanda. Saya juga suka becanda, jadi satu tipelah, mungkin awalnya agak-agak jaim kali.

“Bentar ya mudah-mudahan bisa bertemu dengan kakak saya,” kata Lizti

“Sini dek, mana yang mau foto sama Yaya? sini” sahut mbak Layla yang becanda seolah-olah dia Raisa

“Jangan gitu, ini sama Keenan dulu fotonya,” Ridwan tak mau kalah seolah-olah dia Keenan.

“Lho berarti kamu kakak ipar saya.” sahut Lizti

Saya dan semua tertawa melihat tingkah mereka. Hahahaa… Padahal dibalik wajah bahagia kita semua, kita semua punya cerita sendiri bagaimana sampai di sini. Ali dan Hilman bolos les SBMPTN, Famela, Firda, Ryven dan Abay bolos kuliah. Caca bolos kuliah, Ridwan bolos kerja, Lizti bolos kerja juga, dan Mbak Layla juga bolos kerja, saya? Alhamdulillah saya punya boss yang baik hati, boss pasti tau lah kalau saya off kerja, pasti gak akan jauh soal Raisa alasannya, dan bos mengijinkan 🙂

Mbak Layla ternyata juga paginya dari Rumah Sakit, tapi pas di pertemuan itu, Mbak Layla sangat ceria. “Itulah, di setiap performa Raisa pasti ada penyembuh,” kata Mbak Layla pada saya

***

Alhamdulillah, akhirnya ada keajaiban yang mempertemukan kita semua dengan Raisa. Walaupun sudah malam banget waktu itu, Raisa berbaik hati mau berbagi tanda tangan dan foto bareng sama teman-teman. Jujur saya senang, melihat wajah-wajah teman-teman dari Bandung yang dari pagi sudah siap, capek, tapi terbayar dengan foto, tanda tangan dan ngobrol2 walaupun cuman bentar. Saya senang karena mereka semua senang, saya yakin begitu juga dengan Lizti, Mbak Layla, Ridwan dan Caca. Saya dapat tanda tangan di poster TRAX ini, saya minta Raisa bubuhkan kata SEMANGAT biar saya bisa semangat tiap hari

sunsilk4

sunsilk6

Kita semua pamit, pulang ke kediaman satu persatu, kurang lebih jam 10 malam. Ya, ini menjadi bagian yang sedih sih enggak, tapi apa ya.. menjadi motivasi lah kalau di next event kita bisa janjian nonton bareng lagi, dan tak akan takut kalau nonton di luar kota tidak ada teman.

Keseruan berlanjut di mobil, Ali, Hilman, Ryven, Abay, Famela dan Firda bercerita betapa senangnya ketemu Raisa. Saya juga senang pasti lah, sepanjang perjalanan pulang dilanjut dengan makan malam di Rest Area dan menuju Bandung terus ngobrol dengan rencana-rencana biar semakin menguatkan sesama fans Raisa di Bandung. Ya, saya pribadi sih oke-oke saja, mumpung masih bisa kayak gini.

Jam 1 malam kita tepat di Pasteur, mengantar Abay. Kemudian mengantar Firda di Gerlong. Saya, Hilman dan Ali turun di Baltos, saya kemudian naik taksi ke kosan, sementara Ali dan Hilman bisa bernafas lega karena motor mereka aman (ditinggal sejak pagi dan takut parkitan tutup gak bisa ambil motor, nyatanya parkir Baltos 24 jam). Si Ryven ikut Famela dan Ayahnya yang menuju arah garut, hahahaaaa betapa bahagianya hari itu, bagi saya dan mereka semua.

Thanks so much to Raisa, mas Wircuy, Mas Boim and team, Lizti, Mbak Layla, Ridwan, Caca, Dini, Neng Ine, Vina, dan semua teman-teman dari Bandung tentunya 🙂 🙂 🙂





My Simple Ways to Get Happy

12 05 2013

Sabtu pagi (04/13) saya pulang ke Gresik. Kepulangan kali ini bukan dalam rangka long weekend atau satu hal tertentu, mendadak sih iya! mendadak banget malah. Pikiran saya lagi kacau, otak penuh dengan kerjaan yang belum kelar serta terus dikejar target, saya butuh hiburan, dan satu-satunya hiburan yang cukup ampuh adalah dengan melihat wajah ibu dan bisa memeluk ibu.

Anak manja? ya saya sendiri nggak tau, toh ibu saya juga senang dengan kehadiran saya di rumah dengan disiapkannya segala makanan kesukaan saya. Ketika ditanya ibu, kenapa pulang, Nak? dan saya menjawab “mau datang ada acara kampus”

Dengan sempitnya waktu di rumah, saya memanfaatkan benar dengan merefresh otak saya, main sama ponakan saya, nganter kakak ke sana kemari, ngajak jalan keponakan satu per satu dan semuanya. Dan yang paling wah adalah dengan lihat performnya Raisa di acara kampus, Teknik Kimia ITS, Chernival Orange Day.

Rencana ini mendadak, sabtu itu di kost luntang-luntung gak jelas, saya sebenarnya tau kalau Raisa manggung di Surabaya, jadi entah pikiran apa tiba-tiba yang membuat saya membulatkan tekad untuk pulang, dan pulang lah saya, sampai keesokan harinya via bus. yang hampir memakan waktu 12 jam.

Pas Minggu pagi (05/13) sampai rumah, saya dihubungi si mas adit, temen koplak yang sama-sama juga yourRaisa, dia dari Surabaya. Saya diajak ke Graha Pena sama temen-temen yR Surabaya lainnya untuklihat Raisa interview di Gen FM. Tapi kondisi saya capek bangeeet, jadi saya nggak ikut karena istirahat. Sorenya pun saya cabut dari rumah ke Sutos, saya pamit ke Ibu buat nonton acara kampus yang ada Raisa nya, “jangan malam-malam pulangnya” kata ibu 🙂 Ya itulah ibu saya, walau saya segedhe sekarang perhatiannya gak berkurang,

Jujur, Sutos itu asing bagi saya. Selama 6 tahun hidup di Surabaya saya hanya mengenal Delta Plaza, Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, dan Sakinah Super Mall, Mallnya arek ITS. Itu pun ke sana bukan buat ngeceng, tapi untuk nonton. Jadi, karena masih asing, saya hanya meraba-raba jalan dari rumah ke Sutos, bekalnya cuma Google Maps dan perkataan teman, “jika sudah sampai Taman Bungkul, putar balik, terus belok kiri terus”

Jalan gak semulus yang diharapkan, sampai di jalan Blauran, harus belok kiri lagi karena jalan Praban ditutup, terpaksa muter lagi ke arah Tugu Pahlawan kemudian ke jalan Pahlawan terus menuju arah Grahadi, sialnya lagi pas sampai di Hotel Majapahit, macet parah! jalan hanya sedikit demi sedikit, saya menerobos dan berhasil sampai di depan, rupanya macet disebabkan oleh satuan kebersihan yang sedang membersihkan jalanan, payah!

Saya melaju terus mengikuti instruksi teman saya, pas sampai di Taman Bungkul, rupanya saya muternya terlalu jauh, hahaaa.. tapi alhamdulillah gak nyasar, karena saya juga sempet nanya ke orang waktu di lampu merah, “arah Sutos itu sebelah mana ya, Bu?” si ibunya malah nanya balik, “lho koen iku arek endhi sih kok gak eruh Sutos” (kamu itu anak mana kok gak tau Sutos?) Akhirnya ibu itu  baik hati dan menggiring saya ke Sutos tepat pas Adzan Maghrib.

Singkat cerita saya ketemu si mas adit, pemilik akun @thomasaquionoo. Seneng sih, senangnya tuh bisa ketemu teman yang awalnya kita kenal di dunia maya koplak-koplakan, terus di dunia nyata ketemu, hahaha aslinya sama edannya kayak di Twitter. Mas Adit juga mengenalkanku dengan teman-teman yR Surabaya yang lain, dan kita semua memilih di paling depan panggung untuk menyaksikan Raisa.

Saya yakin pasti ada yang beda di setiap perform Raisa. Saya sendiri selama ini hanya merasakan aura penonton yang menyaksikan Raisa di Bandung dan event-event Java Jazz atau Soulnation. Saat menyaksikan di Surabaya, bedanya ya kanan kiri orang jawa, ngobrol dengan kanan kiri ya pakai bahasa jawa, selama ini saya pakai bahasa Indonesia, hahaha.. Aura kehebohan pun gak kalah heboh dengan Bandung. Hampir semua rekaman di video saya, suara Raisa tidak terdengar karena riuh suara penonton yang turut mengiringi Raisa nyanyi, luar biasa! Dan pada live perform di acara yang bernama Orange Day Chernival itu, Raisa melakukan aksi lucu ngomong bahasa jawa. Saya pun tidak mau melewatkan moment-moment ini

Dan berikut ini adalah dokumentasi saat Raisa manggung di Chernival Orange Day Teknik Kimia ITS, foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

Jam 10an acara kelar, dan saya serta beberapa teman yang lain langsung menuju warung kopi dekat parkitan motor Sutos, karena sudah malam dan besok hari Senin beraktivitas kembali, kami berpisah 😦 saya sendiri besok pagi juga ke harus balik ke Bandung lagi.

***

Sabtu (11/13) tentu saya sudah di Bandung dong, beraktivitas kembali. Nah pas hari Sabtunya ini Raisa manggung lagi di Bandung, dalam rangka ulang tahun Radio B yang ke-10 di Ciwalk. Saya pun nonton lagi, walau teman seperjuangan si Dini gak ikut kali ini. Jadi nontonnya sama-sama temen sebelumnya, si Shandy, si kembar Rena-Reni dan Neng Ine. Lucunya walau berkali-kali ketemu saya tidak bisa membedakan mana Rena dan mana Reni, dan panggilan ‘kesayangan’ buat Ine dari kita adalah Neng Ine, mungkin ini didasarkan atas nama Twitter Ine itu sendiri.

Datang pas jam 6.15 WIB, langsung ada penampilan Soul Sister. Saya berpikir kalau tiap perform ada 8 lagu, wah mau jam berapa si Raisa on stage nya? Namun, Soul Sister, Adera dan Duo Maia masing-masing 4 lagu. Cukup panik sih saat Adera manggung, hujan cukup deras, namun hebatnya penonton gak menyingkir dan tetap di depan panggung walau hujan-hujanan.

foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

foto ini saya ambil dari berbagai sumber yang ada di Twitter

Jam 7.40 WIB, Raisa tampil hebat menggalaukan Ciwalk. Semua single-nya dibawakan di atas panggung dengan apik, Pergilah, Melangkah, Serba Salah, Terjebak Nostalgia, Firasat, Apalah Arti Menunggu dan Could it Be dibawakan Raisa dan disambut dengan riuh suara penonton yang nyanyi bareng-bareng. Lalu apa yang membedakan stage Raisa kali ini? salah satu istimewanya adalah di atas panggung ini Raisa menyanyikan lagu Happy Birthday kepada Radio B secara live, nyanyi! beda dengan performer sebelumnya yang hanya sepatah dua kata saja. Ohya, seperti biasa saya hanya merekamnya dan berikut salah satu perform Raisa yang berhasil menggalaukan Ciwalk

Saya cukup senang dengan melihat perform Raisa, bagi saya ini sebuah Mood Boosters untuk aktivitas saya mendatang. Bagi orang lain cari hiburan mungkin dengan ngegame, jalan-jalan, nonton bioskop atau yang lain, nah saya cari hiburan ya gini, ngelive Raisa, menulis atau ngeblog, bikin video, atau kumpul-kumpul dengan sahabat. I learn how to appreciate my life the way it is.